Di Balik Krisis Keuangan Global, Israil Yahudisasi Al Quds

19/11/2008 | 19 Zulqaedah 1429 H | Hits: 1.965
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Lembaga Islam-Kristen untuk Pembelaan Al-Quds dan tempat-tempat suci menegaskan bahwa pemerintah penjajah Israel melakukan perang secara massif terhadap kota suci Al-Quds dengan memanfaatkan kesibukan dunia terhadap krisis keuangan global dan pengaruhnya terhadap ekonomi dunia.

Dr. Hasan Khathir, Sekjen Lembaga di atas menegaskan kepada Infopalestina bahwa serangan Israel terhadap Al-Quds itu menjadi sangat jelas dan tidak perlu diungkap.

Dr. Khathir menegaskan bahwa pemerintah penjajah Israel sudah mulai hari ini melakukan penghancuran besar-besaran terhadap bangunan dan perkampungan Arab di kota Al-Quds.

Aksi jahat ini dimulai dari desa Syekh Jarah yang rumah-rumahnya sudah mulai dihancurkan, warganya sudah diusir. Tujuannya adalah menghapus keberadaan mereka dan membangun perkampungan yahudi. Hal ini dilakukan dalam rangka mencekik Baldah Qadimah (kota lama) dan mencabik-cabik perkampungan Arab di sebelah timur laut kota Al-Quds.

Ia menegaskan bahwa pada saat pemimpin dunia datang ke Arab untuk menyelamatkan ekonomi dari krisis yang mendera, maka Al-Quds menuntut bangsa Arab dan dunia Internasional untuk menyelamatkannya dari penjajahan Israel. (infopalestina/ut)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (4 orang menilai, rata-rata: 3,75 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 3 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »