Acara Kuis Channel TV “Islam” Di Inggris

30/5/2008 | 24 Jumadil Awal 1429 H | Hits: 1,103
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com - Kelompok Yahudi bertanding dengan kelompok Muslim, Para Robi berlomba dengan Tokoh Masehi, kelompok Hindu menghadapi orang Budha. Itulah acara yang akan ditayangkan dalam wakttu dekat, kuis pengetahuan dan wawasan yang disiarkan oleh “Channel Islam” di Inggris.

Acara ini diselenggarakan dengan target menguatkan dialog antar pemeluk agama, sekaligus sebagai usaha untuk saling kenal satu dengan yang lain.

Rangkaian atau serial kuis yang bertemakan “Bagian dari Iman”, mendapat komentar dari surat kabar Inggris “The Guardian”, “Teroboan acara semisal kuis ini merupakan model pertama kali diselenggarakan di masyarakat Inggris, yang mencakup wawasan dan agama yang beragam.”

The Guardian menambahkan, “Bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah dalam rangka menguatkan ikatan baik antar agama-agama yang berbeda, mengedepankan saling menghormati, dan saling kenal di antara mereka.”

Abrar Husain, Penggasas acara kuis ini mengatakan, “Acara ini tidak sebatas konteks wawasan tertentu, bukan untuk katagori umur tertentu, karena kami hidup di tengah-tengah masyarakat yang plural, beragam agama, dank arena itu kami cari pengetahuan dan kesepahaman.”

Abrar Husain, yang kreatif membuat acara-acara TV bernuansa Islam melanjutkan, “Kuis ini menjadi sarana efektif untuk mengetahui wawasan keilmuan atau mengingatkan kembali pelajaran yang pernah didapatkan dibangku sekolah, yang sekarang mulai dilupakan. Dengan kuis ini kami ingin memecahkan masalah keilmuan dan wawasan.”

“Kami akan belajar, dan semua akan belajar tentang sisi-sisi kesamaan dan kedekatan agama-agama yang ada, dengan meminimalisir perbedaan-perbedaan… Saya tahu sedikit tentang agama masehi, dan pada waktu yang sama mungkin saya tidak tahu sama sekali tentang agama Yahudi.”

Denga tertawa Husain menambahkan, “Hadiah memang tidak seberapa, akan tetapi sangat memotivasi… kami berharap dari acara ini ada sesuatu yang jauh lebih berharga. Dan yang lebih penting bukan hadiahnya, namun keterlibatan dan kebersamaan jauh lebih kami harapkan.”

Muslim Inggris Tercepat

Panitia kuis menyebutkan, bahwa peserta acara ini dipilih mana yang paling luas dan paling pintar tingkat wawasan dan pengetahuan, dengan cara seleksi para pendaftar.

Panitia juga menambahkan, penilaian secara respon langsung, seperti setiap peserta datang ke stasiun TV. Dan ternyata kaum muslimin di Inggris tercepat dan terbanyak yang datang mendaftar.

Setiap kelompok terdiri dari empat orang, kuis dimulai dengan lomba secara berkelompok untuk menentukan siap yang lebih besar nilai dalam tahap pertama ini, pemenangnya mendapatkan hadiah uang-materi, selanjutnya dengan cara perwakilan dari masing-masing kelompok dan seterusnya. Kuis ini didesain sangat menarik dengan menghadirkan tokoh komedi.

Pertanyaan-pertanyaan seputar realiatas kehidupan para peserta, pertanyaan khusus tentang agama mereka. Dalam soal ini, tentu menjadi kesempatan yang tepat untuk mengenalkan agama mereka kepada yang lain, pertanyaan seputar tokoh-tokoh agama.

Kuis berlangsung dengan menggunakan beberapa setting tempat yang berbeda, pencahayaan, tempat duduk peserta, penonton dan para pendukung masing-masing. (io/ut)


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (1 orang menilai, rata-rata: 10.00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Pembaca Naskah Ini, Juga Membaca:

Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print

Ada 2 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »