dakwatuna.com – Kalau para ahli fiqh menentukan bahwa suatu kewajiban ada yang terbatas dari segi waktu, demi kemuliaan si pelaku atau karena kesitimewaan tempatnya. Maka suatu kewajiban yang agung yang harus dilakukan ummat pada zaman ini adalah terhadap Masjid Al-Aqsha, kiblat pertama umat Islam, masjids suci ketiga dalam ajaran Islam serta tempat isra’nya Rasulullah salallahu alaihi wasallam.
Ada sembilan kewajiban yang harus diemban umat Islam saat ini, dimana pun mereka berada, yaitu :
1. Memproklamirkan jihad untuk membebaskan Al-Aqsha dan melindunginya dari para pengganggunya. Hal ini sudah disepakati oleh seluruh fuqoha’ (ahli fiqh) Islam. Mereka telah menetapkan, bahwa barang siapa yang menjajah sejengkal tanah dari kaum muslimin, maka hukumnya menjadi fardhhu ain bagi seluruh umat Islam untuk membebaskannya. Seorang perempuan boleh keluar tanpa izin dari suaminya, seorang budak boleh pergi tanpa izin dari majikanya, seorang anak boleh berangkat tanpa izin orang tuanya. Kalaupun Al-Aqsha telah lama dijajah, tetapi kewajiban ini belum lepas dari pundak setiap muslim. Mereka wajib membebaskanya sebelum dihancurkan oleh yahudi dan digantinya dengan Haikal Sinagog buatan mereka.
2. Mengalirkan darah dan mengorbankan nyawa demi mejaga Al-aqsha dari kehancuran. Ini suatu keharusan, karena sesuatu yang diambil dengan darah maka harus dikembalikan dengan darah. Karena sesungguhnya amalan yang paling Allah cintai adalah mengalirnya setetes darah dalam jihad fi sabilillah. Dalam salah satu riawayt diterangkan, Allah sangat kagum bahkan tertawa ketika melihat seseorang menceburkan dirinya dalam medan perang. Sementara teman-temanya pada mundur, kemudian ia terbunuh oleh musuh.
3. Memberikan hartanya untuk modal Jihad Fi Sabilillah di Palestina, di antaranya untuk melindungi Masjid Al-Mubarak. Dana ini diperlukan untuk melakukan renovasi, memeliharanya dari kerusakan, menggaji para pegawainya dan memberikan santunan bagi orang yang sukarela memelihara Al-Aqsha. memberikan bantuan bagi para keluarga yang bekerja di Al-Aqsha. Di samping itu, dana tersebut dapat digunakan untuk melakukan propaganda dan informasi bagi masyarakat umum.
4. Menyisihkan waktu untuk sesekali mengunjungi Al-Aqsha bagi yang tinggal dekat dengannya. Sebagaimana sabda Nabi salallah alaihi wasallam, “setiap mayit terhenti amal ibadahnya kecuali orang yang berjuang di jalan Allah”
5. Memanjatkan doa dengan segenap ketundukan dan pengharapan untuk perlindungan Al Aqsha dan mengajak kaum muslimin yang ada di barat dan timur untuk menjaga dan melindungi Al-Aqsha dari setiap penodaan. “Doa adalah senjata orang mukmin.”
6. Mejadikan Tema Al Qasha sebagai tema sentral umat Islam, dalam setiap kesempatan dan tempat; dalam seminar, kajian, ceramah, tabligh akbar, khutbah Jum’at dan lainnya dengan menjelaskan urgensinya, keutamaanya. Hingga al-Aqsha menjadi topic pembicaraan di setiap majelis, dijelaskan di setiap mimbar.
7. Menggunakan sarana jabatan, kedudukan public dan ketokohan untuk melindungi al-Aqsha, dengan melakukan lobi-lobi terhadap sentral pengambilan kebijakan agar memihak pada pembebasan Al Aqsha. Sampai Al Aqsha tersenyum kembali.
8. Menulis tentang al-Aqsha bagi yang biasa berdakwah lewat tulisan dengan menjelaskan sejarahnya, tempat-tempat bersejarah, kewajiban membelanya. Memaparkan kewajiban umat terhadap al-Aqsha, menyerbarkan tulisan tersebut agar al-Aqsha menjadi pembicaraan di tingkat dunia. Al-Aqsha adalah warisan dunia, tidak boleh diganggu gugat apalagi dihancurkan. Dan agar para pemikir di seluruh dunia yang masih memiliki hati nurani melakukan pembelaan terhadap al-Aqsha dan menjaga kehormatannya.
9. Berziarah ke Masjidil Aqsha, sebagaimana sabda Rasulallah sallallah alaihi wasalam, “Tidak disyariatkan bepergian kecuali bagi tiga masjid, Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi) dan Masjid al-Aqsha.” Tentunya mempertimbangkan sisi pemasukan devisa untuk rakyat Palestina bukan justru menguntungkan Israil.
Dengan melakukan salah satu dari kesembilan kewajiban tadi, sumat Islam punya alasan di depan Allah swt ketika ditanya tentang pertanggung jawaban mereka terhadap al-Aqsha. Tanpa melakukan apapun dari kesembilan tadi, maka tidak ada alasan yang dapat diterima di sisis-Nya. Ia tidak akan dihiraukan oleh Allah swt. Semoga Allah menolong kita semua. Allahu a’lam (Infopalestin).
Barang siapa yang tidak peduli dengan urusan umatku maka dia bukan kelompokku….hadits
Sesungguhnya manusia tidak akan mengakui kebenaran dan tidak akan menghargai ucapan melainkan jika kebenaran itu didukung dengan kekuatan. Semoga Allah meridhai Utsman Bin Affan tatkala ia mengucapkan kata kata
“Sesungguhnya Allah benar benar mencegah dengan kekuasaan, sesuatu yang tidak dapat dicegah dengan Al-Qur’an .” (Dhaif marfu’, diriwayatkan dari perkataan sebagian sahabat seperti Utsman dan yang lain)
Muslim yang satu dengan Muslim lainnya ibarat satu tubuh, apabila salah satu anggota tubuh ada yg sakit maka akan terasa pada yang lain, maka wajib kita mengobati atau membantu saudara kita, terutama di Palestin!!!
YAA ALLAH….
AMPUNI KAMI YANG ENAK2AN TIDUR, KENYANG2AN MAKAN, MEBUNAG2 WAKTU, UNTUK SENDIRI…YANG BELUM TIDAK BERPIKIR DAN BERPAYAH2AN UNTUK MENJAGA KEHORMATAN ISLAM, MENJUNJUNG IZZAH UMMATMU,
PERJUANGAN TAK AKAN PERNAH TERASA MANIS, BILA DIAWALI DENGAN RASA SENANG2….
BERJUANGLAH SAUDARAKU, DOAKU SELALU MENYERTAIMU…
SABARLAH SAUDARAKU…KARENA ITULAH ALAT KEMENANGAN
NASHRUN MINALLAHI WA FATHUN QORIIB
wahai sahabat… muslim bisa berjaya bukan karena kekuatan yang dimilikinya dalam melawan setiap musuh yang ingin menghancurkan islam, bukan karena kepintaran dalam mengatur strategi dalam perang, tetapi seperti yan tercantum dalam Al-Quran… bahwa Allah lah yang membunuh para musuh islam dalam perang, muslim hancur karena setiap apa yang kita bicarakan sangat sedikit sekali bahkan tidak pernah kita menyebu nama Allah, maka kembali kepada diri kita masing-masing sudah sejauh mana kita mengingat asma Allah, sudah berapa seringkah kita berinteraksi dengan Allah?
mari kita boikot semua produk amerika, israel dan sekutu-sekutunya. Dan akanlah produk-produk yang berlabel halal agar doa kita diterima Allah. Tunjukilah identitas keislaman kita dengan berjenggot, memakai peci, berjihab, dan memakai bahasa yang baik. Dan loyallah kpada umat islam dengan berbelanja hanya pada toko-toko muslim karena kaum kafir tdk pernah rela sehingga kita mengikuti ajarannya.Mulailah kita bersama membangun ekonomi islam dengan mencari tahu tentang pembyaran dgn dinar dan dirham. Jika seorang muslim sdah siap maka berjihadlah kesana. Semoga Allah selalu memberikan hidayah kepada kita semua.
ayo saudara2ku muslimin muslimat kita hancurkan orang2 yang mau mengambil masji alAQSHA.
[...] Seluruh umat Islam, bahkan seluruh manusia, memiliki kewajiban untuk menjaga dan menyelamatkan Palestina dari berbagai macam penjajahan bangsa-bangsa yang terkutuk, utamanya bangsa Yahudi. Umat Islam juga memiliki kewajiban terhadap eksistensi Masjid Al Aqsa. [...]
islam bersatulah
betul…. tul….tul….
salam saya DAKWATUNA
dari salah satu macan kecil