00:28 - Jumat, 24 Mei 2013
Ulis Tofa, Lc

Al-Qaradhawi: Haji Sekali Seumur Hidup, Kenapa?

Rubrik: Fiqih Islam | Oleh: Ulis Tofa, Lc - 30/11/08 | 11:38 | 00 Dhul-Hijjah 1429 H

dakwatuna.com - Syaikh Dr. Yusuf Al-Qardhawi menegaskan bahwa ibadah haji adalah bagian ibadah unik dan berbeda, karena merupakan ibadah fisik dan harta sekaligus. Shalat dan shaum adalah dua ibadah fisik. Sedangkan zakat merupakan ibadah harta. Ibadah haji menggabungkan dua hal tersebut. Karena manusia yang berangkat ibadah haji pasti mencurahkan kekuatan fisiknya dan mempersiapkan hartanya, karena orang yang menunaikan ibadah haji pada dasarnya sedang melaksanakan ibadah safar dan rihlah yang pasti membutuhkan biaya-biaya.

Karena itu, kami melihat bahwa haji adalah kewajiban yang disebutkan Allah swt. bagi orang yang mampu.

Beliau dalam fatwanya yang dilansir situs resmi pribadi beliau, “Bahwa setiap manusia mampu untuk melaksanakan shalat dan shaum, dan tidak setiap orang mampu berangkat ke tanah suci. Karena itu, bentuk kasih sayang Allah mewajibkan ibadah haji sekali seumur hidup, Allah tidak memberi beban di luar kemampuan hamba-Nya, tidak menghendaki kesulitan. Allah swt menghendaki kemudahan. Pembebanan dalam Islam sesuai kemampuan.”

“Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya.” (Al-Baqarah: 286)

Karena itu, ketika Rasulullah saw bersabda, “Wahai manusia, sesungguhnya Allah mewajibkan kalian melaksanakan ibadah haji, maka berhajilah.” Salah seorang sahabat bertanya, “Apakah pelaksanaannya setiap tahun wahai Rasulullah?” Rasulullah tidak menjawab, sampai pertanyaan diulang tiga kali, baru Rasulullah menjawab, “Seandainya saya menjawab ya, pasti haji menjadi kewajiban setiap tahun sekali, dan kalian tidak mampu melaksanakan.”

Boleh jadi, tidak bisa seseorang melaksanakan haji setiap tahun. Maka Allah swt. menghendaki melaksanakan ibadah haji sekali seumur hidup. Ini bentuk kemudahan dan kasih sayang Allah swt kepada hamba-Nya.

Beliau menambahkan bahwa Allah swt. tidak membebani pelaksanaan ibadah haji kecuali bagi mereka yang “mampu melaksanakannya”. Arti mampu melaksanakan adalah sebagaimana yang disebutkan hadits-hadits yang saling menguatkan adalah memiliki perbekalan selama melaksanakan haji, sarana transportasi baik lewat jalur, darat, laut atau udara, sehat badan, dan perjalanan yang aman.

Satu lagi beliau menambahkan, yaitu adanya kuota tertentu sesuai jumlah penduduk suatu negara. Sekarang, negara tertentu hanya mendapatkan jatah kuota tertentu, karena proses ibadah haji sangat sesak dan jumlah yang berangkat haji sangat banyak, lebih dari tiga juta. Semua negara harus mematuhi kuota ini, untuk menghindari jatuhnya korban jiwa karena terlalu banyaknya oranng yang melaksanakan ibadah haji, sedangkan tempat-tempat penunaian manasik haji terbatas. Sehingga harus sesuai dengan ketentuan kuota yang telah disepakati. Allahu a’lam

Ulis Tofa, Lc

Tentang Ulis Tofa, Lc

  Lahir di kota Kudus, Jawa Tengah, pada tanggal 05 April 1975. Menyelesaikan jenjang pendidikan Tsanawiyah dan Aliyah di Ma’ahid Kra... Selengkapnya.

Redaktur: Samin Barkah

Keyword: , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (6 orang menilai, rata-rata: 7,67 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://www.kebunilmu.blogspot.com heny

    semoga Allah menggolongkan kita yang belum mampu untuk menunaikan ibadah haji menjadi tamu Allah di masa yang akan datang

  • astrid

    Ass…ehmmmm ingiiiin sekali kesana,tp sprtnya hanya sebuah harapan saja….

  • agustina

    subhanallah yaah,,, suatu nikmat yang tak terkira ketika kita diberi kesempatan untuk melengkapi rukun Islam,,, Semoga suatu saat kita menjadi tamu Allah di Baitullah…
    amiiin

  • Ashofat

    labbaika labbaik la syarikalakalabbaik.. aku merindukan mu yang baitulloh , mudah-mudahan bisa berangkat kesana.. amin..

  • http://bening1.wordpress.com nirvana

    ass…
    pak ustad
    saya copy tulisannya diweb saya
    wass…

  • Umi Wilfa & Nazih

    Bismillaahirrahmaanirrahiim.
    Selalu kuniatkan dlm hidupku tuk bisa menunaikan ibadah haji. Alhamdulillah atas nikmat dan karuniaMu disepanjang kehidupanku. Kami menunggu panggilanMu ya Rabbii. Ijinkan di tahun depan ku bisa berada di depan Ka’bah. Amiiin

  • Suhandi

    Seandainya para H & Hj bisa memahami bahwa Haji itu hanya 1 kali seumur hidup, dan memanfaatkan uangnya untuk sedekah, infaq berapa banyak potensi umat Islam yang bisa untuk pembangunan umat. Berilah kesempatan untuk mereka yang belum mendapat kesempatan untuk menuaikan ibadah Haji .

    • Viezfraincine

      Bukanya Rosllah saw dan Allah swt membolehkan semua umat islam menunaikan ibadah haji sampai berapa kalipun selagi kita mampu untuk melaksanakanya ?

Iklan negatif? Laporkan!
71 queries in 0,695 seconds.