ARTIKEL POPULER PEKAN INI: Nembak!

Menjadi Yang Paling Dicintai

20/11/2008 | 20 Dhul-Qadah 1429 H Please wait
Oleh: Muhammad Nuh
Kirim Print

dakwatuna.com - ”Bukan daging-daging unta dan darahnya itu yang dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya…” (Al-Hajj: 37)

Maha Agung Allah yang Menciptakan kehidupan dengan segala kelengkapannya. Ada kelengkapan pokok, ada juga yang cuma hiasan. Sayangnya, tak sedikit manusia yang terkungkung pada jeratan kelengkapan aksesoris.

Berkurbanlah, Anda akan menjadi yang paling kaya

Logika sederhana manusia kerap mengatakan kalau memberi berarti terkurangi. Seseorang yang sebelumnya punya lima mangga misalnya, akan berkurang jika ia memberikan dua mangga ke orang lain. Logika inilah yang akhirnya menghalangi orang untuk berkurban.

Jika bukan karena iman yang dalam, logika ini akan terus bercokol dalam hati. Ia akan terus menenggelamkan manusia dalam kehidupan yang sempit, hingga ajal menjemput. Sulit menerjemahkan sebuah pemberian sebagai keuntungan. Sebaliknya, pemberian dan pengorbanan adalah sama dengan pengurangan.

Rasulullah saw. mengajarkan logika yang berbeda. Beliau saw. mengikis sifat-sifat kemanusiaan yang cinta kebendaan menjadi sifat mulia yang cinta pahala. Semakin banyak memberi, orang akan semakin kaya. Karena kaya bukan pada jumlah harta, tapi pada ketinggian mutu jiwa.

Rasulullah saw. mengatakan, “Yang dinamakan kekayaan bukanlah banyaknya harta benda. Tetapi, kekayaan yang sebenarnya ialah kekayaan jiwa (hati).” (HR. Abu Ya’la)

Berkurbanlah, Anda akan menjadi orang sukses

Sukses dalam hidup adalah impian tiap orang. Tak seorang pun yang ingin hidup susah: rezeki menjadi sempit, kesehatan menjadi langka, dan ketenangan cuma dalam angan-angan. Hidup seperti siksaan yang tak kunjung usai. Semua langkah seperti selalu menuju kegagalan. Buntu.

Namun, tak sedikit yang cuma berputar-putar pada jalan yang salah. Padahal, rumus jalan bahagia sangat sederhana. Di antaranya, kikis segala sifat kikir, Anda akan menemukan jalan hidup yang serba mudah.

Allah swt. berfirman, “Ada pun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan ada pun yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.” (Al-Lail: 5-10)

Kalau jalan hidup menjadi begitu mudah, semua halangan akan terasa ringan. Inilah pertanda kesuksesan hidup seseorang. Semua yang dicita-citakan menjadi kenyataan. Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “…dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang sukses.” (Al-Hasyr: 9)

Berkurbanlah, Anda akan sangat dekat dengan Yang Maha Sayang

Sebenarnya, Allah sangat dekat dengan hamba-hambaNya melebihi dekatnya sang hamba dengan urat lehernya. “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.” (Qaaf: 16)

Namun, ketika ada hijab atau dinding, yang dekat menjadi terasa sangat jauh. Karena hijab, sesuatu menjadi tak terlihat, tak terdengar, bahkan tak terasa sama sekali. Dan salah satu hijab yang kerap menghalangi kedekatan seorang hamba dengan Penciptanya adalah kecintaan pada harta.

Islam tidak mengajarkan umatnya untuk tidak berharta. Atau, menjadi miskin dulu agar bisa dekat dengan Allah swt. Tentu bukan itu. Tapi, bagaimana meletakkan harta atau fasilitas hidup lain cuma di tangan saja. Bukan tertanam dalam hati. Dengan kata lain, harta cuma sebagai sarana. Bukan tujuan.

Karena itu, perlu pembiasaan-pembiasaan agar jiwa tetap terdidik. Dan salah satu pembiasaan itu adalah dengan melakukan kurban. Karena dari segi bahasa saja, kurban berasal dari kata qoroba-yaqrobu-qurbanan artinya pendekatan. Berkurban adalah upaya seorang hamba Allah untuk mengikis hijab-hijab yang menghalangi kedekatannya dengan Yang Maha Sayang.

Berkurbanlah, Anda akan menjadi yang paling dicintai

Setiap cinta butuh pengorbanan. Kalau ada orang yang ingin dicintai orang lain tanpa memberikan pengorbanan, sebenarnya ia sedang memperlihatkan cinta palsu. Cinta ini tidak pernah abadi. Cuma bergantung pada sebuah kepentingan sementara.

Allah swt. Maha Tahu atas isi hati hamba-hambaNya. Mana yang benar-benar mencintai, dan mana yang cuma main-main. Dan salah satu bentuk keseriusan seorang hamba Allah dalam mencari cinta Yang Maha Pencinta adalah dengan melakukan pengorbanan. Bisa berkorban dengan tenaga, pikiran, dan harta di jalan Allah. Dan sebenarnya, pengorbanan itu bukan untuk kepentingan Allah. Allah Maha Kaya. Justru, pengorbanan akan menjadi energi baru bagi si pelaku itu sendiri.

email

Keyword: , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (45 orang menilai, rata-rata: 9,53 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
  • wiwin

    subhanallah…….

  • http://carakusehat.blogspot.com heny

    Kekikiran dikarenakan manusia selalu menghitung dalam sudut pandang matematis, jika ada harta yang disedekahkan, terkadang merasa harta menjadi berkurang, padahal yang disebut rezeki adalah apa yang kita makan, apa yang kita pakai dan tentunya apa yang kita sedekahkan….selebihnya hanyalah titipan Allah

  • http://www.aufaqonitat.multiply.com Meliana

    Subhanallah…….
    Ya Allah jadikanlah dunia dalam genggaman tanganku, jangan Engkau jadikan dunia dalam genggaman hatiku… amiin.

  • endah

    saya sepakat dengan pembiasaan-pembiasaan agar jiwa tetap terdidik. bagaimana kita lapang dengan harta yang sedikit, apalagi banyak.

  • http://www.dakwatu.com Anita

    5.yang menghalangin seseorang untuk melakukan kebaikan adalah syethan,syaithan tidak pernah senang bila melihat manusia melakukan suatu kebaikan,kekikiran datangnya dari syethan,maka dr itu jangan biarkan syethan memperdayakan kita, untuk orang2 yang kaya yg mempunyai kelebihan harta cobalah berbagi dengan orang2 yg tak mampu merasakan kenikmatan yg orang2 kaya rasakan,hidup begitu indah bila kita mau berbagi dengan orang lain.

  • eli sugiantoro

    kekikiran adalah bentuk cinta seorang hamba terhadap dunia dan menghalangi cintanya terhadap Sang Khaliq,terimakasih atas nasehatnya ustadz semoga kita menjadi hamba yang bersyukur dan rela berkorban demi tegaknya islam ..amin

  • fera

    terus berusaha menjadikan Allah dan Rasul-Nya adalah cinta tertinggi dan utama dihati dan fikiran!
    keep istiqomah..

  • dewi

    Bukankah Allah akan mengganti harta yang kita korbankan dengan pengganti yang lebih baik ? Saya seringkali membuktikannya..

    Subhanallah, Allah selalu

    memberikan ganti yang lebih dan lebih..

  • intan

    iya, subhanallah banget…

    keren abiz….

    padahal harta yang kita kluarkan juga bukan punya kita kan, tapi Alloh malah nambahin harta kita.

    kurang baik apa coba??

    Alloh…

    baik ya?

  • Arifin Musyaffa

    Alhamdulillah

    artikelnya bagus banget, semoga saudara kita yang muslim bisa termotivasi untuk giat bershodaqoh karena faedahnya sangat besar sekali baik didunia maupun nanti diakhirat, meskipun kekayaan jiwa sifatnya abstrak tapi akan membawa ketenangan bathin dalam menjalani kehidupan ini.

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »
BERITA POPULER PEKAN INI: Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal Dunia