Home / Berita / Peran Ganda Aktivis Muslimah Di Eropa

Peran Ganda Aktivis Muslimah Di Eropa

dakwatuna.comMeskipun gelombang pencitraan buruk terhadap Islam meluas di Eropa, namun dakwah menyeru manusia untuk kembali kepada fitrahnya mendapatkan sambutan luar biasa besar, terutama bagi mereka-mereka yang menemukan bukti dan melihat secara objektif bahwa Islam berbeda seratus delapan puluh derajat dari apa yang selama ini diissukan. Peran dakwah ilallah itulah yang dilaksanakan oleh para juru dakwah muslimah di Eropa dalam beberapa pekan lalu dalam moment pelatihan Islam.

Jumlah juru dakwah muslimah di Eropa lebih dari saratusan. Mereka beraktivitas secara legal bersama pemerintahan Eropa. Model aktivitas itu di antaranya; kunjungan ke kampus, sekolah, lembaga sosial, dan lembaga pemasyarakatan. Bahkan pemerintahan Eropa memfasilitasi aktivis muslimah untuk berkiprah dalam kerja-kerja sosial di komunitas umum, selain mereka memainkan peran yang signifikan dalam mencerdaskan komunitas muslimah, lewat lembaga-lembaga atau Islamic centre dan di setiap masjid di Eropa.

Kendala secara umum pelaku aktivis muslimah terhadap pencitraan buruk terhadap Islam adalah terhadap fenomena hijab –menutup aurat bagi muslimah dengan berjilbab-, keluarga dan produktifitas kerja. Padahal hijab, keluarga dan kinerja muslimah tidak saling mengganggu, justeru muslimah yang taat, apalagi aktivis akan memberikan output produktifitas kerja dan memberi manfaat secara nyata.

Oleh karena itu, keberadaan komunitas Islam di Eropa, hendaknya mampu menyatukan potensi komunitas-komunitas muslim dari belahan negara yang lain, tidak sekedar tugas ceramah dengan ayat-ayat suci Al Qur’an dan hadits Nabi, namun juga harus menguasai dengan fasih bahasa-bahasa Eropa, mengetahui karakter lingkungan yang penuh kontradiksi dengan syariat Islam. Dengan menguasai bahasa dengan baik, dan mengetahui tabiat lingkungan ini menjadi bekal untuk menyeru masyarakat Eropa kembali pada fitrahnya.

Usaha penambahan jumlah penyeru Islam, di Jerman misalnya, pada bulan lalu meminta banyak penceramah muslimah yang memainkan peran besar dalam mengenalkan muslimah tentang urusan agama mereka yang beragam.

Seorang pemerhati muslimah Naurah Jaballah dalam kajiannya yang dilansir majalah di Eropa, diterbitkan di Paris akhir-akhir ini menyebutkan:

“Saya melihat adanya suatu yang hilang atau suatu kelemahan yang nyata dalam usaha pewarisan ajaran Islam sesuai yang dikehendaki, terutama terhadap generasi muda muslimah dewasa ini di Eropa. Harus diwaspadai jurang pemisah antara komitmen putra-putra Islam di Eropa terhadap ajaran agama mereka, terhadap kesadaran berpikir dan berakidah yang benar. Banyak di antara mereka hidup dalam krisis yang menyebabkan juahnya mereka dari anggota keluarga dan dari komunitas muslim.”

“Di sinilah peran juru dakwah ilallah untuk memberi motivasi, mengarahkan, dan menjaga semangat keIslaman mereka, semangat kebersamaan keluarga dan kebersamaan dalam komunitas muslim.” tambahnya. (it/ut)

Redaktur:

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 7,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • lolo

    Menurut saya mengenai dakwa muslimah di eropa sangat baik digabung dengan dakwa muslimin,mungkin bisa kerja sama dengan partai Islam Indonesia ( NU,PKB,PKS,Pan Dll ) sehingga budgetnya jadi ringan bila dikerjakan bersama-sama & missinya dapat tercapai yaitu untuk Agama Islam.

  • Selamat berjuang ya ukh….

  • julkifli

    perkembangan Islam di Eropa perlu ada dukungan dari negara yang mayoritas islam agar terwujudnya da'wah yang sinegi

  • dia ovita

    Assalamualaikum ,,,ummi,, semoga qt selalu dirahmati Allah swt..
    senang baget mi dapat membaca artikel umi….
    semoga selalu lebih baik untuk selanjutnya,,,.

    "uhibbukillah "

Lihat Juga

Para pendukung Erdogan di Cologne, Jerman. (alwasatnews.com)

Larang Erdogan Berpidato, Ankara Panggil Dubes Jerman