Home / Berita / Masjid Tertua di Temukan di Spanyol

Masjid Tertua di Temukan di Spanyol

dakwatuna.com Cendekiawan muslim Spanyol mengumumkan adanya sisa-sisa bangunan masjid dan pemakaman di Cordova, Spanyol. Temuan ini diyakini bagian dari kota Islam tertua yang ada semenjak pemerintahan Andalusia, yang sekarang berubah nama menjadi Spanyol.

Penemuan ini bersamaan dengan pembukaan salah satu masjid terbesar di Spanyol di kota Shuroyya sebelah Timur Laut ibu kota Madrid.

Dalam sebuah konferensi media massa yang dihadiri lebih dari dua ratus (200) wartawan dan pejabat Spanyol, Prof. Antonio K. yang membawahi komisi peninggalan purba mengatakan:

“Penemuan ini merupakan penemuan yang terpenting sepanjang waktu di belahan Eropa.”

Penemuan ini menunjukkan adanya kota yang tertimbun, dalam rentang waktu yang panjang, ketika kota Az Zahrah –berarti bunga- yang dibangun oleh Khalifah Andalusia Abdur Rahman An Nashir tahun tiga ratus lima puluh (350 H).

Ia menambahkan:

“Penemuan ini menunjukkan adanya kaitan erat dengan kota Arab Islam di Eropa, dan boleh jadi kota tua itu adalah kota Az Zahrah.”

Sisa-sisa bangunan masjid yang ditemukan ini menunjukkan bangunan yang besar dan megah, di mana masjid ini memiliki peran penting antara muslim di Andalusia secara umum.

Juga ditemukannya sisa-sisa tulang dua manusia di pemakaman kecil dekat pohon zaitun, kedua tengkorak kepalannya menghadap ke kiblat, yang menunjukkan keduanya muslim, bahkan pemuka agama Islam di Andalusia ketika itu.

Penemuan sisa-sisa bangunan masjid dan tulang menunjukkan telah ada kehidupann Islam semenjak delapan (8) abad masehi yang lalu. Kurun inilah wujud eksistensi Islam di Andalusia, yang sekarang menjadi wilayah Spanyol dan sebagian lagi Portugal.

Umat muslim menaklukkan Andalusia pada tahun 711 M. di bawah komando Panglima Tharib bin Ziad, setelah melewati gunung dengan membawa perahu besar di kota Thonjah sebelah utara Maroko, yang kemudian gunung itu dinamai “Jabal Thariq” sebelah selatan wilayah Andalusia.

Hari Bersejarah

Ditemukannya salah satu peninggalan umat muslim di Andalusia yang membuktikan bahwa eksitensi Islam dan kaum muslim dalam kehidupan di wilayah Eropa, tepat bersamaan dengan dibukanya salah satu masjid terbesar di Spanyol, di kota Shuroyya Timur Laut ibu kota itu.

Dibukanya masjid besar baru yang di sebelah kiri-kanannya ada tempat untuk interaksi sosial, kantin, dan tempat jual beli menegaskan bersatunnya minoritas muslim di kota ini dengan komunitas lainnya.

Dengan peresmian masjid terbesar ini menandakan babak baru, sejarah baru bagi seluruh masyarakat yang tinggal di kota itu di bawah kemoderenan dan toleransi.

Di Spanyol jumlah umat muslim terbilang banyak, satu juta lima ratus (1 000 500) jiwa dari total penduduk keseluruhan empat puluh juta jiwa. (io/ut)

Redaktur:

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (20 votes, average: 8,60 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Presiden Turki Erdogan di KTT G20, Cina. (aa.tr.com)

Erdogan Sindir Eropa: Menolak Kehadiran Pengungsi adalah Tindakan yang Memalukan