ARTIKEL POPULER PEKAN INI: Nembak!

Surat Terbuka Anak Bangsa Palestina

31/10/2008 | 01 Dhul-Qadah 1429 H Please wait
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

بسم الله الرحمن الرحيم

Ucapan Selamat Datang dan Terima Kasih

Yang terhormat,

Bapak Suripto Joko Said,

Para Panitia Penyelenggara Muktamar,

Saudara dan Saudari Peserta Muktamar,

Dan Hadirin sekalian.

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Atas nama diri saya sendiri dan atas nama bangsa Palestina yang terluka, saya berterima kasih kepada Anda semua atas perhatian yang dalam terhadap problematika Palestina. Saya juga berterima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk menyampaikan realita dan kesulitan yang dialami oleh salah satu kelompok masyarakat Palestina, yaitu mereka yang mengalami luka-luka.

Saya datang dari Palestina yang terluka, dari Baitul Maqdis tempat keberadaan Masjid Al-Aqsha yang diberkahi, negeri para Nabi dan Rasul – alahimussalam -, tempat Mi’raj Rasulullah saw, kiblat pertama ummat Isam, dan tempat suci ketiga mereka. Saya datang dari tengah penderitaan yang dialami oleh Ghaza yang diisolasi.

Saudara-saudara yang mulia tentu tahu bahwa sejak awal berlangsungnya Intifadhah Al-Aqsha 28 September 2000 telah jatuh korban luka-luka setiap hari hingga jumlahnya mencapai lebih dari 49000 orang.

Pada kesempatan ini kami ingin menjelaskan kehidupan orang-orang Palestina yang terluka dan berbagai kesulitan yang mereka hadapi diantaranya masalah sosial, kesehatan, kejiwaan, dan dampak isolasi (blokade pemboikotan) atas kami bangsa Palestina khususnya mereka yag terluka. Orang yang terluka tidak dapat berobat karena ditutupnya lintas perbatasan sedangkan sarana dan prasarana di Jalur Ghaza tidak mencukupi kebutuhan minimal untuk menolong mereka yang terluka dari bahaya kematian.

Politik Kebijakan dan Perlakuan Musuh terhadap Warga Palestina

Pendudukan dan penjajahan Yahudi selalu melakukan tindakan kezaliman dan penghancuran yang amat keji, serta menggunakan segala kekuatan brutal terhadap bangsa Palestina. Mereka menggunakan berbagai jenis senjata militer yang dilarang oleh dunia internasional seperti rudal pembakar, dan senjata penggergaji dan pemotong tubuh. Sehingga cukup banyak diantara kami yang terluka dan cacat karena kehilangan sebagian anggota tubuhnya baik mata, tangan, kaki atau lainnya. Kebanyakan diantara mereka adalah anak-anak dan remaja yang sedang berada di rumah atau sedang menyeberang jalan lalu diserang secara membabi buta. Salah satu buktinya adalah pembantaian di Hay Ad-Daraj yang menelan korban 20 syuhada dan 100 luka-luka. Anda juga telah menyaksikan bagaimana bayi-bayi yang masih menyusui meninggal di bawah puing reruntuhan bangunan rumah mereka. Juga pembantaian keluarga ‘Atsamina yang menelan korban 18 syahid serta 50 luka-luka yang kebanyakan mereka mengalami cacat permanen. Ini adalah pembunuhan massal yang bertentangan dengan akhlak manusia dan undang-undang samawi.

Peran Isolasi dan Pemboikotan

Blokade dan isolasi yang zalim terhadap Ghaza telah merampas hak-hak korban terluka, meskipun sekadar hak mendapat obat dan perawatan, hingga bahan bakar untuk mobil ambulan untuk mengantar korban luka ke klinik atau RS pun tidak ada. Belum lagi pemutusan aliran listrik yang menyebabkan peralatan terkait pernafasan pasien tak dapat berfungsi sehingga banyak diantara korban luka akhirnya meninggal. Diantara kami juga tidak mendapatkan obat bius sehingga dokter terpaksa melakukan amputasi atau operasi tanpa bius seperti yang Anda saksikan. Bukankah ini pembunuhan sengaja dan berencana terhadap manusia??

Dampak Sosial

Saudara-saudara yang mulia, mari kita melihat bagaimana seorang anak kecil usia sekolah tidak dapat pergi sendiri ke sekolahnya dan memerlukan ibu, ayah, atau saudaranya untuk mendorong kursi rodanya ke sekolah akibat cacat yang disebabkan oleh kekejaman pendudukan Israel. Anak-anak cacat itu tidak bisa lagi bermain bersama kawannya, tidak dapat membaca, menulis atau berolahraga, lalu kondisi mereka menjadi beban baru bagi keluarganya untuk diperhatikan dan dijaga secara khusus dengan program khusus pula. Semua bisa ia dapatkan jika keluarganya mampu. Jika tidak, maka perhatian dan perawatan minimal pun sulit ia dapatkan.

Bagaimana jika yang menjadi korban meninggal atau cacat adalah perempuan yang menjadi ibu? Dapat dikatakan bahwa telah terjadi penghancuran satu keluarga penuh, karena keluarga itu kehilangan pendidik, penjaga dan pengasuh mereka yang menyayangi. Adakah penghancuran yang lebih dahsyat darinya??

Bagaimana pula jika korban meninggal atau cacat adalah kepala rumah tangga? Padahal ia adalah tumpuan satu-satunya yang mencari nafkah keluarga, memenuhi kebutungan sandang, pangan dan perhatian. Penjajahan Zionis telah menghalangi seorang ayah yang cacat tubuh untuk memberikan kebahagiaan dan keceriaan bagi istri dan anak-anaknya, bahkan telah menjadikannya sebagai beban bagi mereka.

Bila yang mengalami cacat adalah remaja putra atau putri maka mereka akan mengalami tekanan jiwa yang berat, karena masa depan mereka yang mengkhawatirkan terutama masalah pernikahan. Sulit bagi mereka untuk mendapatkan pasangan yang mereka inginkan.

Akhirnya, kami, orang-orang yang terluka dan sakit sangat membutuhkan obat, kursi roda dan peralatan medis dan bagaimana membawanya masuk ke Ghaza. Kami membutuhkan pembangunan sarana dan prasarana kehidupan dan penyelenggaran berbagai program rehabilitasi serta proyek-proyek kemanusian agar kami dapat hidup mulia sebagai bangsa. Bangsa Palestina yang mengalir darahnya memanggil seluruh komponen ummat Islam, semua lembaga sosial dan kemanusiaan dan setiap pemilik hati nurani untuk mengulurkan bantuannya, berdiri di samping kami beriringan demi menghilangkan kezaliman, karena Allah selalu menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudarannya.

Bantulah kami terus untuk menghentikan penjajahan agar kami bisa hidup lebih baik.

Akhirnya sekali lagi saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada hadirin dan penyelenggara muktamar ini.

Wassalamu’alaikum wrwb.

Salam dari orang-orang terluka di Ghaza, Baitul Maqdis, Palestina

(Surat terbuka ini dibacakan langsung oleh Dami Dabbur -yang kaki sebelah kanannya harus diamputasi korban kekejaman Israel- dalam Konferensi Internasional Palestina/as/ut)

email

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (40 orang menilai, rata-rata: 9,53 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
  • Ines Agusta P

    AssaLamu’aLaikum…

    Masya Alloh….
    sungguh miris membaca surat terbuka dari anak2 Palestine ini…
    bagaimana kukuhnya perjuangan mereka dalam melawan Yahudi,, melawan Zionis..
    bagaimana terlukanya hati mereka melihat kampung halaman mereka yang hancur, teman2 sepermainan mereka yang harus kehilangan anggota badan mereka,, bahkan diri mereka yang harus kehilangan keluarga dan cacat selamanya..

    sungguh tidak berperikemanusiaan segala polah- tingkah Yahudi…

    sungguh tidak bermoral perbuatan mereka membantai muslim Palestina…

    saya sangat salut dan bangga dengan anak2 Palestine…
    bahkan mereka berani melempari tank2 tentara Amerika dengan batu…
    tangan kecil mereka membantu menyelamatkan tanah kelahiran mereka…

    disini saya tidak pantas untuk berbicara banyak…
    sudah saatnya untuk bertindak…
    bertindak apa saja yang nantinya mampu menyelamatkan bumi Palestina…
    namun,, satu pertanyaan berat yang senantiasa menggelayuti pikiran saya….
    “Maukah diri ini untuk bersedekah nyawa??????”

  • Ismi

    Subhanallah,

    Sungguh sangat miris sekali, terkadang kita melupakan bahwa di belahan bumi yang lain masih banyak saudara-saudara kita yg tertindas. Di bumi yang sama, langit yang sama, mereka harus mengalami penderitaan karena kebiadaban zionis israel yang didukung oleh negara Adidaya.

    Buat saudara-saudaraku di Palestina, teruslah berjuang….. dan yakinlah bahwa pertolongan ALLAH akan segera datang.

  • Adji

    cerita yang sangat menyadarkan, terutama tentang keadaan saudara-saudara kita sesama muslim di belahan bumi lain. semoga kita tidak hanya menjadi sekedar pengamat saja.

    Afwan pak, apa bisa tulisan-tulisan yang ada saya masukkan di blog pribadi? Jzk

  • Abu hafidz

    subhanallah

    Insya Allah kemenangan segra datang dari Allah SWT.

  • devry

    Apakah kita hanya menangis saat membaca surat2 atau kabar-kabar saudara kita disana????Tidakkah kita ingin ada di dekat mereka???Yaa ALLAH izinkan kami untuk berkumpul dengan mereka disana tanpa keraguan di hati kami,,,

  • http://saudaraku M.ROMADONY

    ass…y allah y tuhanku yang maha agung lg maha penyayang aku tw aku hanyalah hambamu yg penuh dosa…tp y allah ktika aku membaca surat ini hatiku sangat sedih….tetesan air mata pun keluar dr mataku…..mungkin air mata ini akn berhenti jika aku saat ad dsna n melindungi ank2 kcil dsna dgn tubuh ku ini….allah akbar…tunjukan kekuasaanmu ya allah….

  • Anna

    Assalamualaikum..
    Aku ga tau mau ngmong pa..
    Mereka sangat gigih berjuang semoga Kemenangan dan Kemerdekaan akan cepat mereka raih…
    Yakinlah Saudara2 ku…
    Allah sedang menyiapkan KEmenangan besar untuk Kalian…
    ALLAHU AKBAR…3X

  • aufanissa

    Di setiap detik yang berjalan, di setiap hela nafas yang terhembus, di setiap degub jantung yang berdetak, INSYA ALLAH akn t’hitung pahala jihad yang tak kan berhenti mengalir wahai saudara2ku di bumi palestine! Tak ada lagi kata yg dpt m’gambarkan betapa perjuanganmu m’pertahankan hak atas nyawa & tanah air hanya bisa t’balaskan dengan surga yang mengalir sungai2 di bawahnya, yg menyembuhkan dahaga, yg mengobati segala luka dan derita, yg menghapus kubangan darah dan air mata, Allah be…

  • http://sy-lestari.co.cc tari

    kalo cuma sedih aja apa gunanya. boikot produk as-israel kalo memang peduli!!

  • Pangastuti

    Bagaimana cara membantu mereka dan meringankan penderitaan mereka? Apakah bisa hanya dengan mengirim mujahid tanpa senjata??Karena ini masalah systemik antara negara lemah dg negara adidaya, bahkan negara paling dekatpun yang sesama ras tidak sanggup membantu atau tidak mau membantu?? Untuk saat ini mari perkuat barisan masyarakat Islam untuk mendoakan para saudara kita di Palestina. Apakah cukup dengan bantuan pisik uang atau obat?? Saya pikir hanya negara kuat yg bisa bantu, sdngkan kita lemah

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »
BERITA POPULER PEKAN INI: Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal Dunia