16:04 - Senin, 21 April 2014

Orang Yang Tidak Boleh Menerima Zakat

Rubrik: Fiqih Ahkam | Oleh: dakwatun - 19/09/08 | 19:38 | 18 Ramadhan 1429 H

dakwatuna.com - Ada lima kelompok yang tidak diperbolehkan menerima zakat, yaitu:

1. الأغنياء orang kaya

Rasulullah saw bersabda, لا تحل الصَّدقة لغني “Tidak halal zakat diberikan kepada orang kaya.” (diriwayatkan oleh lima ulama hadits).

1. Yang dikecualikan dari kriteria ini adalah pasukan perang fi sabilillah, amil zakat, penghutang untuk kemaslahatan orang lain, seperti yang dikatakan oleh jumhurul ulama.

2. Seorang anak dianggap cukup jika ayahnya kaya, demikian juga seorang isteri dianggap kaya jika suaminya kaya, sehingga keduanya tidak boleh diberi zakat.

2. الأقوياء المكتسبون orang kuat bekerja

Rasulullah saw. Bersabda, « لا تَحل الصدقة لِغني، ولا لذي مِرَّة سَوي » رواه الخمسة “Tidak halal zakat diberikan kepada orang kaya dan orang yang memiliki organ lengkap.” (hadist riwayat lima imam hadits). ذي مِرَّة dzi mirrah dalah orang yang memiliki organ tubuh lengkap. Juga dengan pernyataan Rasulullah terhadap dua orang lelaki yang meminta zakat, “Jika kalian mau akan aku berikan kepada kalian, tetapi tidak ada hak dalam zakat ini bagi orang kaya dan orang yang kuat bekerja.” (Ahmad, Abu Daud, dan An-Nasa’i)

  • Ia benar-benar memiliki pekerjaan yang menghasilkan; jika tidak ada pekerjaan, maka ia diberi zakat.
  • Hasil penghasilannya cukup; jika tidak, maka ia boleh menerima zakat sehingga mencukupi.

3. غير المسلمين non muslim

  • Para ulama sepakat bahwa zakat tidak boleh diberikan kepada orang kafir yang memerangi, orang murtad, dan orang ateis.
  • Jumhurul ulama khususnya empat imam madzhab bersepakat bahwa zakat tidak boleh diberikan kepada kafir dzimmiy sebagai fakir. Ia bisa menerima zakat menurut sebagian ulama dalam statusnya sebagai muallaf. Mereka bersepakat bahwa ahlu dzimmah boleh diberikan sedekah sunnah sebagaimana baitul mal memberikan kecukupan mereka dari selain zakat.
  • Diperbolehkan memberikan zakat kepada orang fasik, selama tidak terang-terangan dan terus menerus menunjukkan kefasikannya agar zakat tidak menjadi fasilitas kefasikannya. Dan diperbolehkan memberikan zakat itu kepada keluarganya karena kefasikan seseorang tidak boleh menghilangkan hak orang lain.
  • Diperbolehkan memberikan zakat kepada sesama muslim meskipun dari firqah yang berbeda dengan ahlussunnah, selama ia masih berstatus Islam, dan tidak melakukan perbuatan bid’ah yang membuatnya kafir.

Dan yang lebih dari semua itu adalah memberikan zakat kepada seorang muslim yang taat beragama.

4. الأقارب kerabat

  • Seorang suami tidak boleh memberikan zakatnya kepada isteri, karena ia berkewajiban untuk menafkahinya. Jika ia memberikan zakat kepadanya, maka seperti orang yang memberikan pada diri sendiri. Sedangkan isteri boleh memberikan zakatnya kepada suami menurut jumurul ulama, seperti dalam hadits isteri Ibnu Mas’ud yang bertanya kepada Rasulullah saw. bersama dengan seorang wanita Anshar. Rasulullah menjawab, لهما أَجران أَجر القرابة وأجر الصَّدقة “Keduanya mendapatkan dua pahala, pahala zakat dan pahala kerabat.” (Asy-Syaikhani)
  • Tidak boleh memberikan zakat kepada kedua orang tua, jika ia yang berkewajiban menafkahinya, sebab ini sama dengan memberi kepada diri sendiri. Sebagaimana tidak diperbolehkan memberikan zakat kepada anak yang menjadi kewajibannya.
  • Diperbolehkan memberikan zakat kepada kerabat lain, bahkan menurut madzhab Hanafi –yang memperluas kewajiban nafkah itu kepada kerabat– tetapi tidak menjadikannya penghalang diberi zakat. Sebab, penghalang zakat itu adalah bersambungnya manfaat antara pemberi dan penerima zakat, yang mengesankan bahwa ia memberikan pada diri sendiri seperti yang terjadi pada suami isteri, kedua orang tua dan anak.

5. آل محمد keluarga Nabi Muhammad SAW

  • Mereka itu adalah keturunan Bani Hasyim menurut jumurul ulama. Asy-Syafi’iyyah menambahkan keturunan Abdul Muththalib juga tidak berhak mendapat zakat.
  • Jumurul ulama berpendapat bahwa keluarga Nabi Muhammad tidak boleh menerima zakat, karena zakat itu adalah kotoran manusia seperti dalam hadits Muslim.
  • Larangan ini mencakup zakat dan sedekah sunnah.
  • Menurut madzhab Hanafi, larangan ini khusus pada zaman Nabi Muhammad saw. untuk menepis tuduhan miring. Sedangkan setelah wafat Rasulullah, mereka diperbolehkan menerima zakat.
  • Keluarga Bani Hasyim boleh memberikan zakat kepada sesama Bani Hasyim.
  • Jika mereka tidak mendapatkan jatah seperlimanya seperlima ghanimah dan fa’i, maka ia boleh menerima zakat menurut kesepakatan ulama.

Kesalahan Membagi Zakat

Jika seorang muzakki memberikan zakatnya kepada seorang mustahiq, kemudian diketahui bahwa ia telah salah dengan membagikan zakat kepada orang yang tidak berhak, seperti diserahkan kepada orang kafir, kerabat dekat, atau orang kaya, maka apa yang harus dilakukan?

  • Jika muzakki telah berusaha, bertanya, dan mencari, kemudian ia serahkan zakat dan ternyata dikemudian hari terbukti salah alamat, maka ia tidak berkewajiban membayarnya lagi. Seperti dalam hadits Ma’n bin Yazid ketika ayahnya meletakkan sedekah di masjid, kemudian Ma’n mengambilnya dan diadukan kepada Rasulullah saw., lalu Nabi bersabda, “Bagimu yang telah kamu niatkan, wahai Yazid, dan bagimu yang telah kau ambil, wahai Ma’n.” (Bukhari)
  • Namun jika kesalahan itu karena tidak ada usaha, bertanya dan mencari, maka muzakki harus bertanggung jawab atas kesalahannya itu, dan membayar zakat lagi.
  • Sedang jika imam yang membagi zakat, lalu salah, maka muzakki tidak berkewajiban apa-apa.
  • Dan kepada orang yang menerima zakat sementara ia tidak berhak menerimanya, maka ia harus mengembalikannya atau mengembalilkan nilainya jika sudah dibelanjakan.

Redaktur: Hendra

Keyword: ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (34 orang menilai, rata-rata: 8,85 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • 14264 hits
  • Email 7 email
  • ivon bimantoro

    assalamu’alaikum wr. wb.
    saya penjelajah baru dakwatuna, alhamdulliah saya bisa dapat bimbingan dalam menjalani hidup dengan adanya isi dakwatuna yang berbobot. semoga jaya dakwatuna.
    Wassalamu’alaikum wr. wb

  • levi

    assalamualaikum, wr, wb
    Saya mohon mengetahui tentang istilah THR kepada keluarga ataupun sahabat sementara mereka semua anak0anak orang berada apakah boleh diberikan yang istilahnya THR itu?

  • htr

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.

    Bagaimana dengan zakat Profesi. Dibanyak majelis taklim sering diperdebatkan hukumnya ? Tolong uraiannya.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

  • http://yahoo.com tati muthiah

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.
    Mohon penjelasan terhadap tanah yg diatasnya akan dibangun rumah sebagai tempat tinggal. Apakah perlu dizakatkan? Kalo harus dizakatkan, berapa % dan berapa kali hrs keluar zakatnya?
    Jzklh.
    Wassalumu'alaikum Wr.Wb.

  • lily

    Assalamu'alaikum… saya mau bertanya, teman saya memberikan zakatnya kepada guru ngajinya. Dan itu berdasarkan anjuran dari gurunya. Dasarnya katanya kalau guru ngaji berhak menerima zakat biarpun dia berada/berpunya … Memang benar guru ngajinya janda, sudah tua, tapi anak2nya kaya dan mampu menghidupi ibunya (punya biro haji, yayasan sekolah). Dan hampir semua zakat teman: zakat profesi, zakat mal disumbangkan ke guru tsb…. walau kita tdk tahu apakah akan disalurkan lagi. Apakah hal ini sudah sesuai syariah, termasuk golongan manakah guru ngaji ? Jihad fisabillah kah ?

    • Tegor

      Insya Allah Guru ngaji tersebut akan menyalurkan/meneruskan barang zakat tersebut ke orang /golongan yang berhak menerimanya.
      Si Guru ngaji tidak mengambilnya melaikan hanya sedikit sesuai jatahnya.barang kali itu sebagai sabilillah atau amil.

  • http://pa-wonosari.net supriyanto

    Saya senang dengan segala penjelasan yang berkaitan dengan zakat karena saya merasa syariat Islam yg cukup minim dalam pelaksanaannya adalah tentang zakat.

    Kemudian sy ingin mohon penjelasan bagaimana hukumnya zakat kepada saudara kandung atau kepada keponakan yang sedang belajar di pesantren / kuliah padahal orang tuanya hanya pas-pasan? Kami ucapkan terima kasih dan mohon jawaban dikirim ke email saya. sekali lagi terima kasih.

  • http://www.tagged.com/fais_poenya faiz

    alhamdulillah,,,makais ya dakwatuna!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!(^_^)

  • Nita

    Assalammu’alikum wr. wb.,
    Bagaimana kalau memberikan zakat pada yayasan yatim piatu? apakah anak-anak yatim piatu berhak menerima zakat?

Iklan negatif? Laporkan!
64 queries in 0,963 seconds.