Home / Berita / Ramadhan Ala Indonesia di Wina

Ramadhan Ala Indonesia di Wina

dakwatuna.com Berkah Ramadhan juga menyentuh Austria. Di negeri sosialis ini ternyata ada komunitas orang Indonesia. Jumlahnya sekitar 700 orang. Mereka tinggal di sana karena tuntutan profesi. Ada mahasiswa, staf kedutaan, diplomat, dan pekerja profesional di organisasi internasional semisal OPEC, PBB, dan Badan Atom Internasional. Ada juga yang telah menjadi warga negara Austria. Mereka bekerja dan menikah dengan penduduk setempat. Sebagian besar komunitas Indonesia, sekitara 400 orang, tinggal di ibukota Austria, Wina.

Wina adalah kota yang terkenal dengan keindahan alamnya. Kotanya tertata begitu menawan dan dihiasi bangunan-bangunan tua nan indah-megah. Berbeda sekali dengan di Jakarta, Wina memiliki sarana transportasi sangat memadai. Tarifnya juga relatif murah. Hanya dengan satu tiket saja kita bisa bertukar jenis kendaraan mulai dari bis, trem hingga kereta bawah tanah.

Keberadaan warga Indonesia yang muslim di Wina tentu menambah corak tersendiri bagi kehidupan kota yang didominasi budaya sekular. Warga muslim Indonesia menyelipkan suasana semarak Ramadhan di negeri anggur ini. Meskipun semua kegiatan Ramadhan warga muslim Indonesia dipusatkan di Aula KBRI.

Adalah Forum Wapena (Warga Pengajian Wina) yang menjadi fasilitator semarak Ramadhan di Wina. Ada beraneka kegiatan dilaksanakan. Mulai dari tarhib Ramadhan, buka bersama, shalat Jum’at, kajian keislaman, tadarus Al-Qur’an, taraweh berjamaah, i’tikaf, dan puncaknya nanti shalat Idul Fitri. Biasanya yang hadir di shalat Ied bukan hanya warga Indonesia. Komunitas warga Malaysia dan Singapura yang berada di sekitar Kota Wina juga ikut.

Forum Wapena, yang berkantor di KBRI Wina dan dikomandani oleh Daryanto, Pejabat Konsuler dan Sosial Budaya KBRI, memang sengaja didirikan untuk memfasilitasi kegiatan keagamaan warga Indonesia di Austria. Setidaknya Forum Wapena menggelar kajian keislaman rutin sepekan sekali. Namun khusus untuk memaksimalkan ibadah, di Ramadhan tahun ini Forum Wapena mendatangkan narasumber dari Indonesia. Dr. H. Atabik Luthfi, M.A., Ketua IKADI Wilayah DKI Jakarta, dibooking selama sebulan penuh hingga Idul Fitri untuk membimbing warga muslim Indonesia merengkuh berkah Ramadhan.

Ustadz Attabik datang dengan membawa oleh-oleh The 7 Daily Habits Muslim Berbasis Al-Fatihah, buku best seller terbitan IKADI. Setiap weekend Ustadz Attabik memberi pelatihan motivasi dengan bahan buku tersebut.

Untuk Ramadhan tahun ini, Forum Wapena merancang kegiatan cukup beragam. Ada Tadarus Al-Qur’an kaum ibu Dharma Wanita setiap Selasa dan Kamis. Buka bersama yang dilanjutkan dengan ceramah dan shalat taraweh berjamaah, diadakan setiap hari Rabu, Jumat, dan Sabtu. Farum Wapena juga memfasilitasi ceramah online bagi warga Indonesia yang tinggal di Kota Graz. Umumnya warga Indoensia yang tinggal di kota yang berjarak 4 jam perjalanan dari Wina ini, adalah mahasiswa program doktoral.

Forum Wapena juga menyelenggarakan lomba hafalan Al-Qur’an dan doa harian bagi anak-anak dan remaja. Tanggal 20 September 2008, Forum Wapena akan menggelar Nuzulul Qur’an untuk memotivasi semangat anak-anak dan remaja membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan.

Bagaimana puasa di Wina? Tentu beda banget dengan di Indonesia. Waktu berpuasa di Wina sedikit lebih panjang. Fajar Subuh jatuh pada pukul 4.30 pagi dan adzan Maghrib baru berkumandang jam 19.30. Shalat Isya jam 21.30. Akibatnya, shalat tarawih baru selesai sekitar jam 23.00. Itu artinya tak ada jeda yang panjang untuk sahur pukul 3.30. Namun itu belum seberapa. Di Ramadhan 3-4 tahun yang akan datang yang jatuh pada bulan Juli, siangnya berkisar 19 jam. Jadi, kaum muslimin akan berpuasa mulai jam 3 pagi hingga jam 10 malam. Mampukah orang Indonesia berpuasa lebih lama dari kebiasaan di Indonesia? Tentu, itu menjadi tantangan tersendiri.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Tontowi/Liliyana maju kepartai Final Bulutangkis Olimpiade 2016 Brasil setelah mengalahkan pasangan Cina Zhang Nan/Zhao Yunlei. (sindonews.com)

Maju ke Final Bulutangkis Olimpiade, Tontowi/Liliyana jadi Satu-satunya Wakil Indonesia