Home / Dasar-Dasar Islam / Tazkiyatun Nufus / Jika Punya Kesempatan, Membacalah!

Jika Punya Kesempatan, Membacalah!

dakwatuna.com“Siapa merintis jalan mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (Muslim)

Ada posisi khusus untuk mereka yang berilmu

Ada kemuliaan tersendiri yang Allah berikan buat orang yang berilmu. Di dunia dan akhirat. Ia bisa lebih mulia dari mereka yang banyak harta dan tinggi jabatan. Bahkan, lebih mulia dari ahli ibadah sekalipun.

Rasulullah saw. bersabda, “Kelebihan seorang alim (ilmuwan) terhadap seorang ‘abid (ahli ibadah) ibarat bulan purnama terhadap seluruh bintang.” (Abu Dawud)

Bahkan, Alquran menjelaskan bahwa orang yang paling takut pada Allah adalah para ulama. Tentunya, mereka yang memahami kebesaran dan kekuasaan Allah swt. “…Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama…” (Fathir: 28)

Begitu tingginya penghargaan buat mereka yang berilmu. Khusus mereka yang tergolong pakar dalam Alquran, ada kemuliaan tersendiri. Dan kemuliaan itu mereka dapat saat bertemu Allah kelak di hari pembalasan.

Rasulullah saw bersabda, “Seorang mukmin yang pandai membaca Alquran akan bersama malaikat yang mulia lagi berbakti….” (Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits lain Rasulullah saw. mengatakan kepada Abu Dzar, “Wahai Abu Dzar, kamu pergi mengajarkan ayat dari Kitabullah lebih baik bagimu dari shalat (sunnah) seratus rakaat. Dan, pergi mengajarkan satu bab ilmu pengetahuan, dilaksanakan atau tidak, itu lebih baik dari shalat seribu rakaat.” (Ibnu Majah)

Seperti apapun kita hidup, taka ada yang tanpa ilmu

Hidup dan pengetahuan nyaris tak bisa dipisahkan. Sulit membayangkan jika kehidupan ditelusuri tanpa pengetahuan. Ruang-ruang kehidupan menjadi begitu gelap. Dan jalan yang akan ditempuh pun tampak bercabang-cabang.

Itulah kenapa Islam mewajibkan umatnya menuntut ilmu. Rasulullah saw. mengatakan, “Menuntut ilmu wajib buat tiap muslim (laki dan perempuan).” (Ibnu Majah)

Dari situ bisa dipahami bahwa Islam menginginkan umatnya hidup bahagia. Dunia dan akhirat. Karena tak satu kebahagiaan pun di dunia ini yang bisa diraih tanpa ilmu. Mulai dari profesi yang menghasilkan uang, hingga pada pengokohan status hidup sendiri. Keberadaan sebuah keluarga misalnya, sulit bisa harmonis jika tanpa ilmu seni berkeluarga. Begitu pun pada yang lain: sebagai manusia, mukmin, warga negara, dan warga dunia. Jika status-status ini tidak disertai ilmu, orang akan menjadi korban pembodohan dan penzaliman.

Belum lagi persiapan menyongsong kehidupan akhirat. Tentu lebih banyak butuh ilmu. Karena kehidupan tak lain sebagai ladang amal buat akhirat. Gagal hidup di dunia bisa menggiring kecelakaan di akhirat. Na’udzubillah.

Jika mau, selalu ada cara

Persoalan sukses-tidaknya seseorang mencari ilmu ternyata bukan sekadar masalah biaya. Bukan juga kesempatan. Tapi, lebih pada kemauan. Inilah kendala berat siapa pun yang ingin sukses.

Rasulullah saw. mengajarkan para sahabat untuk selalu berlindung pada Allah dari sifat malas. “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari rasa sesak dada dan gelisah, dari kelemahan dan kemalasan….”

Inilah di antara penyakit mental umat Islam saat ini yang sangat bahaya. Malas bukan hanya merugikan diri si pelaku, melainkan juga orang lain. Bisa anggota keluarga, bawahan, dan lain-lain. Karena malas, seseorang atau sebuah kumpulan masyarakat bisa kehilangan momentum perubahan yang Allah pergilirkan.

Dalam pola konsumsi misalnya, orang lebih senang mengalokasikan uangnya buat jajan ketimbang ilmu. Harga bakso di Jakarta bisa lima kali harga koran. Tapi, tetap saja tidak sedikit yang lebih memilih bakso daripada menyisihkan dana jajannya buat pengetahuan.

Jangankan yang dengan biaya. Majelis taklim mana di Indonesia yang ikut harus dengan biaya. Semua gratis. Dapat ilmu, pahala, bahkan hidangan konsumsi; tapi tetap saja majelis taklim sepi peminat.

Jadi, yang mahal dalam modal perubahan adalah kemauan. Dari sinilah Allah memberikan jalan keluar. Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Ankabut: 69)

Jika ada kesempatan, membacalah

Ketika ada kemauan mengejar target sesuatu, kadang terbayang cara-cara yang jelimet. Sulit. Dan akhirnya tidak terjangkau. Begitu pun dalam mengejar ilmu pengetahuan. Yang biasa terbayang adalah kursus, beli referensi, privat, dan bentuk program lain yang enak dilalui tapi sulit ditempuh. Apalagi berhubungan dengan biaya.

Padahal, pintu ilmu yang paling dasar adalah membaca. Dan persoalan membaca tidak melulu berhubungan dengan biaya. Memang, buku di Indonesia masih tergolong mahal. Tapi, masih banyak cara agar membaca tidak menyedot isi kantong. Bisa lewat perpustakaan, patungan beli buku bersama teman, diskusi majalah, dan sebagainya.

Redaktur:

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (23 votes, average: 9,83 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Pria yang kerap dipanggil "Nuh" ini berlatar pendidikan dari Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Gunadarma. Lahir di Jakarta dan saat ini produktif sebagai seorang penulis Dirosah, Nasihat, dan Ruang Keluarga di Majalah SAKSI. Moto hidupnya adalah "Hidup Mulia, Mati Syahid".
  • ""Ilmu adalah jendela cahaya kehidupan seseorang,dengan memiliki ilmu ia akan biasa hidup dimanapun….,tp yang menjadi permasalahan sekarang adalah tidak semua orang paham akan begitu pentingnya ilmu dalam hidupnya….Buat Dakwatuna syukhron sudah memuat artikel ini,,,satu lagi Raodshow ketika cinta dan dakwah berpadu onlynya di internet (web) tau di….

  • Assalamu'alaikum wr wb,
    jazakumulloh khair ustadz artikelnya,
    menyemangati ana untuk terus membaca.
    Membaca adalah gerbang ilmu pengetahuan sesuai dengan ayat pertama yang Alloh turunkan….
    Subhanalloh, Maha Benar Alloh dengan segala Firman-Nya
    wassalam

  • Pingback: Jika Punya Kesempatan, Membacalah! « Umaeh Evan Ning Internet()

  • AMIR SYARIFUDIN

    terima kasih ustadz, tolong dimuat artikel yang praktis lainnya untuk bekal pengetahuan sehari-hari. wassalalamua'alaikum, semoga sukses !

  • Subhanallah, membaca adalah langkah pertama untuk mencari dan menambah ilmu kemudian, sebagaimana kata imam ali ra, langkah selanjutnya adalah mengikat ilmu tersebut dengan cara menuliskannya…..Jazakallah ustadz….

  • Iman

    Jika umat ini membudayakan membaca, Insya Allah mereka akan tambah cerdas dan pintar. tidak saling menjelek2an atupun saling menghina.

  • wahyuningsih

    Pintu ilmu yang paling dasar adalah membaca, mari kita bangkitkan semangat gemar membaca sejak usia dini ( balita ) dengan memberi hadiah berupa buku2 berisi gambar yang menarik dan indah, bila sudah gemar maka membaca akan menjadi kebutuhan, insya Allah kita akan memiliki generasi yang berkualitas.

  • amir bahar

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Jazakumllah khairan kasiyro. InsyaAllah sangat bermanfaat. Assalamualaikum Wr. Wb.

  • " Salahsatu faktor kemiskinan karena minimnya ilmu yang dimiliki atau tidak banyak tahu tentang sesuatu, tapi dengan membaca kita banyak tahu, dengan banyak tahu maka kita tidak akan kesulitan dalam menghadapi apapun"(Helmy Yahya) tapi hati-hati sahabat jika membaca itu bukan berarti hanya membaca secara Ayat-ayat alloh yang tekstual saja (skriptualisme) tapi cobalah untuk membaca segala potensi, Situasi dan Kondisi yang sebelum (sejarah), Sedang (news), akan (next view/ visioner).

  • yush

    "khairu jaliisin fi azzamaani kitaabun"
    sebaik baik teman duduk adalah buku.
    tidak ada perbuatan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah setelah mengerjakan kewajiban selain mencari ilmu.

    bacalah dan perbanyaklah ilmu, ilmu itu banyaj dan umur itu sedikit maka ambillah ilmu untuk kebaikan agamamu dan tinggalkan yang selain itu.

    Wa Allah A'lam.

  • faiz. F

    Assalamualaikum wr. wb,
    terima kasih ustad, semoga apa yang anda berikan bermanfaat pada saya dan teman-teman muslim semua,. dan alangkah lebih baik lagi jika diselingi dengan bacaan-bacaan yang memacu motivasi yang tinggi untuk untuk mencari ilmu yang di ridhloi oleh Allah.
    wassalamualaikum wr. wb

  • agus ramadhan kebume

    al-ilmu nuurun wajahlu zdulaamun.ilmu adalah cahaya dan kebodohan adalah kegelapan.dengan ilmu hidup kita menjadi terang alias mudah da dengan tanpa ilmu hidup kita seasa gelap laksana berjalan di alam gelap gulita tanpa penerang.

  • Akhmad Fauzi

    Syukron ustadz, mudah-mudahan Alloh senantiasa memudahkan pena antum untuk menulis lebih banyak lagi untuk pencerahan dan kemaslahatan umat, yang sangat kering dengan nasihat. amin.

  • Hikmat Mulyana

    Buku adalah Gudangnya Ilmu,dan MEMBACA adalah Kuncinya.
    Syukron

  • mams

    membaca adalah pintu dari ilmu Allah dan merupakan suatu ibadah terima kasih usatdz atas artikelnya…

  • tilmi

    Rabb…berikan hamba Mu ini kekuatan dan motivasi dalam membaca dan menuntut ilmu…

  • adnan

    Membaca sesuatu yang dan kemudian dilaksanakan adalah cara yang paling mudah untuk mencari ilmu

Lihat Juga

Syaikh 'Aid Al-Qarni dan bukunya yang monumental, La Tahzan (youtube.com)

Syaikh ‘Aid Al-Qarni Ungkap Detik-detik Upaya Pembunuhan Dirinya di Filipina