ARTIKEL POPULER PEKAN INI: Konser LADY GAGA Harus di-GAGA(L)-kan!!

Ketika Cinta dan Dakwah Berpadu (2)

22/9/2008 | 20 Ramadhan 1429 H Please wait
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – pengalaman adalah guru termahal, itulah kira-kira pepatah yang menginspirasi kang Abik, panggilan Habiburrahman El Shirazy, untuk mengawal pembuatan film ke dua dari novel beliau “Ketika Cinta Bertasbih”.

Pasalnya novel beliau yang difilmkan pertama “Ayat-Ayat Cinta” tidak sesuai dengan isi novel aslinya.

“Film AAC tidak seratus persen Islami, terus terang ada beberapa hal yang saya tidak setuju, terutama yang berbeda dengan novel aslinya.” Terang kang Abik.

Ia juga menambahkan: “Kita sudah berusaha mengawal proses pembuatan film AAC tersebut, bahkan sebelum akhirnya tayang di publik, kami dengan tim dari beberapa pihak termasuk MUI sudah lebih awal melihat film itu, dan memberi banyak masukan agar lebih Islami, namun dengan alasan tertentu, tidak semua masukan bisa diakomodir, sehingga itulah hasilnya.”

“Termasuk pemilihan tokoh sebagai pemeran utama, sejatinya adalah yang bisa menjadi teladan, teladan tidak hanya di film tapi juga dalam kehidupan sehari-hari.” Tegas kang Abik.

Pengalaman ini menjadikan beliau terjun langsung mengawal proses pembuatan film kedua “KCB” (Ketika Cinta Bertasbih), dari awal sampai proses pembuatan film tuntas, biidznillah.

Audisi itulah solusinya. Mencari pemain atau tokoh utama dengan selektif. Dengan melibatkan banyak pihak, baik artis senior, produser, sutradara, bahkan Dewan Syariah untuk menentukan pemain utama. Proses seleksinya sangat ketat, dilakukan di sembilan kota besar di seluruh nusantara.

Dari 6700 lebih peserta audisi, hanya lima yang tersaring menjadi pemain atau tokoh utama. Dari kelima itu, satu artis beneran, empat pemain lainnya pendatang baru, namun tidak kalah bahkan bisa mengalahkan deretan artis lainnya yang sama-sama ikut audisi.

Kang Abik optimis, film keduanya ini akan lebih Islami. Ia menekankan: “Insya Allah film kedua 100% Islami. Mohon do’a umat muslim agar proses pembuatan filmnya berjalan dengan lancar dan hasil filmnya benar-benar Islami.”

Kang Abik hadir di tengah-tengah hiruk pikuk seni dan budaya Indonesia dengan membawa angin baru, angin kesegaran dan kesejukan Islam, menyemai nilai kebaikan dan kemanusiaan.

Beliau berhasil menghadirkan wajah seni Islam yang santun, menebar cinta, mencerdaskan, membangun, mencerahkan dan memuaskan spiritual setiap pembacanya.

Kang Abik punya prinsip yang tidak dimiliki oleh yang lainnya, yang lebih cenderung bahwa seni untuk seni.

Beliau mensibghah atau mewarnai seni dengan caranya sendiri. “Seni jangan sampai melalaikan, melenakan, mempromosikan kemaksiatan, menawarkan demoralitas, bahkan tindak kriminal. Hal inilah yang seharusnya menjadi tanggung jawab moral pegiat seni dan budayawan.” tambah kang Abik.

Ya, seni menjadi seperti sebilah pisau bermata dua: seni bisa untuk membunuh sisi kemanusiaan dan kehancuran moral. Namun seni juga bisa sangat efektif untuk membangun moralitas, spiritual dan kemanusiaan, bahkan membangkitkan bangsa dari keterpurukan, dengan izin Allah swt. (ut)

email

Keyword: , , , , , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (10 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
  • Linda

    wah ..
    bagus bgd….
    ayo terus buat film2 yang bernuansa islami !!!!!

  • lusy

    Asslm Wr Wb

    Subhanalloh, smoga akan muncul film-film islam yang lain yang akan membawa angin segar bagi masyarkat yang sedang kehausan dengan film-film islami dan semoga selalu diberi kebaikan dunia dan akhirat bagi siapapun yang berdakwah untuk islam ini hanya karena ingin bertemu dengan alloh SWT di jannahNya yang hakiki. Lanjutkan kang abik dan tim dakwatuna.

    Wsslm Wr Wb

  • eni

    maaf nih..saya mo nanya dikit boleh ya..yang islami dari ayat-ayat cinta dan KCB itu apa ya..?maklumlah saya masih hijau dalam hukum islam..

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »
BERITA POPULER PEKAN INI: Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal Dunia