Home / Dasar-Dasar Islam / Hadits / Hadits Tentang Tetangga

Hadits Tentang Tetangga

dakwatuna.com Pelaksanaan wasiat kepada tetangga ini adalah dengan berbuat baik semaksimal mungkin, sesuai kemampuan seperti memberikan hadiah, memberi salam, berwajah cerah ketika berjumpa, mencari tahu jika tidak kelihatan, membantunya ketika memerlukan bantuan, mencegah berbagai macam gangguan, material maupun inmaterial, menghendaki kebaikannya, memberikan nasehat terbaik, mendoakannya semoga mendapatkan hidayah Allah, bermuamalah dengan santun, menutupi kekurangan dan kesalahannya dari orang lain, mencegahnya berbuat salah dengan santun –jika masih memungkinkan–, jika tidak maka dengan cara menjauhinya dengan tujuan mendidik, disertai dengan mengkomunikasikan hal ini agar tidak melakukan kesalahan.

Wasiat Rasulullah saw. tentang tetangga

?? ????? ? ??? ???? ???? ? ?? ????? ? ??? ???? ???? ???? ? ??? : ” ?? ??? ????? ?????? ?????? ? ??? ???? ??? ?????? ” ???? ??????? . ????? . ???? ???? . ???? ???? . ???????

Dari Aisyah r.a., dari Nabi Muhammad saw. bersada, “Tidak henti-hentinya Jibril memberikan wasiat kepadaku tentang tetangga sehingga aku menduga bahwa ia akan memberikan warisan kepadanya.” (Bukhari, Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)

Kata ??????? dengan wawu dibaca fathah, bersama dengan shad tanpa titik dan dibaca panjang, lalu hamzah sesudahnya, adalah bentuk lain dari kata ?????? (wasiat), demikian juga dengan ??????? mengganti ya’ pada posisi hamzah.

Kalimat ?????? ?????? “berwasiat kepadaku tentang tetangga” tanpa dibedakan kafir atau muslim, ahli ibadah atau ahli maksiat, setia atau memusuhi, kenal baik atau masing asing, menguntungkan atau merugikan, keluarga dekat atau orang lain, dekat rumah atau jauh.

??? ???? ??? ?????? Sehingga aku menyangka bahwa ia akan mewarisi, ia menyuruhku –berdasarkan perintah Allah–, bahwa tetangga itu mewarisi tetangga lainnya, dengan menjadikannya bersama-sama dalam harta, sesuai dengan bagian yang ditentukan dalam pembagian waris.

Imam Bukhari meriwayatkan juga hadits ini dari Jabir r.a., dari Rasulullah saw. dengan kalimat: “?? ??? ????? ?????? ?????? ??? ???? ??? ???? ?? ???????” Tidak henti-hentinya Jibril memberikan wasiat kepadaku tentang tetangga sehingga aku menyangka ia menjadikan warisan harta tertentu baginya.

At-Thabrani meriwayatkan dari Jabir r.a., dari Nabi Muhammad saw. bersabda:

” ??????? ????? : ??? ?? ?? ? ??? ?????? : ?? ?? ?????? ? ???? ?? ???? ? ??? ?????? : ?? ?? ?????? ??? ??????? ? ???? ?? ????? ???? : ??? ???? ?? ??? ? ?? ?? ?????? ? ???????? ? ??????

“Tetangga itu ada tiga macam: tetangga yang hanya memiliki satu hak, yaitu orang musyrik, ia hanya memiliki hak tetangga. Tetangga yang memiliki dua hak, yaitu seorang muslim: ia memiliki hak tetangga dan hak Islam. Dan tetangga yang memiliki tiga hak, yaitu tetangga, muslim memiliki hubungan kerabat; ia memiliki hak tetangga, hak Islam dan hak silaturrahim.”

Aisyah r.a. meriwayatkan tentang batasan tetangga, yaitu empat puluh rumah dari semua arah.

At-Thabrani meriwayatkan dengan sanad dhaif (lemah) dari Ka’ab bin Malik r.a., dari Nabi Muhammad saw: “??? ?? ?????? ??? ???” “Ingatlah bahwa empat puluh rumah itu adalah tetangga.”

Pelaksanaan wasiat kepada tetangga ini adalah dengan berbuat baik semaksimal mungkin, sesuai kemampuan seperti memberikan hadiah, memberi salam, berwajah cerah ketika berjumpa, mencari tahu jika tidak kelihatan, membantunya ketika memerlukan bantuan, mencegah berbagai macam gangguan, material maupun inmaterial, menghendaki kebaikannya, memberikan nasehat terbaik, mendoakannya semoga mendapatkan hidayah Allah, bermuamalah dengan santun, menutupi kekurangan dan kesalahannya dari orang lain, mencegahnya berbuat salah dengan santun –jika masih memungkinkan–, jika tidak maka dengan cara menjauhinya dengan tujuan mendidik, disertai dengan mengkomunikasikan hal ini agar tidak melakukan kesalahan.

Hadits ini dengan tegas menunjukkan tentang besarnya hak tetangga. Dan bahwa mengganggu tetangga adalah di antara dosa besar.

Dosa orang yang tetangganya tidak aman dari ganggunannya

???? ??? ???????? ? ?????? ????? ?????? ? ???? ?????????? ? ??? ???? ???? ???? ? ???? : ” ??????? ?? ???????? . ??????? ?? ???????? . ??????? ?? ???????? . ????? : ???? ??? ???????? ????? ? ???? : ??????? ?? ???????
??????? ??????????? ” .???? ???????

Dari Abu Syuraih r.a. bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, “Demi Allah, seseorang tidak beriman; demi Allah, seseorang tidak beriman; demi Allah, seseorang tidak beriman.” Ada yang bertanya, “Siapa itu, Ya Rasulallah?” Jawab Nabi, “Yaitu orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (Bukhari)

Kata ?????? bentuk jamak dari kata ????? -ba’ dan qaf- berarti: bencana, pencurian, kejahatan, hal-hal yang membahayakan, hal-hal yang menjadi pelampiasan kebenciannya.

?? ??? ???? dengan syin dibaca dhammah, ra’ dibaca fathah, diakhiri dengan ha’ tanpa titik, yang dimaksud adalah Khuwailid A- Khuza’iy as-Shahabiy.

????? ?? ???? diulang tiga kali, artinya tidak sempurna imannya, atau hilang iman sama sekali bagi yang menganggapnya halal, atau ia tidak mendapatkan balasan seorang mukmin sehingga dapat masuk surga sejak awal. Pengulangan ini untuk menegaskan dan memberatkan larangan.

??????: ???? ??? ???????? ????? ? Dalam Fathul Bari, Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, bahwa dialah yang bertanya. Rasulullah saw menjawab: ??????? ?? ?????? ??????? ???????????

Dari hadits di atas dapat diambil pelajaran tentang pentingnya hak tetangga. Sehingga Rasulullah saw. harus bersumpah tiga kali, menafikan iman orang yang mengganggu tetangganya, baik dengan ucapan maupun perbuatan.

Larangan meremehkan hadiah dari tetangga

?? ??? ?????????? ? ?????? ????? ?????? ? ???? : ????? ?????????? ? ?????? ????? ???????? ????????? ? ???????? :
” ??? ??????? ????????????? ?? ??????????? ??????? ???????????? ?????? ???????? ????? ” . ???? ??????? ?????

Dari Abu Haurairah r.a. berkata, Nabi Muhammad saw. pernah bersabda, “Wahai para wanita muslimah, janganlah ada seorang tetangga yag meremehkan hadiah tetangganya meskipun kikil (kaki) kambing.” (Bukhari dan Muslim)

??? ?? ??????? berarti meremehkan, seperti kata: ?????? ??????????

?? ???? ???????? mermakna “wahai wanita-wanita muslimah”, bentuk ????? ??????? ??? ???? idhafah (penyandaran) maushuf (yang diterangkan) kepada sifat.

Atau bermakna lain: ?? ?????? ???????? “wahai para pemuka muslimah”, seperti ungkapan Arab ?? ???? ????? : ?? ?? ?????? wahai para pemimpin kaum, artinya para pemuka mereka.

?? ????? dengan qaf dibaca kasrah, artinya jangan meremehkan, menganggap kecil.

” ???? ” ????? ” ??????? ” tetangga memberikan hadiah pada tetangga lainnya. Atau meremehkan hadiah dari tetangganya -lam- bermakna -min- sehingga kemungkinan makna larangan itu pada pemberi atau penerima, sedangkan” ??? ” ???? ??????meskipun hadiah itu berupa kaki kambing ” ???? ??? ” fa’ dibaca kasrah, ra’ dibaca sukun/mati, adalah bagian kaki di atas telapak/tumit.

Larangan bagi tetangga meremehkan hadiah tetangganya, meskipun hadiah itu pada umumnya kurang berguna, atau tidak berkenan dan tidak bernilai di hati. Karena itulah tetangga dapat memberikan dan menerima hadiah yang ada meskipun kecil nilainya. Hal ini lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Dengan ini pula kebiasaan memberikan hadiah dapat terus berlangsung antara tetangga karena dengan sesuatu yang murah dan mudah, dapat dilakukan dalam keadaan miskin maupun kaya, dapat membuahkan rasa cinta dan kasih sayang. Dengan ini pula tidak diperbolehkan bagi laki-laki meremehkan hadiah antara mereka. Penyebutan larangan secara khusus pada wanita karena merekalah yang lebih cepat bereaksi dalam cinta dan benci, sehingga mereka lebih berhak mendapatkan perhatian, agar dapat menghindarkan diri dari larangan itu, menghilangkan kebenciaan antara mereka dan mempertahankan rasa cinta antar mereka.

Dari hadits ini dapat diambil pelajaran bahwa tidak diperbolehkan meremehkan hadiah untuk mempertahankan rasa cinta antara mereka.

Jika beriman, jangan sakiti tetangga

?? ??? ????? ? ??? ???? ??? ? ??? : ??? ???? ???? ? ??? ???? ???? ???? ? : ” ?? ??? ???? ????? ?????? ????? ? ??? ??? ???? ? ??? ??? ???? ????? ?????? ????? ? ?????? ???? ? ??? ??? ???? ????? ?????? ????? ????? ????? ?? ????? “ ???? ??????? ????? ? ???? ????

Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan menyakiti tetangganya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah menghormati tamunya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam.” (Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah)

??? ??? ???? ????? ?????? ?????” ?? ?????? ?????? barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, artinya iman yang sempurna.

Penyebutan hanya pada iman kepada Allah dan hari akhir, tidak dengan kewajiban lainnya, karena keduanya merupakan permulaan dan penghabisan. Maksudnya, beriman dengan Penciptanya dan hari mendapatkan balasan amal baik dan buruknya.

??? ??? ???? berarti “maka jangan menyakiti tetangganya.” Tidak menyakiti tetangga itu bisa diaktualkan dengan mengulurkan kebaikan kepadanya, mencegah hal-hal yang membahayakannya.

?????? ???? berarti “hendaklah memuliakan tamunya” dengan menampakkan rasa senang, menyuguhkan hidangan yang tersedia dan terjangkau.

????? ????? ?? ????? hendaklah berkata baik atau diam dari ucapan buruk. Sebab, perkataan itu hanya dapat digolongkan menjadi dua golongan, baik atau buruk.

Hadits ini berisi tiga hal penting yang menjadi kemuliaan akhlak dalam perbuatan atau perkataan. Dua pertama dari perbuatan itu adalah berisi takhalliy (pengosongan diri) dari sifat tercela, dan tahalliy (berhias diri) dengan akhlak mulia. Sedangkan yang ketiga berisi akhlaq qauliyah (ucapan).

Kesimpulannya, kesempurnaan iman seseorang diukur dari kebaikannya kepada sesama makhluk Allah, baik dalam tutur kata kebaikan maupun diam dari kalimat buruk, dan melakukan apa yang sepatutnya dilakukan dan meninggalkan apa yang membahayakan; antara lain adalah dengan tidak menyakiti tetangga.

Dari hadits ini dapat diambil pelajaran bahwa tidak menyakiti tetangga adalah bukti kesempurnaan iman seseorang kepada Allah dan hari akhir.

Hak tetangga yang lebih dekat pintunya

?? ????? ? ??? ???? ???? ? ???? : ?? ???? ???? ? ?? ?? ????? ? ???? ?????
????? ? ??? : ” ??? ??????? ??? ????? “ ???? ???????

Dari Aisyah r.a. berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki dua tetangga. Kepada tetangga yang manakah aku berikan hadiah?” Jawab Nabi, “Kepada tetangga yang pintu rumahnya lebih dekat denganmu.” (Bukhari)

Hadits ini masuk dalam ??? ?? ?????? ?? ??? ??????? Bab hak tetangga yang lebih dekat pintunya. Maksudnya, barangsiapa yang pintunya lebih dekat, maka ia yang lebih berhak. Karena ia yang melihat apa yang keluar masuk dari rumah tetangganya; berupa hadiah atau yang lainnya, sehingga kemungkinan ada harapan dan keinginan, berbeda dengan yang jauh pintunya.

Pada ???? hamzah dibaca dhammah dari kata Al Ihda’.

Rasulullah saw. menjawab, ??? ??????? ??? ????? kepada yang lebih dekat pintunya. Karena ia melihat keadaan tetangga dan keperluannya. Tetangga yang lebih dekat yang lebih cepat menyahut jika dipanggil, ketika tetangga sebelah memerlukan, terutama ketika terlena.

Dari hadits ini dapat diambil pelajaran bahwa hak tetangga mengikuti kedekatan pintunya. Yang lebih dekat pintunya yang lebih diprioritaskan dari sebelahnya, demikian seterusnya.

Redaktur: Samin Barkah, Lc., ME

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (25 votes, average: 9,36 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • mia

    Assalamu'alaikum…ALhamdulillah, saya merasa terbantu dengan http://www.dakwatuna.com ini untuk menambah wawasan tentang islam. Di bulan ramadhan ini, saya banyak mengumpulkan artikel2 tentang keislaman untuk kemudian saya letakkan di musholla dekat rumah dan di kantor. Tapi sebelumnya, bolehkah saya mengcopy dan menyebarluaskan artikel2 di dakwatuna untuk saya letakkan di mading musholla dan kantor saya….?

  • Assalamu’alaikum
    Ana sama dengan akhi/ukhti Mia, ana minta ijin untuk menempelkan isi di dakwatuna.com ini untuk selanjutnya kami tempel dimasjid/mushola.
    wassalamu’alaikum
    abuhusna

  • JazakumuLLAH khair ya ustadz atas taujihnya

  • Alhamdulillah saya benar benar terbantu dengan adanya situs ini, semoga Allah melindungi kita semua, terima kasih ya ustadz atas taujiahnya. jayalah islam di negeri ini amiin.

  • Dzakiyyuddin

    Materi adab tetangga ini ana gunakan untuk mendukung materi bab adab bertetangga di sekolah tempat ana mengajar. Jazakallah ya dakwatuna.

  • Abee fawwaz

    Ana mhon izin untk menyebarkan artikel artikel yg ada di dakwatuna, di facebook. Syukron

  • Hermalanty

    Ass. sy mau bertanya, apakah saya berdosa apabila tetangga saya yg muallaf kembali lagi ke agamax semula dikrenakan kemiskinan hidup dan kecewa akan suami yg diikutix tdk sesuai harapan hatix….?

Lihat Juga

Ilustrasi (thenotesonmyblog.blogspot.com)

Keutamaan Silaturahim dan Berbuat Baik Kepada Tetangga