ARTIKEL POPULER PEKAN INI: Bukan Jomblo, Tapi Single

Ramadhan Momentum Persatuan Umat

31/8/2008 | 28 Shaban 1429 H Please wait
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

dakwatuna.com – Para ulama’ dan tokoh-tokoh ormas Islam diharapkan dapat menyatukan pandangan dalam penentuan 1 Ramadhan 1429 Hijriyah dan menahan diri dengan tidak mempublikasikan hasil hisab (perhitungan) atau rukyat (pemantauan bulan) yang dilakukan sebelum disepakati bersama dengan Departemen Agama sebagai perwakilan pemerintah.

“Hal itu diperlukan agar tidak menimbulkan kebingungan sekaligus untuk kebersamaan umat”

Para ulama memiliki kemungkinan untuk mendapatkan hasil yang berbeda dalam proses hisab dan rukyat guna menentukan 1 Ramadhan, menyusul perbedaan metodologi dan posisi bulan yang didapatkan dalam proses perhitungan.

Selama perbedaan tersebut tidak terlalu jauh, ulama dan tokoh ormas Islam sebaiknya ‘mengijma’kan’ -menyatukan- pendapatnya. Karena kesepakatan itu lebih baik dan bermanfaat bagi kebersamaan umat.

Sidang Itsbat

Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni dijadwalkan hari Ahad (31/8) sore akan memimpin jalannya Sidang Itsbat penetapan awal Ramadhan 1429 H, di Operation Room Departemen Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat No.3-4, Jakarta Pusat.

Sidang itsbat ini akan dihadiri oleh perwakilan ormas-ormas Islam di Indonesia, MUI, anggota Badan Hisab dan Rukyat Depag, kepala perwakilan negara-negara Islam dan instansi terkait.

Pelaksanaan pemantauan baik melalui metode hisab dan rukyat yang dilaksanakan di seluruh Indonesia, hasilnya akan dilaporkan dalam sidang itsbat. Untuk selanjutnya, diambil kesepakatan bersama terkait jatuhnya awal Ramadhan 1429 H melalui surat keputusan Menteri Agama.

Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar berharap, tidak ada lagi perbedaan jatuhnya awal Ramadhan. “Insya Allah tidak terjadi perbedaan, seandainya pada 31 Agustus 2008, hilal telah terlihat.” katanya.

Kita semua berharap, bahwa penentuan awal dan akhir Ramadhan menjadi semangat kebersamaan dan lebih mementingkan persatuan dan kesatuan umat muslim, terutama di Indonesia. (ut)

email

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (2 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Naskah Terkait Sebelumnya:


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
  • Syarif Nisfu Dj

    Menahan Diri demi tidak mempublikasikan sebelum disepakati bersama dengan dept Agama Demi KESATUAN Umat! Indah sekali bila semua pihak menjalankan usulan ini. Sayang ada beberapa pihak yang TELAH mempublikasikan sebelum disepakati BERSAMA. Ternyata masih ada EGO yang tidak terkendali.

  • http://[email protected] Ramdan S.

    tul mas Syarif. padahal tempatnya sama, waktunya sama, dengan metode berbeda hasilnya bisa berbeda. mudah2an Allah memberi taufiq pada para pakar dan ahlinya untuk dapat membenahi metode yang ada sehingga tidak terjadi selisih perhitungan.

  • Susiono

    Seperti yang ditulis oleh Bpk. Moh Nuh; Umat Islam masih perlu diajak belajar pintar.
    Selama Sholat, Puasa, Zakat,dll masih hanya sebagai ritual saja; wah sulit mengajak orang tanpa ilmu (yang benar-benar ilmu)untuk konsekuen dan konsisten dengan ajaran agamanya.
    Mari kita mulai dari diri kita sendiri untuk mulai konsekuen dan konsisten dengan ajaran islam
    Wassalam.

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »
BERITA POPULER PEKAN INI: Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal Dunia