ARTIKEL POPULER PEKAN INI: Nembak!

Sehari 1.174 Orang Mati Karena Rokok

15/8/2008 | 12 Shaban 1429 H Please wait
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

Rokok membakar kita (AntiSmoke.org)dakwatuna.com – RoL– Rokok merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia dan merupakan satu-satunya produk legal yang membunuh sepertiga hingga setengah penggunanya dengan orbannya rata-rata meninggal 15 tahun lebih cepat. Menurut WHO, tahun 2008 diperkirakan 5,4 juta orang meninggal per tahunnya karena rokok.

Di Indonesia menurut laporan Badan Khusus Pengendalian Tembakau Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (TCSC- IAKMI) diperkirakan 427.948 kematian pertahunnya atau dalam sehari ada sekitar 1.172 orang meninggal karena rokok.

”Fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa penghentian rokok merupakan suatu hal yang wajib dilakukan. Berbagai penelitian menunjukkan 70-80 persen perokok sebenarnya ingin berhenti merokok, namun berbagai faktor termasuk //social pressure// yang kuat mempersulit terwujudnya hal ini,” kata Dra Yayi Suryo Prabandari Msi PhD, peneliti Pusat Kajian Bioetika dan Humaniora Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM, di Fakultas Kedokteran UGM, Senin.

Yayi mengungkapkan saat ini rokok merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Bahkan disebutkan oleh Yayi, sekarang rokok merupakan mesin pembunuh yang legal di dunia ini. Meski kampanye anti rokok terus digencarkan namun jumlah perokok setiap tahun kian bertambah. Diungkapkan Yayi, hasil penelitian yang dilakukan pada remaja perokok di Yogjakarta terjadi peningkatan yang signifikan. Penelitian tahun 1995 jumlah perokok pemula pada laki-laki hanya sekitar 45 persen. Sedang penelitian tahun 2000 meningkat menjadi 60 persen.

”Untuk tahun ini baru akan kami lakukan,” paparnya.Lebih memprihatinkan lagi, kata Yayi, kecenderungan merokok di kalangan remaja perempuan di Yogjakarta juga menunjukkan peningkatan yang besar. Yakni, dari 5 persen pada tahun 1995 lalu meningkat menjadi 15 persen pada tahun 2000.

”Mungkin karena saat ini merokok untuk kalangan wanita sudah tidak menjadi hal yang tabu,” urainya.

Yayi menambahkan, peningkatan jumlah perokok di kalangan remaja ini salah satunya disebabkan gencarnya promosi perusahaan rokok di berbagai media. Seperti baliho, pamflet dan iklan di media cetak maupun televisi.

”Dan ini justru menjadi tambang untuk meningkatkan devisa maupun pendapat asli daerah (PAD),” jelasnya.

Selain itu, program coorporate social responsibilty (CSR) yang dilaksanakan pabrik rokok merupakan strategi lain untuk meningkatkan jumlah perokok. ”Seperti program peduli sosial atau beasiswa pendidikan. Program ini bukan untuk menjual langsung tapi sebagai image building,” paparnya.

Menurut pakar promosi kesehatan UGM ini, fakta-fakta mengenai rokok ini menurutnya belum disikapi cepat pemerintah. Bahkan, pemerintah justru menjadikan perusahaan rokok menjadi target pengembangan perekonomian di Indonesia. Akibat perusahaan rokok ini menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar pada APBN dan APBD. (yul/pur/ut)

email

Keyword: , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (10 orang menilai, rata-rata: 9,70 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
  • sukocomulyo

    Hello Mrs. Yayi dari UGM gue setuju banget kalau remaja-remaja calon penerus bangsa ini dilarang merokok, caranya harus ada kampanye besar-besaran aparat pemerintah dalam hal ini Tim Pemberantas Narkoba turun kesekolah secara berjenjang mulai dari Pusat, Propinsi, Kabupaten, Kecamatan disetiap wilayahnya masing-masing. Kalau hal ini dibiarkan terus maka Bangsa Indonesia ini akan jadi apa? Namun demikian perlu diingat bahwa penyumbang Pajak terbesar untuk Negara salah satunya adalah cukai rokok. Gemana Bu jalan keluarnya ?

  • Rayhan

    sip………

    saya setuju banget kalau rokok dihentikan. sudah saatnya bangsa ini berhaenti dari keterpurukan yang disebabkan oleh anak Bangsa yang 'bodoh' dlam pemikiran. dan pemerintah harus berani terhadap produsen rokok yang menghancurkan anak bangsa ini.

  • zan

    Saya pun sangat setuju..
    Dan sangat menunggu, katanya fatwa haram sedang dirundingkan oleh MUI. Mudah-mudahan saja bisa cepat goal.

    Masalah ini sangat meresahkan sekali. Bahkan saat di Mekkah pun,sering sekali terlihat iklan dari pemerintah tentang bahaya-nya rokok. Dan banyak juga ngeliat orang disana masih merokok..apalagi di Indonesia..pfuuh!!

  • one_MX

    perlu dipikirkan juga nasib ratusan ribu buruh rokok di pabrik, dan antisipasi pengganti cukai rokok (pendapatan negara)
    usul : harga rokok dibuat setinggi mungkin – petani untung – pabrik untung – negara untung : perokok makin sedikit. he he

  • Abdul Rahman

    Setuju banget, rokok itu haram. Tapi, menyetujui fatwa haram terhadap rokok perlu tindakan kongrit. Tindnakan kongrit sederhana kepada perokok yan kami lakukan antara lain: Pertama di kanntor: "Kami menjanuhi Rokok. Karena madlorotnya lebih besar dari manfaatnya. Apakah Anda keberatan untuk tidak merokok salama bersama kami?". Kedua dirumah sendiri: "Kami mengajarkan rokok itu haram kepada anak2 kami. Apakah Bapak berkenan tidak merokok selama di rumah kami?" Selamat mencoba, kami telah 10 tahun lebih menjalankan ini. Sejak dari Tallahasee, Florida 1990 sampai di Cempaka Putih Timur, Jakarta, saat ini. Hamdulilah, pelan-pelan tapi lumayan berhasil. Abdul Rahman.

  • selly

    Fatwa haram MUI harus segera di-goal kan. Fatwa ini juga didukung oleh fakta tentang banyaknya mudharat dalam sebatang rokok.

  • muh.zacky harit&#039

    mudah-mudahan para perokok sadar, bahwa tidak sedikit pun manfaat yang di dapatkan dari kegiatan tersebut. sadarlah nyawa hanya satu jangan di aniaya jangan disia-siakan. Uang anda lebih baik disumbangkan dalam masjid atau panti asuhan yang nanti bekal anda di akhirat daripada digunakan unutk merokok perbuatan yang tidak berguna

  • http://yahoo.com Bambang Wedar P

    Saya dulu pernah merokok, namun saya menghentikan pada saat tertarik dengan olah raga (Body Bilding), dan setelah mempelajari masalah merokok dikaitkan dengan hadist2 dan pendapat ulama yang menyimpulkan rokok hukumnya HARAM. Bagaimana tidak rokok adalah bentuk perilaku yang mendzolimi badan sendiri yang sesungguhnya badan ini milik Allah semata apalagi jika kita berkumpul dengan keluarga atau orang lain betapa dzalim nya kita pada istri dan anak kita atau orang disekitarnya sebagai mesin pembunuh pelan2 walaupun seper sekian tetapi perokok sudah berkonstribusi terhadap penyebab penyakit yang berakibat kematian…naudzu billah. Dan Alhamdullillah saya sudah dapat mengambil sikap….walaupun ditawari oleh atasan ….rekan kerja ….saya katakan TIDAK UNTUK MEROKOK. pesan saya" Banggalah dengan berbuat baik dan jangan bangga berbuat kejelekan dan kesalahan.kita lihat fenomena disekitar kita seorang pemuda dengan bangga jika bisa mabok, merokok, narkhoba…..dan mengatakan kurang gaul jika tidak dekat dengan hal2 tersebut…..astaghfirrullah.Marilah jadi pemuda yang punya jati diri kuat …jangan ikut2an mode yang salah kaprah, yang sering dipertontonkan di berbagai media.

  • http://www.yahoo.com Prof.Dr.KH.Abd.Ghofu

    Saya setuju banget,akan adanya larangan untuk merokok….

  • http://yamta.blogspot.com yamta

    ROKOK? Wah Alhamdulillah sampai saat ini saya tidak tertarik sama sekali. Semoga saya termasuk orang yang tidak tertarik pada ROKOK.

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »
BERITA POPULER PEKAN INI: Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal Dunia