14:07 - Senin, 20 Mei 2013

Sehari 1.174 Orang Mati Karena Rokok

Rubrik: Berita | Kontributor: Tim dakwatuna - 15/08/08 | 16:49 | 12 Shaban 1429 H

Rokok membakar kita (AntiSmoke.org)dakwatuna.com – RoL– Rokok merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia dan merupakan satu-satunya produk legal yang membunuh sepertiga hingga setengah penggunanya dengan orbannya rata-rata meninggal 15 tahun lebih cepat. Menurut WHO, tahun 2008 diperkirakan 5,4 juta orang meninggal per tahunnya karena rokok.

Di Indonesia menurut laporan Badan Khusus Pengendalian Tembakau Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (TCSC- IAKMI) diperkirakan 427.948 kematian pertahunnya atau dalam sehari ada sekitar 1.172 orang meninggal karena rokok.

”Fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa penghentian rokok merupakan suatu hal yang wajib dilakukan. Berbagai penelitian menunjukkan 70-80 persen perokok sebenarnya ingin berhenti merokok, namun berbagai faktor termasuk //social pressure// yang kuat mempersulit terwujudnya hal ini,” kata Dra Yayi Suryo Prabandari Msi PhD, peneliti Pusat Kajian Bioetika dan Humaniora Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM, di Fakultas Kedokteran UGM, Senin.

Yayi mengungkapkan saat ini rokok merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Bahkan disebutkan oleh Yayi, sekarang rokok merupakan mesin pembunuh yang legal di dunia ini. Meski kampanye anti rokok terus digencarkan namun jumlah perokok setiap tahun kian bertambah. Diungkapkan Yayi, hasil penelitian yang dilakukan pada remaja perokok di Yogjakarta terjadi peningkatan yang signifikan. Penelitian tahun 1995 jumlah perokok pemula pada laki-laki hanya sekitar 45 persen. Sedang penelitian tahun 2000 meningkat menjadi 60 persen.

”Untuk tahun ini baru akan kami lakukan,” paparnya.Lebih memprihatinkan lagi, kata Yayi, kecenderungan merokok di kalangan remaja perempuan di Yogjakarta juga menunjukkan peningkatan yang besar. Yakni, dari 5 persen pada tahun 1995 lalu meningkat menjadi 15 persen pada tahun 2000.

”Mungkin karena saat ini merokok untuk kalangan wanita sudah tidak menjadi hal yang tabu,” urainya.

Yayi menambahkan, peningkatan jumlah perokok di kalangan remaja ini salah satunya disebabkan gencarnya promosi perusahaan rokok di berbagai media. Seperti baliho, pamflet dan iklan di media cetak maupun televisi.

”Dan ini justru menjadi tambang untuk meningkatkan devisa maupun pendapat asli daerah (PAD),” jelasnya.

Selain itu, program coorporate social responsibilty (CSR) yang dilaksanakan pabrik rokok merupakan strategi lain untuk meningkatkan jumlah perokok. ”Seperti program peduli sosial atau beasiswa pendidikan. Program ini bukan untuk menjual langsung tapi sebagai image building,” paparnya.

Menurut pakar promosi kesehatan UGM ini, fakta-fakta mengenai rokok ini menurutnya belum disikapi cepat pemerintah. Bahkan, pemerintah justru menjadikan perusahaan rokok menjadi target pengembangan perekonomian di Indonesia. Akibat perusahaan rokok ini menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar pada APBN dan APBD. (yul/pur/ut)

Redaktur: Hendra

Keyword: , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (11 orang menilai, rata-rata: 9,64 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • bayu

    saya juga sebagai generasi muda mendukung klo generasi yang sekarang dan akan datang bebas rokok…
    tapi bagaimana dengan golongan tua yang selalu menunjukan knikmtan merokok…
    pemerintah juga bakalan rugi besar nich…

  • junis

    wah saya sangat setuju sekali sama apa yang yayi tuliskn jujur 2 tahun yang lalu saya juga pernah mencoba itu yang di namakan rokok tapi setelah saya di kasih bimbingan oleh seseorang saya dari situ berhanti dan menyadari kalou rokok itu mang berbahaya tapi kenapa ya dulu saya mau coba coba itu……..???????????!!!!!!!!!!!!

  • AZWANI

    Secara kejiwaan merokok adalah aksi bunuh diri, bunuh diri adalah dosa besar, dosa besar tentu menghasilkan neraka yang kekakal. semoga yang merokok sadar dan sepaham dengan saya sehingga akan secara sadar akan berhenti merokok, maaf bila tidak sependapat.

    • Sabarudin

      Bukankah Al Qur’an menjelaskan bahwa seseorang disebut mati apabila Allah SWT mencabut Ruh yang dimandatkannya kepada anak Adam. Sekarang orang fasik berkata rokok salah satu penyebab kematian seorang beriman juga latah, mohan maaf saya cuman mengingatkan……

Iklan negatif? Laporkan!
76 queries in 0,693 seconds.