Home / Berita / Peneliti Yahudi Amerika: Syariat Islam Sesuai Demokrasi

Peneliti Yahudi Amerika: Syariat Islam Sesuai Demokrasi

dakwatuna.comWashington. Peneliti Yahudi Amerika memuji agama Islam, bahwa syariat Islam sesuai dengan Demokrasi Barat.

Dalam bukunya yang diterbitkan dengan judul: “Jatuh Bangun Negara-Negara Islam”, Profesor ternama, Nuh Feldman, Guru Besar di Universitas Harvard Amerika menulis: “Bahwa syariat Islam dan demokrasi dewasa ini keduanya seperti sejoli.”

Ia menjelaskan: “Bahwa negara-negara Islam sekarang ini memungkinkan mengahadirkan keadilan hukum dan politik bagi setiap muslim sekarang ini, namun dengan syarat terbentuknya sebuah lembaga baru yang membantu menyeimbangkan undang-undang antara kekuatan dan kekuasaan.”

Buku ini menyinggung juga, “Bahwa imperium dan sistem hukum ketika runtuh, biasanya tidak mampu bangkit lagi, seperti apa yang terjadi dengan komunisme dan penguasa raja-raja, kecuali dalam dua hal saja: Pertama, Adalah demokrasi yang menopang pemerintahan romania. Dan kedua, yang terjadi di negara-negara Islam.”

Sebagaimana buku ini juga mendiskusikan, “Bangkitnya aspirasi masyarakat dan bangsa bagi tegaknya syariat Islam di negara Islam, dan pengaruhnya terhadap Blok Barat dan Timur.”

Ia menguatkan argumentasi itu dengan fenomena yang terjadi di Maghrib dan Indonesia, keduanya adalah negara-negara Islam yang menuntut kembalinya syariat Islam, lebih khusus lagi di Mesir dan Pakistan.

Kemarahan Zionis

Dengan beredarnya buku yang sangat diminati publik itu, setebal 189 halaman, dalam bentuk buku saku, menyulut kemarahan gerakan Zionis dan gerakan apa yang disebut dengan tata dunia baru di Amerika. Sehingga salah satu lembaga Yahudi di Amerika Serikat berusaha menghambat laju peredaran buku tersebut. Bahkan mereka mengkanter dengan issu bahwa “Menggabungkan antara Islam dan demokrasi adalah perkara paling sulit.”

Nuh Feldman menjadi Guru Besar Undang-undang di Universitas New York semenjak tahun 2001, kemudian pindah ke Universitas Harvard tahun 2007.

Di akhir perang antara Amerika dan Iraq tahun 2003, Feldman menjadi penasehat bagi penguasa transisi di Iraq dan membantu merumuskan undang-undang baru bagi negara Iraq. (io/ut)

Foto: Reuters

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (19 votes, average: 9,58 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Hendra Sugiantoro

    Apakah buku tersebut telah beredar di Indonesia?

  • Reza

    Syariat Islam merupakan suatu tatanan kehidupan manusia berdasarkan Al Quran dan AsSunnah. jadi sudah menjadi kewajiban bagi seluruh umat manusia terutama umat islam untuk menerapkannya.

  • assalamuálaikum
    bukunya bisa pesan dimana?

  • prie

    Hemat saya tetap harus ditelaah lebih dalam, artinya jangan sampai penerapan demokerasi yang salah di barat disamakan persis sesuai dengan ajaran islam

  • hadji

    ass. wr.wb.
    mohon yang punya tulisan tentang artikel pendidikan akhlak bagi anak muslim yang humanis dan memerdekakan, mohon dikirim ke email saya, oke makasih

  • Nah klop sudah, Yahudi Amerika,juga kayaknya sejalan dengan Anda. Demokrasi Sejalan dengan Islam. Islam sejalan dengan Demokrasi.
    Senang sekali dengan Yahudi yang mendukung Anda.
    Benci sekali dengan orang Islam yang tidak mendukung Anda. DALAM DEMOKRASI
    Kayaknya sebenci-bencinya kita ke yahudi, kalo cocok dengan keinginan kita ya kita dukung.
    Wah pada pengin pesen bukunya lagi. Kayaknya pada semangat sekali mau merujuk ke YAHUDI. Weleh-weleh kalo ke ulama yang tidak sejalan aja tidak sesemangat itu. Yah … agama ini memang harus dengan ilmu bukan sekedar baca sana baca sini.

  • hadijah

    kapan mereka mencampur adukan islam dan demokrasi?
    apakah harus percaya dengan pembenci islam?
    tak sepatutnya kita memenuhi keinginanya!
    oke!

  • badru

    kita baca aja dulu bukunya. kita telaah dengan ahli tafsir wal hadits.

  • Syariat Islam memang di buat oleh Alloh SWT yang tahu persis tetang manusia sebagai makhluk ciptaanNYA ,hanya orang-orang yang durhaka kepada penciptanya saja yang tidak yakin dengan ketentuan ciptaan Alloh.Termasuk dalam hal pengaturan negara sekalipun Alloh lebih tahu harus diatur dengan cara seperti apa.Tentunya Syariat Islam lebih pas.Apakah kita termasuk orang yang menyangsikan keberadaan Syariat Islam atau mendukungnnya mari kita instropeksi diri.Semoga Alloh memberi kekuatan kepada kita

Lihat Juga

lelaki-suriah-menolong-perempuan-amerika

(Video) Kebaikan Lelaki Suriah ini Membuat Perempuan Amerika Menangis