Home / Dasar-Dasar Islam / Tazkiyatun Nufus / Prestasi Tak Boleh Mati

Prestasi Tak Boleh Mati

dakwatuna.com “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya….” (Al-Anfal: 60)

Betapa luas kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Nikmat-Nya tak pernah bertepi. Malam datang dengan keindahan, gelap pun memberikan ketenangan dan kesejukan. Pagi yang segar menyudahi malam nan damai. Siang datang melambai, menawarkan harapan.

Seperti itulah dunia berputar. Silih berganti siang menggantikan malam. Waktu terus berlalu, mencatat prestasi dari generasi ke generasi. Ada yang tetap istiqamah menapaki jalan dakwah nan terjal dan bebatuan, sabar dengan terpaan asap dan debu-debu peradaban. Tapi, tak sedikit yang akhirnya duduk bersandar melepas lelah. Seraya matanya mulai memejam terhadap keculasan manusia sekitar.

Usahakan untuk memberi sesuatu yang terbaik

Di antara ciri kekikiran yang mungkin sempat melekat dalam hati hamba Allah adalah sedikit mengeluarkan, tapi ingin banyak menerima. Mungkin ini bisa cocok buat bisnis sesama manusia. Tapi, tidak akan pas jika ditujukan pada bisnis dengan Allah swt.

Kebodohan adalah hal dominan yang menjadikan manusia berpikir sempit soal bisnis dengan Allah swt. Pandangannya terbatas hanya pada takaran materi dengan ruang lingkup duniawi yang sempit. Tidak heran jika ada manusia yang merasa tidak perlu untuk memberikan sesuatu yang terbaik buat bisnis di jalan Allah. Tidak jarang, jatah infak dan sedekah selalu jatuh pada porsi sisa, uang yang kumal, dan sedikit sobek.

Seperti itulah ajakan Allah swt. buat hamba-hamba Allah yang cerdas. “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu bisnis yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) Kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya.” (Ash-Shaff: 10-11)

Surga adalah tawaran yang teramat luar biasa yang diberikan oleh yang Maha Pengasih dan Penyayang. Kenikmatan apa pun yang pernah tersedia di dunia ini sedikit pun tak akan pernah menyamai nikmatnya surga. Seperti itulah rincian-rincian tentang keberadaan surga yang Allah paparkan dalam Al-Quran: makanan terbaik, minuman terbaik, pasangan terbaik, tempat tinggal terbaik; buat selama-lamanya.

Lalu, apakah belum juga kita merasa malu dengan berharap, bahkan begitu percaya diri, bisa masuk surga hanya dengan beberapa koin, uang kumal, tenaga sisa, dan prestasi kerja ala kadarnya.

Sepantasnyalah kita malu dengan teguran Allah dalam firman-Nya di surah Al-Baqarah ayat 214. “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?….”

Mungkin, kita lupa kalau segala keutamaan yang kita berikan dalam jalan Allah, sama sekali tak mempengaruhi kerajaan Allah swt. Allah sudah teramat kaya dibanding nilai apa pun di alam raya ini. Dunia buat Allah tak senilai sayap nyamuk. Justru keutamaan dan nilai unggul yang dikeluarkan, semuanya akan kembali buat hamba-hamba Allah itu sendiri. Langsung, atau tertunda.

Jangan mudah dipermainkan angan-angan

Merasa paling berjasa, paling banyak amal adalah di antara tanda tergiringnya seorang hamba Allah pada jurang kebinasaan. Karena mulai dari sinilah produktivitas kerja dakwahnya mulai berkurang, dan akhirnya mati. Ia merasa cukup menjadi orang-orang yang pernah beramal. Bukan menjadi orang-orang yang senantiasa beramal.

Maha bijaksana Allah dengan pelajaran yang termuat dalam surah Al-Kahfi ayat 103 dan 104. “Katakanlah: ‘Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?’ Yaitu, orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya.”

Setan senantiasa menghembuskan semangat keliru tentang itu. “Anda tergolong aktivis senior. Amal Anda sudah tak lagi bisa terhitung. Begitu banyak. Tak seorang pun bisa menyamai nilai dan jumlah amal Anda. Yakinlah, dengan prestasi itu saja, Anda pasti masuk surga. Cukup. Kini, saatnya Anda istirahat dari pentas dakwah. Saatnya junior mengambil alih beban-beban Anda. Anda teramat mulia untuk mengerjakan program-program teknis…,” begitulah kira-kira hembusan jahat setan yang terus-menerus mengintai peluang. Sejenak hamba Allah lengah, saat itu juga ia masuk. Na’udzubillah min dzalik.

Yakinlah bahwa balasan Allah adalah yang terbaik

Untung rugi memang hal lumrah dalam hitung-hitungan bisnis. Kalau terus untung bisnis bisa berkembang, dan terus rugi bisnis jatuh ambruk. Hitung-hitungan untung rugi selalu berkait dengan urusan materi. Karena itulah ruang lingkup bisnis. Tak akan bisa lepas dengan yang namanya materi.

Itulah, mungkin, kenapa Allah swt. memberikan penjelasan rinci soal pahala. Seperti apakah akumulasi pahala yang diberikan Allah sebagai ganjaran buat hamba-hamba-Nya yang sukses dalam bisnis ini. Nilai tukarnya begitu jelas. Surga tergambar rinci dalam Al-Quran.

Tanpa sadar oleh manusia, sebenarnya ganjaran sudah Allah berikan di dunia ini. Adakah yang lebih mahal di dunia ini daripada pasangan yang saleh dan salehah. Adakah yang lebih berharga di dunia ini daripada anak-anak yang taat pada orangtuanya. Adakah yang lebih berharga di dunia ini dibanding rekan-rekan seperjuangan yang dipersaudarakan oleh Allah. Adakah yang lebih nikmat di dunia ini dibanding ketenangan hidup bersama keimanan. Dunia menjadi miniatur surga.

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 261)

About these ads

Redaktur:

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Pria yang kerap dipanggil "Nuh" ini berlatar pendidikan dari Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Gunadarma. Lahir di Jakarta dan saat ini produktif sebagai seorang penulis Dirosah, Nasihat, dan Ruang Keluarga di Majalah SAKSI. Moto hidupnya adalah "Hidup Mulia, Mati Syahid".
  • Mardiyanto

    Semoga Allah menjaga hati dan jalan hidup kita menuju kridhoaan-NYA

  • irma

    terus berprestasi ! persembahkan amal terbaik untuk ALLAH SWT, karena hidup kita hanya sekali di dunia. setelah itu, MATI,… dan setelah itu kita akan di HIDUPkan kembali untuk menerima balasan atas amal-amal kita waktu di dunia. Ingat, bahwa penyesalan selalu datang di kemudian hari, so agar tidak menjadi orang2 yang "nyesel", maka segera benahi amal & prestasi qta.

  • Ya…Allah, ampuni kami yang sering lalai, tertipu oleh setan dan para pembantunya.
    Ya…Allah, jadikan kami hamba-Mu yang Ikhlas
    Ya…Allah, Jadikan kami orang istiqomah hingga akhir hidaup kami
    Ya…Allah, kabulkan permohonan kami.

    Amiiin….

  • Maulana

    Ya Alloh hamba mohon ampun atas segala dosa, mohon maaf segala kesalahan. Hamba sering menyianyiakan waktu yang Engkau berikan.

  • een marzuki

    yup sepakat…

    awalnya karena pemahaman saya yang lumayan kurang tepat, saya statis dan zuhud dengan prestasi…

    alhamdulillah kini paradigma saya sudah berubah, dzalim diri qita apabila tidak mengoptimalkan potensi qt…

    semangat…sll berkontribusi buat Islam

    islam

  • yui………..
    mga aj qt di brikan istiqomah dn kesabaran untuk menghadapinya
    ayo berjuang karena orang yang menyiakan waktu adalh orang rugi berarti g dapat apa apa apa

  • ya Allah ampunilah segala kesalahanku ya Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari setan setan yang amat terkutuk yang selalu menggoda iman kami ya Allah…

Lihat Juga

Berprestasi Tapi Tak Terisi