Home / Berita / Perginya Sang Penyokong Dakwah Suami

Perginya Sang Penyokong Dakwah Suami

Kastrian Indriawatidakwatuna.com – Usia manusia menjadi rahasia Allah swt. Tak satu pun dari manusia, hatta Nabi dan Rasul yang tahu kapan ajal akan menjemputnya. Meninggalnya Ibu Kastrian Indriawati menjadi bukti akan hal itu. Meskipun dakwatuna.com tidak pernah bertemu dan berkomunikasi dengannya, namun dengan kehadiran suaminya, Dr. Hidayat Nur Wahid sebagai Pembicara pada acara Temu Da’i Se-Jabodetabek Menyambut Tahun Baru Hijriyah 1429, pada hari Rabu 9 Januari 2008 menjadikan kami terasa haru sekali. Begitu cepat kondisi itu menimpa Dr. Dayat beserta keluarganya.

Dibalik itu semua, tentu Allah swt punya keinginan yang terbaik. Selamat jalan Bunda Inna, semoga Allah swt mengumpulkanmu bersama-sama orang-orang yang dirido’i. “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam syurga-Ku. Al Fajr : 27-30

Ummu Ina dikenang orang-orang terdekatnya sebagai sosok perempuan yang sangat sederhana. Sekalipun suaminya menyandang jabatan sebagai ketua salah satu lembaga tinggi di negara ini, Ia tidak pernah tampil untuk menonjolkan diri. Di mata sahabatnya, Netty Prasetyani, Ummi Ina adalah istri yang menentramkan dan ibu yang mengayomi.
”Almarhumah tidak senang rame-rame” tutur Netty salah seorang teman dekatnya. ”Sepi ing pamrih, kalau bahasa jawanya” tukas Netty. Namun demikian bukan berarti kiprah Ummi Ina pun tidak memiliki arti sama sekali. Justru almarhumah memiliki peran yang demikian besar untuk menyokong kiprah da’wah suaminya yang saat ini menjabat sebagai Ketua MPR. Sebagai tamatan Mu’allimat Yogya yang juga mantan aktivis Ikatan Pelajar Muhammadiyah tingkat nasional, manajemen keluarga demikian teratur, aku Hidayat Nurwahid di suatu kesempatan.

Netty juga mengenang Ummi Ina sebagai tetangga lama yang tidak suka popularitas. Bahkan di suatu kesempatan yang mengharuskan almarhumah dengan 4 anak itu tampil di depan kamera televisi untuk membaca statemen istri pejabat publik, Ummi Ina minta bantuan Netty. Namun beberapa hari setelah dirinya tampil itu, Ummi Ina menyatakan keengganannya untuk muncul di depan publik. ”Aku gak mau diorbitkan” demikian tutur perempuan yang sebelum wafat, sempat jatuh sakit usai mengurus keperluan anak-anaknya.

Wafat di Jogja International Hospital, Ummi Ina meninggalkan dua anak yang sedang belajar di pesantren dan dua anak yang sekolah di sekolah umum. Sosok yang dekat dengan anak yatim dan penyantun kaum dhuafa itu akan makamkan di daerah Prambanan, Jawa Tengah. Sekalipun tak banyak dikenal orang, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan istri ikut hadir bertakziyah dan menyolatkan jenazahnya di kediaman keluarganya, Kebondalam Kidul, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

Sesederhana apa pun sosok Kastrian Indriawati, dialah kekuatan moral bagi Hidayat Nurwahid, hingga tampil sebagai negarawan yang dekat dengan masyarakat. ”Saya menjadi saksi untuk itu” kenang Netty pilu.

Semoga kita mampu mengambil ibrah dari perginya seorang istri penopang dakwah suaminya. Dan semoga kita siap dipanggil Allah swt, kapan dan di manapun berada. Amin. (dwtn/ir@)

About these ads

Redaktur:

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (13 votes, average: 7,54 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Ummi Ina
    Untuk Ibu Hj Kastian (istri qiyadahku Ustadz Hidayat Nur Wahid)

    Mata ini berlinang
    Hidung ini terhalang
    Sedih ini meradang

    Aku tidak pernah berjumpa denganmu, ummi
    Tapi aku merasakan bahwa aku anakmu yang kautinggal

    Aku mendengarmu sakit sehari lalu
    Semalam istriku memberi kabar bahwa
    Batang otakmu sudah mati
    Pukul 8 malam dokter akan memutuskan
    Apakah peralatan bantu itu masih berguna
    Tengah malam aku terima kabar engkau telah tiada

    Kami sejenak terdiam
    Dengan pikiran masing-masing
    Padahal kami tidak mengenalmu
    Kecuali ummi adalah istri qiyadah kami
    Yang sederhana tapi tegas dan tepat bicaranya
    Selalu memberi solusi saat mengurai masalah negeri

    Lalu aku mencari kabar yang benar
    Ummi diberitakan sedang koma
    Itu berita pukul 00.25

    Lalu pagi setelah shubuh kubuka lagi
    Ummi sudah tiada tepat pukul 01.00

    Aku terdiam
    Mata berlinang

    Aku punya isteri yang sangat kucinta
    Aku merasakan betapa kehilangannya qiyadahku itu
    Meski berita berkata beliau sangat tabah

    Sudah cukup engkau mendampingi qiyadahku
    Catatan kebaikan sudah penuh engkau torehkan
    Sabar bersuamikan qiyadah saja sudah cukup membukukan kebaikan
    Di tengah badai fitnah
    Apalagi ummi juga daiyah
    Bakti ummi tidak akan sia-sia
    Menghadaplah kepada Kekasih ummi
    Dengan ridho dan diridhoi
    “Masuklah kedalam kumpulan hamba-hambaKu
    Masuklah kedalam syurgaKu”

    Bilik Pengajian Siswazah FKKKSA UTM
    Selasa, 22 Januari 2008

  • Anggraini

    semoga pak hidayat nggak menikah lagi…biar dapat dicontoh oleh ikhwan2 tentang kesetiaan suami terhadap istrinya.

  • Okto

    Innalillahi wa inna lillahi rajiun,

    Kerongkongan terasa ngilu, air mata membuncah,jantung tersa kelu.

    Selamat jalan ummi, walaupun kami tak pernah bersua denganmu, namun aura jihadmu,ketabahanmu,dan kesabaranmu terasa di hati kami.

    Ya robbi, tempatkan pada kemuliaan disisimu. dan berilah ketabahan pada ustad dayat dan keluarga.

  • lala

    Tak ada yang bisa terungkap..

    Hanya air mata yang ampu mwewakili bagaimana perasaan ananda ditinggal oleh ibunda..

    Semoga Allah memberikan ummi tempat di jannah yanmg indah..

    Semoga perginya ummi keharibaan-Nya menmjadikan lahirnya mujahidah-mujahidah baru…

    Selamat jalan ummi..

    Selamat tinggal…

    Jasadmu boleh tiada tapi semangatmu akan selalu membara di hati…

  • slamet, pdk aren

    Ya Allah, ampunilah segala dosa2nya.terimalah amal kebaikannya.Engkau telah mentakdirkannya sbg pendamping orang mulia,maka muliakanlah ia dengan ampunan dan rahmatMU.jadikanlah kuburnya taman2 surga,dan akhirnya kami memohon keridloanMU utk memasukkannya dalam surgaMU.Amiiiin

  • AA

    kehidupan Ust Dayat sangat dikenal sebagai pemimpin yang sangat sederhana, rumahnya biasa saja, kamar ust dayat tidak berAC tidak ada pernik2 tanda2 kemewahan, ada rak buku yang sudah melengkung, cat rumahnya terkesan biasa saja. tidak seperti kader2 lain yg jadi anggota dewan yg OKB seharusnya beliau jadi contoh yg layak jadi pemimpin dan diteladani. Smoga beliau diberi limpahan rahmat dan kemulyaan dari Alloh swt amiiiin

  • Apa yang dek Aggraini harapkan agar Pak dayat gak menikah lagi, sungguh kurang bijaksana, hanya memperturutkan emosi saja. Agama Islam tidak mengharamkan duda menikah lagi bahkan suami untuk menambah istri lagi. Semua ketentuan Allah mesti dipahami dengan kaca mata iman dan keyakinan serta pemahaman yang baik. Insya Allah hidup akan lebih bahagia dunia dan akhirat.

Lihat Juga

Ustadz Ruslan Effendi (kiri) bersama Ustadz RahmatAbdullah (kanan). (IST)

Innalillahi, KH Ruslan Effendi Meninggal Dunia