Home / Narasi Islam / Dakwah / Jihad Jalan Kami (Definisi Jihad, Tujuan, dan Hukumnya)

Jihad Jalan Kami (Definisi Jihad, Tujuan, dan Hukumnya)

dakwatuna.com – Hidup ini adalah perjuangan dan perjuanganlah yang membuat kita hidup. Jihad fi sabilillah merupakan puncak ajaran Islam. Sehingga umat Islam yang melaksanakannya akan mendapatkan kemuliaan dan kejayaan di dunia dan surga Allah di akhirat.

Sebaliknya mereka yang meninggalkan jihad dan tidak terbersit sedikitpun dalam hatinya untuk berjihad akan hina dan menderita di dunia serta mendapatkan siksa Allah di neraka. Jihad adalah satu-satunya jalan bagi umat Islam untuk meraih kejayaan Islam, merdeka dari penjajahan dan meraih kembali tanah yang hilang.

Ketika umat Islam lalai terhadap kewajiban, maka Allah akan menghinakan mereka. Rasulullah saw. bersabda,” Jika kalian telah berdagang dengan ‘Inah (sistem riba’), mengikuti ekor-ekor sapi (sibuk beternak), rela bercocok tanam dan meninggalkan jihad, pasti Allah akan menimpakan kehinaan atas kalian. Allah tidak akan mencabut kehinaan itu hingga kalian kembali ke ajaran agama kalian.” (HR Ahmad, Abu Dawud dan al-Baihaqi).

Imam Syahid Hasan al-Banna berkata: Sesungguhnya umat yang mengetahui bagaimana cara membuat kematian, dan mengetahui bagaimana cara meraih kematian yang mulia, Allah pasti memberikan kepada mereka kehidupan mulia di dunia dan keni’matan yang kekal di akhirat. Wahn (kelemahan) yang menghinakan kita tidak lain karena penyakit cinta dunia dan takut mati. Maka persiapkanlah jiwa kalian untuk amal yang besar, dan semangatlah menjemput kematian niscaya diberi kehidupan. Ketahuilah bahwa kematian adalah kepastian dan tidak datang kecuali satu kali. Jika engkau menjadikannya di jalan Allah, maka hal itu merupakan keuntungan dunia dan ganjaran akhirat.

Definisi Jihad (Pengertian Jihad)

Jihad secara bahasa berarti mengerahkan dan mencurahkan segala kemampuannya baik berupa perkataan maupun perbuatan. Dan secara istilah syari’ah berarti seorang muslim mengerahkan dan mencurahkan segala kemampuannya untuk memperjuangkan dan meneggakan Islam demi mencapai ridha Allah SWT. Oleh karena itu kata-kata jihad selalu diiringi dengan fi sabilillah untuk menunjukkan bahwa jihad yang dilakukan umat Islam harus sesuai dengan ajaran Islam agar mendapat keridhaan Allah SWT.

Imam Syahid Hasan Al-Banna berkata, “Yang saya maksud dengan jihad adalah; suatu kewajiban sampai hari kiamat dan apa yang dikandung dari sabda Rasulullah saw.,” Siapa yang mati, sedangkan ia tidak berjuang atau belum berniat berjuang, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah”.

Adapun urutan yang paling bawah dari jihad adalah ingkar hati, dan yang paling tinggi perang mengangkat senjata di jalan Allah. Di antara itu ada jihad lisan, pena, tangan dan berkata benar di hadapan penguasa tiran.

Dakwah tidak akan hidup kecuali dengan jihad, seberapa tinggi kedudukan dakwah dan cakupannya yang luas, maka jihad merupakan jalan satu-satunya yang mengiringinya. Firman Allah,” Berjihadlah di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad” (QS Al-Hajj 78).

Dengan demikian anda sebagai aktifis dakwah tahu akan hakikat doktrin ‘ Jihad adalah Jalan Kami’

Tujuan Jihad

Jihad fi sabilillah disyari’atkan Allah SWT bertujuan agar syari’at Allah tegak di muka bumi dan dilaksanakan oleh manusia. Sehingga manusia mendapat rahmat dari ajaran Islam dan terbebas dari fitnah. Jihad fi sabilillah bukanlah tindakan balas dendam dan menzhalimi kaum yang lemah, tetapi sebaliknya untuk melindungi kaum yang lemah dan tertindas di muka bumi. Jihad juga bertujuan tidak semata-mata membunuh orang kafir dan melakukan teror terhadap mereka, karena Islam menghormati hak hidup setiap manusia. Tetapi jihad disyariatkan dalam Islam untuk menghentikan kezhaliman dan fitnah yang mengganggu kehidupan manusia. (QS an-Nisaa’ 74-76).

Macam-Macam Jihad

Jihad fi Sabilillah untuk menegakkan ajaran Islam ada beberapa macam, yaitu:

  1. Jihad dengan lisan, yaitu menyampaikan, mengajarkan dan menda’wahkan ajaran Islam kepada manusia serta menjawab tuduhan sesat yang diarahkan pada Islam. Termasuk dalam jihad dengan lisan adalah, tabligh, ta’lim, da’wah, amar ma’ruf nahi mungkar dan aktifitas politik yang bertujuan menegakkan kalimat Allah.
  2. Jihad dengan harta, yaitu menginfakkan harta kekayaan di jalan Allah khususnya bagi perjuangan dan peperangan untuk menegakkan kalimat Allah serta menyiapkan keluarga mujahid yang ditinggal berjihad.
  3. Jihad dengan jiwa, yaitu memerangi orang kafir yang memerangi Islam dan umat Islam. Jihad ini biasa disebut dengan qital (berperang di jalan Allah). Dan ungkapan jihad yang dominan disebutkan dalam al-Qur’an dan Sunnah berarti berperang di jalan Allah.

Keutamaan Jihad dan Mati Syahid

Beberapa ayat Alquran memberikan keutamaan tentang berjihad. Di antaranya, (QS an-Nisaa’ 95-96)(QS as-Shaff 10-13).

Rasulullah SAW bersabda: Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah SAW ditanya: ”Amal apakah yang paling utama?” Rasul SAW menjawab: ”Beriman kepada Allah”, sahabat berkata:”Lalu apa?” Rasul SAW menjawab: “Jihad fi Sabilillah”, lalu apa?”, Rasul SAW menjawab: Haji mabrur”. (Muttafaqun ‘alaihi)

Dari Anas ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Pagi-pagi atau sore-sore keluar berjihad di jalan Allah lebih baik dari dunia seisinya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Dari Anas ra bahwa nabi SAW bersabda: ”Tidak ada satupun orang yang sudah masuk surga ingin kembali ke dunia dan segala sesuatu yang ada di dunia kecuali orang yang mati syahid, ia ingin kembali ke dunia, kemudian terbunuh 10 kali karena melihat keutamaan syuhada.” (Muttafaqun ‘alaihi)

”Bagi orang yang mati syahid disisi Allah mendapat tujuh kebaikan: 1. Diampuni dosanya dari mulai tetesan darah pertama. 2. Mengetahui tempatnya di surga. 3. Dihiasi dengan perhiasan keimanan. 4. Dinikahkan dengan 72 istri dari bidadari. 5. Dijauhkan dari siksa kubur dan dibebaskan dari ketakutan di hari Kiamat. 6. Diletakkan pada kepalanya mahkota kewibawaan dari Yakut yang lebih baik dari dunia seisinya. 7. Berhak memberi syafaat 70 kerabatnya.” (HR at-Tirmidzi)

Hukum Jihad Fi Sabilillah

Hukum Jihad fi sabilillah secara umum adalah Fardhu Kifayah, jika sebagian umat telah melaksanakannya dengan baik dan sempurna maka sebagian yang lain terbebas dari kewajiban tersebut. Allah SWT berfirman:

“Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya” (QS at-Taubah 122).

Jihad berubah menjadi Fardhu ‘Ain jika:

1. Muslim yang telah mukallaf sudah memasuki medan perang, maka baginya fardhu ‘ain berjihad dan tidak boleh lari.

”Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.” (QS al-Anfal 15-16).

2. Musuh sudah datang ke wilayahnya, maka jihad menjadi fardhu ‘ain bagi seluruh penduduk di daerah atau wilayah tersebut .

”Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS at-Taubah 123)

3. Jika pemimpin memerintahkan muslim yang mukallaf untuk berperang, maka baginya merupakan fardhu ‘ain untuk berperang. Rasulullah SAW bersabda:

”Tidak ada hijrah setelah futuh Mekkah, tetapi yang ada adalah jihad dan niat. Dan jika kamu diperintahkan untuk keluar berjihad maka keluarlah (berjihad).” (HR Bukhari)

Kata-Kata Jihad

Khubaib bin Adi ra. berkata ketika disiksa oleh musuhnya, “Aku tidak peduli, asalkan aku terbunuh dalam keadaan Islam. Dimana saja aku dibunuh, aku akan kembali kepada Allah. Kuserahkan kepada Allah kapan saja Ia berkehendak. Setiap potongan tubuhku akan diberkatinya”.

Al-Khansa ra. berpesan kepada 4 anaknya mengantarkan mereka untuk jihad, “Wahai anak-anakku ! Kalian tidak pernah berkhianat pada ayah kalian. Demi Allah, kalian berasal dari satu keturunan. Kalianlah orang yang ada dalam hatiku. Jika kalian menuju ke medan perang, jadilah kalian pahlawan. Berperanglah ! Jangan kembali. Aku membesarkan kalian untuk hari ini”.

Abdullah bin Mubarak berkata pada saudaranya Fudail bin Iyadh yang sedang asyik ibadah di tahan suci,” Wahai ahli ibadah di dua tahan Haram, jika engkau melihat kami, niscaya engkau akan tahu bahwa engkau hanya bermain-main dalam ibadah. Barangsiapa membasahi pipinya dengan air mata. Maka, leher kami basah dengan darah”.

Demikianlah jihad adalah satu-satunya jalan menuju kemuliaan di dunia dan di akhirat. Ampunan Allah, surga Adn, Pertolongan dan Kemenangan. Wallahu a’lam bishawaab. []

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (101 votes, average: 8,22 out of 10)
Loading...Loading...
Iman Santoso, Lc. MEI.
Pengasuh Pesantren Al-Qur’an Hidayatul Islam Jakarta.

Lihat Juga

Mohamed Bukhaiti. (aljazeera)

Diserang Negara-negara Arab, Syiah Hutsi Ancam Perluas Wilayah Perang

  • trio segara

    Kita harus malu apabila tidak terbesit dalam diri kita untuk tidak berjihad dijalan Allah…..

  • fidira

    Ya Allah jadikan kematianku syahid di jalan-Mu.

  • Suhendro

    Hidup adalah ujian,hidup adalah pilihan,hidup adalah perjuangan dan Jihad adalah puncak perjuangan dan jalan satu-satunya menuju keselamatan dan keridhoan Allah SWT.Allahu Akbar…

  • sketsa asa

    hamba rindu syahid di Jalan Mu ya Rabb… berikanlah kepada kami kemuliaan itu

  • fauzan

    ya Rabb,kuatkan Hamba-MU untuk bisa berjihad menumpas kemunkaran dari bumi indonesia ini, Amiiiin…

  • http://[email protected] amey

    yaALLAH….berikanlah kami jalan yang terang untuk bisa berjuang di jalan MU.Amin…

  • just me

    Marilah kita ber-Jihad dengan cara berjuang memerangi kemiskinan dan kebodohan di masyarakat kita sendiri sebelum memerangi yg lain dan tak harus dengan konfrontasi fisik yg hanya membuat rakyat kecil sengsara, sesungguhnya Allah tidak suka orang yg berlebih-lebihan dalam berbuat dan yang melampaui batas.” (Al Baqarah: 190) ,orang2 yg melampaui batas contohnya menurut saya adalah orang2 yg melakukan teror ,intimidasi, perusakan dan pembunuhan atas nama Jihad dan meng-atasnamakan Allah SWT

  • http://publiccenter.blogspot.com yudi

    jihadmerupakan jalan untuk hidup abadi

  • ali

    kibarkan bendera JIHAD utk melawan Kezaliman dan Nafsu abadi menuju kemenangan hakiki…

  • dani

    jihad adalah ke inginanku juga cita2 terdalam ku, tapi, alangkah bodohnya orang yang melakukan teror di indonesia dengan mengatas namakan jihad, menurutku mereka bukan jihad melainkan sekumpulan orang2 bodoh yang mudah di hasut dan di cuci otak nya oleh seorang kafir yg bernama noordin m (monyet) top….

  • feizal

    Mari berjihad, namun tentu harus hati2 agar tidak tersesat. Karena jika tak paham dengan makna jihad, maka bisa terjerumus hal yang justru merugikan islam. Banyak orang yang berniat jihad namun hanya berlandaskan emosi yang memang sengaja ditiupkan. Jihad yang salah jalan tentu tak akan sampai tujuan, bukan surga didapat namun mati sia-sia, bahkan membawa dosa dan justru neraka yang di dapat.

  • http://[email protected] Letterbandz

    Jihad adalah surga ,teroris adalah hina… Jihad atas nama Islam hanya untuk sesama bkn jihad untuk merugikan sesama…karena jika kta membawa 70 dosa kita kpada Allah maka itu ringan .. Ketimbang membawa 1 dosa kepada manusia ..ingat neraka buat yang salah jalan atau salah faham buat menuju jalan yg benar… Semoga kta bukan org2 seperti itu amin

  • sindra

    Hati-hati sekarang justru upaya orang2 kafir untuk meluluhlantakan islam dengan terus memgompori untuk berjihad dengan mengebom dll, yang justru menurunkan derajat islam. Mari kita berjihad untuk melawan ini..

  • David

    To : Sindra , bisa jelaskan siapakah orang2 kafir itu secara jelas dan terperinci – yang dianggap mengompori untuk berjihad dengan bom – agar tidak terjadi adu domba dan fitnah di tengah2 bangsa Indonesia yang damai…. Jangan memadamkan api dengan minyak. Lebih arif dengan kepala dingin dan bijaksana.Karena kita tidak hidup di Palestina atau Israel apalagi hidup di AMERIKA.

  • raka

    wassalam……….?? makna jihad. yang sebenarnya apa sih<<< saya sebagai anak muda yang baru beranjak dewasa,, saya udah pusing dengan keberadaan evenisi jihad itu apa

  • jalmie tunggra

    Asalamu’alaikum, ikut mengomentari sedikit semoga bermanfaat, di forum ini jangan sampai ada salah persepsi dan salah faham apapun itu bentuknya, untuk sdr David kita semua sudah tidak asing dengan kata-kata kafir baik di Kitab Suci Alqur’an atau dari ulama dan ustadz dikala berkhutbah. dan tidak harus didefinisikan dijelaskan di forum ini, saran kami alangkah baiknya sdr cari tahu sendiri di kitab suci Alqur’an. Insyaallah disitulah jawaban yang sebenarnya akan didapatkan. Terimakasih…

  • rifki

    aku bukan muslim yg baik..dan jika siapa saja d antara kalian berjihad semoga seluruh tujuan kalian tercapai…aminn…

  • immawan ntb

    saya meyakini bahwa jihad adalah jalan menuju ridha allah sekaligus kewajiban kita.namun saya memahami bahwa sesungguhnya makna jihad itu amatlah komprehensif.kita tahu tahu secara etimologi,jihad bermakna kesungguhan dan yang senada dengan itu.secara terminologis,jihad bermakna berperang di jalan allah guna membela islam.dan juga makna itu berkembang menjadi segala bentuk upaya yang kita lakukan untuk meninggikan agama allah,sehinga muncullah jihad ta’limi[ jihad dengan mengajarkan ilmu ].

  • wawan darmawan

    Sangat sering kita membaca dan mendengar Jihad membela Islam, Jihad membela Agama Alloh, bahkan jihad membela Alloh. Dan sangat jarang kita berpikir bahwa semua perintah Alloh hakekatnya untuk kebutuhan keselamatan dan kebahagiaan manusia sebagai hamba-Nya. Artinya kita melakukan Jihad pada hakekatnya untuk kebutuhan diri sendiri, dan bukan untuk orang lain, agama atau bahkan Alloh. Ada kekhawatiran, bila perkara ini tidak dijelaskan pula oleh Ustadz maka pemahaman Jihad bisa aga menyimpang..

  • wawan darmawan

    lanjutan, memang benar amal kita di dunia untuk dipersembahkan kepada Alloh,namun perlu dijelaskan bahwa Alloh tidak akan berkurang atau menjadi lebih dengan persembahan jihad kita. Alloh Maha Kuasa, tidak perlu dibela atau diperjuangkan oleh manusia, tolong pa Ustadz jelaskan secara rinci..dengan harapan bahwa amal ibadah kita termasuk Jihad bisa lebih dipahami oleh orang awam seperti saya..Jihad adalah perintah Alloh bagi manusia untuk diamalkan sesuai dgn kemampuan demi memakmurkan dunia….

  • k. fajar sadikin

    Assalamualaikum,
    Dengan menyebut nama Allah yg Maha Pengasih lg Maha Penyayang.
    Allahu Akbar! selama ini sy masih melakukan Jihad terhadap diri sendiri… hehe, tp smoga Fi’sabilillah, amin.

  • k. fajar sadikin

    Assalamualaikum,
    Dengan menyebut nama Allah yg Maha Pengasih lg Maha Penyayang.
    Allahu Akbar! selama ini sy masih melakukan Jihad terhadap diri sendiri… hehe, tp smoga Fi’sabilillah, amin…..

  • servodaeman

    materi yang jelas dan bagus :-)

  • ahmad utsman f

    Bismillah
    Assalamu”laikum wr.wb.
    haya ‘ala jihad
    telah jelas mana yang berpegang teguh pda hkum Alloh maupun yang hanya bermain2 dengn hukum2Nya/. jihad adalah berperang dengn segla bentuk yng diridhoi Alloh SWT.
    bravo

  • faturrohim

    semoga kita bisa istiqomah sampai malaikat maut menghampiri kita,…………………………amin.

  • hamba yg hina

    jihad melawan diri sendiri dlu yg terpnting…beramal tapi gak dengan ilmu sia2…jangn jmpe jihad dengan tjuan biar dianggap sebgai syuhada…

  • Abu Muhannad

    saudaraku semua
    kumohon, bantulah dengan doa-doa kalian, agar aku segera menikah dgn hidayati ramadhan binti mashar tanjung. doa kalian sangat kuharapkan.

  • http://[email protected] Arya setyadi

    JADILAH KAU SEORANG MUSLIM
    SEJATI,
    ATAU MATI SEBAGAI SUYHADA.
    ALLAH HUAKBAR

  • agung

    Be A Good Moeslem or Die as El Shuhada .Begitulah bunyi semboyan mukmin dan mukminat.Daripada hidup durhaka lebih baik mati sebagai seorang shuhada.pada saat ini jihad sudah menjadi pardhu “ain”

  • agung

    Be A Good Moeslem or Die as El Shuhada .Begitulah bunyi semboyan mukmin dan mukminat.Daripada hidup durhaka lebih baik mati sebagai seorang shuhada.pada saat ini jihad sudah menjadi pardhu “ain”ALLAH HUAKBAR ALLAH HUAKBAR ALLAH HUAKBAR

  • Stone_bgt

    Mungkin nikmat banget menjadi seorang syahid atau syuhada, saya sangat menginginkan itu semua, saya sedikit merespon buat yang komen negatif tentang teror imam samudera cs, sebenarnya kita sebagai manusia biasa tidak bisa berkata bahwa jihad mereka salah seutuhnya, saya, kamu, mereka, semuanya tidak bisa mengetahui isi hati dan niat mereka berjihad, hanya Allah yang tau! tapi percaya ga percaya kita bisa melihat jenazah pak imam cs semua tersenyum layaknya seorang syuhada, tapi sekali lagi hanya Allah yang tau! intinya mati itu tergantung amal-amalan saja walaupun gelar sebelum mati kita teroris sekalipun, semua kita serahan kepada Allah, manusia hanya bisa menilai ataupun berpendapat.

  • http://twitter.com/Dwi_Rosnani Dwi Pashter Zulya

    Assalammualaikum:)
    Ustad Jihad fi sabilillah itu arti nya apa y !! :) Terima kasih mohon bantuannya. :)