Memilih Pemimpin

25/7/2007 | 11 Rajab 1428 H | Hits: 4.447
Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim Print

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa memilih seseorang menjadi pemimpin untuk suatu kelompok, yang di kelompok itu ada orang yang lebih diridlo’i Allah dari pada orang tersebut, maka ia telah berkhianat kepada Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman.”

Inilah bunyi lengkap hadits tersebut:

عن ابن عباس ، رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « من استعمل رجلا من عصابة وفي تلك العصابة من هو أرضى لله منه فقد خان الله وخان رسوله وخان المؤمنين » « هذا حديث صحيح الإسناد ولم يخرجاه »

(Kitab Al Mustadrak Lishshahihaini, Imam Al Hakim, Juz 16, halaman 345.)

Kata عصابة bermakna komunitas yang berjumlah antara 10 – 40 orang.

Kata خان الله Idhofah: berkhianat kepada Allah (ancaman keras).

Subhanallah, memilih pemimpin tidaklah perkara sederhana, ia merupakan hajat besar kehidupan manusia.

Memilih pemimpin tidak sekedar perkara cabang dalam agama, namun bagian dari masalah prinsip.

Dalam komunitas kecil saja, memilih pemimpin harus bertanggung jawab, apalagi memilih pemimpin untuk mengurus suatu Bangsa, Propinsi, Kabupaten dst.

Sungguh, penisbatan berkhianat kepada Allah swt, Rasul-Nya dan kaum mukminin, merupakan ancaman keras bagi siapapun yang tidak bertanggung jawab dalam memilih pemimpin.

Saudaraku, agar kita terhindar dari ancaman ini, marilah kita perbanyak informasi, pengetahuan terhadap calon-calon pemimpin yang ada, untuk selanjutnya kita pilih sesuai hati nurani kita.

Kita berlindung kepada Allah swt, agar tidak termasuk dalam katagori ancaman hadits ini. Amin Yaa Rabbal ‘Aalamin. Allahu A’lam.


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (9 orang menilai, rata-rata: 8,11 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 8 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • Fatma mengatakan:

    Memang benar, memilih pemimpin ga mudah. Karena kalo kita salah memilih, dampaknya sangat besar. Apalagi jika pemimpin itu tidak berpihak pada ummah.
    Moga negara kita dipimpin oleh orang yang tepat dan diridhoi Allah.

  • Sudaroji mengatakan:

    Tak ragu lagi, bangsa Indonesia masuk kategori itu.

  • Anton Ferdinand mengatakan:

    ALLAHU AKBAR…..YG TERBUNUH DI GAZA SEMOGA MENDAPAT TEMPAT DI SISI ALLAH…HANCUR LAH ISRAEL…AMERIKA…

  • Lia Amelia mengatakan:

    Allahu Akbar!!!!! Smoga Allah snantiasa menggrakan hati kta dan mmberikan kemudhan bagi kita untuk mmbantu saudra2 kta di Palestine tercinta…. Allahu Akbar!!!

  • daud mengatakan:

    Pemimpin adalah cerminan dari kondisi sebuah masyarakat, saat pemimpinnya adil dapat dipastikan kesejahteraan, kedamaian didlmnya.
    mari polih pemimpin yg tidak mengkhianati Allah dan Rasul-Nya

  • Masrun mengatakan:

    Ikhtiar adalah wajib, termasuk untuk memilih pemimpin: jujur, amanah, mampu selanjutnya tawakal kepada Allah

  • Madi Muhammad mengatakan:

    Milih pemimpin yg menegakan islam adalah wajib. Sedang pilih pemimpin yg sekuler yg pisahkan kehidupan dgn agama adalah haram (Fatwa MUI : Sekularisme ,Pluralisme,dan Liberalisme haram). Pilih no.1,2,3 akan dimintai pertanggung jawaban tidak milih pun akan dimintai pertanggung jawaban Untuk itu siapkan jawaban dihadapan Allah Kenapa kita pilih atau tidak.

  • vbry mengatakan:

    asw. pemimpin adalah ujung tonggak,
    “kataballahu la’aghlibanna ana wa rosuliy, Innallahu qowiyyun aziz”
    Allah telah Menetapkan, Aku dan Rasulku pasti akan menang, Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Perkasa.
    This time to Weak up!!!!!!!
    Allahu Akbar 3x

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »