Mochamad Bugi

Puasa di Bulan Sya’ban

20/8/2007 | 07 Sya'ban 1428 H | Hits: 10.512
Oleh: Mochamad Bugi
Kirim Print

Aisyah r.a. berkata, “Rasulullah melakukan puasa (sunnah) sehingga kami mengatakan, ‘Beliau tidak pernah berbuka.’ Dan, beliau berbuka (tidak berpuasa) sehingga kami mengatakan, ‘Beliau tidak pernah berpuasa.’ Saya tidak melihat Rasulullah menyempurnakan puasa sebulan kecuali Ramadhan. Saya tidak melihat beliau berpuasa (sunnah) lebih banyak daripada puasa di bulan Sya’ban. (Dan dalam satu riwayat: “Nabi tidak pernah melakukan puasa (sunnah) dalam suatu bulan yang lebih banyak daripada bulan Sya’ban. Karena, beliau sering berpuasa dalam bulan Sya’ban sebulan penuh.) Beliau bersabda, ‘Lakukan amalan menurut kemampuanmu, karena Allah tidak pernah merasa bosan terhadap amal kebaikanmu sehingga kami sendiri yang bosan.’ Dan, shalat (sunnah) yang paling dicintai Nabi adalah yang dilakukan secara kontinu, meskipun hanya sedikit. Apabila beliau melakukan suatu shalat (sunnah), maka beliau melakukannya secara kontinu.”

Aisyah r.a. berkata, “Saya biasa mempunyai tanggungan puasa Ramadhan, dan saya tidak dapat mengqadhanya melainkan di bulan Sya’ban.” Yahya berkata, “(Hal itu karena) sibuk dengan urusan Nabi.”


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (30 orang menilai, rata-rata: 9,27 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://www.dakwatuna.com/wap dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
Kirim Print
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • email
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • Slashdot
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • MSN Reporter

Ada 8 komentar untuk naskah ini. Kirim komentar Anda.

  • mukhrojin khozin mengatakan:

    Setelah Sya;ban kita memasuki bulan ramadhan dibulan ramdhan kita diwajibkan berpuasa, maka alangkah baiknya dibulan sya’ban ini kita coba kembali untuk berpuasa sebagai latihan agar besok pada bulan ramadhan kita tidak kaget untuk melakukan puasa. karena sudah latihan dibulan sya’ban.

  • Dadang Ernawan mengatakan:

    saya atasnama pribadi dan keluarga mengucapkan selamat menunaikan ibadah shiyam 1429 H semoga amal ibadah kita diteriama disisi Allah swt, amin dan kami mohon ma’af bila kami sekeluarga telah melakukan kekhilafan

  • abid mengatakan:

    Bido menulis: dalam perkataan pasti ada dusta yg terucapkan…saat bercanda pasti ada lara yg di rasakan…dalam kehidupan pasti ada dosa yg di lakukan…untuk itu izinkanlah kata ma’af terucap..sebagai tanda kita telah mema’afkan…selamat menjalankan ibadah puasa,semoga kita mendapat kemenangan.AMIIN…

  • ulfa mengatakan:

    semoga saja apa yang menjadi niat baik kita semua diridhoi ALLAH SWT, AMIN…

  • Sahroni mengatakan:

    Ya allah berkahilah kami dibulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami dibulan Ramadhan, tiada yang paling indah selain menatap ramadhan dengan persiapan rohani dan jasmani yang cukup. Bravo saudaraku, bumikan ramadhan disetiap gerak dan langkah kita, amiin.

  • Dedy Syofiar mengatakan:

    Alhamdulillah Pak Ustadz, pengetahuan saya bertambaha utk amalan2 khususnya Puasa di Bulan Sya’ban. Subhannallah, sungguh luar biasa Bulan Sya’ban. Semoga kita semua mendapat hidayahNya di Bulan Sya’ban ini, Amin. Wassalam. Dedy Syofiar

  • Rosadi mengatakan:

    Assalamualaikum…saya baca dari buku imam Al Ghozali mengatakan kalau 15 hari di bulan sya`ban (2 minggu sebelum puasa Ramadhan)tidak boleh berpuasa apa itu benar atau salah?

  • Ichsan mengatakan:

    Assalamu’alaikum
    Apa boleh berpuasa terus menerus mulai bulan Rajab dilanjutkan puasa di bulan Syaban trus menyambung di bulan yang penuh berkah bln suci Ramadhan? Lalu istirahat 1 hari pada 1 Syawal terus dilanjutkan lagi puasa 6 hari dibulan Syawal?
    Terimakasih atas pencerahanya sebelumnya

Kirim komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan tag berikut ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Catatan: Redaksi menerima komentar terkait naskah yang ditayangkan, maksimal sebanyak 500 karakter. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim dan tidak menggambarkan pandangan Redaksi. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap spam, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau hal negatif lainnya yang terkait dengan penyakit lidah (afatul lisan). Komentar yang mengandung alamat/URL situs web, pada umumnya dianggap sebagai spam yang akan dihapus oleh sistem secara otomatis. Jaga privasi Anda sendiri dengan tidak mencantumkan alamat email dan nomor telepon Anda di ruang komentar ini.

   sisa karakter

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »