Home / Dasar-Dasar Islam / Hadits / I’tikaf

I’tikaf

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

I’tikaf, secara bahasa, berarti tinggal di suatu tempat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jadi, i’tikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Beri’tikaf bisa dilakukan kapan saja. Namun, Rasulullah saw. sangat menganjurkan di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Inilah waktu yang baik bagi kita untuk bermuhasabah dan taqarub secara penuh kepada Allah swt. guna mengingat kembali tujuan diciptakannya kita sebagai manusia. “Sesungguhnya tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu,” begitu firman Allah di QS. Az-Zariyat (51): 56.

Para ulama sepakat bahwa i’tikaf, khususnya 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, adalah ibadah yang disunnahkan oleh Rasulullah saw. Beliau sendiri melakukanya 10 hari penuh di bulan Ramadhan. Aisyah, Umar bin Khattab, dan Anas bin Malik menegaskan hal itu, “Adalah Rasulullah saw. beri’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Bahkan, pada tahun wafatnya Rasulullah saw. beri’tikaf selama 20 hari. Para sahabat, bahkan istri-istri Rasulullah saw., selalu melaksanakan ibadah ini. Sehingga Imam Ahmad berkata, “Sepengetahuan saya tak seorang ulama pun mengatakan i’tikaf bukan sunnah.”

“I’tikaf disyariatkan dengan tujuan agar hati beri’tikaf dan bersimpuh di hadapan Allah, berkhalwat dengan-Nya, serta memutuskan hubungan sementara dengan sesama makhluk dan berkonsentrasi sepenuhnya kepada Allah,” begitu kata Ibnu Qayyim.

Itulah urgensi i’tikaf. Ruh kita memerlukan waktu berhenti sejenak untuk disucikan. Hati kita butuh waktu khusus untuk bisa berkonsentrasi secara penuh beribadah dan bertaqarub kepada Allah saw. Kita perlu menjauh dari rutinitas kehidupan dunia untuk mendekatkan diri seutuhnya kepada Allah saw., bermunajat dalam doa dan istighfar serta membulatkan iltizam dengan syariat sehingga ketika kembali beraktivitas sehari-hari kita menjadi manusia baru yang lebih bernilai.

I’tikaf yang disyariatkan ada dua macam, yaitu:

1. I’tikaf sunnah, yaitu i’tikaf yang dilakukan secara sukarela semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Alah. Contohnya i’tikaf 10 hari di akhir bulan Ramadhan.

2. I’tikaf wajib, yaitu i’tikaf yang didahului oleh nadzar. Seseorang yang berjanji, “Jika Allah swt. menakdirkan saya mendapat proyek itu, saya akan i’tikaf di masjid 3 hari,” maka i’tikaf-nya menjadi wajib.

Karena itu, berapa lama waktu beri’tikaf, ya tergantung macam i’tikafnya. Jika i’tikaf wajib, ya sebanyak waktu yang diperjanjikan. Sedangkan untuk i’tikaf sunnah, tidak ada batas waktu tertentu. Kapan saja. Bisa malam, bisa siang. Bisa lama, bisa sebentar. Seminimal-minimalnya adalah sekejab. Menurut mazhab Hanafi, sekejab tanpa batas waktu tertentu, sekedar berdiam diri dengan niat. Menurut mazhab Syafi’i, sesaat, sejenak berdiam diri. Dan menurut mazhab Hambali, satu jam saja. Tetapi i’tikaf di bulan Ramadhan yang dicontohkan Rasulullah saw. adalah selama 10 hari penuh di 10 hari terakhir.

Syarat dan Rukun I’tikaf

Ada tiga syarat orang yang beri’tikaf, yaitu muslim, berakal, dan suci dari janabah, haid dan nifas. Artinya, i’tikaf tidak sah jika dilakukan oleh orang kafir, anak yang belum bisa membedakan (mumayiz), orang yang junub, wanita haid dan nifas.

Sedangkan rukunya ada dua, yaitu, pertama, niat yang ikhlas. Sebab, semua amal sangat tergantung pada niatnya. Kedua, berdiam di masjid. Dalilnya QS. Al-Baqarah (2): 187, “Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu sedang kamu beri’tikaf di masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada manusia supaya mereka bertakwa.”

Masjid yang mana? Imam Malik membolehkan i’tikaf di setiap masjid. Sedangkan Imam Hanbali membatasi hanya di masjid yang dipakai untuk shalat berjama’ah atau shalat jum’at. Alasannya, ini agar orang yang beri’tikaf bisa selalu shalat berjama’ah dan tidak perlu meninggalkan tempat i’tikaf menuju ke masjid lain untuk shalat berjama’ah atau shalat jum’at. Pendapat ini diperkuat oleh ulama dari kalangan Syafi’i. Alasannya, Rasulullah saw. beri’tikaf di masjid jami’. Bahkan kalau kita punya rezeki, lebih utama kita melakukannya di Masjid Haram, Masjid Nabawi, atau di Masjid Aqsha.

Rasulullah memulai i’tikaf dengan masuk ke masjid sebelum matahari terbenam memasuki malam ke-21. Ini sesuai dengan sabdanya, “Barangsiapa yang ingin i’tikaf denganku, hendaklah ia i’tikaf pada 10 hari terakhir.”

I’tikaf selesai setelah matahari terbenam di hari terakhir bulan Ramadhan. Tetapi, beberapa kalangan ulama lebih menyukai menunggu hingga dilaksanakannya shalat Ied.

Ketika Anda i’tikaf, ada hal-hal sunnah yang bisa Anda laksanakan. Perbanyaklah ibadah dan taqarub kepada Allah. Misalnya, shalat sunnah, tilawah, bertasbih, tahmid, dan tahlil. Beristighfar yang banyak, bershalawat kepada Rasulullah saw., dan berdoa. Sampai-sampai Imam Malik meninggalkan aktivitas ilmiahnya. Beliau memprioritaskan menunaikan ibadah mahdhah dalam i’tikafnya.

Meski begitu, orang yang beri’tikaf bukan berarti tidak boleh melakukan aktivitas keduniaan. Rasulullah saw. pernah keluar dari tempat i’tikaf karena mengantar istrinya, Shafiyah, ke suatu tempat. Orang yang beri’tikaf juga boleh keluar masjid untuk keperluan yang diperlukan seperti buang hajat, makan, minum, dan semua kegiatan yang tidak mungkin dilakukan di dalam masjid. Tapi setelah selesai urutan itu, segera kembali ke masjid. Orang yang beri’tikaf juga boleh menyisir, bercukur, memotong kuku, membersihkan diri dari kotoran dan bau. Bahkan, membersihkan masjid. Masjid harus dijaga kebersihan dan kesuciannya ketika orang-orang yang beri’tikaf makan, minum, dan tidur di masjid.

I’tikaf dikatakan batal jika orang yang beri’tikaf meninggalkan masjid dengan sengaja tanpa keperluan, meski sebentar. Sebab, ia telah mengabaikan satu rukun, yaitu berdiam di masjid. Atau, orang yang beri’tikaf murtad, hilang akal karena gila atau mabuk. I’tikaf juga batal jika wanita yang beri’tikaf haid atau nifas. I’tikaf juga batal kalau yang melakukannya berjima’ dengan istrinya. Begitu juga kalau ia pergi shalat Jum’at ke masjid lain karena tempatnya beri’tikaf tidak dipakai untuk melaksanakan shalat jum’at.

I’tikaf bagi muslimah

I’tikaf disunnahkan bagi pria, begitu juga wanita. Tapi, bagi wanita ada syarat tambahan selain syarat-syarat secara umum di atas, yaitu, pertama, harus mendapat izin suami atau orang tua. Apabila izin telah dikeluarkan, tidak boleh ditarik lagi.

Kedua, tempat dan pelaksanaan i’tikaf wanita sesuai dengan tujuan syariah. Para ulama berbeda pendapat tentang masjid untuk i’tikaf kaum wanita. Tapi, sebagian menganggap afdhal jika wanita beri’tikaf di masjid tempat shalat di rumahnya. Tapi, jika ia akan mendapat manfaat yang banyak dengan i’tikaf di masjid, ya tidak masalah.

Terakhir, agar i’tikaf kita berhasil memperkokoh keislaman dan ketakwaan kita, tidak ada salahnya jika dalam beri’tikaf kita dibimbing oleh orang-orang yang ahli dan mampu mengarahkan kita dalam membersihkan diri dari dosa dan cela.

Contoh Agenda I’tikaf

Magrib: ifthar dan shalat magrib

Isya: Shalat Isya dan tarawih berjamaah, ceramah tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan kajian akhlak. Tidur hingga jam 02.00. Qiyamullail, muhasabah, dzikir, dan doa. Sahur.

Subuh: shalat Subuh, dzikir dengan bacaan-bacaan yang ma’tsur (al-ma’tsurat), tadarus Al-Qur’an.

Pagi: istirahat, mandi, cuci, dan melaksanakan hajat yang lain.

Dhuha: shalat Dhuha, tadzkiyatun nafs, dan kuliah dhuha.

Zhuhur: shalat Zhuhur, kuliah zhuhur, dan tahsin tilawah.

Ashar: shalat Ashar dan kuliah ashar, dzikir dengan bacaan-bacaa yang ma’tsur (al-ma’tsurat).

Redaktur:

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (70 votes, average: 9,14 out of 10)
Loading...Loading...
Mochamad Bugi
Mochamad Bugi lahir di Jakarta, 15 Mei 1970. Setelah lulus dari SMA Negeri 8 Jakarta, ia pernah mengecap pendidikan di Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Jakarta, di Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Indonesia, dan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Dirosah Islamiyah Al-Hikmah. Sempat belajar bahasa Arab selama musim panas di Universitas Ummul Qura', Mekkah, Arab Saudi.Bapak empat orang anak ini pernah menjadi redaktur Majalah Wanita UMMI sebelum menjadi jabat sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Politik dan Dakwah SAKSI. Ia juga ikut membidani penerbitan Tabloid Depok Post, Pasarmuslim Free Magazine, Buletin Nida'ul Anwar, dan Majalah Profetik. Jauh sebelumnya ketika masih duduk di bangku SMA, ia menjadi redaktur Buletin Al-Ikhwan.Bugi, yang ikut membidani lahirnya grup pecinta alam Gibraltar Outbound Adventure ini, ikut mengkonsep pendirian Majelis Pesantren dan Ma'had Dakwah Indonesia (MAPADI) dan tercatat sebagai salah seorang pengurus. Ia juga Sekretaris Yayasan Rumah Tafsir Al-Husna, yayasan yang dipimpin oleh Ustadz Amir Faishol Fath.

Lihat Juga

PKK serang masjid di Jerman. (Anadolu)

Sebuah Masjid di Jerman Diserang Kelompok Teroris

  • agung

    terima kasih banyak,,

    semoga Allah SWT selalu memberikan rahmat dan barokah kepada orang-orang yang selalu mencari ilmu dalam kebaikan.

    artikel ini sangat membantu dalam melaksanakan taqorub kepada Alloh SWT.

    wasalam

  • http://alhiko.blogspot.com alhiko

    Jazakallah… ini membantu saya memahami ilmu iktikaf. Slama ini saya blm pernah mlakukannya, terutama yg 10 hari akhir Ramadhan. Doakan dapat mulai mencoba ditahun ini. Aminn..

  • arif

    alhamdulillah, kita masih diberi umur oleh Allah SWT, mari sama2 kita ber i'tikaf agar menambah berat amal

    kebaikan kita…amiin.

  • nika

    terimakasih, semoga ramadhan tahun ini jauh lebih baik dari ramadhan sebelumnya, insyaAllah selalu bertambah hingga hari akhir, amin..

  • tyo

    mohon doakan kami agar istiqamah

  • http://dakwatuna.com kurniawan

    Kami keluarga besar SMA N 2 NGANJUK Mengucapkan
    SELAMAT MENUNAUKAN IBADAH PUASA

  • http://dakwatuna.com kurniawan

    TERIMA KASIH
    semoga dibulan romadhon ini kita menjadi manusia yang bertaqwa kepada ALLAH SWT.Amieeeeeen…..

  • shaleha

    mari bersemangat menghidupkan sunnah Rosulullah saw

  • adi

    Gimana caranya I'tikaf bagi Ta'mir Masjid yang tinggal di masjid ? Soalnya kadang kita harus kembali ke kamar…misalkan kita ambil kasur lipat untuk I'tikaf di dalam masjid, juga ambil handuk yang kita taruh di kamar…karena handuk ditata dikamar agar di masjid tidak semwrawut dengan kain-kain.Atau juga untuk recharging Handphone.

  • Sobirin / Ibnu Katma

    Assalaamu 'alaikum wr wb

    Alhamdulillah shalatan wa salaaman 'alaa rasuulillaah

    Ketika ada kawan2 yang iktikaf di mesjid jamik (2 malam pulang hari Kamis), Jum'atnya khatibnya

    menyampaikan keterangan bahwa tidak ada iktikaf di luar Ramadlan.

    Kami mendapat kekuatan pengetahuan dengan artikel ini. Semoga ada ulama yang berkenan lebih

    menjelaskan lagi soal iktikaf ini dengan dalil yang menyeluruh.

    Ya Allah berilah kami tambahan pengetahuan. Amin

    Syukran jaziilan

    Wassalaam,

    Sobirin / Ibnu Katman

  • http://kauni07.wordpress.com thariq

    Assalaamu ‘alaikum wr wb

    Alhamdulillah shalatan wa salaaman ‘alaa rasuulillaah
    ana di tugaskan membuat buletin kebungungan mencari bahan yang menceritakan kisah-kisah sahabat di akhir bulan ramadhan.
    mohon bantuan

  • sukocomulyo

    assalamu'alaikum wr.wb

    dakwatuna, gue mau nanya' nih setiap 10 hari terakhir, saya dan teman-teman jamaah Masjid Al-Furqoon pada puasa tahun yl, beriktikaf dimasjid, tapi mulainya jam 00.00 sampai jam 03.00 , istirahat makan sahur, langsung menunggu sholat subuh. habis itu selesai kita pulang kerumah masing-masing. Yang dibaca pada iktikaf yaitu membaca alqur'an , surat at-taubat, ar-rahman, yasin, waki'ah, dll. kemudian dilanjut istiqosah. apa ini benar apa yang saya lakukan dengan teman-teman jamaah masjid al-furqoon ? mohon penjelasan , agar 10 hari terakhir di bulan suci romadhon tahun ini tambah mantap dalam melaksanakan iktikaf.

    wassalam.

  • Yuan

    assalammualaikum wr.wb…terimah kasih sekali tas informasi i'tikafnya…saya mau bertanya mohon diberikan jawabannya…Saya berniat tahun ini menjalankan i'tikaf..apakah boleh pada saat i'tikaf..waktu disiang harinya saya isi dengan bekerja diluar masjid..karena saya masih bekerja..lalu saat setelah buka puasa saya kembali ke masjid..mohon penjelasannya..wasalammualaikum wr.wb

  • imamasad

    Bismillaahirrohmaanirrohim

    Semoga Allah Jalla Jallaluh memberi kemulyaan kepada hamba-Nya yang mau beramal sholeh dengan cara menyumbang pemikiran makalah keagamaan, amin ya robbal 'alamin

  • http://mayapuspitasari.wordpress.com/ maya

    Assalamu’alaikum
    Syukran atas ilmunya. Apa boleh saya publikasikan di milist dan blog saya? Tentu dengan menuliskan sumbernya.
    Jazakallah

  • latif abdullah

    Jazakallahu Khayran,
    May Allah reward you for the good

  • faeruzy arnandi

    assalamualaikum wr.wb..
    alhamdulillah kita masih di beri umur oleh Allah SWT dalam menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan yang penuh berkah ini..saran saya jangan sia-siakan bulan yang penuh berkah ini untuk hal-hal yang g berguna..isi setiap detik waktu kita untuk berdzikir dan beribadah kepada ALLAH semoga kita semua mendapat ampunan dari ALLAH SWT.amin ya robbal alamin…

  • ida-dj

    assalammualaikum wr.wb…

    Terima kasih ats informasinya, insyaAllah bermanfaat..

  • Riyadihidayat

    saya merasa takjub/kagum kpd penulis karna telah mau berbagi pengetahuan semacam pengertian i’tikaf utk sesama muslim.

  • Zhara

    Terimakasih. Sangat membantu untuk tugas. Dan artikelnya sangat persuatif.

  • amih

    Syukron ust…

  • Hermansyah

    Alhamdulillaah terima kasih sangat bermanfaat seklai terutama bagi yang belum tau tentang itikaf
    sekali lagi terima kasih semoga bermanfaat dan mendapat ridho dari Allah Swt apalagi kalau bisa sangat
    rinci sekali sehingga bagi yang membaca cukup dengan melihat/embaca satu buah artikel sudah bisa
    melaksanakan itikaf yang dimaksud sekali lagi terima kasih

  • Maknun

    terimakasih,mohon info,daftar masjid di DKI yg melaksanakan/menyelenggarakan I’tikaf.wassalam

  • Hedison

    Alhamdulillah…sangat bermanfaat sekali untuk menambah pendalaman ilmu, terumata bagi saya pribadi,

  • RAHMADANI

    Saya sangat bersyukut sekali mendapatkan ilmu baik dunia maupun akhirat, semoga ilmu dna pengalamat yang saya dapatkan berguna bagi diri saya pribadi keluarga dan bangsa.

  • Roswitahrp

    I’tikaf yg kt lakukan dg niat yg ikhlas n keinginan yg kuat, insya Allah akan mbrikan perubahan/peningkatan bg kt dlm tingkat keimanan kt, kcintaan kpd Allah shg bila tlh tiba masa akhirnya kt senantiasa rindu tuk sgr kembalinya masa/waktunya shg tak abar menunggu n brharap bilakah ada panitia yg mggelar i’tikaf di luar bln ramadhan, mis. pd malam libur ? begitulah…..

  • http://www.facebook.com/people/Roswita-Harahap/100001257597517 Roswita Harahap

    I’tikaf mbrkan arti yg mndalam bg yg mlaksnkan dg ikhlas n keinginan yg kuat, shg akan mbrkan perubahan/peningkatan kt thd keimanan n kcintaan kdp Allah n  mbuncahkan kerinduan di hati bila  waktunya berakhir. Ingin rasanya ramadhan segera dtg, agar bisa i’ktikaf kembali……