11:22 - Sabtu, 18 April 2015
Mochamad Bugi

Berapa Jumlah Rakaat Shalat Tarawih?

Rubrik: Fiqih Islam, Hadits | Oleh: Mochamad Bugi - 13/09/07 | 13:17 | 01 Ramadhan 1428 H

Rasulullah saw menganjurkan kepada kita untuk menghidupkan malam Ramadhan dengan memperbanyak sholat. Abu Hurairah r.a. menceritakan bahwa Nabi saw. Sangat mengajurkan qiyam ramadhan dengan tidak mewajibkannya. Kemudian Nabi saw. Bersabda, “Siapa yang mendirikan shalat di malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan, maka ia diampuni dosa-dosanya yang telah lampau.” (muttafaq alaih)

Dan fakta sejarah memberi bukti, sejak zaman Rasulullah saw. hingga kini, umat Islam secara turun temurun mengamalkan anjuran Rasulullah ini. Alhamdulillah. Tapi sayang, dalam pelaksanaannya terdapat perbedaan di beberapa hal yang kadang mengganggu ikatan ukhuwah di kalangan umat. Seharusnya itu tak boleh terjadi jika umat tahu sejarah disyariatkannya shalat tarawih.

Pada awalnya shalat tarawih dilaksanakan Nabi saw. dengan sebagian sahabat secara berjamaah di Masjid Nabawi. Namun setelah berjalan tiga malam, Nabi membiarkan para sahabat melakukan tarawih secara sendiri-sendiri. Hingga dikemudian hari, ketika menjadi Khalifah, Umar bin Khattab menyaksikan adanya fenomena shalat tarawih terpencar-pencar di dalam Masjid Nabawi. Terbersit di benak Umar untuk menyatukannya.Umar memerintahkan Ubay bin Kaab untuk memimpin para sahabat melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah. ‘Aisyah menceritakan kisah ini seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Untuk selengkapnya silahkan lihat Al-Lu’lu War Marjan: 436. berdasarkan riwayat itulah kemudian para ulama sepakat menetapkan bahwa shalat tarawih secara berjamaah adalah sunnah.

Bahkan, para wanita pun dibolehkan ikut berjamaah di masjid, padahal biasanya mereka dianjurkan untuk melaksanakan shalat wajib di rumah masing-masing. Tentu saja ada syarat: harus memperhatikan etika ketika di luar rumah. Yang pasti, jika tidak ke masjid ia tidak berkesempatan atau tidak melaksanakan shalat tarawih berjamaah, maka kepergiannya ke masjid tentu akan memperoleh kebaikan yang banyak.

Jumlah Rakaat

Berapa rakaat shalat tarawih para sahabat yang diimami oleh Ubay bin Kaab? Hadits tentang kisah itu yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari tidak menjelaskan hal ini. Begitu juga hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah. Hanya menyebut Rasulullah saw. shalat tarawih berjamaah bersama para sahabat selama tiga malam. Berapa rakaatnya, tidak dijelaskan. Hanya ditegaskan bahwa tidak ada perbedaan jumlah rakaat shalat malam yang dilakukan Rasulullah di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Jadi, hadits ini konteksnya lebih kepada shalat malam secara umum. Maka tak heran jika para ulama menjadikan hadits ini sebagai dalil untuk shalat malam secara umum. Misalnya, Iman Bukhari memasukkan hadits ini ke dalam Bab Shalat Tahajjud. Iman Malik di Bab Shalat Witir Nabi saw. (Lihat Fathul Bari 4/250 dan Muwattha’ 141).

Inilah yang kemudian memunculkan perbedaan jumlah rakaat. Ada yang menyebut 11, 13, 21, 23, 36, bahkan 39. Ada yang berpegang pada hadits ‘Aisyah dalam Fathul Bari, “Nabi tidak pernah melakuka shalat malam lebih dari 11 rakaat baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan.”

Sebagian berpegang pada riwayat bahwa Umar bin Khattab –seperti yang tertera di Muwattha’ Imam Malik—menyuruh Ubay bin Kaab dan Tamim Ad-Dari untuk melaksanakan shalat tarawih 11 rakaat dengan rakaat-rakaat yang panjang. Namun dalam riwayat Yazid bin Ar-Rumman dikabarkan jumlah rakaat shalat tarawih yang dilaksanakan di zaman Umar adalah 23 rakaat.

Dalam kitab Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq, Imam At-Tirmidzi menyatakan bahwa Umar, Ali, dan sahabat lainnya melaksanakan shalat tarawih 20 rakaat selain witir. Pendapat ini didukung Imam At-Tsauri, Imam Ibnu Mubarak, dan Imam Asy-Syafi’i.

Di Fathul Bari ditulis bahwa di masa Umar bin Abdul Aziz, kaum muslimin shalat tarawih hingga 36 rakaat ditambah witir 3 rakaat. Imam Malik berkata bahwa hal itu telah lama dilaksanakan.

Masih di Fathul Bari, Imam Syafi’i dalam riwayat Az-Za’farani mengatakan bahwa ia sempat menyaksikan umat Islam melaksanakan shalat tarawih di Madinah dengan 39 rakaat dan di Makkah 33 rakaat. Menurut Imam Syafi’i, jumlah rakaat shalat tarawih memang memiliki kelonggaran.

Dari keterangan di atas, jelas akar persoalan shalat tarawih bukan pada jumlah rakaat. Tapi, pada kualitas rakaat yang akan dikerjakan. Ibnu Hajar berkata, “Perbedaan yang terjadi dalam jumlah rakaat tarawih mucul dikarenakan panjang dan pendeknya rakaat yang didirikan. Jika dalam mendirikannya dengan rakaat-rakaat yang panjang, maka berakibat pada sedikitnya jumlah rakaat; dan demikian sebaliknya.”

Imam Syafi’i berkata, “Jika shalatnya panjang dan jumlah rakaatnya sedikit itu baik menurutku. Dan jika shalatnya pendek, jumlah rakaatnya banyak itu juga baik menurutku, sekalipun aku lebih senang pada yang pertama.” Selanjutnya beliau mengatakan bahwa orang yang menjalankan tarawih 8 rakaat dengan 3 witir dia telah mencontoh Rasulullah, sedangkan yang menjalankan tarawih 23 rakaat mereka telah mencontoh Umar, generasi sahabat dan tabi’in. Bahkan, menurut Imam Malik, hal itu telah berjala lebih dari ratusan tahun.

Menurut Imam Ahmad, tidak ada pembatasan yang signifikan dalam jumlah rakaat tarawih, melainkan tergantung panjang dan pendeknya rakaat yang didirikan. Imam Az-Zarqani mengkutip pendapat Ibnu Hibban bahwa tarawih pada mulanya 11 rakaat dengan rakaat yang sangat panjang, kemudian bergeser menjadi 20 rakaat tanpa witir setelah melihat adanya fenomena keberatan umat dalam melaksanakannya. Bahkan kemudian dengan alasan yang sama bergeser menjadi 36 rakaat tanpa witir (lihat Hasyiyah Fiqh Sunnah: 1/195)

Jadi, tidak ada alasan sebenarnya bagi kita untuk memperselisihkan jumlah rakaat. Semua sudah selesai sejak zaman sahabat. Apalagi perpecahan adalah tercela dan persatuan umat wajib dibina. Isu besar dalam pelaksanaan shalat tarawih adalah kualitas shalatnya. Apakah benar-benar kita bisa memanfaatkan shalat tarawih menjadi media yang menghubungkan kita dengan Allah hingga ke derajat ihsan?

Cara Melaksanakan Tarawih

Hadits Bukhari yang diriwayatkan Aisyah menjelaskan cara Rasulullah saw. melaksanakan shalat malam adalah dengan tiga salam. Jadi, dimulai dengan 4 rakaat yang sangat panjang lalu ditambah 4 rakaat yang panjang lagi kemudian disusul 3 rakaat sebagai witir (penutup).

Boleh juga dilakukan dengan dua rakaat dua rakaat dan ditutup satu rakaat. Ini berdasarkan cerita Ibnu Umar bahwa ada sahabat bertanya kepada Rasulullah saw. tentang cara Rasulullah saw. mendirikan shalat malam. Rasulullah saw. menjawab, “Shalat malam didirikan dua rakaat dua rakaat, jika ia khawatir akan tibanya waktu subuh maka hendaknya menutup dengan satu rakaat (muttafaq alaih, lihat Al-Lu’lu War Marjan: 432). Rasulullah saw. sendiri juga melakukan cara ini (lihat Syarh Shahih Muslim 6/46-47 dan Muwattha’: 143-144).

Dari data-data di atas, Ibnu Hajar menyimpulkan bahwa Rasulullah saw. kadang melakukan witir dengan satu rakaat dan kadang tiga rakaat.

Jadi, sangat tidak pantas jika perbedaan jumlah rakaat shalat tarawih menjadi isu yang pemecah persatuan umat. []

Tentang Mochamad Bugi

Mochamad Bugi lahir di Jakarta, 15 Mei 1970. Setelah lulus dari SMA Negeri 8 Jakarta, ia pernah mengecap pendidikan di Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Jakarta, di Jurusan… [Profil Selengkapnya]

Redaktur:

Keyword: , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (151 orang menilai, rata-rata: 9,27 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • Dany

    Alhamdulillah….betul sekali ustadz, mudah2an artikel ini dapat menjadi referensi umat agar tidak terjebak dalam perpecahan, amin

  • http://yahoo.co.id thinker

    bagaimana dengan orang yang sholat tarawih dua -dua, tapi ditutup dengan sholat witir yang tiga rokaat? mohon bisa dijawab.

  • http://www.daddee.info Dedi

    Alhamdulillah… sebuah pencerahan bagi umat yang memiliki pengetahuan agama yang minim (seperti saya?). Sebenernya isu perdebatan jumlah rakaat itu dikarenakan kurangnya ilmu/pengetahuan akan Islam. Ini sama halnya seperti do`a Qunut yang dibaca saat shalat subuh. Menurut sejarah do`a qunut Rasulullah dan para sahabat ternyata berbeda-beda do`a nya. Tetapi pada intinya do`a qunut dibaca sebagai do`a tambahan di waktu perang.

    • muhammad irfan

      gak usah nambahin kalau gak tahu ntar malah jadi perdebatan yang baru. kalo gak tau ending tanya lanya ma ustadz langsung aja.

  • Abdullah Sj.

    Keterangan ini sangat membantu kita yg awam ttg sholat taroweh, jadi tidak perlu lagi adanya suatu perdebatan
    diantara sesama kaum muslimin, yg diakar bawah ini dan ini perlu disebar luaskan, sebagai pemahan luas bagi ummat islam
    . Dg pemahaman agama Islam yg benar Insyaalloh Tidak lagi mudah untuk diadu domba orang alen. sekali lagi trimakasih

  • http://BOGIEaziza.com bogie.setyawan

    Alhamdulillah, ada solusi dari dua perbedaan yang sepertinya sulit dilakukan, tapi kita beragama adalah

    dengan keyakinan, bukan dengan keragu-raguan, jika semua dianggap benar, berarti kita tidak mempunyai prinsib, siapa yang berani menyalahkan perbuatan sahabat, tabi1in dari zaman yang begitu dekat dengan nabi malah di anggap salah,

  • Dany Agyng

    assalamualaikum terima kasih mudah-mudah an banyak pengunjung di sini jadi banyak kaum muslimin untuk mengetahui apa sebenarnya dibalik perbedaan melaksanakan shalat tarawih lebih dari 11 rekaaat.terimaksaih ustads.

  • Dany Agung

    ALHAMDULLILAH -ALHAMDULLILAH terima kasih ustads mudah-mudah an artikel ini dapat memberikan pembelajaran sejarah yang sebenarnya dalam melaksanakan shalat Tarawih lebih dari 11 rekaat dan mudah mudah an banyak manfaat nya untuk kaum muslimim agar tidak terjadi perselisihan paham antar umat muslim di indonesia ini.tank ustads

  • Muhammad Hanif Asadu

    Syukron katsir ya ustadz… semoga artikel ini membantu merekatkan umat yang mengklaim dirinya Muhammadiyyah, NU, PERSIS, Salafy de-es-be… menjadi "AYO SHOLAT BERJAMAAH, ANDA SAJA YANG MENGIMAMI, ANDA MEMPUNYAI HAPALAN LEBIH BANYAK DAN BACAAN LEBIH FASIH, karena kita sama-sama MUSLIM"

    untuk yang sudah membaca artikel ini, saya mengajak mari kita save, print, foto copy dan tempelkan di mading masjid atau menjadi bahan diskusi di warung kopi, majelis taklim. mari mulai dari yang bisa kita lakukan sejauh jangkauan tangan masing-masning untuk menyatukan ummat! yakinlah Allah menyaksikan usaha kita

    Wass

  • Lindam Siwi R

    Assalaamu'alaikum wr.wb.

    Ustad, mohon agar hadis Bukhori yang dari Aisyah (yangmenyatakan Rasulullah melakukan solah malam tidak lebih dari sebelasrekaat, dibulan ramadhan, tidak dilainnya, Nabi melakukan 4 rekaat jangan ditanya betapa bagus dan lamanya, kemudian 4 rekaat jangan ditanya betapabagus dan lamanya, kemudian tiga rekaat dst) dikutip lengkap, sebab kata ustad ketika kami ngaji inilah dalil satu satunya tentang solah tarawih, sedang hadis yang dari Umar r.a. yang menyatakan solat malam adalah dua rekat-dua rekaat adalah dalil solat malam di luar romadhan. Dengan kata lain dalil solat malam di bulan ramadhan atau tarawih adalah hanya satu yaitu yang dari Aisyah ra. ( empat, empat tiga). Mohon penjelasan. terima kasih.

  • didik

    Assalaamu'alaikum wr wb.

    Ustadz, bolehkah kita melakukan sholat malam lagi ( maksudnya sholat tahajud) setelah kita melakukan sholat tarawihwalaupun belum sholat witir ? sebab pernah ada ustadz yang mengatakan bahwa sholat tahajud sama dengan sholat tarawih di bulan romadhon dan berdasarkan hadits dari Aisyah RA bahwa jumlah rokaat sholat malam yang dilakukan Rosululloh SAW sama baik dibulan romadhon maupun diluar bulan romadhon. Jazakallah khoiron katsiro !

  • alif budiono

    alhamdullah, kebingungan dan kegalauan saya terjawab sudah.
    terikasih atas artikelnya.semoga ALLAH SWT memberikan hidayahnya untuk kita semua.amin…

  • ABD WAHID MUSYADAD

    Benar apa yang panjenengan sampaikan & saya setuju kepada ummat kita sampaikan semuanya. tinggal kita memilih mana yang cocok menurut keyakinan masing2. toh semuanya tidak ada yang salah. yang salah adalah mereka yang tidak memanfaatkan momentum romadhon alias agak teraweh. sukron yaa ustadz

  • trio segara

    Dari data-data di atas, Ibnu Hajar menyimpulkan bahwa Rasulullah saw. kadang melakukan witir dengan satu rakaat dan kadang tiga rakaat.

    Jadi, sangat tidak pantas jika perbedaan jumlah rakaat shalat tarawih menjadi isu yang pemecah persatuan umat. []

  • Tizna

    Subhanallah,,,, Penjelasan yang sangat bagus dan berkualitas, sebuah solusi mengatasi perbedaan yang selama ini menjadi bahan perpecahan umat Islam dan pertanyaan banyak orang. Namun, yang terpenting disini adalah niat dan keikhlasan untuk menjalankannya, agar Allah pun meridhoinya. Aminnnnn…………..

  • erdin

    Alhamdulillah, sesungguhnya kalo kita sebagai umatnya Nabi Muhammad SAW sepatutnya kita mengikuti ajarannya. Setelah mengutip bacaan di atas alangkah baiknya kita mengikuti cara Rosull melakukan shalat tarawih dengan 11 raka'at. Karena setelah kita meninggal dunia nanti kita juga dipertanyakan mengenai shalat tarawih, melakukan dengan cara dari kaum Nabi Muhammad SAW atau yang lainnya karena kita sesungguhnya umatnya Nabi Muhammad SAW. Apakah mungkin kalo kita melakukan shalat tarawih dengan cara yang lain kita jadi disalahkan di akhirat nanti, karena kita melakukan shalat tarawih dengan cara kaum yang lain.

  • UDIEN

    ASLMKM, Matur nuwun penjelasannya,

  • Faozan

    As wr wb. Jazaakallaahu khairan kasttiran. Setelah membaca papran Ust, kalau boleh saya menyiimpulkan – dan mohon dikoreksi sbb:

    1. Tidak ada hadist atau atsar yang secara tegas dan lugas menyatakan jumlah bilanagan shalat tarawih – oleh karena itu ada perbedaan dalam pelaksanaannya dan itu tidak menjadi masalah.

    2. Tidak ada hadist atau astar yang secara tegas menyatakan bahwa shalat tarawih 11 rakat lebih baik dari yang lainnya atau sebaliknya.

    3. Bahwa dalam hadist berikut : “Shalat malam didirikan dua rakaat dua rakaat, jika ia khawatir akan tibanya waktu subuh maka hendaknya menutup dengan satu rakaat (muttafaq alaih, lihat Al-Lu’lu War Marjan: 432). Rasulullah saw. sendiri juga melakukan cara ini (lihat Syarh Shahih Muslim 6/46-47 dan Muwattha’: 143-144). – menggunakan kata "shalat malam" dan bukan shalat tarawih. – "Apakah yang dimaksud shalat malam disini adalah shalat tarwaih? Bolehkan kita menyebut shalat tarawih sebagai shalat malam?. Barakallaahu 'alaikum.

  • Bima_shafa

    Ass.Wr.Wb, Alhamdilillah, info ini memang sejak lama saya cari-cari, namun baru ketemu.
    Yang menjadi pertanyaan saya, mana yang lebih utama Sholat tarawih di Masjid/Mushollah dengan riuh dan ributnya anak-anak atau di rumah sehingga bisa khusyuk bacaannya?
    Rukun sholat taraweh yang sebenarnya itu bagaimana? Terima kasih. Wassalam.

  • hury

    terima kasih ustaz ,bagi saya yang penting ikut shalat tarawih.jangan cuma pandai menyanggah saja tapi tidak pernah melakukan

  • bagonk beji

    alhamdulillah ustadz, ini adalah jawaban yg bijak. tapi ustadz,hal ini wajib disampaikan kepada para kyai pinggiran yang fanatik terhadap aliranya dan punya jamaah yang fanatik pula. para kyai itu tua tapi tidak bijak dan sering picik. hal ini saya ungkapkan bukan untuk memperlebar jarak antar muslim tapi untuk memperbaiki ukhuwah….. amin

  • panji

    terimakasih atas artikelnya
    dan saya mau bertanya bagai mana kalau sholat trawih dilakukan sendiri dan apa hukumnya

  • mochammad syahrul

    ass.
    saya setuju dengan pendapat ustadz, sebab saya sendiri muak, bosan dengan segala perselisihan, pertentangan yang terjadi diantara umat islam. kenapa kita tidak bersatu menjadi umat islam seutuhnya. menurut saya juga dalam shalat itu yang penting kualitas dari shalat itu bukan dari jumlah rakaatnya. semoga kita selalu diberi petunjuk ALLAh. wass.

  • http://dakwatuna.com rio tampaty

    saudaraq seiman & seagama mari kita eratkan hubungan tali silaturahmi antara kita umat muslim …….. sebentar lagi kita akan menghadapi hari kemenagan mari kita saling memaafkan ….. wlwpun hati tak berjabat tangan, wlwpun raga tak berpelukan tapi hati saling memaafkan ……. taqoblallah waminna wamin kum kullu amin wa antum bi khoir……..

  • @rya

    Subhannallah yang telah menciptakan akal dan pikiran sehingga manusia tidak terlalu melenceng dari jalur yang ditentulan Allah dalam Al-Qur'an, terima kasih ustad atas ilmu dan pengetahuannya semoga allah selalu melindungi ustad, amin

  • UDIN BATANG

    Saya setuju dengan penjelasan soal tarawih kang habib & mungkin lebih baik lagi apabila ditambah dengan qo'idah usul fiqhnya biar lebih mantap juga lebih membukakan hati bagi orang agar tidak berpikiran sempit dan taqlid buta.

  • http://maztegh.blogspot.com/ maztegh

    Mau nanya nih ustadz…
    Lalu bagaimana dengan orang-orang jaman sekarang yg tidak mengikuti jumlah rakaat tsb? Misalnya Ikut Jamaah sholat tarawih baik yg 11 atopun 23 rokaat tapi kemudian keluar/pulang setelah rakaat ke-8.

    Inikan malah gak ada contohnya dari para sahabat. Menurut saya (yg awam) kalo memang niatnya ikut Sholat Jama'ah, seharusnya dari awal sampai akhir patuh ikuti imam, termasuk sholat witirnya.

    Gimana pendapat Ustadz? Jazakumullah khoir.

  • Kian Anggara

    alhamdulillah, ada keterangan yang sangat jelas diuraikan oleh ustad,
    smoga umat muslim bisa ngerti sejarah ini dan tidak memperbesarkan perbedaan namun mencari inti dr kesamaan dan tentunya yg paling utama dalam ibadah adalah hanya mengharap ridho dar Alloh SWT

    –==–

  • SUNARYO

    mau tanya tadz !!!!!
    jam/waktunya solat tarawih
    saya ngak pernah dapetin hadistnya tentang waktunya,setelah isya ya betul cuima sebaik-baiknya solat diawal waktu kecuali solat isya biasa nabi kerjakan di achir waktu yang ada cuma disebutkan solatullail fi ramadhan
    witirnya hampir mendekati subuh.
    kesimpulan saya waktunya yaitu tengah malam betul ngak yaaaa….

  • elamir

    asss…ust,skalian di tulis arabnya ktika menyebutkan ayat qur’an atau hadits

  • Warya Asmin

    Ass wr wb Alhamdulilah dengan penjelasan ustadz masalah pelaksanaan shalat tarawih yang sering terja fenomena dimasyarakat kadang menjadi permasalahan yang sangat pelik dan sering terjadi perdebatan berkepanjangan dan dan tak berujuangan penyelesaian dengaan keterangan ini bisa menjadi jalan kelur yang baik

  • reza

    Saya baru puas dengan tulisan ini. Karena semua tulisan rata-rata hanya mementingkan golongan. sangat setuju, yang penting kualitas sholat itu yg baik. Khustuk, Tumakninah, Ikhlas, Tahu syarat rukunnya, dls. Terimakasih

  • akubu

    Knp sholat tarawih yg empat rokaat di Indonesia dilakukan hanya dgn satu tasyahud akhir tanpa tasyahud awal? apa dalilnya? knp tidak dikembalikan ke hukum asal sholat empat rokaat spt sholat wajib…..knp malah di qiaskan dgn dalil sholat witir yg tdk boleh menyerupai sholat maghrib…tks

  • Ari

    Allohu Akbar… Kita harus bersama2 mensosialisasikn ini, apalagi untk para generasi muda yg akan meneruskn perjuangn kita, agar tdk terjadi saling menyalahkn.

  • http://Gmail.com Nor

    Sejuk sekali hati saya membacanya,tidak menyalahkan yg lain tetapi menyatakan dasar dari masing2 pendapat

  • jalaluddin

    Alhamdulillah…. tentunya hal tersebut harus disosialisasikan kepada ummat islam yang terkadang memahami suatu dasar hukum secara taklid buta, bahkan saling menyalahkan. Bravo ustad mari kita persatukan ummat supaya islam lebih maju.

  • El faruq

    Persatuan umat wajib sementara sholat taraweh & witir statusnya sunnah, oleh sebab itu persatuan umat tdk blh terpecah hanya krn perbedaan kaifiah sholat taraweh & witir, mengingat pd sebuah kaida” la yutrokul wajib illa li wajibin” akan tetapi alangkah baiknya jk kita mau melihat teks dr pd sholat sebanyak 11 rakaat yg diriwayatkan ‘Aisyah yg di awali (la yazidu fi ramadhan wala fi ghoirih) hal itu menunjukkan bahwa sholat itu adalah kaifiah witir dg 443 bukan tarawih + witir. wallohu…

  • bangnoor

    Betul, yang tidak baik adalah orang yang tidak mengerjakan sholat tarawih dan tidak memanfaatkan bulan romadhon dengan sebaik-baiknya. Mudah2an kita termasuk orang yang memanfaatkan bulan Romadhon dengan sebaik2nya. Amiin.

  • kijoko

    saya adlah orang yang selalu yakin akan sifat allah yang maha pemurah..
    jadi ketika para umat islam yang katanya semua saudara selalu berbantah bantahan dan mengaku paling benar, saya yakin Allah yang duduk di kursi Arsy hanya tersenyum dan mengatakan “Sesungguhnya Aku tidak menyenangi umatku yang berlebihan” dan mengaku benar, sedangkan kebenaran itu sendiri adalah milikKu ‘. maka dari itu berhati hatilah wahai saudaraku, jangan terjebak dalam perbedaan itu…

  • Riyadi slamet

    Ass wr wb,
    Alhamdulillah saya menemukan tulisan ini lewat google search, karena saya melaksanakan sholat taraweh 11 Rakaat dg witir rekan2 banyak yg mengomentari macam2, sekarang saya sudah mengerti asal usul nya perbedaan tsb, tapi buat saya pribadi semua nya juga baik, yg kurang baik tidak sholat Taraweh,
    terima kasih
    wss wr wb,
    riyadi slamet

  • muhammad irfan

    Assalamu ‘alaikum Wr Wb
    saya sangat setuju dengan isi artikel ini, sangat membantu dan tidak berbau privokatif, bukan saatnya kita memperdebatkan jumlah rokaat sholat tarawih, akan tetapi yang terpenting marilah kiat hidupkan malam-malam ramadhan dengan dengan memperbayak ibadah, bukan berdebat hal-hal yang saya rasa sudah jelas, yang jelek tu yang gak solat tarawih. semoga Allah selalu memberikan rahmatnya pada kiata semua Amin.

    wassalammualaikum Wr Wb.

  • Prasetyo

    Umat islam hendaklah dapat melihat untuk melangkah kedepannya, bukan mempermasalahkan hal-hal yg bukan prinsip, asal ada dalil dan sumber yg pasti maka bertasyamulah. Masih banyak persoalan umat ini yg harus bersama kita tuntaskan dengan nilai-nilai ukhuwah.
    Wassalam.

  • Mukti Ali

    jadi sekarang kembalikan saja pada hati kita mana jumlah rakaat yang kita yakini dan jalankanlah dengan khusu dan sungguh2,dan jangan memfonis bahwa yang berbeda dengan hati kita itu salah..agar ukhuah kta dapat berjalan baik..wasss

  • maman sudrajat

    Ass.Wr.Wbrkth.
    Tanya : Kiyamullail dgn formasi 4 rakaat satu salam + 4 rakaat satu salam + witir 3 rakkat, apakah dalam 4 rakaat itu 1 tasahud atau 2 tasahud? terima kasih. wassalam.

  • Zulkarnain El-Madury

    Perlu diralat itu Ustad, tentang dari Aisyah, bukan TIGA SALAM, dia hanya mengatakan empat empat tiga, sebab penafsirannya lain. Jadi tidak ada hadist Aisyah yang mengatakan tiga shalam.

  • dani kemal

    hendak nya artikel ini sama 2 di publikasikan di umum dalam kegiatan kultum misalkan , jadi perdebatan tentang shalat taraweh tidak terulang kembali tugas umat islam sekarang tinggal mengikuti dan melaksanakan

  • Ryndra ztreetpunk

    sholat teraweh apakah biza dilakzanakan zetiap malam biarpun bukan bulan puaza. . . ? ?

    • Subandi, S.Sos.I, M.Pd

      Assalamu’alaikum, Saudaraku sholat taraweh itu adanya khusus di bulan ramadhan, di bulan lain namanya sholat malam atau tahajud, trim’s wassalam

  • Alan hamdani

    hatur nuhun atas info nya….

  • hamba alloh

    assaallamu’alaikum Wr.Wb.
    Pa ustad di tempat kami sempet terjadi perselisihan mengenai Sholat Tarawarih yang 11 rakaat (4 rakaat,4 rakaat dan 3 rakaat witir)
    perselisihannya adalah satu pihak 4 rakaat satu tahiyat dan satu salam dan pihak lain dua tahiyat satu rakaat.

    jadi yang bener yang mana pa.

    terima kasih sebelumnya atas penjelasannya pa ustad

    wassalam

    hamba alloh

  • Karjono – Wonosobo

    11 Roka’at atau 23 Roka’at yang penting hatinya, Alloh Maha Tahu

  • Apep moch Drs

    Syukron ustadz. . jjur sja dlu kpnasarn sya tntg pemahmulan hdits sti aisyh itu. Tryt jls bgd d fathul bari

  • ae-dhit

    berapakah minimal rakaat shalat tarawih yang di kerjakan setiap malam ramadhan???

  • Tetamu

    Punca pemecah umat Islam adalah Umat Islam sendiri tidak lagi belajar dan memahami Al-Quran dan merujuk Hadis Nabi. Umat Islam lebih pantas menghantar anak-anak mereka ke sekolah2 moden untuk belajar duniawi. Bagi mereka yg belajar Agama pula ilmunya tidak boleh di persoalkan dan tidak boleh dibahaskan dan tidak boleh menerima pendapat orang lain. Umat Islam bermahzab 4 dan tidak lagi merujuk terus kepada Nabi Muhammad SAW.

  • Ahmad Hanafi

    syukron ya ustadz,,

Iklan negatif? Laporkan!
69 queries in 1,262 seconds.