Home / Narasi Islam / Hidayah / Bahagia Dengan Poligami

Bahagia Dengan Poligami

”Penyebab timbulnya image negatif terhadap praktek poligami yang dibolehkan dalam Islam sebenarnya adalah kaum Muslimin yang tidak komitmen dengan petunjuk agama dalam menjalankan tanggung jawab. Penolakan para muslimah di seperempat bagian masyarakat Muslim lebih disebabkan karena kaum laki-laki Muslim sendiri jatuh dan tidak bisa memenuhi fungsi keagamaan dan kehilangan karakter kelaki-lakian dan patriarkinya.”

Inilah kritikan seorang Muslimah dari keluarga Yahudi Amerika yang dengan ridha menjalani praktek poligami, menjadi istri kedua dari seorang muslim yang shalih dan taat kepada tanggung jawab agamanya.

“Islam menjawab dan menjelaskan segala-galanya. Dalam Islam kutemukan kebenaran, kebaikan dan keindahan yang bukan saja membawa dan memandu seseorang menjalani kehidupan di dunia ini tetapi juga kehidupan selepas kematian nanti.” tegas Maryam dalam pernyataannya di The Islamic Bulletin, San Francisco, California, Amerika Serikat.

Menurut Maryam, persepsi pertamanya ketika membaca Al-Qur’an, Islam adalah satu-satunya agama kebenaran, kejujuran, keikhlasan dan tidak membenarkan kompromi murahan atau hipokrasi.

Setelah Maryam Jameelah memeluk Islam, secara otomatis mengalami suatu transformasi total yang dia istilahkan dengan transformation from a kafir mind into a muslim mind (transformasi dari pikiran kafir ke pikiran muslim). Maryam melihat bahwa perubahan pola pikir yang mempengaruhi perilaku, tutur kata seseorang dalam kehidupan sehari-hari mesti terjadi apabila seseorang memasuki ruang keislaman. Ada perbedaan yang mendasar antara pemikiran yang keluar dari kepala seorang muslim dan yang keluar dari kepala seorang kafir.

Keyakinan yang paling esensial dalam Islam, menurut Maryam adalah konsep man as the slave of God (manusia sebagai hamba Tuhan). Konsep ini sejalan dengan makna terminologi Islam itu sendiri, yakni submission to the will of Allah (penyerahan diri kepada kehendak Allah) dan siapa saja yang memilih melakukan itu bisa dikatakan muslim. Menerima ini, bagi Maryam, konsekuensinya sangat luas dan mendalam. Manusia dengan demikian tidak memiliki hak untuk membuat aturan hukum sendiri, mempolarisasikan antara kekuasaan Tuhan dan kekuasaan manusia. Segala sesuatu harus tunduk kepada kehendak Tuhan yang telah diartikulasikan dalam wahyu lewat para nabi dan rasul.

Maryam Jameelah, seorang intelektual, penulis di bidang agama, filsafat, sejarah dan peradaban. Ia meyakini teks-teks Al-Qur’an dengan keimanan yang dalam. Pemikiran Barat pun mendapat pukulan balik darinya.

Lahir di New York, Amerika Serikat, 3 Mei 1934. Sebelum masuk Islam, ia bernama Margaret Marcus. Dia seorang pemikir dari keluarga Yahudi yang dibesarkan dalam masyarakat multinasional, New York City.

“Seandainya ada pertanyaan kepadaku bagaimana mengetahui perihal Islam? Aku hanya mampu menjawab, pengalaman pribadikulah yang mengantarkan pada keyakinanku. Keteguhanku akan aqidah Islam datang secara perlahan dan tenang namun penuh keyakinan.”

Lewat bacaannya terhadap literatur sejarah bangsa Arab, dia menemukan bahwa Islam besar dan agung bukan karena bangsa Arab, tapi justru orang Arab menjadi beradab karena Islam. Pemikiran Maryam dipengaruhi oleh Abul A’la Al-Maududi. Beliau telah membimbing Maryam memahami Islam lewat korespondensi sejak Desember 1960 sebelum dia masuk Islam hingga Mei 1962 dan akhirnya hijrah ke Pakistan.

Maryam Jameelah tidak pernah kendur menghadapi para penghujat Islam. Sikap kritisnya terhadap paham sekularisme dan materialisme dari dulu hingga kini demikian gigihnya. Itu ditunjukkan dengan usaha yang tidak mengenal penat dan lelah terhadap cita-cita luhur dan agung ini. Tokoh mujahidah ini mengangkat Islam sebagai satu jawaban paling tepat dan merupakan satu-satunya kebenaran yang dapat memberi petunjuk, tujuan serta nilai pada persoalan hidup dan mati.

Sampai hari ini tudingan miring itu masih nyaring terdengar, ungkapan bahwa Rasulullah saw. dan para sahabatnya yang hampir semuanya memiliki lebih dari satu istri dianggap kriminal dalam perundang-undangan modern. Hukum Islam yang membenarkan menerima perceraian juga dikecam dengan keras, seperti halnya poligami. Izin yang diberikan syariat kepada laki-laki untuk menceraikan istrinya secara diam-diam ditetapkan sebagai bukti inferioritas status perempuan dalam hukum Islam.

Hijab atau pemisahan yang ketat antara dua jenis kelamin mendapatkan hantaman yang tidak kurang beratnya dari para modernis kita yang terdidik yang menuntut penghapusan hijab. Dalam peradaban modern, seorang perempuan hanya dihargai sebatas kemampuan mereka berhasil menjalankan fungsi laki-laki, dan pada saat yang sama memperlihatkan kecantikan dan keanggunannya secara maksimal kepada publik. Walhasil, peran kedua jenis dalam masyarakat modern sangat membingungkan. Ajaran Islam tidak bisa mentolerir nilai budaya yang menyeleweng seperti itu. Dalam Islam, peran wanita bukan sebagai ballot-box, melainkan pemelihara rumah dan keluarga. Hal ini dipaparkan Maryam Jameelah dalam bukunya, Islam and the Muslim Woman Today.

Mirisnya lagi desain penghujatan Islam ini berimbas juga di kalangan para muslimah. Padahal jauh sebelum Maryam Jameelah memeluk Islam, dia sudah membahas dan melakukan pembelaan akan kebenaran Islam dan syariatnya. Hal ini diungkapkan Maryam dalam korespondensinya kepada Abul A’la Al-Maududi.

”Ambillah contoh masalah poligami. Orang-orang Islam seperti Dr. Hoballah, pemimpin Islamic Centre di Washington, mengatakan kepada saya bahwa Islam hanya memperkenankan poligami dalam sedikit peristiwa-peristiwa pengecualian tertentu. Golongan modernis malahan telah lebih jauh menafsirkan ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa “kamu tidak akan bisa berbuat adil terhadap lebih dari satu istri, betapapun kamu menginginkannya”, sebagai larangan mutlak terhadap poligami. Berikut ini, pandangan apologetik serupa dikutip dari tafsir Muhammad Ali Lahori dalam terjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa Inggris (hal. 187-188).

“Surat An-Nisa ayat 3 membolehkan poligami hanya dalam keadaan tertentu. Dengan demikian, akan jelaslah bahwa izin untuk mempunyai istri lebih dari satu itu diberikan untuk keadaan khas umat Islam yang ada pada saat itu. Dapat ditambahkan di sini bahwa poligami dalam Islam, teori maupun praktek, adalah suatu perkecualian, bukan aturan.”

”Dalih yang paling kuat untuk menentang cara berpikir yang sesat seperti itu adalah kenyataan bahwa tak ada satu pun ulama tafsir Al-Qur’an yang dikenal nama baiknya sepanjang sejarah Islam pernah menafsirkan ayat tersebut seperti demikian, hingga dunia Islam jatuh ke dalam kekuasaan imperialis Eropa. Aku tidak bisa menemukan pernyataan dalam kepustakaan Al-Qur’an maupun Hadits yang mengatakan bahwa poligami dikutuk sebagai suatu kejahatan, tidak pula suatu masalah pernah timbul mengenai perlunya untuk membatasinya hanya bagi keadaan-keadaan pengecualian tertentu. Persisnya bunyi ayat yang menjadi pembicaraan adalah ”Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil terhadap istri-istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian. Karena itu, janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu berbuat kebaikan dan memelihara diri dari kejahatan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An-Nisa:129)”

”Dengan kata lain, karena tidak ada dua manusia yang sama, maka tentunya seorang suami tidak mungkin dapat memperlakukan istri-istrinya dengan rasa cinta-kasih yang sama. Tetapi ayat ini tidaklah melarang untuk melakukan poligami hanya karena ia tidak dapat mencintai mereka dengan kadar yang sama. Tidak! Al-Qur’an hanyalah memerintahkan untuk berlaku baik serta mempergauli mereka dengan seadil-adilnya…” demikian pembelaannya tentang poligami.

Prinsip-prinsip yang mendasari semua pemikiran Maryam dalam melihat teks-teks agama adalah prinsip penyerahan diri, sehingga dalam semua karyanya dia tidak pernah mengkritisi teks agama yang kelihatan bertentangan dengan mainstream peradaban sekarang yang jelas-jelas didominasi nilai-nilai Barat, seperti kepemimpinan laki-laki, praktek poligami dan pergaulan terbuka antara kedua jenis kelamin.

Dia justru mengkritisi ide-ide Barat atau Muslim modernis dengan argumentasi teks-teks agama. Tidak jarang dia mengkritisi kekerdilan mental seorang muslim untuk komitmen kepada ajaran agamanya. Dia tidak menerima kalau idealisme Islam tentang hubungan laki-laki dan perempuan dalam dinamika sosial, baik secara mikro maupun makro harus diotak-atik hanya karena orang-orang Barat mengatakan lain atau hanya karena masyarakat muslim tidak mampu menjalankannya. Dalam keadaan seperti itu, justru komitmen kepada pembentukan masyarakat muslim yang kaffah harus dikembangkan.

“Apa yang Anda tulis tentang poligami mutlak benar. Hanya ingin saya tambahkan bahwa surat An-Nisa ayat 3 diwahyukan tidak untuk mengesahkan poligami. Poligami tidak pernah diharamkan oleh Allah. Ia dibolehkan oleh syariat seluruh nabi. Sebagian besar para nabi beristri lebih dari satu. Sebelum ayat ini diturunkan kepada Nabi saw., beliau telah beristri tiga (Saudah, Aisyah dan Ummu Salamah ra). Sebagian besar sahabat juga berpoligami. Jadi tidak diperlukan lagi pengesahan atas suatu praktek yang halal dan telah dikenal. Ayat tersebut di atas diturunkan ketika banyak wanita Madinah ditinggal mati suami mereka yang gugur di medan perang Uhud dan banyak pula anak-anak yang sudah tidak berbapak lagi. Dihadapkan pada masalah ini, orang Islam diarahkan untuk memecahkannya dengan memanfaatkan lembaga yang telah ada dan lazim, yakni dengan mengawini dua, tiga atau empat wanita di antara janda-janda tersebut.”

“Sebagai akibatnya, janda-janda dan anak-anak yatim tidak terlantar, melainkan terserap ke dalam berbagai keluarga. Kalaupun petunjuk Tuhan ini menyiratkan suatu pembentukan hukum baru, hal itu bukanlah pemberian izin berpoligami, melainkan merupakan pembatasan jumlah istri sampai empat dan penetapan syarat lebih jauh, yakni bila suami tidak bisa bertindak adil terhadap seluruh istrinya, maka ia harus mempergauli mereka dengan baik atau beristri satu saja. Dua buah perintah di atas tidak pernah diketahui dan dikenal oleh orang Arab penyembah berhala, dan Bible yang sekarang pun tidak menyebutkannya.” Abul A’la Al-Maududi membenarkan semua deskripsi Maryam tentang ayat Allah yang satu ini.

“Cara berpikir dan berbuat seseorang, tidak bisa dipisahkan dari kesadaran ‘cognitisi’nya. Masalah yang paling serius dalam semua ajaran agama adalah bagaimana mendekatkan antara teori dan praktek, bagaimana menyelaraskan antara ajaran dan pelaksanaan. Di samping itu, ada masalah yang tidak kalah peliknya, bagaimana memahami kerangka teori yang ada, sehingga memudahkan praktek, tanpa meninggalkan esensi ajaran.” Maryam Jameelah memaparkan dalam bukunya, Islam in Theory and Practice

Maryam berpandangan bahwa ciri utama ideologi-ideologi modern adalah anggapan bahwa prinsip ‘perubahan untuk perubahan’ merupakan nilai yang tertinggi. Segala komitmen pada suatu nilai dasar yang absolut adalah sikap zaman pertengahan yang harus ditinggalkan. Manusia harus menemukan nilai-nilai yang cocok untuk situasi mereka yang berubah setiap saat. Ini, menurut Maryam, yang mengantarkan dunia modern kepada kekacauan.

Maryam mengkritisi interpretasi apologetik para modernis yang tidak memiliki dasar apapun, baik dalam Al-Qur`an maupun dalam Sunnah, tapi semuanya hanya merupakan hasil perbudakan mental terhadap nilai-nilai peradaban Barat. Individualisme ekstrim Barat yang mendominasi masyarakat modern telah sampai pada tingkat menganggap poligami jauh lebih buruk daripada perzinahan.

Ini sejalan dengan tokoh Barat yang mengatakan bahwa subyek modern bercirikan kemampuan menerima dan ‘merayakan’ kealpaan keamanan dan karakteristik keteraturan eksistensi sosial kontemporer sekarang. Barat menempatkan feminisme dalam kerangka mordenisme seperti ini. Barat mengajak kaum perempuan menolak tradisi dalam bentuk peranan ibu rumah tangga yang mengikat mereka kepada dunia domestik.

Maryam tidak pernah mempertanyakan isu keadilan dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan. Tapi ini tidak berarti bahwa dia tidak menjunjung tinggi keadilan. Hanya saja, keadilan yang diinginkannya adalah keadilan dalam definisi yang digariskan Allah dalam wahyu-Nya. Ini sangat berbeda dari orang lain yang berbicara tentang gender dalam Islam.

Hampir semuanya berangkat dari tuntutan keadilan untuk memenuhi tuntutan keadilan yang didasarkan pada ide-ide Barat sebab mereka menyangsikan keadilan yang ada dalam formulasi Islam terhadap hubungan laki-laki dan perempuan. Keadilan bagi mereka adalah persamaan, bukan kerjasama atau dalam redaksi lain, mereka tidak melihat kemungkinan adanya kerjasama kecuali dalam persamaan mutlak antara laki-laki dan perempuan dalam segala aspek. Maryam menuliskan bahwa:

Dari sudut pandang Islam, mempertanyakan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan adalah seperti mendiskusikan kesetaraan antara bunga mawar dan yasmin. Masing-masing memiliki aroma, warna, bentuk dan keindahan. Laki-laki dan wanita tidak sama. Masing-masing memiliki ciri dan karakteristik tersendiri. Laki-laki memiliki keistimewaan seperti kewenangan sosial dan gerak sebab dia harus menjalankan banyak tugas berat.

Pertama, dia memikul tanggung jawab ekonomi. Kedua, wanita tidak harus mencari suami sendiri. Di rumah, perempuan berkuasa seperti ratu dan laki-laki Muslim layaknya seperti tamu di rumah sang istri. Ketiga, perempuan Muslim dibebaskan dari tanggung jawab politik dan militer. Dengan demikian, syariat menempatkan laki-laki dan perempuan sesuai dengan karakteristiknya masing-masing.

Maryam Jameelah tidak pernah mempermasalahkan konsep-konsep gender dalam Al-Qur`an maupun hadits. Tampaknya, bagi dia, masalahnya terletak pada ada atau tidaknya komitmen Muslim terhadap konsep-konsep tersebut. Gugatan kaum modernis Muslim terhadap konsep-konsep gender Al-Qur`an hanya merupakan sikap mendua (ambivalence) atau anti terhadap ajaran Islam. Sehingga dia lebih banyak mengkritisi dan membandingkan konsekuensi praktis antara pandangan Islam dan liberal Barat terhadap stabilitas sosial.

Maryam Jameelah meninggalkan New York dan hijrah ke Pakistan, tinggal sebagai salah satu anggota keluarga Abul A’la Al-Maududi di Lahore. Maryam Jameelah menikah dengan Mohammad Yusuf Khan, seorang yang tafarrugh (full timer) untuk Jamaat Islami yang kemudian menjadi penerbit utama semua buku-buku karangan istrinya. Maryam Jameelah kemudian menjadi ibu dari empat orang anak, hidup bersama madunya serta anak-anaknya di sebuah rumah besar bersama ipar-iparnya. Suatu hal yang luar biasa bagi seorang wanita yang berlatar belakang Barat. Maryam Jameelah terus menulis melanjutkan minat intelektualnya. Sebuah fakta yang menakjubkan, karya-karyanya yang terpenting telah ditulis saat tengah mengandung anak-anaknya.

About these ads

Redaktur:

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (63 votes, average: 9,38 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • solahudin

    jazakumullah ya dakwatuna.. didik terus masyarakat indonesia dengan pemahaman islam yang benar, termasuk dalam masalah poligami. sehingga tercipta masyarakat islami yang kita dambakan.

  • muchlis

    Maryam Jameelah mmg jagonya dalam menghadapi sebuan Barat dlm hal pencitraan buruk thd Islam. Konsentrasinya dalm bidang ini perlu diacungkan jempol. Buku2nya banyak memuat pijakan berpikirnya yg kuat akan manhaj Islam ini. Bukan itu saja, yg spesial dari Maryam Jameelah ini adalah gak 'omdo' dia buktikan kesetiaan itu dgn menerima Islam Totalitas. Maka saya setuju dgn kalimat…dia rdho dengan praktek poligami…hayoo siapa yg gak 'omdo'.

  • trio segara

    Suatu hal yang luar biasa bagi seorang wanita yang berlatar belakang Barat

  • amri

    Tampaknya, bagi maryam jameelah masalah gender atau semisal poligami terletak pada ada atau tidaknya komitmen Muslim terhadap konsep-konsep tersebut. Nah lho jadi yang sdh berpoligami punya tuntutan qudwah yang ekstra nih.

  • NUR JAMAL

    subhanallah memang benar dengan berpoligami akan membantu mengurangi maksit, andai saja semua laki2 mau berpoligami dan dijinkan istri pasti psk jadi sedikit bahkan tidak ada, karena sudah ada yang menafkahi mereka

  • Poligami?mmmmmhh pikir dulu deh…

  • Mahreni Akhmad

    Menurut saya poligami itu mudah dikatakan akan tetapi susah dalam prakteknya untuk berbuat adil kepada istri-istrinya.
    Saya tidak membayangkan kalau pada suatu ketika suami saya beristri lagi. Mungkin saya bisa menjalaninya mungkin juga tidak. Kalau saya mampu menjalaninya membagi kasih dengan wanita lain, saya akan lakukan akan tetapi kalau saya tidak mampu bolehkah saya meminta cerai? Padahal suami m,enghendaki beristri dua.
    Demikian pertanyaan saya.
    Salam
    Bu mahreni

  • arif

    poligami memang dicontohkan oleh Rasulullah, tetapi memang dalam keadaan tertentu, yang memang berbeda
    dengn kondisi sekarang. kalau ikhwan sekarang poligami niatnya masih bercabang,,,,,,,ada yang karena kasihan, ada yang karena ingin melindungi, bahkan ada yang karena NAFSU. hal itu tidak dibenarkan dalam islam…makanya bagi yang ingin
    poligami tanyakan pada nurani kita, apakah niat kita semata-mata karena ALLAH?? apakah kita mampu
    mencukupi kebutuhan keluarga kita?apakah kita mampu berbuat adil?…..Wallahu’alam.

  • dhandi

    Ass. wr. Alangkah indahnya jika poligami itu justru diusulkan oleh sang perempuan, istri, karena kalau mereka (para istri) yang mengusulkan, dengan sendirinya, para istri sudah ikhlas untuk hidup poligami. Wass. wr.

  • wiwi

    Ass. Di zaman sekarang yang telah sangat jauh dari kehadiran Rasulullah, poligami dapat menjadi hal yang sangat menyakitkan bagi perempuan. Berlaku adil sangatlah sulit, adil ekonomi masih mungkin dilakukan. Adil hati "perasaan"????? Belum lagi masalah-masalah yang muncul dengan anak-anak yang berlainan ibu.

    Saya hanya setuju poligami dilakukan apabila sang istri tidak dapat lagi melakukan kewajibannya atau mandul dan merelakan suaminya untuk beristri lagi. Poligami hanyalah pintu darurat yang dilalui dalam keadaan darurat. Kalau istri hanya tidak dapat memberikan keturunan, masih banyak anak yatim piatu yang dapat diadopsi.

    Berpikirlah beratus kali sebelum menjawab "tantangan" 4JJI untuk berpoligami.

  • iens

    poligami tuh "gampang2" syusah?!dilarang nggak, diwajibkan juga nggak.makanya ga sembarang orang bisa melaksanakan karna syaratnya yang cukup berat.tpi kebanyakan alasan laki2 berpoligami adl mengikuti sunah Rasul.tampaknya sunah rasul yg paling populer di Indonesia cuma poligami doank sodare2.

  • Assalamu'alaikum.
    artikel yg bagus. poligami kalau sudah tahu ilmunya dan dgn niat semata hanya krn Allah,kenapa di tentang.semua ''kembali kepada niat''
    mhn ijin copy pak.
    wassalam.

  • nopi

    poligami sesuatu yang dihalalkan Allah, apa hak kita mengharamkannya, melihatnya lebih jijik dari perbuatan zina. apakah karena mereka lahir dari anak zina sehingga mengharmkan poligami menghalalkan zina. ingat kita tidak boleh mengharamkan yang dihalalkan Allah. ntar kualat. saya stuju dengan konsep poligami dalam islam tapi tidak berarti mau berpoligami dan bukan ssuami takut isteri tapi bahagia dengan monogami.

    waassalam

  • arief p

    Ass.

    poligami kalau menurut syari'at benar adanya, ya pasti baik, yang halal pasti berakibat baik dan sebaliknya yang haram pasti jelek. apakah otak kita lebih baik dari al quran dan sunnah? jangan sombong

    wass

  • Pingback: Info 1: Tolak poligami… « Kakanda Berbagi()

  • Assalamu'alaykum wa barokatullah

    Poligami adalah jalan untuk selamat/option yang perlu diambil bila keadaan memerlukan. Keadaan itu bukan hanya di dalam suatu RT saja, juga kpd tanggungjawab muasyarah dan sebagai wujud tanggung jawab agama. Bila muslimin sengaja menjauhkan amal poligami ini, bahkan berusaha untuk menghindari dan menjauhinya niscaya akan datang olok2 dari segala arah kerena orang2 yg mengaku muslim ternyata'enggan' kepada amal. Padahal ia (poligami) juga merupakan bukti amal agama yang sangat jelas membedakan perilaku muslim dengan kaum2 lainnya. Niat kerena Allah, ikut 'cara' Rosul saw juga para Shaabat ra/ran. tidak ada amal yg tidak disertai cobaan dan tantangan, janganlah surut dalam kesungguhan/jihad. Waspadalah dan bersatulah.

  • pada 'pundak' lelaki juga 'pundak' wanita ada sama dipikul tanggung jawab menjalankan amal agama, semampunya bukan untuk meringan-ringankan bukan pula untuk ditunda-tunda kerena 'masih diangap berat' tak bersuai kemampuan. Tapi semua amal adalah "usaha kesungguhan", sebuah 'perjuangan' mewujudkan agama, menampakkan agama itu agar nyata terlihat oleh manusia. Inilah yg akan mengangkat martabat manusia hingga ia lebih mulia drpd malaikat sekalipun. Bukanlah semata 'menagih' hak-hak kepada suami ataupun istri dan istri-istri, melainkan semua sebaiknya sama berkerjasama sehingga menampak jalinan yg kuat hingga agama/cara hidup islami ini bukanlah olok2, bukanlah mengada-ada. Bukan untuk ejekkan bukan untuk semata di'lihat-lihat' dahulu, kerena kita sebaiknya 'langsung terjun' dalam amal semerta 'bergandeng tangan' saling menguatkan, berserikat dgn keimanan dan membantu dan mengasihi serta bertanggung jawab dgn kejujuran, menyelamatkan diri dari penyakit wahn.

  • ZiKha

    ass/
    menurut saya poligami itu dibolehkan,asal si Suami bisa bertindak adil terhadap istri2nya

    tetapi tidak dapat di pungkiri banyak juga perempuan2 yang tidak suka dengan poligami dengan alasan kebanyakan cintanya kepada si istri sudah terbagi

    tapi dalam masalah ini kita kembalikan kediri masing2
    saya berpendapat ADIL itu sangat sulit sekali karena ADI

  • semua kembali pada kita. mau poligami atau tidak! mau poligami harus dipikir terlebih dahulu.
    wassalam

  • ibeh

    ass………
    andaikan ada seorang laki-laki yang adil,,,,,,saya mau di poligami….
    akan tetapi adakah zaman sekarang laki-laki yang seperti itu….????
    paling juga hanya untuk memuaskan hawa nafsunya……ya kan…????
    wallahu a'lam
    wass………

  • Zefanya

    Hukum poligami sudah jelas: mubah. Seringkali poligami didudukkan dalam 2 kutub ekstrem: antara kebencian musuh Islam dan kedunguan para pelakunya (yang gegabah dalam mengambil keputusan berpoligami, padahal belum memenuhi syarat). Soal motivasi, sekalipun didasari nafsu, saya pikir sah2 saja. Toh Islam memang menyalurkan nafsu syahwat dalam bingkai pernikahan. Dan bukankah poligami adalah pernikahan?

  • nadya

    poligami.. ini yng akn aku hadapi sekarang..ketika dia memilih untuk menikahi kami berdua..

    MasyaAllah.. sanggupkah hamba, mampukah hamba menghadapi smua ini..

    hamba takut ya Allah..

  • ammb

    ASS WR WB
    Kebanyakan perempuan tdk akan mau kalau suaminya berpoligami, dengan alasan cintanya terbagi,
    sebenarnya mudah saja mengomentari mereka,
    Intinya Penduduk Kampung Surga itu Hatinya Bersih,atau tdk berpenyakit hati,
    Pertanyaanya :
    Bisakah org Msk Surga sementara Hatinya Tdk Bersih ?
    tentu tdk jawabanya,
    Kita semua yakini itu, Karna inti utama dari hidup ini adalah IBADAH kepada ALLAH SWT, dan Apabila Kita main2 dlm Hal IBADAH kepeda ALLAH, Kita tanggung sendiri akibatnya, Mudah2an Kita termasuk hamba ALLAH yg MUHLASIIIn…..

  • asamy

    jika ada perempuan yang dilamar oleh laki-laki, kemudian laki-laki itu menyatakan bahwa kelak dia akan berpoligami, bolehkah sang perempuan menolak lamaran ini karena belum siap. adapun masalah agama laki-laki, insyaAllah baik. hanya ketika menolak, sang perempuan hawatir, apakah keputusan nya akan diridhoi Allah? bukan maksud dia untuk menolak poligami, hanya merasa tak mampu untuk melaksanakan. memang ketidakmampuan tidak akan terbukti jika belum dicoba. bagaimana pendapat anda?

  • ita

    ass.
    itu yang lagi terjadi dengan sya, saya lagi taaruf dengan sebuah keluarga lengkap anak dan istrinya.
    Mohon doanya semua agar kami semua bisa menjalani dan dipermudah prosesnya oleh Allah SWT.

  • sinta

    Asswrwb.Saat ini banyak orang yang tidak paham akan indahnya poligami.Padahal kita semua menyakini isi Al Qur'an dan Hadist dan tanpa membeda-bedakan ayat tapi mengapa masih banyak umat islam yang menentang ayat Allah tepat Qs.An Nissa:3.Waloupun dalam Qs.An Nissa:4 dan 129 ditentang bahwa hanya Allah yang berbuat adil,kita sadari bahwa sesungguh manusia tidak bisa berbuat adil karena keadilan hanya milik Allah semata tetapi keadilan yang Allah tawarkan kepada umatnya adalah pabila kita pelaku poligami harus mampu iklhas dan sabar dalam menjalani hidup berpoligami sehingga terciptalah keadilan.Pembaca yang budiman tuntunlah saudara saudara kita semua untuk memahami isi Al Qur'an dan Hadist secara kafah.

  • senandung lirih
    asa mengahapus perih
    dalam doa ku teraih
    sebuah mimpi yang kembali jernih

  • ary

    ass.wr.wb.

    saat ini maslah poligami yang aku hadapai…bagaimana aku harus ngomong sama istri…???aku mencintai dan menyayangi keduanya.. tapi apakah istriku rela, kalau aku menikahi seorang wanita lagi. kini wanita itu masih dalam penantian namun aku ga' ngerti harus mulai dari mana??? aku juga takut dosa……

    wass. wr.wb.

  • ary2

    maaf nyambung…

    aku sangat takut dosa…,bukan masalah nafsu yang melatarbelakangi ini semua. namun kasih dan sayang yang tulus untuk keduanya… ya Allah berikan aku petunjuk dari ini semua..dan berikan jalan yang terbaik untuk aku… aku adalah hambamu yang telah banyak dosa,..berikan aku kesempatan untuk memperbaiki ini semua….amien…

    wass. wr. wb

  • Ali Umar

    Artikelnya bagus semoga menjadi pembelajaran buat kita khususnya untuk menambah keilmuan kita dalam membina rumah tangga islami serta membentengi dari serbuan pendapat kaum sekuler-liberalis.
    Mohon ada pengembangan artikel dari ikhawan yg telah menjalani ibadah poligami ini, bagaimana management prakteknya. Ana juga berminat bila ada yg mau share dgn ana, tafadhol e-mail ana : [email protected]

  • wahyu

    hidup bukanlah suatu perdebatan,mencoba menjalani dengan syukur yang iklas merupakan tingkat ibadah tertinggi.Semoga kita dapat mengukur diri dengan realitas yang sebenarnya.

  • MARCEL

    menikah mempunyai tujuan menjadikan hidup seseorang lebih baik
    apalagi bagi seorang ISLAM
    yang semua perilaku perjalanan hidupnya senantiasa disandarkan pada ALLAH YANG MAHA KASIH
    mengharap RAHMAT DAN RIDHONYA hingga akhir hayat
    jika poligami dilakukan bersandar pada niat menjadikan HIDUP SEMAKIN BAIK SEMAKIN INDAH
    maka kita akan melihat BAGAIMANA RAHMAT ALLAH BEKERJA ATAS DIRI KITA..
    ..
    JIKA MASIH MERASA SUSAH SEDIH ATO TERTINDAS maka kita belum duduk sebagai orang yang ikhlas..
    belum bisa disebut sebagai MUSLIM yang senantiasa bersandar pada ALLAH..
    ..
    DALAM KEADAAN ITU BIARPUN BELUM MENIKAH TETAP SAJA MERUGI
    KARENA PADA DIRINYA SENDIRI TIDAK ADA SYUKUR PADA SETIAP PEMBERIAN ALLAH
    .
    BERSYUKURLAH
    MUDAHAN ALLAH SEMAKIN MEMUDAHKAN PERJALANAN KITA UNTUK MENGHADAPNYA..
    .
    BUKANKAH
    SEGALA HAL YANG KITA LAKUKAN SEMATAMATA HANYA
    MENGHARAP ALLAH MENGASIHI KITA
    DAN BERKENAN MEMBERIKAN TEMPAT YANG TERINDAH DISISINYA KELAK

  • MITHA

    assalammualaikum.wr.wb

    saya ingin tnya,saya akan dipoligami calon suami saya,,sy belum cerita pada orang tua saya karena ibu saya tdk mau saya dipoligami,tp saya melakukan karena semata mata hanya untuk Allah,jd sebelum saya nikah resmi saya akn nikah siri dulu sama calon suami saya ini,agar perbuatan kami tdk dianggap zinah..,salahkah pernikahan kami ini?

  • Dian

    Poligami diperbolehkan dalam islam. Tetapi itu adalah pilihan. Seorang laki-laki tidak wajib berpoligami dan seorang wanita juga tidak wajib mau dipoligami. Ada pilihan. Kalau tidak sanggup suami kawin lagi ya gak usah mau dipoligami. Bukan berarti menentang hukum Allah. Tetapi daripada kalau suami kawin lagi istri yang tidak bisa menerima malah jadi sakit-sakitan dan berantem terus. Ya lebih baik kalau mau poligami pikir seribu kali. Kalau isteri sanggup gak masalah.

  • Dian

    Untuk para wanita,

    Poligami memang diperbolehkan tetapi lebih baik gak usah mau jadi isteri kedua, ketiga atau keempat. Kasihan ngambil suami orang. Jaman sekarang kebanyakan pria berpoligami banyak yang gak adil. Anak-anak dari isteri pertama sering terlantar. Kalau sanggup gak menelantarkan isteri-isteri sih gak papa. Tapi kebanyakan yang terjadi malah anak dari isteri I tidak diperhatikan karena suami sibuk dengan isteri kedua.

    • ya sebagai istri kedua,ketiga atau keempat anda wajib mengingatkan suami nya bila sampai menelantarkan istri pertama

  • Umi Wilfa & Nazi

    Alhamdulillahirobbil'alamin
    Setelah membaca artikel tsb serta ulasan singkat pemikiran maryam jameelah sangat jelas mencerminkan kepribadian muslimah yg kuat nan cerdas, tergerak hati dan pikiran tuk senantiasa belajar. The concept of "man as the slave of God and submission to the will of Allah merupakan konsep yang harus dipahami secara benar oleh setiap muslim sehingga apapun yang telah diatur dalam Al Qur'an and Sunnah tidak ada penolakan sedikitpun dalam diri seorang muslim.

  • fajarpagi

    kadar keikhlasan seorang perempuan dapat diukur dari seberapa besar penerimaannya terhadap apapun yang diberikan Allah SWT kepadanya, termasuk jika harus menjalani hidup berpoligami. soal keadilan, coba tanya kepada diri sendiri. keadilan seperti apa yang kita maksud? adakah keadilan sejati di dunia ini? adilkah kita menuntut keadilan yang kita sendiri juga tidak bisa melakukannya? adakah sesuatu di dunia ini yang mutlak milik kita? jangankan suami, nyawa pun cuma pinjaman kan? siapa pemilik sejatinya? jika Allah menghendaki suami itu harus dibagi dengan perempuan lain, apakah kita dapat menolaknya? kita bisa memilih, menjalani takdir Allah dengan menggerutu dan meraasa dizalimi, atau dengan ikhlas dan bahagia?

  • abdullah

    asalamu'laikum

    tujuan nabi dan sahabat berpoligami adalah untuk agama bukan untuk dunia (hawa nafsu). dengan berpoligami dapt menciptakan generasi yg sanggup berjuang untuk agama allah bukan untuk meruntuhkn agama Nya. bagaimana? anda sanggup menciptakan ummat yg bersedia korbankan dirinya untuk agama? seperti para sahabat/sahabiah?

  • abdullah

    tujuan nabi dan rasul serta sahabt ra berpoligami adalah untuk menciptakan manusia2 yg sanggup berjuang untuk agama Allah bukan untuk menciptakan manusia yg meruntuhkan agama..

    Apa yg diperintahkan Allah didalam Al-qur'an adalah agama dan dapat dipastikan berpoligami adalah untuk agama bukan untuk hawa nafsu

  • [email protected]

    insya alloh ana akan coba mengamalkannya

    do'a kan yhaa

  • Awan

    Assalamu’alaikum Wr.Wb,
    Ijinkan saya memberikan pendapat dan semoga Allah meridhoinya. Awalnya saya bertanya – tanya kenapa Allah melalui Al-Qur’an mengijinkan poligami, setelah beberapa lama saya mencari jawaban tersebut akhirnya saya sedikit mendapat titik terang yang bermula dari suatu pemahaman bahwa Al-Qur’an merupakan fitrah manusia & alam semesta ini, apa – apa yang ada dalam Al-Qur’an merupakan cerminan dari kehidupan manusia. Terkait dengan poligami, setelah saya amati memang pada dasarnya laki – laki selalu tertarik dengan wanita (karena itu banyak tempat hiburan yg menyediakan wanita & adanya prostitusi). Untuk mencegah hal – hal buruk akibat itu semua, maka Allah memberi kelonggaran bagi laki – laki untuk berpoligami. Adapun bagi wanita sebenarnya poligami merupakan untuk menjadi ladang pahala bagi dirinya. Dengan poligami wanita dituntut untuk lebih sabar, ikhlas, mau berbagi benda milikNya dll.
    Wassalam Wr.Wb

  • pramono

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Masalah ini (poligami) adalah makanan empuk bagi syetan-syetan, baik dalam wujud asli atopun wujud manusia, karena mereka membungkus yang dilaknat oleh Allah dalam tirai keindahan serta membungkus yang diridhoi Allah dengan bangkai. Contoh, bahwa selalu saja ada stigma di masyarakat bahwa lebih baik ‘makan dipinggir jalan asal bungkusnya tidak dibawa pulang’ yang maksudnya adalah lebih baik berzina dari pada harus dinikahi resmi. Atau di Amerika, bos majalah Play Boy yang punya banyak gundik itu adalah lebih baik daripada dinikahi karena menikah lebih dari satu adalah kejahatan. Dan, itu diperparah lagi oleh saudara2 kita yang mengaku pinter dalam menafsirkan Al-Qur’an tapi keblinger dengan nafsunya sendiri dengan mengatasnamakan hak asasi manusia. Bayangkan ! Allah yang Maha Agung dibandingkan dengan makhluk kecil yang bernama aturan manusia !!! Semoga Allah membuka pintu kebenaran bagi saudara2ku itu.
    Wassalamualaikum

  • intan

    menurut saya poligami, bisa dikatakan sebagai salah satu tempat menempa diri dalam mendapatkan kesabaran, keiklasan dalam memperoleh Ridho dari Allah SWT. Saat ini saya akan dipinang untuk menjadi pendamping yang lain dari seorang hamba Allah SWT. Kesabaran, kedewasaan keilhaksan kami di tuntut dalam menjalaninya. banyak rintangan yang kami hadapi darii orang2 yang tidak sependapat, tetapi jika itu sudah takdir, ya kita harus menjalalkannya

  • Yuda

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Bismillaahirrohmaanirrohiim.
    Ayat 3 An-Nisa dan AL-Ahzab Ayat 51 Memang Dalil yang kuat. ada tapinya menurut saya tidak dgn hawa nafsu untk melakukannya. sesungguhnya nafsu adalah setan yang masuk melalui pembuluh darah sampai ke dada.
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

  • nona

    gimana caranya supaya qt sbg istri bisa merelakan suaminya berbagi dgn wanita lain??
    berat rasanya membayangkannya..
    kita kan harus benar-benar ikhlas, sabar..
    tp klo qt setengah2 aja bukannya bikin sakit hati klo begitu???

  • Yudha Maulana

    Yaa, mamang benar sebenarnya kita smua harus mamahami tujuan dan hikmah yang terkandung didalam aturan Allah yang satu ini yakni Poligami, banyak hikmah positive yg bisa diambil dari Poligami. Yg terpenting bagaimana kita menjalani proses itu dan apa yang kita dapat dari proses itu. Mashlahat kah atau Madharat kah, Pertimbangkanlah, kalau mashlahat kenapa tidak poligami, kalau madharat pertimbangkan matang2, semuanya pasti bisa diselesaikan dengan musyawarah, smoga Allah swt memberkahi kita smua

  • asen

    kita bisa ikhlas klau kita terbiasa.jika kita tidak membiasakan diri,maka kita tidak akan bisa ikhlas…nafsu beda dengan setan.nafsu sama dengan 70 setan,maka nafsu itu lebih jahat daripada setan.

  • Rachmadi

    Tidak ada 1 ayat atopun hadis yg melarang poligami, bahkan tdk ada para sahabat yg monogami, sehingga tdk ada alasan poligami itu haram. Islam mengharamkan pnikahan yg tdk sesuai dgn syariat islam, shingga baik mono atopun poli kalo g sesuai dgn syariat islam hukumx haram. Org takut berpoligami krn g bs bbuat adil namun mereka blomba2 utk jd pemimpin, sungguh ironis!

  • ummu

    alhamdulillah, saya baru 4 bulan menjalanni hidup berpoligami yg sebelumnya secara akal,nafsuku dan perasaanku takkan mungkin itu dapat terjadi, namun setelah banyak mendapatkan bimbingan, panduan/ilmu dan model dari guru rohaniku, dan didukung kuat untuk menemukan identitas diri sebagai perempuan islam yg sebenarnya!Biarlah diberi kesusahan di dunia yg sementara, asal di akhirat bahagia tanpa batas waktunya.!

  • Jangan ditakutkan poligami dan harus dipahami sedalam2nya

  • asti

    saya juga wanita yang suami saya berpoligami, tapi sejauh ini kehidupan rumah tangga kami nyaris tidak ada kendala yang berarti, asalkan semua kita jalani dengan keikhlasan dan mengharap ridho Allah, pastinya tak akan ada perasaan tersakiti, cemburu,iri dsb. Justru kami sebagai istri-istri dari suami kami bisa saling membantu,dan semakin menyayangi suami dengan tulus. Tidak ada perasaan cemburu sama sekali, kami bertiga ternyata bisa menjadi soulmate yang sedih bila salah satu terpisah.

    • Abas

      Selamat berbahagia dengan kehidupan dalam keluarga antum. Kalian sedang menikmati syurga awal dalam hidupan ini. Gimana caranya saya bisa seperti itu ya,mau melangkah tapi takut. Saya merasa berdosa kalo tidak menjalani pologami.Tapi saya tidak mau cari-cari wanita yang untuk dipoligami,toh itu untuk kepentingan dia.Tapi kalo takdir datang saya tidak boleh lari.Kata istri saya menikah untuk amal sholeh. Tanggung jawabnya yang beraaat nanti diakherat. Mending kalo yang baru ngerti.

  • NN

    Saya adalah seorg suami yg melakukan poligami, sy sejujurnya melakukan itu bukan krn sy sdh tdk mencintai dan menyayangi istri pertama saya, justru sampai saat ini perasaan saya tdk berubah sama sekali dgn istri pertama saya, namun memang istri pertama saya sampai skrg tdk bisa menerima dan merasa sakit hatinya, smpat dia mengaku tidak sanggup lagi, tapi saya tetap bertahan, saya masih sgt mencintai dia tapi saya pun tidak mau harus bercerai dengan istri kedua saya. bagaimana solusinya?

    • asti

      kalau boleh saya tau, apa alasan anda menikahi wanita lain padahal anda katakan anda masih sangat mencintai istri pertama anda bahkan sampai saat ini?

    • Nina

      Bapak cinta engga sama istri kedua bapak?

    • selfiati nusantara

      coba istri bpk lebih didekatkan dgn agama.jika dia mau mnerima insya ALLAH mnjadi wadahnya untuk menuju surga.sdh banyak buku bimbingan berpoligami yg dijual salah satunya sukses brpoligami.krn saya berstatus istri k 2 tapi hubungan sy dgn pertama seperti kakak adik bahkan kami lbh dekat

      • Wantinalia

        bagaimana anda cara anda membina hubungan baik dengan istri pertama suami anda. Apakah ia tidak marah pada anda karena telah menjadi madunya.Sebahagian orang berfikir hubungan baik antara istri2 dengan satu orang suami sangatlah tidak mungkin.

  • caknoors

    Hukum Alloh dalam Al-Qur’an tidak melarang, Alloh tidak melarang Nabi Muhammad SAW berpoligami, Rasul SAW juga tidak melarang sahabat berpoligami. Kalau ada yg tidak setuju ya sudah tidak setuju saja tapi jangan menentang dan menolaknya dg mengatasnamakan kemanusiaan, persamaan Gender, Ham dan istilah lain yang intinya menolak atau membenci Poligami, itu kan artinya ingkar terhadap Hukum Alloh. Yang membenci poligami apa mikirnya sudah lebih pinter daripada Alloh dan rosul?

  • Erika

    Meskipun dihalalkan akan tetapi Insya Allah lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. 1) Dapatkah seorang suami yang poligami berbuat adil pada istri-istrinya? 2) Dapatkah seorang suami yang poligami, berbuat jujur kepada istri-istrinya? 3) Benarkah poligami yang dilakukan semata-mata karena sunnah? Kalau sunnah, bukankah banyak lagi sunnah-sunnah Rasul yang lebih diridloi Allah, sudahkah sunnah yang lain dilaksanakan? Kalau poligami karena sunnah, bukan nafsu, kenapa pilih yang cakep?

    • 1.adil dalam dalam islam apa adil dalam pemikiran barat?
      2.tergantung terhadap pribadi masing2
      3.tergantung terhadap pribadi masing2,cakep apa ga relatif,yg penting cakep hati n ahlaknya:)

  • Herian Sukoco

    Saya bahagia berpoligami, saya yakin bakal masuk surga.
    Para wanita tolong mengerti poligami secara islam, jgn secara emosi.
    Nabi kita aja menjalankan poligami, justru yg tidak poligami itu belum ngerti dan tidak taat.
    Soal wanita tidak boleh poliandri, ya itu kan aturan islam sejak dulu.
    Sekian pendapat saya, wassalam

  • Marni S.

    saya adalah seorang wanita yang memiliki suami berpoligami. Saya setuju dengan cara suami saya, sejauh ini suami saya telah memiliki 6 orang istri selain saya. Poligami merupakan perwujudan share saya terhadap wanita lain, dalam hal kenikmatan maupun materi. Saya berusia 45 tahun, suami saya 57 tahun. Memang istri lainnya tidak ada yg setua saya, maksimal mereka 33 tahun. Saya tau suami saya telah berusaha seadil2nya. Tapi yang sayang bingung, suami saya terakhir2 ini jarang pulang, kenapa ya?

    • muslimah

      Islam hanya membolehkan beristri tidak lebih dari 4. Semoga ibu diberi kesabaran dan ketegaran..

  • Ardi

    Saya ada pertanyaan;
    1. Surah An-Nisa’ ayat 3 “…..,maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat.” Kata “nikahilah” termasuk kata perintah, anjuran atau yang lain?
    2. Apakah masuk akal jika perintah Allah ataupun segala sesuatu yang diperbolehkan Allah di dalam Al Qur’an yang mengandung lebih banyak mudharat daripada manfaat?
    3. Apa hukumnya bagi kaum muslim yang beriman pada Al Qur’an hanya sebagian yang disuka dan mengingkari yang tidak disukai?

  • Roi

    Poligami bg sya hal yg wajar sedangkan alla tak melarangx.

  • ayu

    assalamualaikum wr,wb

    tetapi jika orng yng tk tkud dosa maksa ia berdosa, itulah sebaiknya kita jngan poligami2
    untuk mapa poligami allah sangat melarang itu..

    wasalam

  • Qanita

    Hidup dalam keluarga yg berpoligami itu memang tidak mudah, tapi jika diniatkan semata-mata mengharap ridha Allah, pasti Allah bantu untuk saling menguatkan. Rasa cemburu itu pasti ada, bukankah perempuan memang diuji melalui perasaannya? Solusinya sabar dan ikhlas, serta membuang segala prasangka negatif.

  • Rudi

    Saya laki-laki sejati yang memiliki 4 isteri dan 22 anak. Semuanya tinggal serumah dan kami sangat bahagia. Saya berusaha adil dalam menggilir ister-isteri saya. Islam begitu indah.

    • yusi

      hebat..!

  • Mamak

    Hebat !

  • yusi

    saya memprsilahkan suami untuk poligami,tapi justru dicerai karena orgtua calon istri baru suami saya tidak mengizinkan puterinya jadi istri ke 2.Bagaimana pendapat anda?

    • simalakama,saya harap anda bersyukur saja apapun yg terjadi.Alloh maha tahu apa yg terbaik bagi hambanya asal kita ikhlas saja:)

    • Wita76

      Setahu saya, seorang muslimah dilarang meminta pada suami atau calon suaminya untuk menceraikan istrinya yang lain, sebab berarti dia menzholimi saudarinya

    • Dewe’Quu

      Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kesabaran kepada anda..

      InnAlloha Ma’asshoobiriin..

  • ha.taufik

    Terkait dengan fitrahnya sendiri, sangat jarang ada istri yang mau dimadu, kecuali dengan pertimbangan2 yang sangat khusus.Kebanyakan juga pelaku poligami laki2/ suami, sekedar menghalalkan perbuatan mengumbar syahwat, dari pada pertimbangan2 yang ma.ruf, seperti yang dicontohkan Rasulullah, dan para sahabatnya kemudian. Padahal petunjuk Al Qur’an, Allah lebih berkenan kepada suami yang mampu menjaga dan
    mengendalikan diri.Kisah2 sukses yang melakukan poligami sering sekali terkesan absurd.

  • asep

    pertama nya poligami tentu karena hal2 lain tetapi jika seluruh ajaran islam dipelajari dan diamalkan (suami & istri -istri) bukan mustahil akan menjadi suatu kehidupan yang indah dan sudah tentu juga banyak rintangan yang penting menjalani hidup ini didasari IMAN(bukan cuma lisan tap AMALAN) & IKHLAS
    Alhamdulillah 15 thn menjalani poligami

  • dhilah

    Suami saya baru saja menikah lagi. Awalnya saya memang tak setuju tapi ternyata Allah SWT berkehendak lain, suami saya pun menikah lagi. Disinilah iman saya diuji, bukankah sebagai seorang muslim sejati harus tunduk dan meyakini akan apa yang telah menjadi ketentuan Allah SWT? Karena itu saya mulai belajar untuk menerima keadaan ini, berusaha ikhlas dengan semuanya. Walaupun sakit, sedih dan berbagai perasaan merasuk tapi qta harus yakin Allahlah yang paling tahu apa yang terbaik untuk qta.

  • t.ramly

    lelaki yang menikah lebih dari satu menurut saya, ada dua macam :
    pertama orang betul-betul mengerti masalah syariat hingga, dia mampu berlaku adil pada istri-istrinya,
    yang kedua, lelaki yang tidak tahu apa-apa tentang hukum agama hingga dia menikah tannpa menperduli hukum agama, termasuk masalah keadilan dalam memenuhi haknya kepada istri-istrinya

  • Tifasya

    saya meminta suami saya untuk poligami karena keluarga mertua tidak menyukaiku tanpa sebab yang aku ketahui, kira kira gimana ya

  • rendy

    alangkah bahagianya ya kalau bisa berpoligami yang semua anggota keluarganya rukun dan semua cinta ke Alloh. saling bahu membahu, kasih semangat, tujuannya satu… kebaikan.

  • rendy

    alangkah bahagianya ya kalau bisa berpoligami yang semua anggota keluarganya rukun dan semua cinta ke Alloh. saling bahu membahu, kasih semangat, tujuannya satu… kebaikan.

Lihat Juga

Donald Trump dan Hillary Clinton. (aljazeera)

Faktor Kemenangan Trump Yang Mengejutkan*