ARTIKEL POPULER PEKAN INI: Nembak!
Ulis Tofa, Lc

Sang Dai Itu Telah Tiada

1/8/2007 | 17 Rajab 1428 H Please wait
Oleh: Ulis Tofa, Lc
Kirim Print

sayyid-nuh.jpgInnaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’un. Telah meninggal dunia seorang ulama besar, ahli hadits, yang terhormat syeikh Dr. Sayyid Muhammad Nuh, hari Senin 15 Rajab 1428 H bertepatan dengan 30 Juli 2007.

Sebelumnya beliau dirawat di rumah sakit “Daarul Fu’ad” di Kuwait, untuk menjalani proses pengobatan ke Cina, yaitu untuk menjalani operasi jantung.

Beliau pernah tinggal di Uni Emirat Arab dan di Kuwait bertahun lamanya, aktif sebagai pengajar, ahli hadits, ahli tafsir, muballigh, dan penulis.

Beliau spesialis di bidang kajian pendidikan, beliau menulis seri “Aafat ‘alath Thariq” dengan pendekatan ulama rabbani. Beliau juga seorang ahli hadits, psikolog, sebagai mana beliau juga menulis banyak kajian dan makalah.

Selama beliau dirawat di Cina untuk cangkok jantung, hati dan doa orang yang mencintai dan mengenalnya selalu mengiringinya, dengan munajat yang dimohonkan ke langit agar Allah swt memberikan kelancaran dalam proses operasi, mengarunianya kesembuhan, sehat seperti sedia kala untuk menjadi singa di medan dakwah Islam. Allah swt mengabulkan sebagian doa orang yang ikhlas sehingga ia sembuh. Kemudian ia menulis di Majalah Al-Mujtama’ kisah dirinya ketika sakit, proses penyembuhan, tindakan operasi dan kesembuhan.

Syeikh Sayyid Muhammad Nuh merupakan alumnus kuliah Ushuluddin universitas Al-Azhar tahun 1971, dan meraih Master pada tahun 1973 dengan tema thesis: “Pernikahan nabi saw dengan Zainab binti Jahsy dan bantahan terhadap fitnah yang diarahkan kepadanya dalam metode kritik yang dilakukan oleh para ahli hadits”, dari universitas yang sama, dan meraih gelar doctoral dengan tema thesis “Al-Hafidz Abul Hajjaj Yusuf al-Mizzi dan usahanya dalam menulis kitab tahdzib al-kamal”.

Syeikh Sayyid Muhammad Nuh yang selalu mendapat prestasi di Universitas Al-Azhar Cairo, merupakan teladan bagi para cendekiawan rabbani yang selalu tawadhu tanpa merendahkan diri, selalu merasa cukup, menjaga diri tatkala kekurangan, merasa butuh hanya pada Allah swt, tegas dalam kebenaran, pemberi nasihat dengan hujjah kuat ketika berdebat, teladan dalam tarbiyah dan perilaku, sangat fasih saat berkhutbah.

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak mengangkat ilmu dengan menghilangkan ilmu di tengah-tengah manusia. Akan tetapi Allah menghilangkan ilmu dengan mencabut nyawa para ulama. Sehingga ketika tidak ada lagi orang yang alim, manusia mengangkat pemimpin yang bodoh, mereka ditanya, dan menjawab dengan tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan.” HR. Bukhari dan Muslim.

Profesi Syeikh Sayyid Muhammad Nuh

1. Dosen Bidang Hadits di Universitas Al-Azhar Cairo Mesir (sampai sekarang).
2. Dosen Tamu di Universitas Qatar Bidang Syari’ah, Tahun 1981 – 1982.
3. Dosen Tamu di Fakultas Syari’ah Universitas Islam Kuwait, Tahun 1993-1999.
4. Dosen Tamu di Fakultas Adab Universitas Uni Emirat Arab, Tahun 1982-1991.

Aktivitas Syeikh Sayyid Muhammad Nuh

1. Anggota Majalah Syari’ah di Fakultas Syari’ah Universitas Kuwait selama dua tahun.
2. Ketua Program Hadits dan Dirasat ’Ulya di Universitas Kuwait (sekarang).
3. Khatib di Kementerian Wakaf selama delapan tahun.
4. Penulis di Majalah Al-Mujtama’ dan Al-Wa’yu Al-Islami.
5. Nara Sumber di berbagai seminar dan forum ilmiah.
6. Dll.

Karangan Ilmiah Syeikh Sayyid Muhammad Nuh

Beliau menulis lebih dua puluh buku, di antaranya:

1. Taujihaat Nabawiyyah
2. Aafaat alath Thariq
3. Syafaa Ash Shudur fii Tarikhis Sunnah wa Manahijil Muhadditsin
4. Ash Shahabah wa Juhuduhum fii Khidmatil Hadits
5. Attabi’un wa Juhuduhum fii Khidmatil Hadits
6. Manhajur Rasul fii Gharsi ruhil Jihad fii Nufusi Ash Habihi
7. Syakhshiyyatul Muslim bainal Fardiyyah wal Jama’iyyah
8. Ad-Da’wah Al-fardiyyah fii Dhai’il Manhaj Al-Islam
9. dll.

Semoga syeikh Sayyid Muhammad Nuh selalu dikenang. Semoga mengalirkan pahala jariyah di alam kuburnya selagi ilmu yang pernah ditebarkannya bermanfaat, sesungguhnya jika seseorang meninggal maka putuslah amal perbuatannya kecuali tiga hal, “Ilmu yang bermanfaat. Anak shalih yang mendoakan orang tuanya. Dan sedekah jariah.”

Semoga Allah swt merahmatimu wahai yang saya cintai… wahai Abu Muhammad… rahmat Allah yang luas terlimpah atasmu. Dan Allah melapangkan alam kuburmu, menjadikannya taman dari taman-taman surga.

“Engkau hidup laksana orang asing. Engkau meninggal dalam keadaan asing, maka sungguh berbahagia orang-orang yang asing” (dari berbagai sumber)

email

Keyword: , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (13 orang menilai, rata-rata: 8,62 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
  • inalkyo

    Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh
    Afwan, kok pake tulisan yang tidak bisa dibaca?
    kalau bisa ada kolom tanya jawab, supaya tsaqofah pembaca bisa lebih dalam. jazakallahu khoir.

  • Agus Kusnayat

    Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.
    Yaa Allah, terima amal sholih beliau maafkan atas kekhilaffanya, Dan tempatkan beliau disyurga firdaus bersama para nabi,shodikin syuhada dan sholihin.Jadikanlah keistiqomahannya ikutan buat kami semua. Selamat jalan Ustadzuna,

  • priyadi

    innalillahi wa inna ilaihi roji’un.
    semoga diterima segala amal shaleh beliau.semoga pahala juga senantiasa mengucur kepada beliau
    dari ilmu yang telah diturunkan melalui buku-buku yang telah ditulis. semoga lahir pula pengganti-pengganti
    yang akan menerangi umat lewat ilmunya.

  • M. Indra Kurniawan

    Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
    Wahai Ustadz, semoga ALLAH mengampuni dosa-dosamu dan mengangkat derajatmu. Semoga ALLAH
    menjadikan setiap huruf yang telah engkau ajarkan melalui buku-bukumu menjadi cahaya penerang di
    alam barzakh. Semoga ALLAH mencurahkan rahmat-Nya kepadamu selamanya. Amin

  • fajril huda

    Smoga beliau dirahmati Allah dan mengumpulkan kita beserta para ulama sholeh di syurga nanti amiin, jadikan lah kita dan keturunan kita sebagai generasi rabbani yaitu generasinya para ulama.

  • djoko adhi ( semaran

    kisah perjuanganmu yang kini menemaniku berdakwah

    doamu semasa hidup yang mengiringiku berjihad

    karya – karyamu yang bangkitkan gelora pengorbanan

    afwan ustadzuna, kami belum mampu menjadi mutarobbi yang Engkau harapkan

    selamat bertemu bidadari surga dan menikmati rihlah yang hakiki

  • Andri Zulfikar

    Ya Allah, ampunkanlah dosa-dosanya, lapangkanlah alam kuburnya, kumpulkan dirinya bersama orang-orang pilihan-Mu dalam Syurga yang abadi, dan jadikan kami semua berkumpul bersama Rasul-Mu di Surga yang tak ada panas dan dahaga. Ustad, jazakallah atas buku-buku antum terapi mental aktifis dakwah terbitan solo, tahun 93 tulisanmu takkan pernah terlupakan selamanya.

  • arroyan

    Ya Alloh ampunilah dosa-dosanya dan terimalah semua amal ibadahnya.amin

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »
BERITA POPULER PEKAN INI: Ozil “Real Madrid”: Al-Qur’an Menambah Kekuatanku