Home / Dasar-Dasar Islam / Hadits / Syarah Hadits / Menjadi Pemimpin Yang Adil

Menjadi Pemimpin Yang Adil

Sungguh, sangat terhormat posisi seorang pemimpin yang menjalankan kepemimpinannya dengan amanah, melaksanakan kepercayaan rakyatnya, dan menetapkan hukum sesuai prinsip keadilan. Allah swt akan menyediakan baginya di akhirat kelak mimbar kehormatan yang terbuat dari cahaya, berada di sebelah kanan Ar-Rahman.

Rasulullah saw bersabda:

قالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْمُقْسِطِينَ عِنْدَ اللَّهِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ عَنْ يَمِينِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِينٌ الَّذِينَ يَعْدِلُونَ فِي حُكْمِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ وَمَا وَلُوا

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat adil di mata Allah berada di atas mimbar yang terbuat dari cahaya, berada di sebelah kanan Ar-Rahman Azza wa Jalla. Yaitu mereka yang berbuat adil ketika menetapkan putusan hukum, dan adil terhadap pengikut dan rakyanya.” (HR. Muslim)

Sahih Muslim, Hadits ke 3406, Jilid 9, hal 349.

Pemimpin yang adil juga mendapat jaminan istimewa dari Allah SWT. Hadits sahih riwayat Imam Bukhari menyebutkan, tujuh jenis manusia akan mendapat naungan keteduhan dari Allah SWT pada saat menempuh alam Mahsyar kelak, yang panasnya tak terperikan. Yang pertama kali mendapat kehormatan tertinggi itu, adalah imamun ’adilun, pemimpin yang adil. Baru enam jenis yang lainnya.

Posisi terhormat seorang pemimpin yang adil di mata Allah swt, sepadan dengan perjuangan berat yang dilakukannya di dunia. Betapa tidak, untuk menjadi seorang pemimpin yang adil, pertama sekali ia harus menjadi teladan dalam kebenaran dan keadilan. Sehingga ketika ia harus berani menegakkan kadilan bagi orang lain dan rakyatnya, ia tidak terkurung dengan kesalahan diri sendiri.

Sungguh, pemimpin yang adil dicintai dan didukung penuh oleh rakyatnya. Bahkan doa-doa kebaikan selalu akan meluncur dari lisan-lisan setiap rakyatnya, bukan sumpah serapah dan hujatan kebencian.

Karena itu, jadilah pemimpin yang adil. Allahu A’lam.

Redaktur:

  Lahir di kota Kudus, Jawa Tengah, pada tanggal 05 April 1975. Menyelesaikan jenjang pendidikan Tsanawiyah dan Aliyah di Ma’ahid Krapyak Kudus. Tahun 1994 melanjutkan kuliah di LIPIA Jakarta. Program Persiapan Bahasa Arab dan Pra Universitas. Tahun 2002 menyelesaikan program Sarjana LIPIA di bidang Syari’ah.     Semasa di bangku sekolah menengah, sudah aktif di organisasi IRM, ketika di kampus aktif di Lembaga Dakwah Kampus LIPIA, terakhir diamanahi sebagai Sekretaris Umum LDK LIPIA tahun 2002.     Menjadi salah satu Pendiri Lembaga Kajian Dakwatuna, lembaga ini yang membidangi lahirnya situs www.dakwatuna.com , sampai sekarang aktif sebagai pengelola situs dakwah ini.     Sebagai Dewan Syari’ah Unit Pengelola Zakat Yayasan Inti Sejahtera (YIS) Jakarta, dan Konsultan Program Beasiswa Terpadu YIS.     Merintis dakwah perkantoran di Elnusa di bawah Yayasan Baitul Hikmah Elnusa semenjak tahun 2000, dan sekarang sebagai tenaga ahli, terutama di bidang Pendidikan dan Dakwah.     Aktif sebagai pembicara dan nara sumber di kampus, masjid perkantoran, dan umum.   Berbagai pengalaman kegiatan internasional yang pernah diikuti:      Peserta Pelatihan Life Skill dan Pengembangan Diri se-Asia dengan Trainer Dr. Ali Al-Hammadi, Direktur Creative Centre di Kawasan Timur Tengah, pada bulan Maret 2008.    Peserta dalam kegiatan Muktamar Internasional untuk Kemanusian di Jakarta, bulan Oktober 2008.    Sebagai Interpreter dalam acara “The Meeting of Secretary General of International Humanitarian Conference on Assistanship for Victims of Occupation” bulan April 2009.    Peserta  Training Asia Pasifik “Curriculum Development Training” di Bandung pada bulan Agustus 2009.    Peserta TFT Nasional tentang Problematika Palestina di UI Depok, Juni 2010 dll.     Karya-karya ilmiyah yang pernah ditulis:      Fiqh Dakwah Aktifis Muslimah (terjemahan), Robbani Press    Menjadi Alumni Universitas Ramadhan Yang Sukses (kumpulan artikel di situs www.dakwatuna.com), Maktaba Dakwatuna    Buku Pintar Ramadhan (Kumpulan tulisan para asatidz), Maktaba Dakwatuna    Artikel-artikel khusus yang siap diterbitkan, dll.     Sudah berkeluarga dengan satu istri dan empat anak; Aufa Taqi Abdillah, Kayla Qisthi Adila, Hayya Nahwa Falihah dan Muhammad Ghaza Bassama. “Bermanfaat bagi Sesama” adalah motto hidupnya. Contak person via e-mail: ulistofa-at-gmail.com  atau sms 021-92933141.

Lihat Juga

Ilustrasi. (eyelash.ps)

Penilaian Yang Maha Adil

  • http://ht sony

    haruskah kutulis komentar walaupun aku ga tahu harus berkomentar apa? balas!!!!!!!!!!!

  • SHOHIB

    lima tqquuluun malaa taf'aluun, saya kira hifdzullisan adalah yang terbaik namun mengatakan yang benar meskipun pahit itu lebih benar. jd ungkapkan apabila itu benar

  • http://www.dakwatuna.com/2007/menjadi-pemimpin-yang-adil/ saiful y

    asslamu'alaikum wr.wb.
    ana minta saran atau sebuah solusi gimana kalau penjelasan hadist tentang pemimpin yang adil diatas agar penjelasannya supay lebih panjang dikit, supaya lebih menarik dan lebih bagus, tapi sebenarnya ini udah baik tapi akan lebih baik lagi kalau di tambah.dengan penjelasan dari ayat al-qur'an supaya lebih kuat dan lebih di minati untuk pembaca. karena hadist ini meniggatkan pada kita bahwa tanggung jawab pemimpin itu sangat lah besar.

  • nur

    mohon izin amek artikel.. syukran

  • salim

    assalamu ‘alaikum.
    alhamdulillah, terimakasih atas tulisan saudara, bagus! mudah mudahan semakin banyak pemimpin yang adil. a…mi…n.
    walaupun hanya tuk memimpin diri sendiri. tRims.
    assalamu ‘alaikum

  • annaria

    assalamu alaikum

    mdh_mdahn pemimpin d ngr kt smwny jg adil
    aminnn