Home / Dasar-Dasar Islam / Aqidah / Ketika Ruh Dicabut

Ketika Ruh Dicabut

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Imam Ahmad dalam Musnad-nya, demikian juga Ibnu Hibban, Abu ‘Awanah Al-Isfirayaini dalam kitab Shahih keduanya, meriwayatkan dari Al-Manhal dari Zadan bin Al-Bara’ bin ‘Azib bahwa ia berkata, “Kami pernah pergi bersama Rasulullah untuk mengantar jenazah. Beliau duduk di atas kuburan dan kami duduk di sebelahnya. Kami diam dan tenang laksana di atas kepala kami terdapat seekor burung. Sambil menguburkan jenazah tersebut, Beliau berkata, “Aku berlindung diri kepada Allah dari siksa kubur.” Beliau mengucapkannya tiga kali.

Selanjutnya Beliau bersabda, “Sesungguhnya orang yang beriman jika akan pindah ke alam akhirat dan meninggalkan dunia, maka para malaikat itu turun kepadanya. Wajah mereka seperti matahari dan setiap dari mereka membawa wewangian dari surga dan kain kafan. Mereka duduk di dekat orang yang beriman sebatas pandangan kemudian malaikat pencabut nyawa duduk di dekat kepalanya dan berkata, “Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan dan keridhaan Allah.”

Rasulullah kemudian bersabda, “Ruh orang beriman pun keluar dari jasadnya seperti halnya air keluar dari mulut teko. Malaikat pencabut nyawa segera mengambilnya. Ketika ruh orang itu telah berada dalam genggamannya, para malaikat yang lain tidak membiarkan ruh orang beriman itu berada di tangan malaikat pencabut nyawa sekejap mata hingga kemudian mereka mengambilnya dan menaruhnya di atas kain kafan surga dan wewangian tersebut. Dari ruh orang beriman, keluarlah wewangian paling harum yang pernah ada di bumi.”

Kata Rasulullah selanjutnya, “Kemudian para malaikat naik membawa ruh orang beriman dan setiap kali mereka melewati para malaikat, maka mereka bertanya, “Ruh siapa yang harum ini?” Mereka menjawab, “Ini adalah si fulan bin fulan,” sembari menyebutkan nama terbaik yang pernah menjadi sebutannya ketika di dunia hingga kemudian mereka berhenti di langit kedua. Mereka minta dibukakan bagi ruh tersebut kemudian dibukakanlah untuknya. Ruh tersebut disambut seluruh makhluk di langit kedua dan mereka mendekatkan ruh tersebut ke langit berikutnya hingga mereka membawa ruh itu tiba di langit di mana Allah berada. Allah kemudian berfirman, “Tuliskan kitab hamba-Ku ini dalam ‘Illiyyin, lalu kembalikanlah ia ke bumi. Sebab, dari bumi itulah Kami menciptakan mereka, ke dalamnya Kami kembalikan mereka, dan darinya pula Kami keluarkan mereka sekali lagi.”

Selanjutnya Rasulullah bersabda, “Dan sesungguhnya orang kafir itu jika meninggal dunia menuju ke akhirat, maka para malaikat turun kepadanya dari langit dengan wajah yang hitam dan membawa kain kafan kasar, lalu duduk di dekatnya sebatas pandangan.

Malaikat pencabut nyawa datang kepadanya dan duduk di dekat kepalanya lantas berkata, “Wahai ruh yang kotor, keluarlah menuju kemurkaan dan kemarahan dari Allah!” Lalu ruhnya berpisah dari jasadnya dan malaikat mencabutnya seperti mencabut besi pembakar dari wol yang basah. Selanjutnya malaikat pencabut nyawa mengambilnya dan jika sudah ia ambil, maka para malaikat yang lain tidak membiarkan ruh tersebut di tangannya sekejap mata hingga kemudian mereka meletakkannya di dalam kain kasar tersebut. Dari padanya keluar bau paling busuk yang pernah ada di muka bumi.

Para malaikat membawanya naik dan setiap kali mereka melewati malaikat, mereka bertanya, “Ruh busuk siapa ini?” Para malaikat menjawab, “Ini adalah si fulan bin fulan,” sembari menyebutkan sejelek-jeleknya nama yang dialamatkan kepadanya ketika di dunia. Ruh itu terus dibawa naik hingga sampai ke langit dunia. Ia meminta agar pintu langit itu dibuka, namun tidak juga dibukakan untuknya.

Kemudian Beliau membacakan firman Allah swt., “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum.” (Al-A’raf: 40).

Allah swt. kemudian berkata, “Tuliskan kitabnya di Sijjin, di bumi yang terbawah!” Lalu ruh tersebut dilemparkan begitu saja. Selanjutnya Rasulullah membacakan firman Allah, “Barangsiapa menyekutukan sesuatu dengan Allah, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (Al-Hajj: 31) [Diriwayatkan oleh Ahmad (VI/287 dan 295) dan Abu Dawud (4753)]

Redaktur:

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (170 votes, average: 9,21 out of 10)
Loading...Loading...
Mochamad Bugi
Mochamad Bugi lahir di Jakarta, 15 Mei 1970. Setelah lulus dari SMA Negeri 8 Jakarta, ia pernah mengecap pendidikan di Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Jakarta, di Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Indonesia, dan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Dirosah Islamiyah Al-Hikmah. Sempat belajar bahasa Arab selama musim panas di Universitas Ummul Qura', Mekkah, Arab Saudi.Bapak empat orang anak ini pernah menjadi redaktur Majalah Wanita UMMI sebelum menjadi jabat sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Politik dan Dakwah SAKSI. Ia juga ikut membidani penerbitan Tabloid Depok Post, Pasarmuslim Free Magazine, Buletin Nida'ul Anwar, dan Majalah Profetik. Jauh sebelumnya ketika masih duduk di bangku SMA, ia menjadi redaktur Buletin Al-Ikhwan.Bugi, yang ikut membidani lahirnya grup pecinta alam Gibraltar Outbound Adventure ini, ikut mengkonsep pendirian Majelis Pesantren dan Ma'had Dakwah Indonesia (MAPADI) dan tercatat sebagai salah seorang pengurus. Ia juga Sekretaris Yayasan Rumah Tafsir Al-Husna, yayasan yang dipimpin oleh Ustadz Amir Faishol Fath.

Lihat Juga

Mantan Deputi BI Bidang Pengawasan, Siti Fadjriah meninggal dunia pada Selasa (16/6/15).  (tempo.co)

Mantan Deputi BI, Siti Fadjriah Meninggal Dunia

  • http://dakwatuna.com muhammad nur

    syukran atas berita, nasehat dan segalanya, ana bersyukur sekali setelah baca artikel ini (ketika ruh di cabut),

    rasanya hati ana sangat tenang, dan ingin beramal sebanyak-banyaknya, syukran sekali lagi buat webset

    dakwatuna.com yang telah berdakwah lewat situs ini. semoga tetap berjaya. dan tetaplah melalu jangan

    pantang mundur.

    wassalam.

    m.nur bin karim

    mahasiswa kulliayah dakwah islamiyah

    tripoli_libya.

    asli: bengkulu utara.

  • wa_one

    ada baiknya kalau setiap hadis tang dituangkan dalam kolom ini ada diterangkan sejarah perawi dan keterangan yang lengkap tentang kesahihan khadist tersebut, mg manfaat . jazakallahu khairan katsiraa.

  • Abi Amelia

    Subhanallah, semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang banyak mengingat kematian, yang pasti akan kita alami.

  • abi

    subhanallah…ada dimanakah kita??

    smoga Allah merahmati kita dalam kehidupan, saat sakaratul maut

    dalam barzakh dan saat dibangkitkan kelak, amiin…

  • http://masawie.wordpress.com Awie'

    Subhanallah, saya merasakan tulisan ini merupakan saran untuk melakukan muhasabah diri, semoga kita bisa menyiapkan bekal untuk perjalanan ini. Jazakallah.

  • faizah

    membaca tulisan ini ana jadi merinding. bismillah ya Rabb, jadikanlah kami semua memperoleh ridha dariMu

  • http://dakwatuna.com wahyu

    ana setuju pada apa yang dipaparkan olaeh akhi yang berkomentar pada halaman 2.Bahwasanya akan lebih baik apabila dicantumkan hadist berikut matannya.Al akhor jazakumullah khoiron jaziilan.
    wassalam.
    dari arek sby,Pesantren Cabang Hidayatullah Surabaya.

  • Abu Farhan

    Subhanalloh wal hamdulillaah, walaa ilaaha illalloohu Allahu-Akbar

    saudara/i ku banyaklah membrikan nashihat kepadaku, agar aku sentiasa dalam rengkuhan cinta-Nya, do'akanlah diriku selalu istiqomah dalam kebaikan redho-Nya, jangan lupa saudara/i ku, do'akanlah aku….! (kita saling mendo'akan selalu yach….

    Salam cinta untuk semua

  • http://www.dpu-online.com syarif abu taqiy

    kala diri melihat relung jiwa terdalam, seolah bertanya dimanakah aku???????, Yaa Allah jadikanlah hamba, dalam golongan manusia yang Kau muliakan awal dan akhirnya, Amiin.

    jazakallah pd tim dakwatuna.com.

  • Ummu Ghifar

    subhanallah…. semoga kita termasuk golongan orang yang senantiasa ingat pada Allah. Karena ajal dapat datang sewaktu-waktu

  • Abu Azzam

    Allahu Akbar, saya sangat takjub membaca artikel ini, seakan-akan baru saja kisah ini turun dimuka bumi.

    semoga kebaikan tetap ada dlm diri kita hingga ruh meninggalkan jasad kita. Amiin

  • http://yahoo.com siti rahmi

    alhamdulillah…dengan membaca tausiyah tersebut membuat hati dan yang terkadang naik turun ini menjadi semakin menyadari betapa selama kita diberi kesempatan untuk bernafas di bumi ALLAH, sangatlah harus kita memperbaiki amalan-amalan kita, dengan selalu memohon petunkukNYA agar senantiasa mendapat ampunan, rahmat dan barokah dariNYA dan memohon diberikan khusnul khotimah, amiin….laa ilaaha illallah

  • adi

    Allhamdulillah, Allah masih sayang sama aku, Allah tunjukan aku pada dakwatuna, ini merupakan peringatan

    bagi diriku agar selalu ingat denganNYA dan jangan salah langkah, rupanya Allah senantiasa mengabulkan

    doa yang aku panjatkan. Alhamdulillah Ya Illahi Robbi, semoga kau maafkan aku, keluargaku,

    orangtuaku dan kaum muslimin dan muslimat di seluruh penjuru dunia. Amien. Untuk Dakwatuna semoga Allah

    senantiasa memberikan rahmat dan hidayahnya buat semua yang tergabung dalam dakwatuna.com

  • http://rfachrianyahoo.co.id fachri

    Alhamdulillah
    Semoga kita salah satu ruh yang mukmin dan diterim allah serta lepas azab siksa kubur & akhirat.
    amin

  • trio segara

    Semoga hamba khusnulkhotimah.Ya 4JJI jadikan hamba khusnul khotimah.Amin.

  • http://pasarmuslim.com rahmatulloh bin muha

    Assalamu'alaikum Wr Wb… Alhamdulillah, seketika hati ana langsung merasakan betapa hidup ini sangat singkat sekali, seolah

    tak berarti lagi melainkan hanya untuk satu hal itu…..yah, menghadapi Sang Maha Besar, tak ada yang sanggup teknologi tingkat manapun untuk menghadapi "KEMATIAN" itu…. Ya Allah Ya Rabb…. Bimbinglah saya agar tetap ISTIQOMAH dalam beribadah dijalanMu… Amin, Yaa Rabb al'alamien……..

    Salam Ukhuwah Selalu Untuk Pengguna Website ini And Sukses Selalu untuk Da'watuna.com

    Wassalamu'alaikum Wr Wb

  • tini-amani-GC

    Subhanallah semoga diakhir kehidupan kita, Allah swt berkenan mengundang kita dengan undangan-Nya yang sangat indah "Yaa ayyatuhannafsulmuthmainnah irji'i illa robbiki rodhiyatammardiyyah fadhuli fi ibaadi wadkhuli jannati" amiin.

  • tini-amani-GC

    17. Subhanallah,semoga diakhir kehidupan kita, Allah SWT berkenan mengundang kita dengan undangan-Nya yang sangat indah. Amiin.."Yaa Ayyatuhannafsulmuthmainnah irji'i ilaa robbiki roodhiyatammardhiyyah fadhuli fi ibaadi wadkhuli jannati".

  • http://[email protected] teguh wahyu

    subhanallah…mudah2an kita termasuk hamba yang diterima malaikat.dijauhkan dari kebusukan amal perbuatan

  • http://alamkubur mheta

    Bagus, setiap orang harus mengingat kalau hari akhir itu akan datang.

  • asep suparya

    astagfirullah..astagfirullah..astagfirullah..astagfirullah..
    astagfirullah..astagfirullah..
    astagfirullah..astagfirullah..
    astagfirullah..astagfirullah..
    astagfirullah..astagfirullah..
    astagfirullah..astagfirullah.. ingatkan terus saya dengan kematian biar ana ingat terus akan Alloh SWT … sampai ketemu di syurga Alloh SWT Amiin

    • usman ahmadi

      subhaanallah, subhaanallah, subhaanallah, subhaanallah, subhaanallah, subhaanallah, hanya bisa mencucurkann air mata. Jadikanlah kami menjadi hamba-hamba Mu yang beruntung dunia akhirat. Amien.

  • http://yamta.blogspot.com yamta

    Assalamu'alaikum Wr Wb.
    Tausyiah yang bagus untuk menambah kadar keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

    Terimakasih tausyiahnya dan ijinkan saya untuk mengcopinya …
    Wassalamu'alaikum Wr Wb.

  • nuruddin akbar

    alhamdulillah tadi habis sholat subuh bercerita dengan pak Joko, dan menyampaikan tentang Roh dan raga ini, pasti akan berpisah dan kembali pada Allah SWT. namun sudah berbekalah kita untuk menghadapNya. semoga saja tulisan ini juga ikut menjadi pemicu kita untuk bisa memperbaiki diri kita. amien amien ya Rabbal alamin.

  • http://dakwatuna.com anwar

    astagfirullah…
    ana berlindung kpd allah dari siks kubur…ana berlindung kpd allah dari siks kubur…ana berlindung kpd allah dari siks kubur…
    amiin

  • imroatussholihah

    Astaghfirullah…..
    semoga kita terhindar dari azab api neraka. dan semoga kita mati dalam keadaan khusnul khotimah

  • Adi

    ALLAAAAAHUAKBAR….
    Ya Allah.. smg Engkau matikan hamba dalam keadaan beriman..
    Amiin…

  • Ovie

    Ya Allah, jangan biarkan hamba lalai dengan dunia ini, cukuplah dzikir maut mengingatkanku akan pertemuan denganMu, bimbing hambaMu yang dzalim ini untuk pulang kembali dalam ampunan dan ridhaMu…aamiin

  • sugeng riyadi

    asw,,
    segala puji bagi Allah,,
    yg tlh memberikan hamba”nya karunia sehingga kita dapat membaca tausyiah yg sngt banyak ibrah yg dpt kita ambil,,
    smga kita semua trhndar dr siksa kubur,,
    amin,,
    syukron,,

  • umar

    allohu akbar!!!

  • pirus cinta

    Allah maha besar…..
    marilah kita merenung sejenak setelah kita membaca tesk di atas,
    mumpng kita masih di beri kesempatan marilah kita gunakan yang baik baiknya ,
    sebelum ajal menjemput kita…

    • http://www.facebook.com/ubaidillah.achmad Achmad Ubaidillah

       Setuju, kita siapkan bekal sebanyaknya untuk kehidupan berikut yang abadi, Kita masih punya kesempatan itu selagi masih hidup. Semoga Allah Swt memudahkan kita untuk semua jalan yang diridhoi Nya, Amin, amin ya Rabalalamin

      • adi

        aamiin

  • http://www.facebook.com/aay.bro Abah Aay

    Alhamdulillah pagi hari sudah dapat pencerahan…… ijin share ya Ustad…..

  • http://www.facebook.com/Junaedhieaan Junaedhie Aan

    Subhanalloh,,,

  • http://profile.yahoo.com/H6SGVWHXMIDAWAVH5X6NGYCPK4 WNI

    Cuma ingin klarifikasi di awal kisah ini ada kalimat “Kami pernah pergi bersama Rasulullah untuk mengantar jenazah. Beliau duduk di atas kuburan dan kami duduk di sebelahnya”. Mungkin perlu penjelasan apakah yang dimaksud ‘Rasulullah duduk di atas kuburan’ karena Rasulullah SAW sendiri sangat melarang kita untuk duduk dan berjalan di atas kuburan. Mungkin ada yang bisa memperjelas

    • http://www.facebook.com/aji.i.saputra.3 Aji Isra Saputra

      iya, saya juga bingung.. mungkin ada saudara/saudari dsni yg bisa membantu

  • http://www.facebook.com/koeLiTkaCank KoeLit KaCang

    ampun hamba y allah

  • Kuro Sanji

    Adakah riwayat lain yang menjelaskan ketika terjadi bencana dengan jumlah korban yang banyak atau mencabut nyawa seseorang di belahan bumi yang berbeda? bagaimana cara malaikat mencabut nyawa?? Akankah tetap seperti itu? Atau ada cara lain malaikat maut mencabut nyawa? Mohon bimbingannya ustadz

  • Bambang Setiono

    ya Allah wafatkan aku dalam Iman, Islam dan Ihsan….Aamiin