18:53 - Selasa, 28 April 2015
Drs. DH Al Yusni

Dakwah Tidak Dapat Dipikul Orang Manja

Rubrik: Fiqih Dakwah, Tazkiyatun Nufus | Oleh: Drs. DH Al Yusni - 06/04/07 | 11:14 | 19 Rabbi al-Awwal 1428 H

Wahai Saudaraku yang dikasihi Allah.

Perjalanan dakwah yang kita lalui ini bukanlah perjalanan yang banyak ditaburi kegemerlapan dan kesenangan. Ia merupakan perjalanan panjang yang penuh tantangan dan rintangan berat.

Telah banyak sejarah orang-orang terdahulu sebelum kita yang merasakan manis getirnya perjalanan dakwah ini. Ada yang disiksa, ada pula yang harus berpisah kaum kerabatnya. Ada pula yang diusir dari kampung halamannya. Dan sederetan kisah perjuangan lainnya yang telah mengukir bukti dari pengorbanannya dalam jalan dakwah ini. Mereka telah merasakan dan sekaligus membuktikan cinta dan kesetiaan terhadap dakwah.

Cobalah kita tengok kisah Dzatur Riqa’ yang dialami sahabat Abu Musa Al Asy’ari dan para sahabat lainnya –semoga Allah swt. meridhai mereka. Mereka telah merasakannya hingga kaki-kaki mereka robek dan kuku tercopot. Namun mereka tetap mengarungi perjalanan itu tanpa mengeluh sedikitpun. Bahkan, mereka malu untuk menceritakannya karena keikhlasan dalam perjuangan ini. Keikhlasan membuat mereka gigih dalam pengorbanan dan menjadi tinta emas sejarah umat dakwah ini. Buat selamanya.

Pengorbanan yang telah mereka berikan dalam perjalanan dakwah ini menjadi suri teladan bagi kita sekalian. Karena kontribusi yang telah mereka sumbangkan untuk dakwah ini tumbuh bersemi. Dan, kita pun dapat memanen hasilnya dengan gemilang. Kawasan Islam telah tersebar ke seluruh pelosok dunia. Umat Islam telah mengalami populasi dalam jumlah besar. Semua itu karunia yang Allah swt. berikan melalui kesungguhan dan kesetiaan para pendahulu dakwah ini. Semoga Allah meridhai mereka.

Duhai saudaraku yang dirahmati Allah swt.

Renungkanlah pengalaman mereka sebagaimana yang difirmankan Allah swt. dalam surat At-Taubah: 42.

Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu. Tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka, mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah, “Jika kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu.” Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.

Mereka juga telah melihat siapa-siapa yang dapat bertahan dalam mengarungi perjalanan yang berat itu. Hanya kesetiaanlah yang dapat mengokohkan perjalanan dakwah ini. Kesetiaan yang menjadikan pemiliknya sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian. Menjadikan mereka optimis menghadapi kesulitan dan siap berkorban untuk meraih kesuksesan. Kesetiaan yang menghantarkan jiwa-jiwa patriotik untuk berada pada barisan terdepan dalam perjuangan ini. Kesetiaan yang membuat pelakunya berbahagia dan sangat menikmati beban hidupnya. Setia dalam kesempitan dan kesukaran. Demikian pula setia dalam kelapangan dan kemudahan.

Saudaraku seperjuangan yang dikasihi Allah swt.

Sebaliknya orang-orang yang rentan jiwanya dalam perjuangan ini tidak akan dapat bertahan lama. Mereka mengeluh atas beratnya perjalanan yang mereka tempuh. Mereka pun menolak untuk menunaikannya dengan berbagai macam alasan agar mereka diizinkan untuk tidak ikut. Mereka pun berat hati berada dalam perjuangan ini dan akhirnya berguguran satu per satu sebelum mereka sampai pada tujuan perjuangan.

Penyakit wahan telah menyerang mental mereka yang rapuh sehingga mereka tidak dapat menerima kenyataan pahit sebagai risiko dan sunnah dakwah ini. Malah mereka menggugatnya lantaran anggapan mereka bahwa perjuangan dakwah tidaklah harus mengalami kesulitan.

Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya. Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka: “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.” (At-Taubah: 45-46)

Kesetiaan yang ada pada mereka merupakan indikasi kuat daya tahannya yang tangguh dalam dakwah ini. Sikap ini membuat mereka stand by menjalankan tugas yang terpikul di pundaknya. Mereka pun dapat menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Bila ditugaskan sebagai prajurit terdepan dengan segala akibat yang akan dihadapinya, ia senantiasa berada pada posnya tanpa ingin meninggalkannya sekejap pun. Atau bila ditempatkan pada bagian belakang, ia akan berada pada tempatnya tanpa berpindah-pindah. Sebagaimana yang disebutkan Rasulullah saw. dalam beberapa riwayat tentang prajurit yang baik.

Wahai Saudaraku yang dirahmati Allah.

Marilah kita telusuri perjalanan dakwah Abdul Fattah Abu Ismail, salah seorang murid Imam Hasan Al Banna yang selalu menjalankan tugas dakwahnya tanpa keluhan sedikitpun. Dialah yang disebutkan Hasan Al Banna orang yang sepulang dari tempatnya bekerja sudah berada di kota lain untuk memberikan ceramah kemudian berpindah tempat lagi untuk mengisi pengajian dari waktu ke waktu secara maraton. Ia selalu berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain untuk menunaikan amanah dakwah. Sesudah menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya, ia merupakan orang yang pertama kali datang ke tempatnya bekerja. Malah, ia yang membukakan pintu gerbangnya.

Pernah ia mengalami keletihan hingga tertidur di sofa rumah Zainab Al-Ghazali. Melihat kondisi tubuhnya yang lelah dan penat itu, tuan rumah membiarkan tamunya tertidur sampai bangun. Setelah menyampaikan amanah untuk Zainab Al Ghazali, Abdul Fattah Abu Ismail pamit untuk ke kota lainnya. Karena keletihan yang dialaminya, Zainab Al Ghazali memberikan ongkos untuk naik taksi. Abdul Fattah Abu Ismail mengembalikannya sambil mengatakan, “Dakwah ini tidak akan dapat dipikul oleh orang-orang yang manja.” Zainab pun menjawab, “Saya sering ke mana-mana dengan taksi dan mobil-mobil mewah, tapi saya tetap dapat memikul dakwah ini dan saya pun tidak menjadi orang yang manja terhadap dakwah. Karena itu, pakailah ongkos ini, tubuhmu letih dan engkau memerlukan istirahat sejenak.” Ia pun menjawab, “Berbahagialah ibu. Ibu telah berhasil menghadapi ujian Allah swt. berupa kenikmatan-kenikmatan itu. Namun, saya khawatir saya tidak dapat menghadapinya sebagaimana sikap ibu. Terima kasih atas kebaikan ibu. Biarlah saya naik kendaraan umum saja.”

Duhai saudaraku yang dimuliakan Allah swt.

Itulah contoh orang yang telah membuktikan kesetiaannya pada dakwah lantaran keyakinannya terhadap janji-janji Allah swt. Janji yang tidak akan pernah dipungkiri sedikit pun. Allah swt. telah banyak memberikan janji-Nya pada orang-orang yang beriman yang setia pada jalan dakwah berupa berbagai anugerah-Nya. Sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an.

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)- mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al-Anfal: 29)

Dengan janji Allah swt. tersebut, orang-orang beriman tetap bertahan mengarungi jalan dakwah ini. Dan mereka pun tahu bahwa perjuangan yang berat itu sebagai kunci untuk mendapatkannya. Semakin berat perjuangan ini semakin besar janji yang diberikan Allah swt. kepadanya. Kesetiaan yang bersemayam dalam diri mereka itulah yang membuat mereka tidak akan pernah menyalahi janji-Nya. Dan, mereka pun tidak akan pernah mau merubah janji kepada-Nya.

Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya). (Al Ahzab: 23)

Wahai ikhwah kekasih Allah swt.

Pernah seorang pejuang Palestina yang telah berlama-lama meninggalkan kampung halaman dan keluarganya untuk membuat mencari dukungan dunia dan dana diwawancarai. “Apa yang membuat Anda dapat berlama-lama meninggalkan keluarga dan kampung halaman?” Jawabnya, karena perjuangan. Dan, dengan perjuangan itu kemuliaan hidup mereka lebih berarti untuk masa depan bangsa dan tanah airnya. “Kalau bukan karena dakwah dan perjuangan, kami pun mungkin tidak akan dapat bertahan,” ungkapnya lirih.

Wahai saudaraku seiman dan seperjuangan

Aktivis dakwah sangat menyakini bahwa kesabaran yang ada pada dirinyalah yang membuat mereka kuat menghadapi berbagai rintangan dakwah. Bila dibandingkan apa yang kita lakukan serta yang kita dapatkan sebagai risiko perjuangan di hari ini dengan keadaan orang-orang terdahulu dalam perjalanan dakwah ini, belumlah seberapa. Pengorbanan kita di hari ini masih sebatas pengorbanan waktu untuk dakwah. Pengorbanan tenaga dalam amal khairiyah untuk kepentingan dakwah. Pengorbanan sebagian kecil dari harta kita yang banyak. Dan bentuk pengorbanan ecek-ecek lainnya yang telah kita lakukan. Coba lihatlah pengorbanan orang-orang terdahulu, ada yang disisir dengan sisir besi, ada yang digergaji, ada yang diikat dengan empat ekor kuda yang berlawanan arah, lalu kuda itu dipukul untuk lari sekencang-kencangnya hingga robeklah orang itu. Ada pula yang dibakar dengan tungku yang berisi minyak panas. Mereka dapat menerima resiko karena kesabaran yang ada pada dirinya.

Kesabaran adalah kuda-kuda pertahanan orang-orang beriman dalam meniti perjalanan ini. Bekal kesabaran mereka tidak pernah berkurang sedikit pun karena keikhlasan dan kesetiaan mereka pada Allah swt.

Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (Ali Imran: 146)

Bila kita memandang kehidupan generasi pilihan, kita akan temukan kisah-kisah brilian yang telah menyuburkan dakwah ini. Muncullah pertanyaan besar yang harus kita tujukan pada diri kita saat ini. Apakah kita dapat menyemai dakwah ini menjadi subur dengan perjuangan yang kita lakukan sekarang ini ataukah kita akan menjadi generasi yang hilang dalam sejarah dakwah ini.

Ingat, dakwah ini tidak akan pernah dapat dipikul oleh orang-orang yang manja. Militansi aktivis dakah merupakan kendaraan yang akan menghantarkan kepada kesuksesan. Semoga Allah menghimpun kita dalam kebaikan. Wallahu’alam.

Redaktur:

Keyword: ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (34 orang menilai, rata-rata: 9,50 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • Abu Hana

    Berbahagialah orang2 yg istiqomah di jalan dakwah ini. Sebab mereka memang generasi yg unik. Saat mereka mendapat kesenangan mereka bersyukur dan saat ditimpa musibah dan kemalangan mereka bersabar. Semua masalah dilalui dengan keikhlasan dan kesabaran, seolah masalah menjadi tiada arti demi mendapatkan keridlaan Allah SWT. Sungguh kekuatan yg tak tertandingi. Allhumansur lil Mujaahidiina fii kulli Makaan wa Fii Kulli Zamaan.

  • http://www.ikhsan.uni.cc Ikhsan Pallawa

    Seperti itulah jalan dakwah mengajarkan kami akan ketegaran serta militansi yang kami contoh dari pendahulu-pendahulu kami dalam memperjuangkan agama nan mulia ini…kemanakah melangkah kelak para dhu'at yang manja???
    sungguh perjuangan ini penuh perlu pengorbanan saudaraku.
    ingat wahai saudaraku, wahai para dhu'at yang selalu melangkah di atas kemewahan dunia ini…"Selangkah ke Depan Menentukan Langkah Selanjutnya"

  • Ammiy Zakia

    Tidak ada da'wah tanpa pengorbanan..
    Sabagai kunci da'wah..
    Iltizam yang kuat membuat kita berada dalam jalan ini..
    Semoga kita termasuk orang-orang yang bersabar..

  • Abu Farhan

    Subhanallah walhamdulillah, Allahu Akbar

    Ya Akhiy…

    Uhibbukum fillaah

  • http://pangerans.multiply.com cepy

    Makasih ustadz Yusni. Memang itulah jalan dakwah telah mengajarkan kita akan ketegaran serta militansi yang perlu di contoh dari para pendahulu dalam memperjuangkan agama nan mulia ini

    Pemuda yang manja memang tidak dapat memikul beban dakwan yang semakin berat ini, kecuali dengan kesungguhan.

    salam ukhuwah dari jauh untuk ustadz Yusni

    sang murid

    cepy

  • jundullah

    Kerinduan bertemu Allah dan Rasul-Nya di Surgalah yang membuat daya tahan ini semakin menguat

  • eka wardana

    ass, ust boleh tidak menggunakan artikel ini untuk mengisi halaqoh atau pengajian, bahkan kebetulan ana mengelola tabloid da’wah bolehkah materi di muat? jazakumullahu khaeran

  • yuyun

    ya Allah jadikan kami orang2 yang senantiasa bersama dakwah ini, dan kekalkanlah kami dalam surgaMU karena kecintaan kami pada jalan ini. amiiin

  • http://www.dakwatuna.com darsono

    seandainya orang-orang tahu akan fadhilah da'wah ini niscaya mereka saling berebutan untuk mendapatkannya

  • Farhana

    Assalamualaikum..

    InsyaAllah,menaikkan semangat ana dan semoga kita semua semakin gencar dalam menyebarkan agama Allah yang mulia. Syukran..

  • abu thoriq

    Matikan kami Yaa Allah sebagai syuhada di jln da'wah

  • Khairil Zidni

    Assalamualikum Wr Wb

    Ya Allah Hanya Kepada Mu Hamba Berserah Diri dan Memohon maaf atas

    kesalahan Hamba ini. kokohkan pijakan kaki hamba dalam perjalanan di

    muka bumi ini. dan matikan kami dalam Jalan Mu. Allahuakbar.

  • Lutfie

    Ya ALLAH Hamba Hanya Mahluk Ciptaan-Mu Yang penuh dengan keterbatasan, Tapi hamba mohon kuatkan diri hamba agar selalu berada dijalan-Mu dan Mati atas dasar Ridhomu

  • http://www.yahoo.co.id zaiza

    masihkah banyak yang terobsesi dunia dan meninggalkan dakwahnya?
    ayyuhal akhi,ukhti…
    pereratkan kembali benang dakwah yang terputus

  • nrsd

    jazakallah atas tausiyahnya,
    semogo aholah dakwah ini tetap kukuh dan konsisten, Allahu Akbar 3X

  • Abu Mujahid

    Jazakallahu khoir atas tausiyahnya, wala tajalid dunya akbaro hammina

  • Abu Ksatria

    syukron ustdaz…semoga kebaikan selalu menghampiri kita semua amin..

  • Imran Taufik

    Allahu Akbar….., ayo jundullah mari kita segera bergerak… semoga menjadi da'i sejati

    Jazakallahu khairan katsira atas taujihnya…

  • Mesh*al Robbani

    Ass.jakallah ustadz atas taujihnya memang benar apa yang terjadi sekarang pada kader kita,jangan bosan ustadz utk tetap mengingatkan kami agar tetap berada dalam barisan dakwah ini dan semoga Allah kumpulkan kami dalam jannahNYA AMIIN.

  • http://yaoo.com niza

    sesungguhnya dakwah ini memerlukan pengorbanan.jka aktivis dakwah bersikap manja dan bermalas- malasan apa akan jadi denga masyarakat yang didakwahkan?kuatkan hati ini agar ia tidak senang dengan bermanja-manja dan beralasan YA ALLAH.

  • zia

    terima kasih ustadz Yusni, memang betul bahwa tugas dakwah itu tidak akan dapat dipikul oleh orang yang manja. dan kader dkwah

  • http://pajak.or.id fahmi

    Allahu Akbar. Semoga Allah menjadikan kita dalam barisan orang2 yang istiqomah.

  • syahidatul wafa

    jazakumullah, ustadz..
    meneguhkan ana untuk terus maju!
    "Da'wah adalah perjalanan berat yang menyenangkan.."

    Allahu akbar. yakinkah kita telah meraih keridhoanNya meraih syurga ?
    allahumma 'atina syahadah..

    ikhwah fillah, semangat!!! =)

  • ibnu garun

    " semoga ALLAH selalu menjaga hati-hati qta yg selalu berusaha menjaga tegaknya syariat islam di belahan dunia manapun qta berada"

  • sardi efendi

    terima kasih ustadz, mudah2an bermanfaat taushiyah ustadz.

  • avicenna

    Syukron… tapi saya sedih, saya bukan/belum menjadi aktivis dakwah

  • tjo

    ass….., jazakallah ustadz Yusni, ditunggu terus nasehat-nasehat taqwanya dan ini sangat bermanfaat buat ana untuk selalu bergerak dan bergerak dalam jalan dakwah. semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat-Nya untuk ustadz,amin.

  • faiz ali

    ustadz Yusni, bolehkah ana kenalan dgn ustadz. ana ingin banyak mendapatkan taujih ustadz yang sungguh sangat mengena karena banyak sekali kader dakwah di hari ini yang malas dan manja dengan kemegahan hasil dakwah. akhirnya mereka lupa akan hal yang esensial dalam dakwah ini yakni militansi terhadap dakwah. terima kasih ustadz.

  • fazlurrahman

    sebuah petuah yang sangat berharga, di zaman ini. Di mana banyak yang mengaku aktivis dakwah namun sudah kehilangan "miltansi" yang mampu menggerakkan dirinya untuk dapat menggerakkan orang lain.

  • http://plasa wahyu

    ustatd doakan kami agar tetap istiqomah dan tidak menjadi kader yang manja

  • athifah

    ustadz, terima kasih atas nasihatnya. ana termasuk salah satu murid ustadz. ana banyak membaca tulisan ustadz. akan tetapi sekarang ini agak jarang tulisan ustadz. masihkah ustadz bisa menuliskan taushiyahnya buat kita semua. salam perjuangan dari kader dakwah.

  • Muslim

    Ketika membaca tulisan ust. Yusni mata ini berkaca-kaca, diri ini merasa malu disebut kader dakwah, karena kemanjaan masih terus menyelimuti diri. Ustadz dan Ikhwah sekalian ana mohon do'anya agar selalu diberikan keistiqomahan dalam jalan dakwah ini. Syukron

  • benny

    Allohumma Yaa Alloh, janganlah Engkau Jadikan dunia ini mendi tujuan utama kami. Semoga kita merupakan bagian orang-orang yang istiqomah dijalanNya dalam menegakkan Risalah islam ini. Syukron Ustadz atas tausiahnya. Tetap Semangant!!!!!!!!!

  • http://yahoo.com ayyash

    syukron katssir, ketika membaca tulisan ini, akhirnya sadar bahwa da'wah ini membutuhkan orang – orang yang kuat dan tahan dari segala hempaan dan ujian. allahuakbar!

  • uki_unila

    ya..benar dakwah bukan untuk orang2 manja..tapi dakwah tuk org2 yang kuat fisik,ruhani dan fkriyahnya

    apa jadinya dakwah ini kalo kadernya hanya menuntut untuk "diberi" tapi tdk berpikir tuk "memberi".yang ada hanya kekecewaan..

    keep semangat..smg qt ttp istqmh dan mnjd kader yang MILITAN

  • Epy

    Ikhwah Fillah.

    Meninggalkan da'wah karena alasan apapun hanya akan menyisakan rasa sakit di hati, jiwa dan pikiran yang amat sangat parah. Kesendirian dan ketidakmampuan berbuat serta kelemahan dalam azam hanya akan menempatkan seorang muslim dalam posisi kematian hakekat kehambaannya sebelum kematian sebenarnya menjemputnya.Tidaklah ia bernilai kecuali hanya sebatas tulang yang berbungkus daging….Hanya itu…!

  • handayani

    ya,Allah tautkan hati2 km,eratkan ikatannya,tuk slu cinta dan brhrp hany KpdMU amin

  • http://diarysunyi.blogspot.com oemar timbul

    semoga kita dilindungi dari sikap manja
    karena terlampau lama kita dimanjakan
    hingga perut dan tubuh terbiasa bertumbuh
    tanpa adanya amalan baru yang bertambah
    aduhai betapa celakannya kita berlabuh
    ketika tak ada kapal dengan amalan cukup
    ketika mencapai tanah sepetak yang senantiasa menanti kita

  • Ummu iziz

    Subhanallah…smg kita bkn tmasuk kader yg manja dan bleha-leha…
    izin untukdibagi ke teman ya ustad…

  • http://belumada M.sujan senju

    betul orang manja memang tidak bagus untuk jadi dai tapi tergantung kemanjaannya juga .yang penting da’i itu harus sabar karna kalau dia tidak sabar maka dia tidak bersama Allah.

Iklan negatif? Laporkan!
97 queries in 1,297 seconds.