ARTIKEL POPULER PEKAN INI: Proyek Membumikan Al-Qur’an
Mochamad Bugi

Onta Itu Mengadu Kepada Rasulullah

1/3/2007 | 13 Safar 1428 H Please wait
Oleh: Mochamad Bugi
Kirim Print

dakwatuna.com – Suatu hari untuk suatu tujuan Rasulullah keluar rumah dengan menunggangi untanya. Abdullah bin Ja’far ikut membonceng di belakang. Ketika mereka sampai di pagar salah salah seorang kalangan Anshar, tiba-tiba terdengar lenguhan seekor unta.

Unta itu menjulurkan lehernya ke arah Rasulullah saw. Ia merintih. Air matanya jatuh berderai. Rasulullah saw. mendatanginya. Beliau mengusap belakang telinga unta itu. Unta itu pun tenang. Diam.

Kemudian dengan wajah penuh kemarahan, Rasulullah saw. bertanya, “Siapakah pemilik unta ini, siapakah pemilik unta ini?”

Pemiliknya pun bergegas datang. Ternyata, ia seorang pemuda Anshar.

“Itu adalah milikku, ya Rasulullah,” katanya.

Rasulullah saw. berkata, “Tidakkah engkau takut kepada Allah karena unta yang Allah peruntukkan kepadamu ini? Ketahuilah, ia telah mengadukan nasibnya kepadaku, bahwa engkau membuatnya kelaparan dan kelelahan.”

Subhanallah! Unta itu ternyata mengadu kepada Rasulullah saw. bahwa tuannya tidak memberinya makan yang cukup sementara tenaganya diperas habis dengan pekerjaan yang sangat berat. Kisah ini bersumber dari hadits nomor 2186 yang diriwayatkan Abu Dawud dalam Kitab Jihad.

Bagaimana jika yang mengadu adalah seorang pekerja yang gajinya tidak dibayar sehingga tidak bisa membeli makanan untuk keluarganya, sementara tenaganya sudah habis dipakai oleh orang yang mempekerjakannya? Pasti Rasulullah saw. lebih murka lagi.

Di kali yang lain, Abdullah bin Umar menceritakan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Seorang wanita disiksa karena menahan seekor kucing sehingga membuatnya mati kelaparan, wanita itupun masuk neraka.” Kemudian Allah berfirman –Allah Mahatahu—kepadanya, “Kamu tidak memberinya makan, tidak juga memberinya minum saat ia kamu pelihara; juga engkau tidak membiarkannya pergi agar ia dapat mencari makanan sendiri dari bumi ini.” (HR. Bukhari, kitab Masafah, hadits nomor 2192).

Yang ini cerita Amir Ar-Raam. Ia dan beberapa sahabat sedang bersama Rasulullah saw. “Tiba-tiba seorang lelaki mendatangi kami,” kata Amir Ar-Raam. Lelaki itu dengan kain di atas kepadanya dan di tangannya terdapat sesuatu yang ia genggam.

Lelaki itu berkata, “Ya Rasulullah, saya segera mendatangimu saat melihatmu. Ketika berjalan di bawah pepohonan yang rimbun, saya mendengar kicauan anak burung, saya segera mengambilnya dan meletakkannya di dalam pakaianku. Tiba-tiba induknya datang dan segera terbang berputar di atas kepalaku. Saya lalu menyingkap kain yang menutupi anak-anak burung itu, induknya segera mendatangi anak-anaknya di dalam pakaianku, sehingga mereka sekarang ada bersamaku.”

Rasulullah saw. berkata kepada lekaki itu, “Letakkan mereka.”

Kemudian anak-anak burung itu diletakan. Namun, induknya enggan meninggalkan anak-anaknya dan tetap menemani mereka.

“Apakah kalian heran menyaksikan kasih sayang induk burung itu terhadap anak-anaknya?” tanya Rasulullah saw. kepada para sahabat yang ada waktu itu.

“Benar, ya Rasulullah,” jawab para sahabat.

“Ketahuilah,” kata Rasulullah saw. “Demi Dzat yang mengutusku dengan kebenaran, sesungguhnya Allah lebih penyayang terhadap hamba-hamba-Nya melebihi induk burung itu kepada anak-anaknya.”

“Kembalikanlah burung-burung itu ke tempat di mana engkau menemukannya, bersama dengan induknya,” perintah Rasulullah. Lelaki yang menemukan burung itupun segera mengembalikan burung-burung itu ke tempat semula.

Begitulah Akhlak terhadap hewan yang diajarkan Rasulullah saw. Bahkan, membunuh hewan tanpa alasan yang hak, Rasulullah menggolongkan suatu kezhaliman. Kabar ini datang dari Abdullah bin Amr bin Ash, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang membunuh seekor burung tanpa hak, niscaya Allah akan menanyakannya pada hari Kiamat.”

Seseorang bertanya, “Ya Rasulullah, apakah hak burung tersebut?”

Beliau menjawab, “Menyembelihnya, dan tidak mengambil lehernya lalu mematahkannya.” (HR. Ahmad, hadits nomor 6264)

Jika kepada hewan saja kita memenuhi hak-haknya, apalagi kepada manusia. Adakah hak-hak orang lain yang belum kita tunaikan?

email

Keyword: , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (79 orang menilai, rata-rata: 9,15 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel, Blackberry atau iPhone Anda.
  • http://izeka.multipy.com Sudirman Anwar

    Ass. semoga rahmat Allah selalu terlimpah atas orang-orang yang beriman. dan semoga kita termasuk golongan yang mendapatkan cinta kasih rasulullah di akhirat kelak.

    ana minta izin copy artikelnya di bulletin yang ana pimpin.

    wassalam
    sudirman anwar
    penangung jawab bulletin Yayasan MUMTAZ (majlis ummat bertafakur sdan berzikir) INHIL – RIAU

    syukron wa jazakullah

  • heni CS

    sejak ikut gabung di dakwatuna.com

    banyak menambah wawasan umumnya pengetahuan di didunia islam, sukses terus buat dakwatuna.

  • hasan musthofa

    Ya Allah berikan kekuatan kepada kami…sehingga senantiasa melakukan kebajikan pada semua makhluk Mu

  • http://yahoo.com gaguk

    bagus sekali mudah-mudahan allah ta’ala memberi kita petunjuk untuk selalu taat dan patuh kepadanya dan kepada Rosulnya.Amin

    sukron

  • fat

    boleh kan saya kutip…untuk disebar ke teman2….^_^

    kisahnya mengharukan

  • pamungkas

    Setelah membaca sirah ini…Demi Allah saya…berharap lihat Rosulluloh saw.saat membuka pintu surga pertama kali bersama kaum muslimin

  • MALA

    dalam Hadist memang menjeleskan bahwa kita harus mencintai semua makhluk, tapi dlm kesehariannya bagaimana jika kita menemukan binatang yang menggelikan sprti kecoa, cacing,kelabang dll.

  • http://yahoo.com nci_yadi

    “robbi habli mirladunka dzuriatan thoyyibatan innaka sami’uddu’a” “robbi habli minas sholihin”
    semoga Allah SWT memberikan kami anak yang sholeh dan sholehah yang bisa membahagiakan orang tuanya, menjadi tauladan yang baik mempunyai sifat – sifat rosul…..amin…..

  • http://yahoo.com nci_yadi

    saudaraku…setiap insan di dunia ini ingin mendapatkan suatu kebahagian yang hakiki… betul tidak….

  • http://yahoo.com nci_yadi

    assalamualaikum….ustad Mochamad Bugi saya mau ikut bergabung dengan dakwatuna.com mudah – mudahan saya dapat ilmu yang bermanfaat bagi keluarga saya…..

« Naskah Sebelumnya
Naskah Sesudahnya »
BERITA POPULER PEKAN INI: Ozil “Real Madrid”: Al-Qur’an Menambah Kekuatanku