Home / Narasi Islam / Hidayah / Aku Muslim, Aku Prajurit Setia

Aku Muslim, Aku Prajurit Setia

James Yee dan Keluarga“Aku prajurit Amerika, seorang warga negara, dan seorang patriot. Tapi dalam tatapan kecurigaan, aku minoritas sesat yang tidak memiliki hubungan inklusif dengan pemerintahan nasional Amerika. Aku hanya seorang muslim.” Demikian Yee menulis di bagian akhir kesaksiannya atas kebrutalan tentara Amerika atas dirinya dan tawanan muslim yang lain.

James Yee adalah seorang mualaf lulusan West Point, akademi militer paling bergengsi di AS. Mulanya, ia adalah pemeluk Kristen Lutheran. Ia memilih untuk memeluk Islam ketika ke Suriah. Setelah lulus dari West Point ia bertemu dengan seorang wanita bernama Huda yang kemudian menjadi istrinya. James Yee lulus dari West Point pada tahun 1990, mengabdi di Angkatan Darat AS selama empat belas tahun, termasuk tugas di Arab Saudi pasca-Perang Teluk I. Setelah memeluk Islam pada tahun 1991, ia belajar Islam dan bahasa Arab di Damaskus- Suriah selama empat tahun. Ia telah dua kali menunaikan ibadah haji ke Makkah.

Pada awal 2001, dia kembali ke dinas militer di tengah sentimen AS yang kuat terhadap Islam pasca tragedi WTC. Di penjara Guantanamo (Gitmo) dia ditugaskan sebagai ulama militer (chaplain) yang melayani seluruh tahanan yang semuanya muslim. Penjara Gitmo yang berada di Kuba adalah tempat meringkuknya tawanan yang dituduh berkomplot dengan Osama bin Laden dan mantan Pasukan Taliban.

Ketika tiba di Guantanamo, Yee menemukan banyak sekali kebrutalan yang dilakukan terhadap orang-orang Muslim yang menjadi tahanan di sana. Namun karena awalnya ia menganggap kebrutalan ini dilandasi oleh ketidaktahuan, Yee justru memandang kondisi ini sebagai tantangan baginya. Yee tidak hanya ingin memberikan pelayanan spiritual kepada para tahanan, namun ia juga ingin mendidik para personel militer AS tentang Islam.

Sayangnya, hal inilah yang menyeretnya ke dalam kubangan masalah. Karena memperlakukan para tahanan dengan hormat dan bermartabat, bicara yang baik-baik tentang Islam, serta memimpin kegiatan-kegiatan keagamaan, Yee malah dipandang sebagai teroris, dipandang sebagai musuh.

Karena James Yee seorang Muslim, ia dicurigai dan diperlakukan semena-mena olah para prajurit lain. Para prajurit itu mengabaikan perintah-perintahnya sebagai Kapten Angkatan Darat AS. Ini merupakan tindakan indisipliner, namun tak ada tindak lanjutnya. Ini membuktikan bahwa seorang Muslim tidak bisa menjadi tentara sungguhan di AS, apalagi menjadi perwira.

Sebagian besar kebrutalan yang dilakukan terhadap James Yee dan para tahanan lain di Guantanamo merupakan tanggung jawab Jenderal Geoffrey Miller, orang yang berkuasa di Guantanamo. Jenderal Miller sepertinya punya dendam dan kebencian pribadi terhadap Yee dan kaum Muslimin. Entah apa motifnya.

Keyakinan Kristen Miller sendiri yang radikal dipercaya ikut andil dalam segala tindak-tanduknya di Guantanamo. Namun, sayangnya, James Yee-lah yang menghadapi dakwaan kriminal, buka Miller. Yee-lah yang terpaksa mengundurkan diri, bukannya Miller. Padahal Miller-lah—beserta sejumlah perwira senior lainnya—yang seharusnya dipecat dengan tidak hormat dari dinas militer.

Kekerasan dan perilaku tidak manusiawi yang bertubi-tubi mengakibatkan beberapa tahanan harus pingsan dan mencoba bunuh diri. Pelecehan terhadap Islam dipertontonkan oleh para penjaga. Alquran dilempar, ditendang, diinjak dan dirobek. Lemparan batu juga dilakukan pada tahanan yang sedang shalat berjamaah. Di Kamp X-ray dan Delta tahanan dipaksa berlutut berjam-jam di bawah panggangan matahari, sementara kaki dan tangan diborgol. Jika meratap minta minum, maka para penjaga memberinya tendangan. Tidak hanya itu, tahanan juga disuruh mandi air kencing dan kotorannya.

Amerika rupanya enggan menerapkan Konvensi Jenewa kepada tahanan muslim di kamp militer Guantanamo.

Penganiayaan dan pelecehan seksual terhadap tahanan muslim di Penjara Guantanamo bukanlah isapan jempol. Ratusan orang yang terkurung di kamp militer Amerika Serikat itu mendapat perlakuan sangat tidak manusiawi.

James Yee membeberkan kekejaman tentara Amerika di Penjara Guantanamo berdasarkan kesaksiannya saat bertugas di sana. Pelecehan dan pembunuhan karakter dialaminya. Hanya karena Yee beragama Islam dan berusaha berbuat lebih beradab. Juga karena ia seorang imam muslim—dai (pendakwah)– di lingkungan militer Amerika yang berupaya meluruskan kekeliruan pemahaman tentang Islam kepada temannya sesama prajurit. Kisah tragis yang dialami Yee, tentara Amerika keturunan Cina berpangkat kapten ini, berawal dari masa dinasnya di Guantanamo.

Dalam kurun 10 bulan bertugas di Kamp Delta—sebutan untuk delapan blok penjara itu—ia menjadi saksi kekejaman yang dialami para tahanan. “Bahkan mereka tidak mendapatkan perlindungan seperti yang tercantum dalam Konvensi Jenewa,” papar Yee memberi kesaksian.

Pemerintahan Presiden George W. Bush dan kalangan militer enggan menerapkan konvensi itu kepada tahanan muslim yang disebutnya sebagai teroris. Para “pejuang” muslim, musuh Amerika dari berbagai negara, tidak memperoleh haknya sebagai tahanan perang.

Dapat dipastikan, penganiayaan terhadap tahanan dan pelecehan kitab suci Al-Qur’an kerap terjadi saat tahanan menjalani pemeriksaan. Polisi militer di penjara sering menggunakan lembaran Alquran untuk membersihkan lantai. Aku sering menemukan sobekan lembar Alquran di lantai. Hampir setiap hari terjadi pertikaian keras antara penjaga dan tahanan yang berujung penyiksaan. Terkadang prajurit Amerika yang bukan muslim sengaja membuat keributan selagi tahanan tengah beribadah.

Tak jarang pula tahanan dipaksa meninggalkan shalat untuk menjalani pemeriksaan. “Lambat laun aku sadar bahwa usahaku untuk memberikan pengajaran tentang toleransi membuat kecurigaan mereka semakin dalam,” tulis Yee. Dan siapa pun yang bertugas di kamp itu harus tetap menjaga kerahasiaan tentang apa pun yang dilihat dan dialami.

Diam-diam, gerak-gerik prajurit yang bertugas pun selalu diawasi oleh agen rahasia pemerintah, baik dari FBI maupun badan intelijen militer. Yee yang sejak masuk Islam menambahkan Yusuf dalam namanya, tak luput dari pengawasan. Hingga akhirnya, Yee diciduk pada 10 September 2003 di Bandara Jacksonville, Florida.

Selama 10 hari dia dikurung di sel dan diperlakukan seperti tahanan. Diperiksa dengan telanjang, tidak diberi makan, diborgol tangan dan kaki, pengaburan panca indera, serta perlakuan lainnya tanpa mempertimbangkan bahwa dia adalah seorang perwira angkatan darat.

”Mereka tidak peduli pangkatku kapten, lulusan West Point, akademi militer paling bergengsi di Amerika Serikat. Mereka tidak peduli agamaku melarang telanjang di hadapan orang. Mereka tidak peduli belum ada dakwaan resmi terhadapku. Mereka tidak peduli istri dan anak-anakku tidak mengetahui keberadaanku. Mereka pun jelas tidak peduli kalau aku adalah warga Amerika yang setia dan, di atas segalanya, tidak bersalah”.

Sejak saat itu, beragam tuduhan dilontarkan untuk menjeratnya. Pengkhianatan, persekongkolan dengan teroris, hingga isu perselingkuhan ditebar. Sejumlah koran Amerika sendiri sempat terjebak pada kekeliruan informasi yang disebar intel.

Mereka menyebut Yusuf Yee sebagai antek Taliban. Isu perselingkuhan yang sengaja ditebar ke koran nyaris menghancurkan rumah tangganya. Teror dan fitnah juga dilancarkan agar istrinya juga turut membencinya.

Istrinya menggenggam pistol di tangan yang satu dan dua butir peluru di tangan lainnya. “Ajari aku cara menggunakannya,” bisik wanita itu melalui telepon dari apartemen mereka di Olympia, Washington. Dari semua hal yang pernah dilalui James Yee—penahanan, tuduhan spionase, 76 hari di dikurung di sel isolasi—ini adalah yang terburuk.

Rasa takut membadai di dadanya saat bicara di telepon dengan istrinya. Sebagai seorang ulama militer, Yee telah dilatih untuk mendeteksi dan mencegah tindakan bunuh diri. Yee tahu bahwa kondisi Huda telah kritis. Istrinya itu telah menemukan pistol Smith & Wesson miliknya yang disimpan di tempat tersembunyi di dalam lemari. Huda sudah merencanakan ini. Yee merasa tak berdaya…

Yang lebih mencengangkan, ada anak di bawah umur dijebloskan ke penjara ini dengan tuduhan sebagai anggota jaringan teroris. Seorang di antaranya adalah Omar Khadir, bocah muslim asal Kanada yang baru berusia 15 tahun.

Kesaksian James Yee ini kian menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi di penjara-penjara khusus Amerika. Yee menyebutkan, perang melawan terorisme yang dicanangkan Presiden Bush melahirkan kegilaan di kalangan militer Amerika. Yee menjadi korban kegilaan itu.

Pengalaman kelam selama lebih dari satu tahun dalam tahanan militer memberinya pelajaran berharga. Kondisi militer Amerika jauh dari gambaran ideal Yee. Perbedaan dan kehormatan serta kemerdekaan menjalankan agama tidak dijamin.

Agama dan keyakinan ternyata masih menjadi masalah utama di dunia militer negeri yang mengaku demokratis itu. “Mereka tidak mempertimbangkan bahwa aku adalah seorang prajurit yang setia,” tulis James Yee.

Kesaksian Yee ini layaknya film drama produksi Hollywood. Seorang perwira militer Amerika Serikat dijebloskan ke penjara berdasarkan sangkaan spionase, melakukan pemberontakan, menghasut, membantu musuh, dan menjadi pengkhianat militer dan negara.

Tapi semuanya tidak terbukti dan akhirnya perwira itu dibebaskan dari semua dakwaan. Kapten James Yee, perwira itu, mendapatkan perlakuan tak beradab dari militer AS karena dia beragama Islam dan reaksi paranoid AS terhadap Islam yang sama sekali tak beralasan.

Tapi publik AS tahu bahwa itu bohong. Sementara kredibilitas militer AS runtuh akibat kecerobohannya dalam kasus ini. Bahkan New York Times edisi 24 Maret 2006 menurunkan tajuk rencana berjudul “Ketidakadilan Militer”.

Meskipun sama sekali bersih dari tuntutan, namun keinginannya untuk tetap mengabdi pada Tuhan dan negara pupus. Yee “terpaksa” mundur dari militer pada 7 Januari 2005. Sayangnya, karier militer dan reputasinya telah lebih dulu hancur. Bahkan hingga kini statusnya masih ‘dalam pengawasan’.

AS benar-benar paranoid. Siapa pun yang dianggap musuh, apa pun dilakukan. Tidak peduli itu bertentangan dengan hak asasi manusia, keadilan konvensi internasional, atau hal lainnya yang selalu digemborkannya sendiri.

Kasus Yee dan Penjara Guantanamo makin merontokkan citra AS di mata publik dunia. Kini penutupan penjara Gitmo sedang dipertimbangkan karena tekanan dunia internasional melalui PBB, termasuk sekutu dekatnya, Inggris dan Italia. Sekitar 500 tahanan dari 35 negara kini masih meringkuk dalam penjara itu.

Salah satu pelajaran yang bisa dipetik dari kasus Yee adalah peran media massa. Saat proses penahanan, lengkap sudah penderitaan Yee. Bukan saja dipenjarakan tanpa bukti, namun dia juga telah dihakimi oleh media massa (trial by the press) sebelum pengadilan digelar. Pers AS seperti Washington Post, New York Times, Guardian, Dll. yang mendengungkan hak asasi, justru bersifat tendensius dan tidak cover both sie. Informasi yang disajikan adalah versi militer AS.

Namun keteledoran pers tersebut ditebus dengan kritik pedas terhadap pemerintah setelah tuduhan terhadap Yee tidak terbukti. Artikel, tajuk rencana, dan berita-berita yang disuguhkan semuanya berupa pembelaan, bahkan sebagian media massa minta maaf pada Yee.

Patriotisme Yee musnah di mata pemerintah AS hanya karena dia sebagai Muslim taat menjalankan tugasnya sesuai ajaran agama dan perintah negara. Tapi dunia tahu bahwa dia adalah seorang patriot sejati yang hidupnya diabdikan kepada Tuhan dan negaranya.

Inilah kisah yang mengungkap sisi gelap perang terhadap terorisme yang berlebihan dan tanpa aturan, yang menebar bahaya di mana-mana dan mengakibatkan seorang patriot Amerika sejati diperlakukan layaknya musuh. Bukannya mendapat penghargaan atas jasa-jasanya, Yee malah dihukum. Reputasi Amerika sebagai negara hukum yang adil ikut tercoreng bersamanya. Kita seakan muak dengan kebijakan-kebijakan AS di bawah Bush dengan segala tindak-tanduk primitifnya yang mengacak-acak peradaban dan nilai-nilai kemanusiaan.

Apakah ‘perang melawan terorisme’ yang digagas Amerika Serikat (AS) benar-benar perang yang ditujukan untuk melawan ekstremisme demi tegaknya demokrasi? Ataukah label itu hanya bungkus bagi perang melawan Islam? Para pejabat AS di lingkaran Bush bersikeras bahwa agenda mereka bersifat politis, bukan religius. Namun faktanya, retorika dan tindak-tanduk AS di lapangan mengubah perang melawan terorisme menjadi perang melawan Islam.

Foto: dari sini

Redaktur:

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (105 votes, average: 9,71 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Aidil Heryana, S.Sosi
"Aidil" adalah panggilan kesehariannya. Lahir di Jakarta pada tahun 1964 dan sekarang telah dikaruniai Allah 4 orang anak. Manajer SDM di Ummigroup Media ini adalah lulusan dari SMA Negeri 8 Jakarta, LIPIA (I'dadul Lughoh Masa'iyah), dan Institut Agama Islam Al-Aqidah. Pernah aktif di Kerohanian Islam (Rohis) SMAN 8 Jakarta, dan di Bi'tsatud Du'at PKPU. Saat ini mengemban amanah sebagai Pembina Yayasan Sahabat Insani. Moto hidupnya adalah "Hidup Mulia atau Mati Mulia".
  • Semoga kejadian ini menjadi satu lahan ibadah yang ganjarannya surga, hormat saya terhadap ikhwan James Yee. Andai kita semua bisa memetik hikmah dari peristiwa ini…

  • jundullah

    Wahai orang kuffar tunggulah kehancuranmu.. Akan tiba saatnya Islam berjaya untuk menghancurkanmu.. Semoga kita termasuk orang-orang yang memiliki saham tegaknya Islam di muka bumi

  • Iskariman

    "Intanshurullah yanshurkum wa yutsabbit aqdaamakum….

  • Semoga Alloh senantiasa memberikan pertolongan pada setiap hamba-Nya yang istiqomah berdakwah di jalan-Nya. Tetaplah bersabar dalam medan dakwah ini. Do'aku bersamu selalu. Amin,

  • Ayat-ayat Allah itu bicara lagi….,Ampuni kamu ya…Allah

  • anwar

    subhanaullah….keistiqomaan akhie kita jams yee…perlu kita tiru…apalagi di bumi indonesia ini….

    siapa yang akan menjadi yee…2, 3. dan seterusnya… Allahu Akbar 3x

  • indra isnaini

    sungguh mengharukan semoga Allah menolang orang orang beriman yang sedang menegakkan agamanya, apakah pak Aidil Heryana, tinggal di jaktim?

  • Allohummaghfirly… Allohu akbar !!!

  • henik

    Allah SWT tidak pernah tidur, semoga semua perjuangan Kapten Yee mendapat balasaan dari Allah SWT, Allah SWT maha tahu akan kebenaran, Subbhanallah….. . Saatnya kita semua umat Islam sadar bahwa perang terhadap terorisme yang dikumandangkan AS hanyalah kamulflase belaka karena yang mereka musuhi adalah umat Islam, mari saudara2 muslimku kita berjihad dengan cara paling sederhana yang bisa kita lakukan, BLOKIR SEMUA PRODUK AMERIKA DI INDONESIA, JANGAN KITA KONSUMSI PRODUK MEREKA. ALLAH HUAKBAR….

  • Abi Dzikri Siregar

    Harapan yang selalu diharapkan, kapan kiranya amerika hancur seperti rusia, sungguh aku ingin menyaksikan, amerika yang hina dihadapan dunia…

  • Muslim Muthaher

    Subbhanallah…Allah SWT telah memberikan pelajaran kepada kita tentang keimanan,keteguhan dan kesabaran melalui Yusuf Yee…

  • yeyen dan ririn

    anda akan selalu mendapat cobaan seperti itu,karna anda adalah orang pilihan.

  • Emsa

    kengirian menjadi ghuroba semakin menguat, membuncah keseluruh sel-sel darah dalam diri. Ya Allah jadikan Kami seperti Orang-orang yang komitmen dengan Nilai-nilaiMu.

  • jerry

    ALLAHU AKBAR
    terkutuklah kalian semua wahai orang-orang yang tidak percaya akan kebenaran islam sesungguhnya akan datang dimana saat kalian akan percaya tentang kebenaran islam dan akan menangis-menagis kepada ALLAH swt atas apa yang telah kalian perbuat terhadap orang-orang islam yang telah kalian dzalmi
    Wassalam,,,

  • arqom

    Allahu Akbar……

    Banyak di luar sana manusia-manusia seperti Kapten Yee, lantas seperti siapakah kita disini…?

    wassalam….

  • trio segara

    Patriotisme Yee musnah di mata pemerintah AS hanya karena dia sebagai Muslim taat menjalankan tugasnya sesuai ajaran agama dan perintah negara. Tapi dunia tahu bahwa dia adalah seorang patriot sejati yang hidupnya diabdikan kepada Tuhan dan negaranya.Apakah tentara kita sudah seperti dia?

  • solahudin

    pertempuran antara hak dan batil adalah sunatullah di muka bumi, semoga dengan kisah ini kita sadar bahwa pada hakekatnya kita adalah musuh orang-orang kafir dan orang-orang kafir adalah musuh kita.. PERSIAPKANLAH DIRI KALIAN UNTUK MENJADI PRAJURIT ALLAH!!! JANNAH MENANTI..

  • Nirwan

    Ya Allah, hanya engkau Maha Mengetahui dan Maha segalanya, mudah-mudahan kebenaran-Mu akan
    datang dan menghancurkan kebathilan.
    Marilah kita sesama muslim untuk saling mengikat erat persaudaraan dan saling mendoakan…

  • rizky ayu

    SUBHANALLAH…….!!!!!!!

  • Janji Alloh jika engkau tabah akan cobaan yang kuberikan maka surga adalah tujuannya. begitu juga akan kebatilan yang dilakukan sebuah bangsa maka kehancuran sebagai balasannya. sebagaimana kisah negeri sodom yang dihancurkan oleh Alloh kisah jaman nabi Luth.

  • Rinto

    Allah telah berjanji bahwa setiap kebenaran akan ditunjukkan dengan kuasanya

  • Capt ( USMC ) Danan

    ……..be patience my brother…Allah SWT be with u…im a US soldier to..and im a moslem to…..

  • ain dan zain

    assalammualaikum……to all muslim…….i'm proud to be a muslim….for me Yee are really soldier….he is our hero in islam …may Allah bless u (yee) allah gave us koran for thinking …….so y all non-muslim not reading and make research from it…..

  • Letda (Inf) Afif Pra

    Assalammu'alaikm wahai saudara muslim..dsni sy jg sbgai orang militer angkatan darat Indonesia..sy dpt merasakan bgaimna perlakuan itu bs dirasakan oleh anda..percayalah..disini kami dan seluruh angkatan perang negara muslim sdg mempersiapkan kemenangan Islam dikemudian hari..ketika Presiden kami meminta utk berperang dgn negara zolim sprti amerika,maka percayalah kami akan serahkan jihad kami..sabar wahai saudaraku

  • semoga Allah menurunkan azab yang pedih dan semoga amerika dihancurkan oleh tangan2 allah swt,semoga saudara kita disna tetap kuat dan istiqomah dijalan Allah..

  • Indera

    dengan dalih menebarkan demokrasi di setiap penjuru bumi, Amerika Serikat sungguh merupakan sebuah negara yang nyata2 sangat tidak demokratis karena tindakannya tersebut. Kebebasan menjadi bias ketika kebebasan itu dipaksa digantikan oleh demokrasi.
    Untuk, Lee..sungguh luar biasa perjuangannya.. semoga kita selalu diberi kekuatan untuk senantiasa menegakkan bendera Islam di hati kita.

  • pencari hikmah

    Maha benar ALLAH dengan segala firmannya.

    sesungguhnya 14 abad yang lalu ALLAH telah mengabarkan, bahwa orang – orang kafir tidak akan senang terhadap kaum muslim sampai kita mengikuti agama mereka.

    tapi yakinlah saudaraku, islam adalah agama yang benar disisi ALLAH dan kebenaran pasti akan menang karena ALLAH SWT-lah pemilik kebenaran.

    mari kita jaga tegaknya kalimat tauhid di muka bumi ini, dan janganlah kita mati kecuali dalam islam. amin ya rabbal alamin.

    taqoballahu waminkum

  • hati-hati dgn fitnah dajjal sebab

    di hari kimat nsnti di akan menyesatkan kita kaum muslimin.

    kita sebagai umat islam percaya dgn adanya ke munculan dajjal.

    saya baca buku seputar dajjal.

    ia akan memusnahkan seluruh umat muslim utk masuk agama YAHUDI.

    semoga para pembaca percaya hanya dgn ALLAH.AMMIN………….

  • Salut dan bangga pada James Yee, mampukah kita sperti beliau?

    Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah berkenan, semoga kita semua senantiasa istiqomah dan dalam lindungan Allah Swt. Amiin

  • wildan

    Allahu maakum,,,smg selimut rahmatNYA selalu ada buat saudara2 muslim qta,,,

  • Helmi Gustav

    Assalamu’alaykum..
    Betul James Yee adalah prajurit. dan walaupun saya bukan prajurit saya ingin bergabung dengan saudara Afif untuk membela Islam… kunanti mudah2an terjadi..

  • reni

    Assalamu’alaykum wr.wb…
    Subhanallah perjuangan James Yee luar biasa, m’baca kisahnya langsung dari buku memberikan spirit baru buat kita umat muslim agar tidak pantang menyerah pada keadaan untuk m’p’juangkan agar panji Islam tegak di Bumi Allah swt.

  • Rachmanto

    Assalamu’alaikum Wr.Wb,
    Semoga ALLAH SWT memberikan kekuatan pada James Yee dan keluarganya dan memberikan kemuliaan di akhir zaman, dan semoga ALLAH SWT memberikan adzab bagi USA.

  • Ajun

    bahwa air yang pasang pasti akan surut; bahwa roda yang di atas suatu ketika pasti akan berada di bawah. demikian juga dengan amerika serikat hari ini ia adalah super power tp pasti dan sungguh pasti akan tiba masanya ia akan menjadi negara yg terpuruk, bangkrut, dan jd pecundang. ya Rabb, kuatkan kami agar tidak memperlakukan mereka sebagaimana mereka memperlakukan kami hari ini. kuatkan kami layaknya sepohon mangga yang dilempar batu tapi membalas dgn buahnya yg manis, segar, dan mengenyangkan

  • subhanalloh……, semoga Alloh senantiasa memberikan kekuatan kepada kaum muslimin.

  • Bi

    itulah FAKTANYA.

    “bagai mana hendak bangkit, bangkit saja tidak bisa.”

  • pya.ardiagarini

    Subhanalloh…,

  • dede

    awal ahir kebenaran
    akan ditunjukkan oleh
    Allah.smg org2 tsb diberikan hidayah ma
    Allah.amin

  • bhandit

    ga tau ntah sampai kapan akan terus bgini……?? akan kah selamanya..?? sampai sangkala mengemah ke sluruh dunia… tp smuanya sudah di surat kan ma yg diatas…… n manusia pilihan lah yg akan masuk surga……. krena dimasa nya dia tau apa yang benar dan apa yang salah…. Allah maha mengetahui…….

  • nasril

    semoga Allah SWT segera memperlihatkan kekuasaan dan kebesarannya terhadap Amerika & Israeil laknatullah….

  • Kobob

    smoga Allah senantiasa menjaga umat-Nya yg taat… dan smoga kita umat muslim d beri kekuatan Bathin sbg khalifah d muka bumi…

  • ekaita

    Ini mungkin salah satu yang mengundang azab Allah atas amerika. Selain perzinahan dimana-mana, riba, maksiat,fitnah thd mujahidin, homoseksual. Wallahu’alam. Tetap beramar ma’ruf sesuai syariat agar kita tdk terpancing berbuat zalim karena Allah pelindung org2 mukmin bukan org2 zalim.

  • Capricornangel Salvior

    go to hell JW.BUSH!! war with me…

  • kurniawan

    mari kita cganyang amerika dan sewkutunya , saya beni negra AS beserta warga yg membenci muslim

Lihat Juga

Pejabat militer yang dipencat dan mencari suaka ke Amerika. (media-alsharq.com)

Pejabat Militer Turki yang Terlibat Kudeta Mencari Suaka ke Amerika