Home / Keluarga / Pendidikan Keluarga / Menikah, Kenapa Takut?

Menikah, Kenapa Takut?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cinta (orangemood.files.wordpress.com)

dakwatuna.com – Kita hidup di zaman yang mengajarkan pergaulan bebas, menonjolkan aurat, dan mempertontonkan perzinaan. Bila mereka berani kepada Allah dengan melakukan tindakan yang tidak hanya merusak diri, melainkan juga menghancurkan institusi rumah tangga, mengapa kita takut untuk mentaati Allah dengan membangun rumah tangga yang kokoh? Bila kita beralasan ada resiko yang harus dipikul setelah menikah, bukankah perzinaan juga punya segudang resiko? Bahkan resikonya lebih besar. Bukankankah melajang ada juga resikonya?

Hidup, bagaimanapun adalah sebuah resiko. Mati pun resiko. Yang tidak ada resikonya adalah bahwa kita tidak dilahirkan ke dunia. Tetapi kalau kita berpikir bagaimana lari dari resiko, itu pemecahan yang mustahil. Allah tidak pernah mengajarkan kita agar mencari pemecahan yang mustahil. Bila ternyata segala sesuatu ada resikonya, maksiat maupun taat, mengapa kita tidak segera melangkah kepada sikap yang resikonya lebih baik? Sudah barang tentu bahwa resiko pernikahan lebih baik daripada resiko pergaulan bebas (baca: zina). Karenanya Allah mengajarkan pernikahan dan menolak perzinaan.

Saya sering ngobrol, dengan kawaan-kawan yang masih melajang, padahal ia mampu untuk menikah. Setelah saya kejar alasannya, ternyata semua alasan itu tidak berpijak pada fondasi yang kuat: ada yang beralasan untuk mengumpulkan bekal terlebih dahulu, ada yang beralasan untuk mencari ilmu dulu, dan lain sebagainya. Berikut ini kita akan mengulas mengenai mengapa kita harus segera menikah? Sekaligus di celah pembahasan saya akan menjawab atas beberapa alasan yang pernah mereka kemukakan untuk membenarkan sikap.

Menikah itu Fitrah

Allah Taala menegakkan sunnah-Nya di alam ini atas dasar berpasang-pasangan. Wa min kulli syai’in khalaqnaa zaujain, dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan (Adz-Dzariyaat: 49). Ada siang ada malam, ada laki ada perempuan. Masing-masing memerankan fungsinya sesuai dengan tujuan utama yang telah Allah rencanakan. Tidak ada dari sunnah tersebut yang Allah ubah, kapanpun dan di manapun berada. Walan tajida lisunnatillah tabdilla, dan kamu sekali-kali tidak akan mendapati perubahan pada sunnah Allah (Al-Ahzab: 62). Walan tajida lisunnatillah tahwiila, dan kamu tidak akan mendapati perubahan bagi ketetapan kami itu. (Al-Isra: 77)

Dengan melanggar sunnah itu berarti kita telah meletakkan diri pada posisi bahaya. Karena tidak mungkin Allah meletakkan sebuah sunnah tanpa ada kesatuan dan keterkaitan dengan sIstem lainnya yang bekerja secara sempurna secara universal.

Manusia dengan kecanggihan ilmu dan peradabannya yang dicapai, tidak akan pernah mampu menggantikan sunnah ini dengan cara lain yang dikarang otaknya sendiri. Mengapa? Sebab, Allah swt. telah membekali masing-masing manusia dengan fitrah yang sejalan dengan sunnah tersebut. Melanggar sunnah artinya menentang fitrahnya sendiri.

Bila sikap menentang fitrah ini terus-menerus dilakukan, maka yang akan menanggung resikonya adalah manusia itu sendiri. Secara kasat mata, di antara yang paling tampak dari rahasia sunnah berpasang-pasangan ini adalah untuk menjaga keberlangsungan hidup manusia dari masa ke masa sampai titik waktu yang telah Allah tentukan. Bila institusi pernikahan dihilangkan, bisa dipastikan bahwa mansuia telah musnah sejak ratusan abad yang silam.

Mungkin ada yang nyeletuk, tapi kalau hanya untuk mempertahankan keturunan tidak mesti dengan cara menikah. Dengan pergaulan bebas pun bisa. Anda bisa berkata demikian. Tetapi ada sisi lain dari fitrah yang juga Allah berikan kepada masing-masing manusia, yaitu: cinta dan kasih sayang, mawaddah wa rahmah. Kedua sisi fitrah ini tidak akan pernah mungkin tercapai dengan hanya semata pergaulan bebas. Melainkan harus diikat dengan tali yang Allah ajarkan, yaitu pernikahan. Karena itulah Allah memerintahkan agar kita menikah. Sebab itulah yang paling tepat menurut Allah dalam memenuhi tuntutan fitrah tersebut. Tentu tidak ada bimbingan yang lebih sempurna dan membahagiakan lebih dari daripada bimbingan Allah.

Allah berfirman fankihuu, dengan kata perintah. Ini menunjukan pentingnya hakikat pernikahan bagi manusia. Jika membahayakan, tidak mungkin Allah perintahkan. Malah yang Allah larang adalah perzinaan. Walaa taqrabuzzina, dan janganlah kamu mendekati zina (Al-Israa: 32). Ini menegaskan bahwa setiap yang mendekatkan kepada perzinaan adalah haram, apalagi melakukannya. Mengapa? Sebab Allah menginginkan agar manusia hidup bahagia, aman, dan sentosa sesuai dengan fitrahnya.

Mendekati zina dengan cara apapun, adalah proses penggerogotan terhadap fitrah. Dan sudah terbukti bahwa pergaulan bebas telah melahirkan banyak bencana. Tidak saja pada hancurnya harga diri sebagai manusia, melainkan juga hancurnya kemanusiaan itu sendiri. Tidak jarang kasus seorang ibu yang membuang janinnya ke selokan, ke tong sampah, bahkan dengan sengaja membunuhnya, hanya karena merasa malu menggendong anaknya dari hasil zina.

Perhatikan bagaimanan akibat yang harus diterima ketika institusi pernikahan sebagai fitrah diabaikan. Bisa dibayangkan apa akibat yang akan terjadi jika semua manusia melakukan cara yang sama. Ustadz Fuad Shaleh dalam bukunya liman yuridduz zawaj mengatakan, “Orang yang hidup melajang biasanya sering tidak normal: baik cara berpikir, impian, dan sikapnya. Ia mudah terpedaya oleh syetan, lebih dari mereka yang telah menikah.”

Menikah Itu Ibadah

Dalam surat Ar-Rum: 21, Allah menyebutkan pentingnya mempertahankan hakikat pernikahan dengan sederet bukti-bukti kekuasaan-Nya di alam semesta. Ini menunjukkan bahwa dengan menikah kita telah menegakkan satu sisi dari bukti kekusaan Allah swt. Dalam sebuah kesempatan Rasulullah saw. lebih menguatkan makna pernikahan sebagai ibadah, “Bila seorang menikah berarti ia telah melengkapi separuh dari agamanya, maka hendaknya ia bertakwa kepada Allah pada paruh yang tersisa.” (HR. Baihaqi, hadits Hasan)

Belum lagi dari sisi ibadah sosial. Dimana sebelum menikah kita lebih sibuk dengan dirinya, tapi setelah menikah kita bisa saling melengkapi, mendidik istri dan anak. Semua itu merupakan lapangan pahala yang tak terhingga. Bahkan dengan menikah, seseorang akan lebih terjaga moralnya dari hal-hal yang mendekati perzinaan. Alquran menyebut orang yang telah menikah dengan istilah muhshan atau muhshanah (orang yang terbentengi). Istilah ini sangat kuat dan menggambarkan bahwa kepribadian orang yang telah menikah lebih terjaga dari dosa daripada mereka yang belum menikah.

Bila ternyata pernikahan menunjukkan bukti kekuasan Allah, membantu tercapainya sifat takwa. dan menjaga diri dari tindakan amoral, maka tidak bisa dipungkiri bahwa pernikahan merupakan salah satu ibadah yang tidak kalah pahalanya dengan ibadah-ibadah lainnya. Jika ternyata Anda setiap hari bisa menegakkan ibadah shalat, dengan tenang tanpa merasa terbebani, mengapa Anda merasa berat dan selalu menunda untuk menegakkan ibadah pernikahan, wong ini ibadah dan itupun juga ibadah.

Pernikahan dan Penghasilan

Seringkali saya mendapatkan seorang jejaka yang sudah tiba waktu menikah, jika ditanya mengapa tidak menikah, ia menjawab belum mempunyai penghasilan yang cukup. Padahal waktu itu ia sudah bekerja. Bahkan ia mampu membeli motor dan HP. Tidak sedikit dari mereka yang mempunyai mobil. Setiap hari ia harus memengeluarkan biaya yang cukup besar dari penggunakan HP, motor, dan mobil tersebut. Bila setiap orang berpikir demikian apa yang akan terjadi pada kehidupan manusia?

Saya belum pernah menemukan sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah saw. melarang seorang sahabatnya yang ingin menikah karena tidak punya penghasilan. Bahkan dalam beberapa riwayat yang pernah saya baca, Rasulullah saw. bila didatangi seorang sahabatnya yang ingin menikah, ia tidak menanyakan berapa penghasilan yang diperoleh perbulan, melainkan apa yang ia punya untuk dijadikan mahar. Mungkin ia mempunyai cincin besi? Jika tidak, mungkin ada pakaiannya yang lebih? Jika tidak, malah ada yang hanya diajarkan agar membayar maharnya dengan menghafal sebagian surat Alquran.

Apa yang tergambar dari kenyatan tersebut adalah bahwa Rasulullah saw. tidak ingin menjadikan pernikahan sebagai masalah, melainkan sebagai pemecah persoalan. Bahwa pernikahan bukan sebuah beban, melainkan tuntutan fitrah yang harus dipenuhi. Seperti kebutuhan Anda terhadap makan, manusia juga butuh untuk menikah. Memang ada sebagian ulama yang tidak menikah sampai akhir hayatnya seperti yang terkumpul dalam buku Al-ulamaul uzzab alladziina aatsarul ilma ‘alaz zawaj. Tetapi, itu bukan untuk diikuti semua orang. Itu adalah perkecualian. Sebab, Rasulullah saw. pernah melarang seorang sahabatanya yang ingin hanya beribadah tanpa menikah, lalu menegaskan bahwa ia juga beribadah tetapi ia juga menikah. Di sini jelas sekali bagaimana Rasulullah saw. selalu menuntun kita agar berjalan dengan fitrah yang telah Allah bekalkan tanpa merasakan beban sedikit pun.

Memang masalah penghasilan hampir selalu menghantui setiap para jejaka muda maupun tua dalam memasuki wilayah pernikahan. Sebab yang terbayang bagi mereka ketika menikah adalah keharusan membangun rumah, memiliki kendaraan, mendidik anak, dan seterusnya di mana itu semua menuntut biaya yang tidak sedikit. Tetapi kenyataannya telah terbukti dalam sejarah hidup manusia sejak ratusan tahun yang lalu bahwa banyak dari mereka yang menikah sambil mencari nafkah. Artinya, tidak dengan memapankan diri secara ekonomi terlebih dahulu. Dan ternyata mereka bisa hidup dan beranak-pinak. Dengan demikian kemapanan ekonomi bukan persyaratan utama bagi sesorang untuk memasuki dunia pernikahan.

Mengapa? Sebab, ada pintu-pintu rezeki yang Allah sediakan setelah pernikahan. Artinya, untuk meraih jatah rezki tersebut pintu masuknya menikah dulu. Jika tidak, rezki itu tidak akan cair. Inilah pengertian ayat iyyakunu fuqara yughnihimullahu min fadhlihi wallahu waasi’un aliim, jika mereka miskin Allah akan mampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas lagi Maha mengetahui (An-Nur: 32). Ini adalah jaminan langsung dari Allah, agar masalah penghasilan tidak dikaitkan dengan pernikahan. Artinya, masalah rezki satu hal dan pernikahan hal yang lain lagi.

Abu Bakar Ash-Shidiq ketika menafsirkan ayat itu berkata, “Taatilah Allah dengan menikah. Allah akan memenuhi janjinya dengan memberimu kekayaan yang cukup.” Al-Qurthubi berkata, “Ini adalah janji Allah untuk memberikan kekayaan bagi mereka yang menikah untuk mencapai ridha Allah, dan menjaga diri dari kemaksiatan.” (lihat Tafsirul Quthubi, Al Jami’ liahkamil Qur’an juz 12 hal. 160, Darul Kutubil Ilmiah, Beirut).

Rasulullah saw. pernah mendorong seorang sahabatnya dengan berkata, “Menikahlah dengan penuh keyakinan kepada Allah dan harapan akan ridhaNya, Allah pasti akan membantu dan memberkahi.” (HR. Thabarni). Dalam hadits lain disebutkan: Tiga hal yang pasti Allah bantu, di antaranya: “Orang menikah untuk menjaga diri dari kemaksiatan.” (HR. Turmudzi dan Nasa’i)

Imam Thawus pernah berkata kepada Ibrahim bin Maysarah, “Menikahlah segera, atau saya akan mengulang perkataan Umar Bin Khattab kepada Abu Zawaid: Tidak ada yang menghalangimu dari pernikahaan kecuali kelemahanmu atau perbuatan maksiat.” (lihat Siyar A’lamun Nubala’ oleh Imam Adz Dzahaby). Ini semua secara makna menguatkan pengertian ayat di atas. Di mana Allah tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya yang bertakwa kepada Allah dengan membangun pernikahan.

Persoalannya sekarangan, mengapa banyak orang berkeluarga yang hidup melarat? Kenyataan ini mungkin membuat banyak jejaka berpikir dua kali untuk menikah. Dalam masalah nasib kita tidak bisa mengeneralisir apa yang terjadi pada sebagian orang. Sebab, masing-masing ada garis nasibnya. Kalau itu pertanyaanya, kita juga bisa bertanya: mengapa Anda bertanya demikian? Bagaimana kalau Anda melihat fakta yang lain lagi bahwa banyak orang yang tadinya melarat dan ternyata setelah menikah hidupnya lebih makmur? Dari sini bahwa pernikahan bukan hambatan, dan kemapanan penghasilan bukan sebuah persyaratan utama.

Yang paling penting adalah kesiapan mental dan kesungguhan untuk memikul tanggung jawab tersebut secara maksimal. Saya yakin bahwa setiap perbuatan ada tanggung jawabnya. Berzina pun bukan berarti setelah itu selesai dan bebas tanggungjawab. Melainkan setelah itu ia harus memikul beban berat akibat kemaksiatan dan perzinaan. Kalau tidak harus mengasuh anak zina, ia harus menanggung dosa zina. Keduanya tanggung jawab yang kalau ditimbang-timbang, tidak kalah beratnya dengan tanggung jawab pernikahan.

Bahkan tanggung jawab menikah jauh lebih ringan, karena masing-masing dari suami istri saling melengkapi dan saling menopang. Ditambah lagi bahwa masing-masing ada jatah rezekinya yang Allah sediakan. Tidak jarang seorang suami yang bisa keluar dari kesulitan ekonomi karena jatah rezeki seorang istri. Bahkan ada sebuah rumah tangga yang jatah rezekinya ditopang oleh anaknya. Perhatikan bagaimana keberkahan pernikahan yang tidak hanya saling menopang dalam mentaati Allah, melainkan juga dalam sisi ekonomi.

Pernikahan dan Menuntut Ilmu

Seorang kawan pernah mengatakan, ia ingin mencari ilmu terlebih dahulu, baru setelah itu menikah. Anehnya, ia tidak habis-habis mencari ilmu. Hampir semua universitas ia cicipi. Usianya sudah begitu lanjut. Bila ditanya kapan menikah, ia menjawab: saya belum selesai mencari ilmu.

Ada sebuah pepatah diucapkan para ulama dalam hal mencari ilmu: lau anffaqta kullaha lan tashila illa ilaa ba’dhiha, seandainya kau infakkan semua usiamu –untuk mencari ilmu–, kau tidak akan mendapatkannya kecuali hanya sebagiannya. Dunia ilmu sangat luas. Seumur hidup kita tidak akan pernah mampu menelusuri semua ilmu. Sementara menikah adalah tuntutan fitrah. Karenanya, tidak ada aturan dalam Islam agar kita mencari ilmu dulu baru setelah itu menikah.

Banyak para ulama yang menikah juga mencari ilmu. Benar, hubungan mencari ilmu di sini sangat berkait erat dengan penghasilan. Tetapi banyak sarjana yang telah menyelesaikan program studinya bahkan ada yang sudah doktor atau profesor, tetapi masih juga pengangguran dan belum mendapatkan pekerjaan. Artinya, menyelesaikan periode studi juga bukan jaminan untuk mendapatkan penghasilan. Sementara pernikahan selalu mendesak tanpa semuanya itu. Di dalam Alquran maupun Sunnah, tidak ada tuntunan keharusan menunda pernikahan demi mencari ilmu atau mencari harta. Bahkan, banyak ayat dan hadits berupa panggilan untuk segera menikah, terlepas apakah kita sedang mencari ilmu atau belum mempunyai penghasilan.

Berbagai pengalaman membuktikan bahwa menikah tidak menghalangi seorang dalam mencari ilmu. Banyak sarjana yang berhasil dalam mencari ilmu sambil menikah. Begitu juga banyak yang gagal. Artinya, semua itu tergantung kemauan orangnya. Bila ia menikah dan tetap berkemauan tinggi untuk mencari ilmu, ia akan berhasil. Sebaliknya, jika setelah menikah kemauannya mencari ilmu melemah, ia gagal. Pada intinya, pernikahan adalah bagian dari kehidupan yang harus juga mendapatkan porsinya. Perjuangan seseorang akan lebih bermakna ketika ia berjuang juga menegakkan rumah tungga yang Islami.

Rasulullah saw. telah memberikan contoh yang sangat mengagumkan dalam masalah pernikahan. Beliau menikah dengan sembilan istri. Padahal beliau secara ekonmi bukan seorang raja atau konglomerat. Tetapi semua itu Rasulullah jalani dengan tenang dan tidak membuat tugas-tugas kerasulannya terbengkalai. Suatu indikasi bahwa pernikahan bukan hal yang harus dipermasalahkan, melainkan harus dipenuhi. Artinya, seorang yang cerdas sebenarnya tidak perlu didorong untuk menikah, sebab Allah telah menciptakan gelora fitrah yang luar biasa dalam dirinya. Dan itu tidak bisa dipungkiri. Masing-masing orang lebih tahu dari orang lain mengenai gelora ini. Dan ia sendiri yang menanggung perih dan kegelisahan gelora ini jika ia terus ditahan-tahan.

Untuk memenuhi tuntutan gelora itu, tidak mesti harus selesai study dulu. Itu bisa ia lakukan sambil berjalan. Kalaupun Anda ingin mengambil langkah seperti para ulama yang tidak menikah (uzzab) demi ilmu, silahkan saja. Tetapi apakah kualitas ilmu Anda benar-benar seperti para ulama itu? Jika tidak, Anda telah rugi dua kali: ilmu tidak maksimal, menikah juga tidak. Bila para ulama uzzab karena saking sibuknya dengan ilmu sampai tidak sempat menikah, apakah Anda telah mencapai kesibukan para ulama itu sehingga Anda tidak ada waktu untuk menikah? Dari sini jika benar-benar ingin ikut jejak ulama uzzab, yang diikuti jangan hanya tidak menikahnya, melainkan tingkat pencapaian ilmunya juga. Agar seimbang.

Kesimpulan

Sebenarnya pernikahan bukan masalah. Menikah adalah jenjang yang harus dilalui dalam kondisi apapun dan bagaimanapun. Ia adalah sunnatullah yang tidak mungkin diganti dengan cara apapun. Bila Rasulullah menganjurkan agar berpuasa, itu hanyalah solusi sementara, ketika kondisi memang benar-benar tidak memungkinkan. Tetapi dalam kondisi normal, sebenarnya tidak ada alasan yang bisa dijadikan pijakan untuk menunda pernikahan.

Agar pernikahan menjadi solusi alternatif, mari kita pindah dari pengertian “pernikahan sebagai beban” ke “pernikahan sebagai ibadah”. Seperti kita merasa senang menegakkan shalat saat tiba waktunya dan menjalankan puasa saat tiba Ramadhan, kita juga seharusnya merasa senang memasuki dunia pernikahan saat tiba waktunya dengan tanpa beban. Apapun kondisi ekonomi kita, bila keharusan menikah telah tiba “jalani saja dengan jiwa tawakkal kepada Allah”. Sudah terbukti, orang-orang bisa menikah sambil mencari nafkah. Allah tidak akan pernah membiarkan hambaNya yang berjuang di jalanNya untuk membangun rumah tangga sejati.

Perhatikan mereka yang suka berbuat maksiat atau berzina. Mereka begitu berani mengerjakan itu semua padahal perbuatan itu tidak hanya dibenci banyak manusia, melainkan lebih dari itu dibenci Allah. Bahkan Allah mengancam mereka dengan siksaan yang pedih. Melihat kenyataan ini, seharusnya kita lebih berani berlomba menegakkan pernikahan, untuk mengimbangi mereka. Terlebih Allah menjanjikan kekayaan suatu jaminan yang luar biasa bagi mereka yang bertakwa kepada-Nya dengan membangun pernikahan. Wallahu a’lam bishshawab. <>

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (284 votes, average: 9,44 out of 10)
Loading...Loading...
DR. Amir Faishol Fath
Lahir di Madura,15 Februari 1967. Setelah tamat Pondok Pesantren Al Amien, belajar di International Islamic University Islamabad IIUI dari S1 sampai S3 jurusan Tafsir Al Qur’an. Pernah beberapa tahun menjadi dosen tafsir di IIUI. Juga pernah menjadi dosen pasca sarjana bidang tafsir Al Qur’an di Fatimah Jinah Women University Rawalpindi Pakistan. Akhir-akhir ini sekembalinya ke Indonesia, menjadi dosen sastra Arab di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatulah Jakarta. Lalu menjadi dosen Tafsir sampai sekarang di Sekolah Tinggi Al Hikmah Jakarta. Selebihnya beberapa kali di undang untuk mengisi Seminar, konfrensi dan ceramah di tengah komunitas muslim di beberapa kota besar Amerika Utara (Washington, New York, Houston, Los Angles, Chicago, Denver). Beberapa kajian tafisir rutin yang diasuh di perkantoran Jakarta antara laian di: Indosat, Conoco Philips, Elnusa, Indonesian Power, PLN Gambir. Agenda Kajian Tafsir Dzuhur:Senin (setiap pekan ) : Masjid Baitul Hikmah Elnusa Selasa 1 : Masjid Bank Syariah Manidiri Pusat Selasa 2&4: Masjid Indosat Pusat Selasa 3 : Masjid Hotel Sultan Rabu 1 : Masjid Indonesian Power Pusat Rabu 3 : Masjid PLN Gambir Kamis (setiap pekan) : Masjid Miftahul Jannah Ratu Prabu 2 (Conoco Philiphs)Agenda Pengajian Tafsir Dan Hadits lainnya:Sabtu 1&2 (Sesudah Subuh) : Masjid Az Zahra Gudang Peluru Ahad 2 (Sesudah Subuh) : Masjid An Nur (Perdatam) Senin ( Jam 14:30-20.00) :Sekolah Tinggi Al Hikmah Jakarta Selasa (Jam 14:00-15:30 : Majlis Ta’lim Amanah Dault (Kedian Menpora Adiaksa Dault, Belakang STEKPI, Kalibata). Rabu: 1&2 (Setelah Maghrib) : Masjid Az Zahra Gudang Peluru Kamis (Setiap Pekan, setelah Maghrib) : Masjid Bailtul Hakim, Diskum Kebon Nanas.

Lihat Juga

Cover buku "Mahar kok Mahal, Menimbang Manfaat dan Mudaratnya". (dienariek.blogspot.com)

Mahar kok Mahal, Menimbang Manfaat dan Mudharatnya

  • khalifaturrahman

    subhanallah…kehadiran dakwatuna.com membawa manfaat bagi saya yang sangat membutuhkan tausiyah dan sedang menuntut ilmu. semoga tetap istiqomah untuk berdakwah… saya ada usul bagaimana jika dakwatuna.com mengadakan milis agar kita bisa saling bersilaturrahim..

    Jazzakumullah khoir

  • sari riyani

    kalo masalahnya langkahan(mendahului kakak perempuan)bagaimana??sementara orang tua tidak menginjinkan nikah dulu sebelum kakak menikah…

  • http://baitulmuslim Ilham

    Insya Allah calon istri ana melangkahi kakaknya…Bismillah aja ukhti Sari..Allah akan memberi jalan yang terbaik…Syukron Jazakallah Ustadz atas tulisannya, semoga Allah memberi ridho dan pahala-Nya…Amiiin.

  • http://tiensforall.cjb.net pungky

    yang sudah nikah, kalo mampu dan bersikap adil poligami aja yaaa

  • Sadid Al Munawir

    menikah itu program Allah, jadi jangan dipersulit atau malah sebaliknya "sangat" dipermudah, sehingga tujuan pernikahan tidak tercapai.

  • http://yahoo.com DYAH

    menikah adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia. jadi bagi teman-teman yang sudah mampu untuk menikah, kenapa tidak dicoba langkah ini karena menunda-nunda sesuatu sungguh sangat menyakitkan dan menyesalkan. aya berjuanglah di jalan Allah. semoga allah meridhoi kita semua.

  • Aria Sholihat

    assalamu'alaikum ukhti wa akhi fillah…

    aku pendatang baru..tapi kayaknya langsung suka deh sama dakwatuna

    aku setuju tuh kalo ada milist.lebih keren.bisa saling kenal tapi harus tetap dalam batas syar'i loh

  • imas

    Ass, wr.wb

    ana pendatang baru ceritanya tapi langsung terpesona sama dakwatuna.Salam kenal ya buat ikhwah filah semua.artikelnya subhana4JJ1 bgt.mudah2an artikelnya membrkan ispirasi bt yang uda mampu untuk menikah.

  • http://gunawanprasetyo.co.nr g0En

    Bagus…lanjutkan terus!!!!

  • Khaleed

    Nikah?? Kereeennnnnn!!!!!Tawakaltu alaLLah

  • inal

    Assalamualikum wr wb.

    alhamdulillah ana sgt bersyukur, karena bisa menemukan website yang cocok dengan diri ana. mudah-mudahan bisa menjadi berkah untuk semua kalangan…..

  • ichal

    Ass..

    saat pulang kuliah,salah satu Saat hendak pulang kuliah, salah satu dosen sy berpesan dari atas motornya "kunjungi web.dakwatuna dan buka Kenapa Takut Menikah?" awalnya ragu, tapi setelah membaca. jadi malu sendiri.. herannya, kenapa saya masih menkmati masa lajang saya, dan ragu untuk "melangkah" ya..? Astagfirullahal'zhim.. Jazaakalaah Ust..

  • IcaL Saleh

    Saya Baca Artikel ini, Demi Allah Sampai Keringatan Dingin badan & kepala saya,Ternyata sudah banyak sekali dosa2 yang saya, Saya Ber tekat terhitung dalam 3 bln ini saya harus menikah, wasalam.

  • S A L M I N

    Sabtu kemarin Saya Ada Acara Tausiyah ktr oleh ustaj DR Amir Faisol,dia menyarankan agar membuka web dakwatuna, banyak artikel2 yg sangat bagus diantara nya artil Menikah, Kenapa takut ? Hati Saya sangat Tersentuh sekali. Semoga di Thn Ini Saya Sudah melaksanakan pernikahan, Amiin

  • Arief Nugroho Nur Pr

    ^_^!

    Kaya ga bisa ngebantah..

  • tsabita aslam

    Robbi…. mudahkan hamba to bisa segera menyempurnakan separoh Dien ini…….
    Sebuah target yang berkali-kali meleset nech…. pray me ya….

  • mahar

    artikel2ya membuat pengetahuan bertambah, semoga lebih banyak lagi. buat yang sudah siap nikah bersegerahlah

  • R.A

    Insya Allah, saya siap menikah…Jazakallah Ustadz.

  • bekti

    subhanaalllah….

  • http://www.belajarkomputermandiri.com alfatih

    BUAT YANG PUNYA TARGET TAHUN INI NIKAH ,
    SEGERA CARI MODAL,
    TA'ARUF MULAI SEKARANG (MANFAATKAN USTADZ),
    UTARAKAN KEADAAN DIRI ANDA APA ADANYA.
    SETELAH NIKAH…
    JALANI KEHIDUPAN INI BERDUA, DISKUSIKAN SETIAP MASALAH
    JANGAN DITELAN SENDIRI2.

    BEGITU MENURUT PENGALAMAN….
    ALLAH SWT TIDAK AKAN MEMBEBANI KITA KECUALI KITA MAMPU
    ##LAA YUKALLIFULLOHU NAFSAN ILLAA WUS'AHA##

  • Fahmi

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    sebenarnya ana sudah lama menjadi pengunjung dakwatuna, tapi baru kali ini ana mengirim komentar.

    Artikel "Menikah ,Kenapa Takut", sangat menyentuh perasaan saya, sebab alasan2 yang diuraikan dalam artikel tersebut, yang membuat seseorang belum berani menikah adalah juga alasan yang selalu menjadi justifikasi bagi ana untuk

    menunda pernikahan. padahal semenjak tahun 2005 sudah ada akhwat yang bersedia menikah dengan ana.

    para pembaca rahihamakumullah..

    kalo tahun 2005 alasan ana belum wisuda dan sibuk dng tugas akhir, dan sekarang ana belum ada kerjaan bahkan untuk makan sehari-haripun masih numpang sama kakak yang hidupnya juga pas-pasan. padahal ana sudah coba kesana kemari. bahkan jadi kuli bangunan pun sudah ana coba untuk nutup makan sehari-hari.

    hal inilah yang selalu menggerogoti pilkiran ana, buat perut sendiri ana masih berharap kasihan dari kakak, apalagi kalo saya menikah.

    jadi ana harus bagaimana………?

  • http://indahmasruroh.multiply.com indah masruroh

    Subhanallah.
    artikel yg lengkap,
    mohon ijin mengcopy pak.
    semoga bisa buat belajar kami semua.amin
    terimakasih

  • fadhli yazid

    jazakumullah ya ustaz atas nasihat dan saranannya…
    ana minta ijin untuk copy utk didistribusikan kpd rekan2…jzkk
    tp bagaimana ya klu ibubapa tidak mengijinkan? ibubapa ana minta ana selesai study dlu..
    kok lagi 3 semester selesai ijazahnya..masih jauh..ana takut x dpt bertahan di tengah2 badai fitnah yg begitu kencang…mohon doakan ya..jzkk

  • bowo

    jazakumullah…

    ayo…nikah..

  • dewa

    ma' kasih, bnr2 obat yg ampuh. saat hati sedang galau tentang pernikahan yang ga2l, kaya sekarang

  • http://- qonita

    Subhanallah, semoga kehadiran dakwatuna dapat memberi pencerahan bagi umat.Saya sangat salut dengan artikel-artikel yang dimuat.Tapi saya punya usul juga bagaimana kalu dikupas juga tips-tips mempertahankan rumah tangga ketika sudah ada bibit-bibit perpecahan.Mudah-mudah bisa menjadi panduan atau cermin bagi kami…

  • just mine

    Insya Allah sudah siap menikah…

  • muslimah_ciamis

    Subhanallah, Jazakallah khoir ustadz, kena banget! insya Allah ana siap menikah! Allahuakbar!

  • http://www.yahoo.com cucum

    subhanallah, semoga orang2 yang ingin bersegera menikah diberikan kemaudahan oleh Allah SWT.

  • i2n

    *-* assalamu’alaikum
    subhanallah artikelnya mencairkan ego ana selama ini…syukran jazilan ya …ustad!!insya allah akan melangkah doakan…selalu

  • metor

    gw mo nikah di pak tapi masih menggangur, gimana dong gw gak pingin abiz nikah yang ada hanya utang dan anak2 gw kekurangan gizi

  • http://www.dakwatu.com Anita

    Ass…ya ustadz ana bingung untuk menemukan pasangan hidup sering kali ana dihadapkan pd pilihan yg tdk tepat,ana ingin menikah tampa hrs pacaran terlebih dahulu…tp kebanyakkan bilang gimana kamu bisa menikah lawong pacaran juga gak mau…dan ana blg kemereka menikah gak harus pacaran dulu dan utk menciptakan keluarga samara gk perlu berpacaran mnrut ana bagaimana niat dr msg2 individu bukan bgtu ustadz?mkanya sampe saat ini ana belum menikah,karna ana ingin membuktikan pd mereka bahwa suatu saat nanti ana menemukan pasang hidup tampa hrs berzina (pacaran),mskpun kdg ana sedih klu diolok tau ditanya kapan nikah?,ustadz artikel2 ddakwatuna ok!tp akan lebih bagus kalau ada porum tanya jawab…moga istiqomah selalu….jazakallahu..

  • http://assalamualaikum rachma.selviani

    Assalamu'alaikum..,,,
    subbhannallah…alhamdulilah menemukan website yang menggugah hati saya saat ini,,,semoga bisa menjadi awal yang baik,,,dan insyaallah akan melangkah,,,doakan selalu,,,amien…

  • http://www.yahoo.com naurah

    assalamualaikum wr.wb

    Insya Allah pun tetap tergetar hati tatkala membaca artikel2 munakahat (meski topiknya sama tapi dalam redaksi yang berbeda) dan semakin menguatkan azzam segera menyempurnakan dien yang telah terpatri kuat sejak 5 tahun yang lalu.Moga segera menemukan dzurriyat qurrata a'yun dalam mahligai samara secepatnya. Allah Maha Tahu, bukan diri yang menundanya tapi kehendak diri belum menjadi kehendak Allah. So, segera menguatkan quwwatu sillah bilah agar diridhoiNya membina baitul muslim.allahumma amien ya Rahmaan ya Rahiim

  • rendro

    assalamualaikum Wr.wb
    Sukron

  • http://www.aufaqonitat.multiply.com ceuceulia

    bukan rasa takut yang menghantui buat ana untuk segera menikah……tapi ikhtiar selalu berbuah kegagalan, mungkin Alloh belum berkehendak demikian. Rabb…Engkau Maha Tahu apa yang terbaik untuk hamba-Mu ini….

  • Ekoy

    Rasa takut menikah selalu ada di pikiran…tp dengan niat tulus n ikhlas untuk beribadah, Insya Alloh semuanya akan diberi kemudahan Oleh Alloh SWT…Qta sebagai manusia harus berikhtiar plus bertawakkal, sabar menunggu jodoh yg diberikan Alloh untuk qta…

  • Abbas

    Bismillaah..
    Asw..
    Tim dakwatuna.com yg Insya ALLAH dimuliakn oleh ALLAH swt..
    Alhamdulillaah, ana mendapatkn yg ana cari lewat artikel Ust Amir Faishol, yg baru kmarin ana kut Roadshoow beliau bersama Kang Abik di Wisma Mulia T-SEL..

    Subhanallah!!!artikel tsb bs lbh membulatkn azzam ana untk menikah..
    Ana ikhwan yg belum genap berusia 19 th,Alhamdulillaah, Lulus SMK Manajmn&Bisnis tahun lalu, dan saat ini sudah bekerja di Perusahaan telekomunikasi.
    Bbrapa bln lalu,ana utarakan niat ana kepada Ibu,untuk menikah..Ibu tidak mengizinkan ana! dg alasan ana masih terlalu kecil..
    Ana berfikir, mgkn ALLAH msh mau ana berbakti/bersama Ibu,,pasal’a, ana anak satu2’a, dan ayah sdh lama meninggal..

    Tp rasa’a, diri ini ingin sekali terjaga dari maksiat, terutama maksiat mata!!!Ana kesulitan dalam menghafal Qur’an..Sdh lama ana bekerja keras untuk dekat dg Al-Qur’an.Namun, sangat sulit untuk mempertahankan’a..

    Do’akn ana,mudah2n ana diberikan kekuatan untuk bisa merubah mainset Ibu ana untuk nanti’a ana diizinkan menikah..

    Klo ada yg bisa kasih saran, dengan senang hati ana haturkan terima kasih..

    ‘Afwu minkum..
    Wass

  • http://www.friendster.com/fajarwatidewi Dewi Fajar

    Assalamualaikum…
    Thanks for dakwatuna…dah kasih article yg bagus ini…
    Bgaimana cara memastikan perasaan yg dmliki seseorang…….
    sprt yg khadijah lakukan…

  • Iwan Budiarso

    Subkhanallah…..
    Assalamualikum Ustadz, artikelnya bagus, memberi kekuatan dan keyakinan sy untuk menyegerakan diri saya untuk menyegerakan menikah… Minta doanya Ustadz, semoga apa yang sy harapkan dimudahkan oleh Allah… Amin…

    Salam dari jakarta, mudah-mudahan dakwatuna tetep istiqomah dan sukses..

    Sukron…

  • Lia

    Assalamualaikum..

    Artikelnya sangat bagus ustad, sebenarnya saya ingin sekali menikah, tetapi sampai saat ini saya belum menemukan/dipertemukan dengan jodoh saya. karena selalu menemui kegagalan.Mudah2an Allah SWT memberikan pendmping hidup yang terbaik. Aminn

    Wass

  • Andy

    Saya rencana menikah tahun depan Insya Allah doakan ya..!dengan artikel ini saya semakin yakin akan ibadah yang satu ini "MENIKAH".kepada teman-teman yang lain…ayo menikah

  • amandahsyat

    saran utk ustad Faisol, buat buku aja tentang "pernikahan dini" pasti best seller deh,oke ustad (afwan , ga bercanda)

  • imandahsyat

    afwan, salah ketik nama email, harusnya imandahsyat bukan amandahsyat, tolong direvisi, syukron!

  • imandahsyat

    saran untuk ustadz Faisol, klu bs buat buku aja tentang "pernikahan dini", saya yakin pasti best seller,oke ustadz (maaf, ga bercanda)

  • Zahra > ara

    he….ana belum kepikiran untuk nikah.. umur ana 19th masih ingin konsen dgn pendidikan..tapi bagi kaka2(ikhwan2) yg uda cukup umur..segeralah menikah..he..he..

  • azzam

    melhat ini membuat sy makin mantap untuk melangkah, InsyaAllah sy akan segera menyempurnakan dien saya. Kesiapan seseorang untuk menikah jika diukur dengan parameter2 tertentu justru akan menjadi penghambat, karena itu sangat subyektif. Perlu berpikir jauh ke dalam dan meyakinkan diri serta berniat karena-Nya.

  • sunarji

    Ayo Segera Kita Lawan Kejahatan Zina dengan Menikah Segera.ALLAHU AKBAR

  • el

    Subhanallah3x..
    Allahuakbar. Allah Maha Besar
    benar-benar artikel yang menggugah hati.
    Tapi, ana butuh artikel yang berisi "bagaimana jika seorang wanita mengutarakan dirinya kepada seorang lelaki (siap menikah) seperti halnya Khadijah ke Rasulullah". Apakah wanita tersebut harus memiliki "modal" yang besar?
    Saya siap melakukan itu.
    Tolong bahasannya kepada Ustad. Jazakallah.

  • Arie

    Assalamu'alaikum..

    Sebenarnya pengen sekali menikah,.tapi dengan siapa itu yang jadi pikiran..karena Allah belom mempertemukan jodoh kita,..Semoga saja cepet dipertemukan oleh Allah,.jadi bisa segera menikah..

    Wassalamu'alaikum,..

  • ahsin

    assalamualaikum
    sama nih sebenarnya jg dah kepingin sekali menikah, bahkan orangtua dah tanya tanya siapa calonya,hati jg dah merindukan tapi kenapa ya masih blom bisa ambil keputusan.semoga bis asegera menikah.doain ya

  • khotim

    ass.wr.wb.afwan izin utuk mengkopy..insyaAllah ana baca-baca lagi di rumah.hehehe

  • ana

    ya ustadz, bimbing saya agar terlepas jauh dari pezinaan.sdh 2th sy pcrn, menjerit hati kecil sy agr bs cpt2 trlpas dr smw in.sy blm bs u mngmbil kptusan.tp sy tdk mw cpt2 mnkh, sy ign kuliah sy bres dl.tolong, bantu sy. ya Allah hamba tdk sanggup menahan adzabMu

  • mia

    subhanallah…menikah? itulah yg sdg an hadapi…an sgt tkut celah2 syetan dtg,dsaat ksendirian an,
    an mw tanya, bagaimana bila qt sudah siap untuk menikah, ortu pun dah memberikan lampu hijau,tp qt msh ragu karena usia yg dini (18th) dan masih kuliah bru smster3 lagi…pa da ikhwan yg mw mnkh dgn akhwat yg kuiahnya bru tingkt 2?
    truz klo ada lelaki yg ingin mnikah dgn qt,tp blum 1 fikrah gmana?
    afwan minkum..

  • Naily

    Kenapa belum menikah???mungkin alasan belum siap di sini lebih karena belum butuh dan hanya karena ingin….maka Allah tidak memberikan apa yang qt inginkan tapi segeralah merasa butuh…Insya Allah akan dipenuhi kebutuhan itu…

  • d

    Assalamualaikum,

    Thanks for sharing, semoga bisa menjadi hikmah, terutama saya yang enggan berpikir tentang pernikahan.

  • heni CS

    gimana ya selalu belum ada kata siap klo diajak nikah.

  • al fakir

    Yang paling mendasar adalah hati yang bening, pikiran yang jernih, niat yang benar untuk menikah bukan semata-mata karena nafsu, tetapi dilandasi hanya karena cinta kepada Allah. insyaAllah akan menghadirkan berkah kehidupan yang penuh kebaikan dan keimanan yang lebih sempurna.

  • mariadi

    assalam mualaikum
    terima kasih dakwatuna.com
    ya ust doa kan ana agar bisa cepat menjalankan separuh agama ini
    ana takut dengan lama melajang godaan semakin kuat.ya ust doa kan ana, agar allah mempertemuakan ana dengan akhwat yNG soleha dalam memperjuang dakwah amiiiiin

  • laila

    Hhhmm..ingin sekali Menikah, tapi calon suami dituntut mnyelesaikan kuliahnya dulu..
    padahal kita sudah sama2 siap.

  • http://dacarola.multiply.com Anton DC

    Saya ketemu Ustadz Amir waktu mabit di Masjid As-Shaf Palembang (7 Februari 2009). Waktu itu ustadz sudah nyindir kapan mo nikah?
    Ntar, kalo saya nikah, souvenirnya tulisan ustadz aja, boleh kan ya?
    Syukran sebelumnya…

  • dewi

    mau nikah tapi lum boleh ma ortu. kacian deh diriku :-(

  • pian

    Subhanallah3x..
    Terimakasih atas artikelnya.. jiwaku menjadi tenang membaca.. semoga penulis memperoleh rahmat berkah dari Allah SWT.. Amin

  • mahegar

    ASS SAYA GEMBIRA ADA PORUM SILATURRAHMI .SAYA BARU BUKA .
    SAYA ADA SEDIKIT PERTANYAAN ;
    SAYA UDA MENIKAH DAN DI KARUNIA 3 ANAK. USAHA SAYA JAUH DARI RUMAH DAN MEMERLUKANWAKTU DAN PERHATIANEXTRA , TAPI ISTRIKU KURANG MENGERTI MENGENAI PROBLEMATIKA USAHA.!
    * SALAHKAH SAYA MEMAKSA DIA UNTUK MEMBANTU / IKUT MEMINIJ USAHA KAMI
    * SALAH KAH SAYA KADANG BERPIKIR UNTUK MENIKAH LAGI UNTUK JADI PARNER SAYA
    * SAYA PUNYA PRINSIP KEPERCAYAAN HANYA KEPADA ISTRISAYA.
    * BAGAI MANA SOLUSI SUPAYA ISTRI SAYA MENGERTI DAN MEMAHAMI USAHA
    * TRIMAKASIH WASSLM

  • abazzahra

    Berkah pernikahan tlh ana buktikan.Dari seorang diri tdk punya apa2,alhamdulillah,skrg punya istri (baru satu),3 anak,2anak asuh,kendaraan,rumah sndiri.Bahkan skrg berencana poligami(alhmdulillah didukung istri).Namun calonnya masih samar2.Gimana ya?Kalo pun ada,dia nya masih sma.Tolong dong advisenya.. tunggu dia atau cari lagi..

  • musheni

    insyaAllah. menikah.amin.

  • meidiana

    menikah rahmat Allah.sayangilah semua orang biar dekat rahmat Allah.

  • jakandakanda

    Sudah pengin sekali nikah sejak lama, sudah berusaha cari sendiri, dicarikan ortu dan ust, sudah berdoa, tp belum ketemu jg …
    Ada yg berminat?

  • shafira

    Keinginan untuk menikah sudah ada…tapi yang dinanti lum juga tiba.

  • anggreani

    keinginan ntu sudah ada,,,tapi calon alasannya kurang mapan …seperti itulah…:)

  • http://nengcaca.blogspot.com Lukman

    ass.
    ustd,syukron bt nasihatnya. ane skrng sdng merancang ke arah sana, doanya deh dari ustadz. nah, biar bs sll mnjadi motivasi bt ane, ane mnta izin nh bt ngopy tulisan ustadz ke blog ane.

  • http://yahoo maya haura

    subhanallah..makasih ustadz taujih nya,moga2 para ikhwan terbuka hati nya setelah membaca artikel ini n ga nunda2 lagi untuk menikah,kasian kan para akhwat umur makin nambah tapi ikhwan yg di nanti tidak kunjung tiba,eh giliran si ikhwan nya sdah siap akwat nya dah ke buru tua…ironis memang,padahal ikhwan zaman sekarang lebih mementingkan hal2 yg bersifat ke duniawian,contoh:cantik,muda,segar dll,daripada akhlak.he..he..ane ga lgi curhat lho..

  • fauriza

    ane nih gak kasih komen tapi mo nanya bisa nggak ‘Tad???

  • fauriza

    Ass..
    Sy dah pny permta hati n’ qt berdua dah sepakat mnj k prnikahan, tp Ortu bilang usia Sy masih muda n Masa depan masih Pnjang bliau mnyarankan u/ mnata ms depan terlebih dulu, gmn donk ‘Tad? jawab lengkap di email q ya ‘Tad

  • http://yahoo.com fitri

    aku udah punya pasangan hati, selama 3 tahun selalu bersabar nunggu niat baik dari dia tapi selalu alasan belum siap bahkan saya sudah berusaha meyakinkan bahwa saya jg tidak akn tinggal diam dalam hal ekonomi tapi tetap dia tidak bisa cepat nikah, saat saya coba cari yang lain tapi ga pernah berhasil selalu gagalkadang saya berpikir apa jodoh saya bukan didunia padahal Allah lebih menyukai umat nya untuk menikah daripada sendiri karena akan terjauh dari dosa. Namun saya percaya Allah akan memberi yang terbaik buat saya, mungkin yang gagal itu bukan yang terbaik buat saya, semoga Allah mendekatkan jodoh saya, Amiiin

  • Saddik

    Wah…, dah 3 tahun nunggu…, Bersabar yah.., Moga jodohnya di percepat n dimudahkan Amiin…, klo Q msih nunggu calonku slesai kuliahnya, soalnya kami dipisahkan oleh lautan yang luas. Jadi lom berani deh.

  • f3

    Assalamu’alaikum, ana mau meng copi artikelnya boleh g?
    jazakillah atas kesempatannya

  • http://farabbih.blogspot.com cepi supriatna

    Artikel yang sangat menyentuh, soalnya apa yg ana rasakan telah dibahas oleh Ustadz. Terus terang ana termasuk orang yg takut itu; meski personally dan phsycily ana sudah siap, bahkan mau. Dan, terus terang juga pemikiran ustadz juga yg saya pikirkan, tapi bagaimana menghadapi orangtua yang justru menganggap kemapanan sebagai syarat restunya? Ana mau tanya, bagaimana maksud ayat 33 annur?

  • http://farabbih.blogspot.com cepi

    ustadz, mohon izin artikel ini ana pasang di blog ya. jazaakumullahu ahsanal jazaa

  • http://suhadi90.blogspot.com hadi

    ass. tad apa yg harus saya pilih kuliah apa menikah terlebih dahulu sementara usia saya baru 19 tahun…
    saya takut akan zina orang tuapun memberi saya solusi menikah dulu apa kuliah dulu…
    apa yang harus saya ambil????

  • shivasyif

    Assalmua’laykum Pak Uztad, Syukron atas ilmu yang sudah diberikan. Ilmu ini membuat ana sedikit membuka opini tentang pernikahan usia muda, namun ana tetap berpendirian untuk birrulwalidain terlebih dahulu, yaitu menyelesaikan kuliah dan bekerja sebentar, barulah menikah dan itu kemungkinan besar masih lama sekitar 3 tahunan lagi. Ana ingin minta pendapatnya tentang pemikiran ana ini, bisakah dijawab via email,syukron uztad Jazakillah..

  • amaliah

    assalamu alaikum, syukran sudah berbagi ilmu dengan kami para pembaca.tapi mungkin yg ana hadapi sedikit berbeda. ada ikhwan yg mengkhitbah ana tapi statusnya duda beranak 1. baru 3 bulan cerai dari istri pertamanya. dia mengajak ana nikah siri dengan alasan cegah Zina dan demi kelangsungan study ana yg masih 2 tahun lg.ana bingung bagaimana menjawabnya, mohon saran dan nasehat dari Uztadz.balasannya kalau bisa secepatnya krn ana juga didesak untuk segera manjawab.via email.jazakallah khair

  • fikry

    assalamualailkum pak ust, tentang keturunan jika kita memilah dan memilih pasangan misal akhwat yang agamanya cukup baik tapi da sakit tentang masalah keturunan (walaupun secara medis belum) tapi kmungkinan (kista misal) memang pasti langkah awalnya penyembuhan Pak ustad namun jikalau memang ada kendala dalam hal ini apakah memang kita selaku pria harus memilah? hati kecil ana merasa kurang adil, dan bagaimana nasib akhwat yang seperti hal ini pak? kadang ana berfikir seperti itu mohon koment

  • mei

    assalamuaikum ustadz..
    bagaimana jika kita telah masuk kategori wajib menikah karena sudah tidak bisa lagi berpuasa hati, dan kita mau menikah tapi tidak diizinkan menikah? tidak diizinkan karena sebuah kontrak yang belum mengizinkan menikah. jzkllh.

  • salsa

    Assalamualaikum,
    Pak Ustad, saat ini ana brencana menikah,ana syg pd seorang akhwat…. tapi ana sangat ragu melangkah krn masa lalunya yg kelam (maaf:pernah berhubungan sehingga pacarnya melakukan aborsi),tapi dia menghormati ana dan sdg brusaha menjadi orang baik,dan ketika ana hampir menerimanya,teror dari org2 dimasa lalunya selalu dtg menghantui,ana takut nanti akibat perbuatan itu berakibat buruk pd keluarga kami kelak.apa yg hrs ana prbuat?Via e-mail jg boleh P’ Ustad. Jazakhallah…

  • salsa

    Assalamualaikum,
    Pak Ustad, kadang hati ini ingin menjerit,selama ini ana bertahan tuk tidak berpacaran karena takut berbuat zina, tapi saat ana buka pintu hati tuk menerima seorang akhwat, mengapa ana dipertemukan dengan seorang akhwat yg punya masa lalu sangat kelam? apakah ini suatu cobaan dari Allah untuk menguji hamba yang hina ini? Hamba memohon petunjuk hanya pada Allah (mungkin hamba yg kurang sabar),kalaupun dia yang terbaik bagi hamba, mohon dibukakan pintu rizky dan keberkahan-Nya.

  • ikke

    maaf ya, mungkin salsa terlalu kalut dan bingung, sehingga menyebut ikhwan jadi akhwat (maksudnya ikhwan kan?)… cinta itu memang perlu diuji, karena hanya waktu yang bisa menilai seberapa besar cinta itu, so…. sabar dan ikhlas aja, Allah lebih tahu apa yang terbaik bagi ummat-Nya….

  • maymun maniCe

    assalamu’alaikum.wr.wb…,ustad…yang bisa d sebut dalam kategori orang yg wajib nikah,orang yg seperti apa dan gmn ?ana sendiri sudah mencoba sebisa mungkin menjaga jarak dg ikhwan…tp,akhir2 ini ana sangat kalut….keinginan ana tuk menikah sangatlah kuat dg alasan agar ana terhindar dr fitnah/pun zina.tp kewinginan ana d tentang olah kel dg alasan.1:kuliah ana hrs selesai dulu.2:jika ana tetap nikah=ana mencoreng nama baek keluarga.mohon solusinya.syukron.jazakallah

  • novia

    Asslmualaikum.wr.wb.
    Ustad, saya sedang berhubungan dgn seorang ikhwan namun kami belum banyak ilmu agamanya bahkan iman kami sangat tipis,bahkan kami seringkali melanggar apa yg Allah larang. saya taku…. bagaimana cara menebus dosa ini… hrs nya kami menikah bulan desember ini tgl 19. tp ada yg bilang tdk blh karn sdh masuk bln muharram,dan dia jg minta wkt diundur menjadi sktr 5/6 bln,tp bpk ga stuju,tp dia mw mundur jika wktnya maju.. mhn solusinya… Wassalam.Wr.Wb

  • Ikan Tuna

    hmmfff… yah semua kehidupan memang selalu ada masalah dan risiko… semoga niat ini tidak bias dan pudar seiring waktu yang berjalan… amiin…

  • habibi

    bapak, saya seorang pemuda yang sudah memiliki keinginan untuk menikah, tetapi belum mendapatkan ijin orang tua karena masih ada kakak saya (laki-laki) yang belum menikah. dan beliau orang tua saya menghendaki agar kakak saya terlebih dulu yang menikah dengan menunda keinginan menikah dari saya.

    bagaimana ini pak, seperti yang bapak jelaskan di atas, dalam kondisi normal, sebenarnya tidak ada alasan yang bisa dijadikan pijakan untuk menunda pernikahan, nah, bagaimana dengan kasus seperti ini?

  • Anglis

    Jazakalloh ustad, artikel ini sentakan hebat u an…, tp Insy s.d saat ini an tetap khusnudzon dg episode khdp yg diberi Allah, melanjutkan studi strata dua insy tdk mnutup kemingkinan ntuk berjjumpa pilihan Allah, mgkn kisah sepert dlm artikel ini baru muncul pd episode ke sekian dlm hdp an, menikah itu menyempurnakan sebagian ‘dien’, jd bgmn pun an tetap harus menyempurnakan sebagian yg lainnya, sambil menunggu.

  • http://jiacandradimuka.blogspot.com/ andi8lumut

    memang niat bagus harus segera dilaksanakan.

  • andika

    Pak Ustadz, saya Andika, 26 thn. Saat ini saya sudah bekerja & berpenghasilan cukup. Saya mempunyai tmn wanita yang kalau boleh dikatakan adalah pacar saya & kita sudah berencana untuk menikah. Tetapi, ada satu ganjalan dihati saya… ternyata teman wanita saya tersebut sudah pernah melakukan hubungan suami istri diluar pernikahan beberapakali. Saya jadi bingung Pak, ragu sekaligus sedih kalau mengingat masa lalunya…mohon pencerahannya Pak, saya yakin Allah akan memberi petunjuk melalui Bapak.

    • Ulis Tofa, Lc

      Sdr. Andika, semoga dirahmati Allah. Bahwa seorang muslim yang baik, taat akan beristrikan muslimah yang baik, begitu juga sebaliknya, ini kaidah yang digariskan Allah dalam Al-Qur’an. kedua; seorang pezina tidak akan dinikahi/tidak boleh dinikahi kecuali oleh pezina juga. pezina diharamkan bagi muslim dan mukmin yang taat.
      nah, kalau Andika mengetahui wanita itu telah berzina, JANGAN DITERUSKAN HUBUNGAN INI. AKAN SELALU MENGHANTUI DALAM KEHIDUPAN Andika. jgn abaikan aturan Allah. Allahu…

      • http://dakwatuna.com Dr. Amir Faishol Fath

        Saudaraku, semoga Allah senantiasa memberkahi kita semua, dan semoga Allah tentukan bagi anda jodoh terbaik di dunia dan di akhirat. Mengenai masalah yang anda tanyakana saya jawab sebagai berikut: (1) Rasulullah saw. bersanda: khayyiruu linutfikum (pilih tempat nutfahmu yang terbaik. (2) Rasulullah saw. bersabda”: da’ maa yuriibuka ilaa maa laa yuriibuka (tinggalkan apa yang meragukan dan lakukan apa yang kau yakini). (3) Anak anda kelak akan banyak bersama ibunya. Semoga ini menjadi…

      • andika

        Terimakasih Ustadz atas pencerahannya. Maaf saya tidak ada maksud membela siapapun, tapi bagaimana ustadz kalau pelaku zina tersebut sudah bertobat. Apakah tidak layak mendapatkan imam yang baik untuk membimbingnya kelak..? Masalah tobatnya diterima oleh Allah atau tidak, itu diluar kekuasaan kita sebagai manusia..

  • yani

    assalamu’alaikum..ustdz saya seorg muslimah yg INsyaallah sdh siap menikah dan sdh beberapa kali ta’aruf tp blm jg menemukan yg cocok..gimana nih ustadz saya bingung??Jazakllah..atas sarannya.

  • errick

    Allahu Akbar!!!
    insya Allah azzamku segera kutunaikan…

  • Hendroig

    Ass..pak ustad saya umur 30 tahun, bukannya saya hendak melajang, karena keterbatasan sayalah yg membuat terpaksa melakukan ini pertama saya blm mapan karena sulìtnya lapangan kerja,ketiadaanmodal walau warisan ada tapi tak juga kunjung menjadi hak saya,apalagi saya tuna rungu membuat sulitnya komunikasi,menjaga orang tua ibu satu2nya sejak bapak wafat waktu kedua kakak saya dan saya masih kecil.
    komplit inilah yg membuat saya melajang walau terbersit keingin menikah namun saya merasa…

  • Asram Bijak

    Aslm wr.wb
    sbelumnya sy ucapkan terima kasih atas informasinya..sungguh sngat berarti&bermampaat bagi kami.

  • Kang Joe

    Setelah baca tausiyah di atas, ingin rasanya segera menyempurnakan ibadah, tp apa daya, kendala finansial yang lagi2 menghantui Pak Ustadz, cz ane jg jd tulang punggung kel. N ane kwtr g bs bntu ortu lg klo dah mnikah. Palagi jaman skrg? Calon mertua pun g kan rela begitu saja anaknya diminta ma pemuda yang
    “pas2 an”. Mohon doanya Ustadz, semoga segera dimampukan sama Gusti Allah. Cz tawaran ta’aruf jg dtg silih berganti…Jadi dilema nih…….

  • rifqi

    afwan akhi andika..memang bertobat itu perlu..tapi klo udah bertaubat kenapa masih pacaran???[acaran itu ya zina..walaupun zina kecil…

  • supri

    sukron atas artikelnya…
    subhanallah bagus banget…..
    jadi tersadar nie….

  • sarwojowo

    great artikel,….

  • Junaedi R

    Alhamdllh artikelnya sangat bagus…HIB/HIM q brtmbh.

  • uLiL

    Bagus bgt artikelnya,.
    Tapi saya pnya satu pertanyaan:
    Seperti yg dibahas pd pernikahan dan penghasilan,
    Jika seorang pria punya penghasilan yg pas2an, dia ingin menikah dan mungkin merasa siap untuk menikah. Banyak wanita yg suka dg dia, tetapi stlah tau penghasilan msh pas2an, pd zaman skrg bnyk dr perempuan belum mau dinikahi jika penghasilan pria tersebut masih segitu. lalu bagaimana solusinya..??

  • Rahmaniati Emma

    artikelx bgus..doax kang smg cpet dpertmukan dg so2k yg bsa jd imam bg kluarg klak..syukron ilmux

  • ayu

    artikel yang bagus

  • Syahnuriani

    Pak ustaz yg terhormat, benarkah org yg ketauan berzina (dlm hukum Islam) akan di sebat, tubuh nya di tanam sebagian lalu di lempar pake batu sampe mati?
    Apakah org yg melakukan Zina boleh di nikah kan?(jika ketangkap basah)
    Apakah wanita yg terlanjur hamil duluan boleh menikah?
    Mohon petunjuknya. Makasih.

  • aullia

    Alhamdulillah…artikel yg bagus,,,,semoga kt tambah mengerti akan baiknya menikah. Saya adalah org yg sedang menanti pernikahan sejak 7 th yg lalu, namun walau usaha saya sudah maximal, mungkin menurut Allah belum hingga saat ini diusia 41 th sy masih melajang. Saya trus berusaha menjemput Imam untuk saya. Adakah yg mau membantu saya mencarikannya? atau bersedia menjadi imam dengan ridho Allah.

    wassalam

  • ahmads

    subhanalloh…..jadi pengen cepet-cepet nih…hee

  • Ulil Albab

    Subhanallah, Bagus sekali.. Kalau masih malu membicarakan ini dengan orang tua gimana ya..? Malu terjadi disebabkan karna sdh lama pisah/ merantau jauh dari orang tua. Bahkan orang tua sempat ngomong bahagiakan orang tua dulu baru menikah… Jadi bingung nih… tapi takut terjerobos dalam perbuatan dosa(Baca : Zina). Ya Allah, Hamba mohon petunjuk-Mu…

  • muhammad taukhid

    aslkm,,,,setelah membaca artikel anda, semakin kuatnya semangat saya untuk menikah bulan juli tanggal 24..doa restunya..

  • khoirul insan

    aslm.. afwan ustadz mw tanya. boleh ngga mengungkapkan prasaan cinta pada wanita yg dcintai dan disaat yg bersamaan mengazamkan diri untuk menikahinya kelak?? udah mentok kynya ustadz.. :-)

  • Ipunk-aja ok

    Ass wr wb,lam knal tuk smua.aku bingung kenap saat ini lum ku temukan gdis impian ku?

  • Jabon Agus

    jabon

    ‘saya sangat setuju dengan anda .. menikah bukanlah beban namun menikah menjauhkan kita dari maksiat .. dan juga menikah itu adalah ibadah

  • Novi Harianto

    Yang diceritain diatas memang bagus..tapi kalo dapat istri yang galak dan ga pengertian..manja, ga bisa mandiri dan suka memaksakan kehendak..cape deh..mending kalo cari calon istri itu yang siap diajak mandiri dan siap berjuang..baru boleh menikah..

  • ema, y

    hhmmm…
    sebenarnya saya udah niat mo nikah karna Allah SWT,
    masalahnya, saya belum tau cara tepat agar di lamar oleh orang yg tepat..

  • Budi

    Ku ingin banget menkah,tapi calonnya belom ada…gimana neh…

  • ekalita sari piesant

    Andaikata kita memandang pernikahan dengan lebih sederhana maka kita dapat melihat bahwa pernikahan ibarat makanan yang dapat menghilangkan rasa lapar, ibarat minuman yang bisa menghilangkan rasa dahaga….
    Ada orang yang menahan rasa lapar dan haus karena tidak memiliki uang untuk membelinya akan tetapi jika dia berusaha dan berdoa serta bertawakal pada Allah dalam mencarinya insya Allah, dia dapat mengakhiri puasanya tersebut…Insya Allah…

  • ekalita sari piesant

    Karena Allah menjamin rezeki semua makhlukNya bahkan binatang melatapun ada rezekinya padahal seperti yang kita ketahui binatang melata tidak memiliki kaki dan tangan….wallahu’alam….
    Ada yang menahan rasa haus dan laparnya karena merasa tidak mendapatkan makanan atau minuman yang dia sukai walaupun beragam makanan dan minuman terhampar di hadapannya…senadainya dia tahu iklan makanan yang dia lihat belum tentu baik bagi kesehatannya

  • ekalita sari piesant

    atau cocok tidak dengan selera makannya..Boleh jadi iklan makanan itu sehat bagi kesehatannya karena tidak ada pengawet akan tetapi apakah dia mampu mengkonsumsi makanan tersebut dikarenakan boleh jadi makanan itu sehat akan tetapi perlu perjuangan untuk mengunyahnya ibarat meat lovers disuruh makan makanan vegetarian yang sehat akan tetapi rasanya akan sangat sulit untuk dicerna oleh meat lovers tersebut….akhirnya bukannya hilang rasa laparnya melainkan sebaliknya semakin kukuruyuk perutnya

  • ekalita sari piesant

    menahan perih karena penyakit maagnya menjadi akut karena tidak ada makanan yang masuk bahkan kalau ada sangat sedikit dan dilakukan dengan penuh keterpaksaan…
    Terkadang melihat iklan makanan sehat menggiurkan bukan karena tampilan dari makanan sehat tersebut akan tetapi dari asumsi bahwa makanan tersebut akan sangat sehat dikonsumsi …akan tetapi ada banyak rumah makan menyajikan banyak makanan untuk beragam jenis pengunjung, dengan demikian meat lovers seharusnya mencari restoran

  • ekalita sari piesant

    seandainya kita memahami rezeki dan jodoh sudah ada yang mengatur kita tidak akan melihat piring dan rumput tetangga kita…Allah telah menciptakan makhluknya dengan berpasang-pasangan, tinggal kita saja mau menerima apa2 yang telah Allah tetapkan atas kita serta mensyukuri dan menerimanya dengan sepenuh hati dengan keyakinan bahwa itu adalah yang terbaik untuk kita bukankah Allah berfirman: boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal hal itu tidak baik untukmu dan boleh jadi kamu

  • ekalita sari piesant

    tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak…wallahu’alam
    Semua memiliki garis edarnya masing-masing, jika kita tidak menyadari hal ini kita tidak bisa menjadi planet yang mengitari matahari melainkan menjadi meteor-meteor yang bertebaran di angkasa…garis edar diperlukan untuk keseimbangan alam semesta sebagai bukti tanda kekuasaan Allah dan tidak ada anugrah yang paling mulia selain menjadi bagian dari tanda kekuasaan Allah….

  • ekalita sari piesant

    ya jika kita bisa merenungi lebih jernih lagi kita akan memahami bahwa pernikahan adalah tanda bukti kekuasaan Allah…bagaimanakah bukan sebagai tanda bukti melihat ketentuannya dalam memasangkan hamba-hambaNya bahkan anak2 yang lahir dalam pernikahan-pernikahan tersebut telah tercatat jauh sebelum pernikahan itu dilangsungkan dengan demikian apakah belum cukup jelas bagi kita bahwa semua itu sudah ada ketetapan dan jalan-jalanNya…disambungkannya rasa kasih sayang orang-orang yang …

  • ekalita sari piesant

    melangsungkan pernikahan..orang yang tidak saling mengenal sebelumnya dapat disambungkan rasa sayang di antara keduanya dan Allah berjanji akan menyambungkan rasa sayang diantara orang-orang yang melangsungkan pernikahan…..sebagai gambaran logis…A lahir dari pernikahan C dan D…jika C dan D tidak ditakdirkan untuk menikah bagaimanakah jalannya A bisa lahir sedangkan A adalah masuk dalam daftar penghuni dunia? Wallahu’alam…
    Simple life..simple problem ….

  • ekalita sari piesant

    istilah meatlovers dan vegetarian itu bukan istilah negatif cuma visualisasi bahwa Allah memasangkan hambaNya dengan yang sekufu….
    Pernikahan adalah makanan yang halal dan Perzinahan adalah makanan yang haram, jangankan dilakukan untuk sekedar didekati saja dilarang karena menimbulkan modhorot yang banyak mulai dari segi nasab, penyakit, moral, dan lain sebagai, jalan ini adalah jalan yang keji dengan demikian jika hanya sekedar penyaluran fitrah manusia mengapa tidak memilih cara yang…

  • ekalita sari piesant

    ma’ruf yang lebih menyelamatkan manusia tidak hanya dari aspek kemanusiaan, kemuliaan dan kesucian fitrah manusia serta untuk kemuliaan nasab dan yang terpenting menyelamatkan umat manusia dari azab Allah dikarenakan kita menjauhi perbuatan maksiat kepada Allah….Jika kita telah mengetahui hakikat dan manfaat dari pernikahan mengapa kita harus takut? Wallahu’alam…

  • ekalita sari piesant

    Restorant+istilah tempat kita menemukan pasangan kita …orang yang menyukai masjid idealnya mendapat pasangan yang juga menyukai tempat yang sama..dan seterusnya…wallahu’alam…

  • aya az-zahra

    menikah baik di lakukan kapan ….. ?

  • azzahra

    hati sudah mantap untuk menikah…..tapi kenapa jodoh belum datang juga…padahal usia juga sudah masuk untuk menikah ….mohon doanya …

    • alfa

      aaaamiiiiin,, pasti datang pada waktunya mbak zahra,, sabar ya ^____^

  • sri mulyati

    izin copas ya….artikelnya

  • yuli

    Ini menjadi ilmu baru dalam hidupku dan untuk masa depanku

  • Uni Aryn

    Alhamdulillah.. Ana makin mantap menikah. Dan semoga segera dipersatukan dg jodoh ana. Amin…

  • Ricky

    Klop banget nih…sesuai dengan kondisi yang saya alami saat ini

  • hanum

    assalamu’alaikum..
    terimakasih pak ustad..
    Saya merasa tersentuh setelah membaca artikel ini.
    Terimakasih,,ini akan menjadi pencerahan dn petunjuk bagi sy…
    Sebenarnya saya sudah ingin menikah untk menghindari zina.tetapi kedua orang tua sy blum mengizinkan sy utk menikah.
    Dikarenakan sy belum meneruskan kuliah dan belum bekerja. Karena sy adalah anak pertama dan dituntut hrs menjadi penopang keluarga.
    Saya bingung,bagaimana jalan keluar terbaik?
    Terimakasiih..
    Wassalamu’alaikum..

  • ekalita sari piesant

    Apabila ada anak2 remaja yang tidak siap menikah tetapi siap berzinah, hal ini menimbulkan keprihatinan kita semua..bagaimana tidak, apabila memang kebutuhan biologis mereka memang tidak ada jalan lain selain disalurkan mengapa tidak memilih jalan yang ma’ruf dan menentramkan?Apabila mereka belum siap menikah artinya mereka siap untuk tidak berdua-duaan dan diatur dengan pergaulan yang baik tidak menyentuh yang bukan muhrimnya serta menjaga batas2 pergaulan antara pria dan wanita…..

  • laili

    sebenarnya dah pengen nikah, udah ada calonnya, kita udah sama – sama siap, mlahan pacar saya pengen secepatnya… tapi ortu saya gak setuju karna paerbedaan pendidikan dan masalah ekonomi…padahal kita udah sama – sama mantap. gmn ya??? mohon solusinya…. trimakasih….

  • harun

    saya udah pengen banget nikah,tapi sampi saat belum ada calon nya yang mau di ajak taarufan,,,ya mungkin belum ada jodoh kali ya,,,ustadz

  • Evan

    Artikel yang sangat bagus. Mudah2an saya diberi kemantapan hati untuk segera menikah. Amiinn..
    Terimakasih Pak Ustadz.

  • Puji

    semoga Allah memudahkan perjuangan untuk itu….tapi,jika itsar harus dilakukan?Semoga Allah menguatkan hati dan menganugerahi kesabaran…Amin.Ya Rabb,Engkau bersamaku….

  • Puji

    semoga Allah memudahkan perjuangan untuk itu….tapi,jika itsar harus dilakukan?Semoga Allah menguatkan hati dan menganugerahi kesabaran…Amin.Ya Rabb,Engkau bersamaku….

  • http://www.centra-pulsa.com centra pulsa

    membaca artikel ini,saya merasa tersentil juga,maklum saya blm menikah karena alasan blm mempunyai pekrjaan tetap.makasih pencerahannya

  • Ubiatun

    Subhaanallah, pencerahan yg sangat bermanfaat, syukron Ustadz ! Baarokallahu fiiik, Smoga Saudara2 kita yang pd belum menikah segera diberi kemudahan oleh Allah SWT untuk mendapatkan pendamping yang Sholeh/sholihah dan diberi kemudahan membangun keluarga yg sakiinah penuh mawadah warrahmah. Amiin Ya Allah Ya Mujiibas Saailiiin

  • Armesclub

    izin share

  • Cacajannah

    bagaimana jika kita sudah mapan dan siap mnikah tetapi blm diijinkan oleh orang tua dgn alasan trtentu, yaitu kriteria calon yang harus sesuai dengan keinginan mereka, alasan lainnya adalah bahwa jodoh, rejeki dan maut sdh diatur dan akan tiba pada waktunya, smntara sebagai manusia dewasa dan normal kadang muncul keinginan-keinginan manusiawi yang apabila tidak dibarengi dengan iman yang kuat maka akan terjerumus kedalam maksiat.

  • Cacajannah

    bagaimana jika kita sudah mapan dan siap mnikah tetapi blm diijinkan oleh orang tua dgn alasan trtentu, yaitu kriteria calon yang harus sesuai dengan keinginan mereka, alasan lainnya adalah bahwa jodoh, rejeki dan maut sdh diatur dan akan tiba pada waktunya, smntara sebagai manusia dewasa dan normal kadang muncul keinginan-keinginan manusiawi yang apabila tidak dibarengi dengan iman yang kuat maka akan terjerumus kedalam maksiat.

  • Yesi_handari

    saya sudah siap menikah, namun pacarnya belum siap menikah bahkan tidak ada target untuk menikah karena alasannya dia jadi tulang punggung keluarga, saya jadi bingung, karena cowo saya tidak memberikan kepastian, dia tidak mau mutusin saya dan belum siap menikah, padahal sudah waktunya menikah, saya harus bagaimana?….tidak mungkin kan cewe minta mutus duluan karena orang sunda bilang pamali, tapi kalau saya menunggu dia juga tidak ada kejelasan dan kepastian, sudah saya tanyakan, namun jawabannya belum siap dan tidak tau kapan menikah….saya harus bagaimana, saya bingung sekali dengan sikapnya itu. Thanks

    • http://www.facebook.com/fajarcahya Fajar Ayahnya Izzaifa Nugroho

      gimana kalau disuruh baca dulu artikel di atas. coba lihat perubahannya. jika ia lelaki sholih, baik. pasti akan terbuka hatinya. wallahu a’lam

  • Septi purwanti

    insya allah,
    hri ini sampai kedepannya saya siap menikah karnah pernikahan adalah sebuah ibadah tetapi saya akan menikah dengan laki-laki yang benar-benar bisa manuntun saya kejalan yang benar ..
    amin ya allah ……………….

  • http://www.facebook.com/profile.php?id=523529059 Irwan Warro Caniago

    bagaimana dengan tuntutan mahar dan biaya-biaya pernikahan zaman sekarang? biaya administrasi di KUA dan pemerintahan lainnya. resmi maupun pungli. lalu biaya hantaran pesta dan segala macam itu? kalau ada seperti masa-masa Nabi insya Allah, besok pun mau saja saya menikah jika sesuai segala sesuatunya. terutama dgn kitab dan sunnah :p

  • Lathifahzahra

    Assalaamu’alaikum
    Insya Allah, Allah akan memberikan yang terbaik buat qt

  • Lathifahzahra

    Assalaamu’alaikum
    Insya Allah, Allah akan memberikan yang terbaik buat qt

  • http://www.facebook.com/people/Sukmin-SC/100001148833672 Sukmin SC

     Subhaanallah mataku berkaca-kaca membaca artikel ini, temanya sangat cocok dengan yang kualami sekarang, mohon do’a nya semoga hati ini makin yakin untuk melangkah ke sana.

  • http://www.facebook.com/people/Kartini-Kandiz/100000505304862 Kartini Kandiz

    Allah berikan yg terbaik menututmu…

  • Yanuar Putra

    Sedikit memberi pencerahan untuk idealisme saya,,,

  • muhamad azzam

    alhamdulillah dapat ilmu yang sangat bermanfaat, jika sudah menunaikan kewajiban orang tua insyaallah saya akan segera menikah

  • nn

    AssaLamu ‘aLaikum,,pak ustad..trm ksh atas tmbahn iLmu ny.. sebenarnya saya gk takut dng pernikahan dn bg saya pernikahan itu bKn Lah suatu masaLah buat saya,,hanya saja ALLAH SWT beLum m’pertemukan sy dng org yg tepat (mNurut-Nya bnr” t’baik buat aQ)..s’s’org yg bnr” JUJUR tuLus nerima sgLa kKurangan dn kLebihanQ..bkn ny dng Laki” yg suka menebar pesona dan menebar janji pd setiap wanita tuk dNikahinya..

  • Akhuna Nanda

    afwan yaa ustadz ana mau tanya, bagaiman dengan zaman sekarang ini, kebanyakan dari ikhwan dan akhwat kita sering kali yang jadi dasar penolakan untuk nikah adalah menuntut ilmu ( kuliah dulu ), ,….memang itu bagus bagi kami akan tetapi namanya kampus tercampur baurnya antara ikhwan dan akhwat seperti tak dihiraukan dibandingkan pernikahan,……pertanyaannya bagaimana untuk menjawab dan mengatasi hal seperti ini
    Syukron jazakumulloh.

  • Achmad Z

    Ana nikah saat masih kuliah tahun 1992 yang silam di Yogyakarta,Alhamdulillah bayangan yang menghantui karena belum ada penghasilan tetap dan segala macamnya ternyata dengan tekad dan niat karena Allah,Allhamdullilah lancar2 saja bak air yang mengalir,malah justru setelah nikah kuliah saya malah cepat lulus, mata kuliah 4 semester bisa saya jadikan 2 semester dan ini ada bantuan istri dalam mata kuliah tertentu,

    saat menjelang anak pertama lahir ana lulus,dalam rentang 2 hari setelah lulua justru ada perusahan besar yang mencari ke kampus lulusan2 terbaru dan ana langsung diterima.
    Saat gaji pertama keluar di ditempat kerja,anak pertma lahir dan uang bersalinnya persis saat gaji pertama keluar.subhanallah