Home / Narasi Islam / Ekonomi / Koperasi Dalam Islam

Koperasi Dalam Islam

Koperasi adalah lembaga usaha yang dinilai cocok untuk memberdayakan rakyat kecil. Nilai-nilai koperasi juga mulia seperti keadilan, kebersamaan, kekeluargaan, dan kesejehateraan bersama. Bagaimana syariah melihat lembaga ini?

Dalam Islam, koperasi tergolong sebagai syirkah/syarikah. Lembaga ini adalah wadah kemitraan, kerjasama, kekeluargaan, dan kebersamaan usaha yang sehat, baik, dan halal. Dan, lembaga yang seperti itu sangat dipuji Islam seperti dalam firman Allah, “Dan bekerjasamalah dalam kebaikan dan ketakwaan, dan janganlah saling bekerjasama dalam dosa dan permusuhan.” (Al-Maidah: 2). Lihat juga surat An-Nisa’: 12 dan Shaad: 24.
Bahkan, Nabi saw. tidak sekadar membolehkan, juga memberi motivasi dengan sabdanya dalam hadits Qudsi, “Aku (Allah) merupakan pihak ketiga yang menyertai (untuk menolong dan memberkati) kemitraan antara dua pihak, selama salah satu pihak tidak mengkhianati pihak lainnya. Jika salah satu pihak telah melakukan pengkhianatan terhadap mitranya, maka Aku keluar dari kemitraan tersebut.” (Abu Daud dan Hakim). Beliau juga bersabda, “Allah akan mengabulkan doa bagi dua orang yang bermitra selama di antara mereka tidak saling mengkhianati.” (Al-Bukhari)

Maka tak heran jika jejak koperasi berdasarkan prinsip syariah telah ada sejak abad III Hijriyah di Timur tengah dan Asia Tengah. Bahkan, secara teoritis telah dikemukakan oleh filosuf Islam Al-Farabi. As-Syarakhsi dalam Al-Mabsuth, sebagaimana dinukil oleh M. Nejatullah Siddiqi dalam Patnership and Profit Sharing in Islamic Law, ia meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah ikut dalam suatu kemitraan usaha semacam koperasi, di antaranya dengan Sai bin Syarik di Madinah.

Kini, koperasi sebagai organisasi ekonomi berbasis orang atau keanggotaan (membership based association), menjadi substantive power perekonomian negara-negara maju. Misalnya Denmark, AS, Singapura, Korea, Jepang, Taiwan, dan Swedia. Meskipun, awalnya hanya countervailing power (kekuatan pengimbang) kapitalisme swasta di bidang ekonomi yang didominasi oleh perusahaan berdasarkan modal persahaman (equity based association), yang sering jadi sapi perah pemilik modal (share holders) dengan sistem dan mekanisme targeting yang memeras pengelola.

Spirit membership based association teraktualisasikan dalam ‘tujuh kebaikan’. Buku-buku modern menyebutnya sebagai social capital (modal sosial). Di Indonesia semangat ekonomi kerakyatan berbasis modal sosial mulai menggejala di era Hindia Belanda di abad ke-19, tepatnya sejak diberlakukan UU Agraria 1870 yang menghapuskan sistem Tanam Paksa (Cultuur Stelsel). UU itu mendorong munculnya kepemilikan lokal (local ownership) dan inisiatif rakyat setempat yang mendapatkan porsi ekonomi yang signifikan.

Bung Hatta dalam buku Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun mengkategorikan social capital ke dalam 7 nilai sebagai spirit koperasi. Pertama, kebenaran untuk menggerakkan kepercayaan (trust). Kedua, keadilan dalam usaha bersama. Ketiga, kebaikan dan kejujuran mencapai perbaikan. Keempat, tanggung jawab dalam individualitas dan solidaritas. Kelima, paham yang sehat, cerdas, dan tegas. Keenam, kemauan menolong diri sendiri serta menggerakkan keswasembadaan dan otoaktiva. Ketujuh, kesetiaan dalam kekeluargaan.

Formula nilai yang dikemukkan Hatta ini parallel dengan apa yang diungkapkan oleh Kagawa, bapak koperasi Jepang dalam buku Brotherhood Economics, bahwa koperasi merupakan kemitraan ekonomi yang memacu kesejahteraan sosial bersama dan penghindaran dari isapan kekuatan-kekeuatan yang meraih kedudukan istimewa dalam ekonomi.

Implementasi ketujuh nilai yang menjiwai kepribadian koperasi versi Hatta, dituangkan dalam tujuh prinsip operasional koperasi secara internal dan eksternal. Ketujuh prinsip operasional itu adalah; Pertama, keanggotaan sukarela dan terbuka. Kedua, pengendalian oleh anggota secara demokratis. Ketiga, partisipasi ekonomis anggota. Keempat, otonomi dan kebebasan. Kelima, pendidikan, pelatihan dan informasi. Keenam, kerjasama antar koperasi. Ketujuh, kepedulian terhadap komunitas.

Di Indonesia, koperasi berbasis nilai Islam lahirlah pertama kali dalam bentuk paguyuban usaha bernama Syarikat Dagang Islam (SDI). DSI didirikan H. Samanhudi di Solo, Jawa Tengah. Anggotanya para pedagang muslim. Mayoritas pedagang batik. Meskipun pada perkembangannya, SDI berubah menjadi Syarikat Islam yang bernuansa gerakan politik.
Dalam konteks budaya kemitraan, penelitian Afzalul Rahman yang dirilis dalam Economic Doctrines of Islam, koperasi tipe kemitraan modern Barat mirip dengan kemitraan Islam. Bahkan, telah dipraktikan oleh umat Islam hingga abad 18. Baik bentuk syirkah Islam dan syirkah Modern, sama dibentuk oleh para pihak atas kesepakatan mereka sendiri untuk mencari keuntungan secara proporsional dan mutual berdasarkan hukum negara.
Menurut Rahman, persyaratan kemitraan kedua tipe koperasi tersebut sama, kecuali pada praktik riba (sistem bunga). Koperasi syar’iah (syirkah Islam) terbebas sama sekali dari unsur itu. Kemitraan Inggris (dalam hal jenis mitra, hak dan kewajibannya, fungsi dan tugasnya terhadap pihak ketiga) yang yang tertuang dalam Peraturan Kemitraan Inggris tahun 1980, kurang lebihnya sama dengan yang dijabarkan prinsip syirkah dalam kitab fikih bermadzhab Hanafi ‘Al-Hidayah’.

Yang jadi soal sekarang adalah koperasi model mana yang sesuai bagi perekonomian Indonesia? Apakah koperasi yang di daasarkan pada nilai-nilai tradisional yang cenderung berpola koperasi sosial ataukah koperasi modern model Barat yang berbasis sistem pasar? Atau justru gabungan keduanya?

Tampaknya model campuran, meski tidak berlabel syari’ah, jika dalam operasionalnya berlandaskan nilai dan prinsip syari’ah, tentu lebih mendekati fitrah sunnatullah. Artinya, sesuai dengan kebutuhan, potensi, kondisi, dan norma agama serta terhindar dari ekstrimitas ekonomi dan kesalahan materialisme sosialis maupun kapitalis.

Ada 7 pantangan yang harus dihindari dalam bisnis. Dan ini harus dipegang sebagai pantangan moral bisnis (moral hazard). Pertama, maysir yaitu segala bentuk spekulasi judi (gambling) yang mematikan sektor riil dan tidak produktif. Kedua, asusila yaitu praktik usaha yang melanggar kesusilaan dan norma social. Ketiga, goror yaitu segala transaksi yang tidak transparan dan tidak jelas sehingga berpotensi merugikan salah satu pihak.
Keempat, haram yaitu objek transaksi dan proyek usaha yang diharamkan syariah. Kelima, riba yaitu segala bentuk distorsi mata uang menjadi komoditas dengan mengenakan tambahan (bunga) pada transaksi kredit atau pinjaman dan pertukaran/barter lebih antar barang ribawi sejenis. Pelarangan riba ini mendorong usaha yang berbasis kemitraan dan kenormalan bisnis, disamping menghindari praktik pemerasan, eksploitasi dan pendzaliman oleh pihak yang memiliki posisi tawar tinggi terhadap pihak yang berposisi tawar rendah. Keenam, ihtikar yaitu penimbunan dan monopoli barang dan jasa untuk tujuan permainan harga. Ketujuh, berbahaya yaitu segala bentuk transaksi dan usaha yang membahayakan individu maupun masyarakat serta bertentangan dengan maslahat dalam maqashid syari’ah.

Pemerintah dan swasta, meliputi individu maupun masyarakat, wajib mentransformasikan nilai-nilai syari’ah dalam nilai-nilai koperasi. Caranya? Mengadopsi 7 nilai syariah dalam bisnis. Pertama, shiddiq yang mencerminkan kejujuran, akurasi dan akuntabilitas. Kedua, istiqamah yang mencerminkan konsistensi, komitmen dan loyalitas.
Ketiga, tabligh yang mencerminkan transparansi, kontrol, edukatif, dan komunikatif. Keempat, amanah yang mencerminkan kepercayaan, integritas, reputasi, dan kredibelitas. Kelima, fathanah yang mencerminkan etos profesional, kompeten, kreatif, inovatif.
Keenam, ri’ayah yang mencerminkan semangat solidaritas, empati, kepedulian, awareness. Ketujuh, mas’uliyah yang mencerminkan responsibilitas.
Koperasi syari’ah sangat strategis dalam mengembangkan sumberdaya dan mendistribusikannya secara adil. Karena, mengeluarkan harta (asset) untuk diputar, diusahakan, dan diinvestasikan secara halal adalah kewajiban syariah. Uang dan harta bukan untuk ditimbun. membuat aset nganggur (idle) sama dengan memubadzirkan nikmat Allah dan tidak mensyukurinya.

Uang dibuat untuk dipergunakan. Berpindah dari tangan ke tangan sebagai alat tukar (medium of excange) dan pembayaran. Juga alat ekspansi dalam investasi. Jadi, semata-mata hanya alat. Tidak boleh diubah menjadi tujuan. Apalagi menjadi berhala yang disembah. “Merugikan hamba dinar, merugilah hamba dirham!” demikian sabda Rasulullah saw.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai koperasi –yang tampak dalam jatidirinya (Co-operative Identity) sebagaimana dirumuskan kongres International Co-operative Alliance (ICA) ke-100 di Manchester, Inggris, September 1995 dan disusun kembali Prof. Dr. Ian MacPherson berupa 7 nilai: menolong diri sendiri, swa tanggung jawab, demokrasi, persamaan, keadilan, kesetiakawanan dan kejujuran; dan 7 prinsip operasional, yaitu keanggotaan terbuka dan sukarela, pengendalian oleh anggota secara demokrasi, partisipasi ekonomi anggota, otonomi dan kemerdekaan, pendidikan, pelatihan, dan informasi, kerjasama antar koperasi, dan kepedulian terhadap lingkungan– secara umum selaras dan serasi dengan nilai-nilai syari’ah.

Namun, jika kegiatan usahanya tidak menghindari ketujuh pantangan bisnis syari’ah, koperasi dapat kehilangan identitas (jatidinya). Koperasi harus meninggalkan praktik riba berupa penggunaan skim bunga dalam kegiatan usahanya. Tidak menetapkan bunga dalam kegiatan simpan pinjamnya. Karena, riba bertentangan dengan spirit kemitraan, keadilan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Sistem bunga tidak peduli dengan nasib debiturnya dan tidak adil dalam penetapan bunga atas pokok modal.

Syari’ah harus diterima dan diterapkan koperasi secara keseluruhan. Bukan sepotong-potong. Karena, penerapan yang sepotong-potong tidak menjamin teraktualisasikannya tujuan koperasi. (Al-Baqarah: 85). “Hai orang-orang yang beriman! Masuk Islamlah kamu dengan keseluruhan, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena setan itu adalah musuh yang nyata.” (Al-Baqarah: 208). “Tuhan tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah diri mereka sendiri.” (Ar-Ra’du: 11)

Dengan teraktualisasikannya prinsip-prinsip syariah dalam pengelolaan ekonomi, koperasi bisa mewujudkan keadilan dan menyejahterakan bagi semua. Rahmatan lil ‘alamin.

Redaktur:

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (38 votes, average: 7,13 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Berbentuk apapun sebuah usaha, jika mengacu pada hukum dan aturan Islam, pasti akan selamat.

    Adapun "nama" sebuah bentuk usaha, apa itu kopersi, BMT, bank Syare'ah dan lain-lain yang dikasih embel-embel Islam tidak menjadi jaminan kehalalannya. Betapa banyak BMT, Bank Syari'at dll, yang 100% menerapkan system bank konvensional. nama bunganya diperhalus. Misalnya, bagi hasil, infaq wajib, infaq sukarela tetapi ditentukan minimalnya dan lain-lain yang semakna dengan itu. Ini hanya "modivikasi" untuk melegalisir "yang subhat bahkan haram" menjadi halal.

    Kita berlindung kepada Allah dari pemutar-balikan fakta hujjatullah, karena kita sangat takut terhadap azab Allah yang datang secara tiba-tiba dan menghacurkan segalanya tanpa pandang bulu.

  • Ihsan

    Insya Allah jika landasannya Quran Sunnah, semua bentuk hasil karya manusia akan menjadi ibadah yang membawa berkah. Tentu dimulai dari pimpinan (pengurus koperasi) yang amanah dan kegiatan yang didukung oleh rakyat (anggota koperasi). Tentunya visi dari pengurus dan anggota haruslah sama… .

  • Abdul Raup

    Pertarungan ideologis akan mewarnai wacana 'sistem ekonomi apa yang tepat diterapkan di Indonesia dengan segala karakteristik masyarakat Indonesia?' Memang benar, bahwa pertimbangan syari'ah harus tetap menjadi acuan utama, karena kesuksesan dan kesejahteraan yang ingin digapai harus berdimensi dunia -akhirat. Namun,dalam praktiknya harus diutamakan pemahaman akan pentingnya syariat dan pembuktian keunggulan sistem syariat tersebut dibandingkan sistem lain.

  • Hanafi Yunus

    alhamdulillah…, apa yang saya cari selama ini tentang koperasi sudah ketemu di artikel ini. Tapi kalo bisa ada gambaran yang riil tentang koperasi syari'ah, gmn pengelolaannya? atau kalo boleh daerah mana yang sudah mengelola koperasi berbasis syariah ini? biar kami bisa menirunya. Jazakumullah….!

  • dodi

    Memang di kantor kami, koperasi yang ada masih belum mengacu pada dasar penerapan yang islami. Jadi.. artikel ini sangat bermanfaat buat kami, anggota, sekaligus nanti akan saya upayakan penyebaran (nasyrul fikroh) kepada rekan-2 kami dan juga pengurus koperasi. Jazakumullah…

  • Sigit Ponjaydhoot Yu

    Yes!

    Cooperatives is the solution for us to win economic war against capitalism.

    so, we all can receive the economic benefit because in cooperatives system we all the member, a part of seller and we also the buyer. so that's very profitable for us. we get profit sharing from our membership fee and from our buying bill.

    hopely we can follow to be the succesfull cooperatives in the world

  • top bgt…

    ass…

    saya pingin tau bangat soal koperasi syariah, secara mendetail dan produknya apa saja. sekilas saya baca artikel ini, saya sangat begitu tertarik. terima kasih

    wassalam

  • Abu Burhan

    sepakat dengan komentar rekan-rekan di atas. lebih afdhol lagi kalo bisa ada pihak yang memfasilitasi pembentukan koperasi syariah ini biar terasa manfaatnya….syukran

  • Ais Zakiyudin

    Saya sangat ingin mengetahui operasional koperasi syariah (termasuk BMT)yang didalamnya sistem manajemen keuangan. Kalo bisa sudah dalam bentuk baku dan sesuai syariah (dlm bentuk CD dll), jazakallah

  • wawan triwahyono

    saat ini kami sedang mencari berbagai informasi tentang koperasi sariah, terutama cara operasional dan ad/art nya.

    terima kasih.

  • Yuyu Nur Azizah

    Artikel sangat menarik dan membuat wawasan tentang koperasi terutama yang berbasis syariah bertambah. Semoga ke depan semakin beragam info-info yang akan ditampilkan. Wass

  • Tjiptadi

    ass.wr.wb. saya sudah menjalankan koperasi seperti ini tapi dalam perjalanan memang pasang surut terutama dalam pemenuhan modal untuk mengembangkan usaha. kami masih terbentur pada bank swasta yang notabene banyak membantu pengusaha kecil – untuk industri. usaha berjalan dengan syariah – sirkah ta'awuniah. kami mohon kalau ada kelompok-2 diskusi kita kembangkan melalui media ini atau kita ketemu. tx atas pandangan-2nya. wass.wr.wb

  • Seiring dengan kesadaran manusia akan apa yang selama ini dilakukan, kita terlena dengan aturan bank konvesensional, yang sebenarnya adalah sistem bunga tertentu atau riba. Islam sudah lama mengatur, namun manusia yang ikut peraturan dan tokoh yang mengetahui aturan rupanya tidak proporsional ataupun kurang bersinergi. Akhirnya Teori syari'ah yang sebenarnya adalah hukum mutlaq berjalan sendiri, pebisnis yang nota bene banyak non muslim , jelas tak akan nyambung dengan peraturan itu.

    Alhamdulilah sekarang sudah mulai banyak tokoh muslim dan pengusaha muslim yang "berani" bergerilya maupun terang-terangan memperjuangkan, selayaknya kita belum merdeka dalam hal perekonomian. Kita seakan dalam penjajahan Ekonomi konvensional alaa barat, yang kapitalis dan mencekik bangsa lain.

    Kegalauan tentu dirasakan tatkala hukum sudah didengarkan, kemudian ternyata hukum itu mengenai apa yang kita lakukan. Bagaimana caranya yang hanya segelintir orang bisa merombak sistim koperasi yang pake bunga.

  • Untuk itu referensi dari internet yang sangat membantu kami, yang akan kami cetak menjadi mading, supaya siapa pun yang melihat mau membaca dan menanamkannya dalam benak. tinggal suatu saat yang tepat meledak menjadi suatu gebrakan yang tidak mengundang gejolak. untuk itu kawan-kawan yang punya referensi dan pengalaman sangat kami butuhkan, trim's.

  • Alangkah lebih baiknya bahan-bahan seperti ini mulai disampaikan kepada para generasi muda, agar nilai-nilai Islam yang Universal dapat dipahami sejak dini. Semoga para generasi ini bisa menjadi tonggak perubahan bagi bangsa kita.

  • Bahan yg anda tulis menarik sekali karena setelah membacanya kita dapat mengerti tentang makna dari koperasi itu sesungguhnya karena sebagai generasi muda saya hanya mengerti tentang koperasi yg ada pada saat ini yaitu koperasi yg hanya meminjamkan modal kepada anggotannya, bukan begitu??
    Thanks,, Muach…..!!!!

  • wilman

    sebiknya dakwatuna selalu mengkaji koperasi dari kacamata isalam sehingga pegiat koperasi syariah makin dapat pengayaan dari naskah2 dakwatuna

  • arief suharyono

    lembaga keuangan syariah sangat diperlukan oleh masyaakat indonesia yang mayoritas penduduknya beragama islam, dan selalu di pantau operasionalnya oleh dewan syariah agar praktek yang di jalankan oleh manejemen betul-betul terjaga.

  • rifai saleh haryono

    Asslamu'alaikum

    Selamat tahun baru hijriah. belum ada komentar, semoga ikhlas beribadah.

  • salam 'alayk…

    saya mohon ijin untuk meng-copy artikel2 di situs ini. 'afwan wa syukran tsumma jazakallaah bi ahsana al-jazaa.

    wassalam,

  • Ass Wr wb,

    Majalah PIP sejak 1982 secara rutin terus menulis dan menginformasikan berbagai perkembangan perkoperasian di tanah air. Jika dibolehkan kami akan memuat artikel yang bagus ini di Majalah PIP. Agar dapat memperkaya khazanah bagi masyarakat koperasi. ( Untuk ijin memuat ulang tulisan ini kami tunggu jawabannya paling lambat 23 juni 2008).

    Salam.

  • syamsul K

    ass…wr.wb..saat ini kami sedang melakukan kajian tentang koperasi syariah dan dalam waktu dekat ini kami akan melakukan study lapangan terhadap koperasi syariah yang sudah berjalan di Indonesia..syuqron apabila dapat dibantu koperasi syariah mana yang dapat kami kunjung…jazakallah

  • zaenal

    ass Wr Wb
    wah artikelnya mudah-mudahan bermanfaat, kami pengurus koperasi PT sedang mencoba mengarahkan agar koperasi kami menjadi koperasi syari`ah.jadi jazakallah…. atas artikelnya. mudah-mudahan masalah kontemporer perkoperasian yang lainnya juga diangkat..

  • saif

    Assalaamu’alaikum
    Salam kenal.
    Saya juga tertarik dengan artikel ini. Saya pingin tahu detail tentang struktur organisasi koperasi syariah dan pernik-perniknya. Apa ada yang bisa bantu ya? Jazaakumullah
    Wassalaamu’alaikum

  • gilang

    yahh..subhanalloh itulah bukti esensial dan riil bentuk rahmat islam bagi semesta alam bagi ikhwan dan akhwat fillah sekalian yang ingin sama2 mendalami koperasi syari'ah secara mndalam dan insya alloh dijamin syar'i, hubungi saya 085723351894..saya jg mendirikan koperasi syari'ah.Syukron buat semuanya.

  • Rohmani
  • saya kutip artikelnya ust. ut blog saya:)

  • tavip pamungkas

    saya sangat tertarik dengan program ini dan sungguh saya mengharapkan ini bisa saya wujudkan dalam mengintegarsikan koperasi yangsaat ini ada di tempat saya bekerja. perludiketahui bahwa di tempat bekerja saya sdh ada koperasi, namun berdiri sendiri2 tidak satu bendera dengan demikian sulit untuk maju tidak seperti koperasi pada bumn lain.

    Saya ingin menjadi salah satu motivator pembentukan KOPERASI SYARI’AH ini, apakah bisa say di beri bantuan, petunjuk cara mendirikannya, cara permodalannya, cara bagi hasilnya dan operasionalnya bagaimana contoh agar salah satu bisnis lembaga lain yang memanfaatkan atau beroperasi di tempat saya bekerja yang bersipat kapitalis ( bank2 konpensional dan BPR ) dapat nantinya di alihkan ke koperasi yang baru akan di bentuk.
    UNTUk itu saya sangat berharap dari pihak bapak ibu atau siapa saja yang terkait dengan perkoperasian syari’ah ini bersedia memberikan informasi dimana saya harus mendapatkannya atu mencarinya. Sehingga saya dapat membentuk…

  • firman

    Assalamualaikum.
    Saya sependapat dengan penulis di atas. Tapi menurut saya, tanpa merubah ad nya koperasi, koperasi sebetulnya sudah sangat islami. Sudah sesuai dengan Syariat Islam. Yang terpenting dalam koperasi adalah orang-orang yang ada di dalamnya harus betul2 memahami dan melaksanakan visi dan misi koperasi itu sendiri. Insya Allah koperasi akan sejalan dengan Syariah Islam.
    Wassalam.

  • M. Rasyid Salihin

    trim’s banget kepada Tim Dakwatuna.Com atas infonya seputar dunia koperasi Islam karena sangat membantu saya dalam tahap penyusunan skripsi saya. Jazakallah khairul Jaza’!

  • siswoyo

    tahanks artikel 2 di dakwatuna bagus 2 banget. saat ini aku lagi bahas tenltang koperasi

  • maman

    bagaimana kalo bunga atau riba tidak bisa dihindari dalam pengelolaan koperasi. koperasi di tempat kami menerapkan bunga untuk pinjamanya sebesar 1,1% per bulan dan penetapan besarnya bunga tsb hasil rapat anggota tahunan. meskipun ada beberapa anngota yg tidak setuju dengan bunga tetapi dengan berbagai pertimbangan akhirnya diputuskan bunga dengan sebutan lain jasa tetap ada tapi nominalnya menjadi lebih kecil. saya pikir sangat sulit menghindari praktek riba ini, gaji bulanan saja ditranfer ke bank konvensional yagn masih ribawi, dan saya pikir koperasi lebih baik apalagi bunga dari pinjaman akan kembali ke anggota dalam bentuk SHU dan lainya.

  • iney

    tulisan ini sangat membantu saya untuk membekali diri karena saya akan pkl di sebuah koperasi syariah

  • Bambang

    Kebanyakan Koperasi Syariah dengan sistem bagi hasil otomatis orang yang pinjam tersebut punya usaha,bagaimana dengan orang yang meminjam untuk keperluan lain (untuk bayar sekolah,bayar rumah sakit),bagaimana cara menghitung pengembaliannya ,jika tidak ada bunga?????

  • Bambang

    sama seperti teman wawan triwahyono,saya minta penjelasan detail tentang koperasi syariah

  • Dini

    Ass. Sm spt rekan wawan dan bambang,kami jg ingin mengetahui pjelasan ttg koperasi syariah,terutama ad/art dan prog kerjanya.terimakasih atas bantuannya.wass

  • dha_mhi

    menurut saya smua itu sudah CuKup Bagus…………..kQ

  • Jazzakallah khoir untuk dakwatuna, materi sangat membantu ane saat ini sedang merintis koperasi syariah untuk kader dakwah di daerah ana, excellent article.

  • Indra Wahyudi

    Thanks infonya…. Smoga Allah SWT, memberikan Rahmat kepada orang yang beriman…..

  • untung widodo

    minta tolong dakwatuna untuk bisa mengupas tuntas tentang koperasi syariah, saya pelaku koperasi syariah, masih bingung dan belum jelas.. jika ada anggota yang akan melakukan pembiayaan untuk biaya sekolah.,, biaya rumah sakit,.. biaya jasa tukang dan lain-lain yang bukan merupakan akad jual beli… saya sangat mohon sekali dakwatuna bisa mengulas dan membahasnya….

  • Arif munandar

    yang ingin saya tanyakan, bagaimana sistem koperasi yang beanr-benar syari’ah????

  • hafid

    kenapa kalau koperasi mau dibikin syari’ah harus mengadopsi nilai-nilai demokrasi? Syari’ah ya syari’ah, sbg aturan yg diciptakan oleh Yang Maha Pencipta. Sedangkan Demokrasi diciptakan oleh Taghut & Kapitalisme.
    Nggak nyambung antara Syari’ah & Demokrasi, atau suatu yg dipaksakan biar nyambung.
    Pahami konsep Syari’ah dan juga Demokrasi, baru berpendapat.
    Wallahu ‘alam bishowab.

Lihat Juga

koperasi

Pemerintah Lemah Kembangkan Koperasi