Home / Keluarga / Pendidikan Keluarga / Empat Kunci Rumah Tangga Harmonis

Empat Kunci Rumah Tangga Harmonis

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.com – Harmonis adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk kekuatan eksistensi sebuah benda. Perpaduan inilah yang membuat warna apa pun bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi.

Warna hitam, misalnya, kalau berdiri sendiri akan menimbulkan kesan suram dan dingin. Jarang orang menyukai warna hitam secara berdiri sendiri. Tapi, jika berpadu dengan warna putih, akan memberikan corak tersendiri yang bisa menghilangkan kesan suram dan dingin tadi. Perpaduan hitam-putih jika ditata secara apik, akan menimbulkan kesan dinamis, gairah, dan hangat.

Seperti itulah seharusnya rumah tangga dikelola. Rumah tangga merupakan perpaduan antara berbagai warna karakter. Ada karakter pria, wanita, anak-anak, bahkan mertua. Dan tak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menjamin bahwa semua karakter itu serba sempurna. Pasti ada kelebihan dan kekurangan.

Nah, di situlah letak keharmonisan. Tidak akan terbentuk irama yang indah tanpa adanya keharmonisan antara nada rendah dan tinggi. Tinggi rendah nada ternyata mampu melahirkan berjuta-juta lagu yang indah.

Dalam rumah tangga, segala kekurangan dan kelebihan saling berpadu. Kadang pihak suami yang bernada rendah, kadang isteri bernada tinggi. Di sinilah suami-isteri dituntut untuk menciptakan keharmonisan dengan mengisi kekosongan-kekosongan yang ada di antar mereka.

Ada empat hal yang mesti diperhatikan untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga.keempatnya adalah:

1. Jangan melihat ke belakang

Jangan pernah mengungkit-ungkit alasan saat awal menikah. “Kenapa saya waktu itu mau nerima aja, ya? Kenapa nggak saya tolak?” Buang jauh-jauh lintasan pikiran ini.

Langkah itu sama sekali tidak akan menghasilkan perubahan. Justru, akan menyeret ketidakharmonisan yang bermula dari masalah sepele menjadi pelik dan kusut. Jika rasa penyesalan berlarut, tidak tertutup kemungkinan ketidakharmonisan berujung pada perceraian.

Karena itu, hadapilah kenyataan yang saat ini kita hadapi. Inilah masalah kita. Jangan lari dari masalah dengan melongkok ke belakang. Atau, na’udzubillah, membayangkan sosok lain di luar pasangan kita. Hal ini akan membuka pintu setan sehingga kian meracuni pikiran kita.

2. Berpikir objektif

Kadang, konflik bisa menyeret hal lain yang sebetulnya tidak terlibat. Ini terjadi karena konflik disikapi dengan emosional. Apalagi sudah melibatkan pihak ketiga yang mengetahui masalah internal rumah tangga tidak secara utuh.

Jadi, cobalah lokalisir masalah pada pagarnya. Lebih bagus lagi jika dalam memetakan masalah ini dilakukan dengan kerjasama dua belah pihak yang bersengketa. Tentu akan ada inti masalah yang perlu dibenahi.

Misalnya, masalah kurang penghasilan dari pihak suami. Jangan disikapi emosional sehingga menyeret masalah lain. Misalnya, suami yang tidak becus mencari duit atau suami dituduh sebagai pemalas. Kalau ini terjadi, reaksi balik pun terjadi. Suami akan berteriak bahwa si isteri bawel, materialistis, dan kurang pengertian.

Padahal kalau mau objektif, masalah kurang penghasilan bisa disiasati dengan kerjasama semua pihak dalam rumah tangga. Tidak tertutup kemungkinan, isteri pun ikut mencari penghasilan, bahkan bisa sekaligus melatih kemandirian anak-anak.

3. Lihat kelebihan pasangan, jangan sebaliknya

Untuk menumbuhkan rasa optimistis, lihatlah kelebihan pasangan kita. Jangan sebaliknya, mengungkit-ungkit kekurangan yang dimiliki. Imajinasi dari sebuah benda, bergantung pada bagaimana kita meletakkan sudut pandangnya.

Mungkin secara materi dan fisik, pasangan kita mempunyai banyak kekurangan. Rasanya sulit sekali mencari kelebihannya. Tapi, di sinilah uniknya berumah tangga. Bagaimana mungkin sebuah pasangan suami isteri yang tidak saling cinta bisa punya anak lebih dari satu.

Berarti, ada satu atau dua kelebihan yang kita sembunyikan dari pasangan kita. Paling tidak, niat ikhlas dia dalam mendampingi kita karena Allah sudah merupakan kelebihan yang tiada tara. Luar biasa nilainya di sisi Allah. Nah, dari situlah kita memandang. Sambil jalan, segala kekurangan pasangan kita itu dilengkapi dengan kelebihan yang kita miliki. Bukan malah menjatuhkan atau melemahkan semangat untuk berubah.

4. Sertakan sakralitas berumah tangga

Salah satu pijakan yang paling utama seorang rela berumah tangga adalah karena adanya ketaatan pada syariat Allah. Padahal, kalau menurut hitung-hitungan materi, berumah tangga itu melelahkan. Justru di situlah nilai pahala yang Allah janjikan.

Ketika masalah nyaris tidak menemui ujung pangkalnya, kembalikanlah itu kepada sang pemilik masalah, Allah swt. Pasangkan rasa baik sangka kepada Allah swt. Tataplah hikmah di balik masalah. Insya Allah, ada kebaikan dari semua masalah yang kita hadapi.

Lakukanlah pendekatan ubudiyah. Jangan bosan dengan doa. Bisa jadi, dengan taqarrub pada Allah, masalah yang berat bisa terlihat ringan. Dan secara otomatis, solusi akan terlihat di depan mata. Insya Allah!

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (341 votes, average: 8,94 out of 10)
Loading...Loading...
Mochamad Bugi
Mochamad Bugi lahir di Jakarta, 15 Mei 1970. Setelah lulus dari SMA Negeri 8 Jakarta, ia pernah mengecap pendidikan di Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Jakarta, di Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Indonesia, dan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Dirosah Islamiyah Al-Hikmah. Sempat belajar bahasa Arab selama musim panas di Universitas Ummul Qura', Mekkah, Arab Saudi.Bapak empat orang anak ini pernah menjadi redaktur Majalah Wanita UMMI sebelum menjadi jabat sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Politik dan Dakwah SAKSI. Ia juga ikut membidani penerbitan Tabloid Depok Post, Pasarmuslim Free Magazine, Buletin Nida'ul Anwar, dan Majalah Profetik. Jauh sebelumnya ketika masih duduk di bangku SMA, ia menjadi redaktur Buletin Al-Ikhwan.Bugi, yang ikut membidani lahirnya grup pecinta alam Gibraltar Outbound Adventure ini, ikut mengkonsep pendirian Majelis Pesantren dan Ma'had Dakwah Indonesia (MAPADI) dan tercatat sebagai salah seorang pengurus. Ia juga Sekretaris Yayasan Rumah Tafsir Al-Husna, yayasan yang dipimpin oleh Ustadz Amir Faishol Fath.

Lihat Juga

Peresmian program Rumah Tahfidz Ar-Rahmah, pada Minggu (26/4/15).  (Yeni/kis/pkpu)

Walikota Balikpapan Resmikan Rumah Tahfidz Ar-Rahmah

  • Abdullah Hadits Born

    Mudah-mudahan Allah curahkan keberkahan kepada Tim Dakwatuna.
    Tema tentang keluarga adalah tema yang vital dan amat urgen untuk dikaji. Lihatlah fenomena yg tjd sekarang. Perzinaan di kalangan muda, perselingkuhan di kalangan tua,barter suami istri, perceraian, kebobrokan moral remaja, kedurhakaan anak pada orang tua, pelarian yang salah,pemerkosaan di bawah umur, nikah sirri dan lain-lain bermula dari kebobrokan sebuah keluarga.Sikap istri yang dingin dan cuek, tak pernah berdandan/genit, merayu suami/bercanda/ bersikap lembut/mesra pada suami,adalah awal dari bencana keluarga.Karena suami akan mencari perhatian wanita lain yang lebih perhatian.Demikian jg suami yang tidak bisa memegang janji, memuaskan lahir batin, menjadi pelindung istri,pengertian,perhatian, ksh sayang dan jujur, istri bisa jadi luntur kesetiaannya pada suami.
    Maka harus ada kerjasama yang baik dalam kebajikan dan taqwa.

  • Ahmad Fauzantoro

    SubhanaLLah…oleh krn itulah keluarga sakinah dlm Islam merupakan salah satu fundamen vital yg dapat membentuk generasi Rabbani. Apabila rusak keluarga, maka rusak pula generasi yang ada dlm sistem keluarga itu…Na'udzubiLLah…

  • http://www.lekatasmara.org Imam Muchrozi

    Ya, perlu ditambahkan satu lagi. Yaitu cintai pasangan hidupmu apa adanya dan jangan fantasinya.

    Mencintai apa adanya merupakan ekspresi syukur ata pemberian dari ALLAH. Kalau kemudian yang ada adalah kekurangan maka jadikanlah kekurangannya sebagai tantangan untuk mewujudkan peran dantanggung jawab tarbiyahnya. Kalau yang ada adalah kelebihan syukur berarti adalah kemampuan kita dalam memeliharanya.

    Sedangkan jangan mencintai fantasi maksudnya adalah dipastikan setiap orang memiliki impian (fantasi) tentang sosok pasangan yang diinginkan mendampingi hidupnya. Namun dalam kenyataannya pasangan hidup tersebut jauh dari apa yang kita impikan. Simpanlah idealisme dan impian itu.

    Kata-kata ini patut juga untuk direnungkan, "Kalau engkau ingin pasangan yang ideal, sampai kapanpun akan tidak kita ketemukan. Namun yang lebih baik adalah jadikanlah pasanganmu menjadi ideal buatmu".

    Wallahu a'lam bisshowwab.

  • iwan

    syukur alhadulillah, kata itu yang pantas kita ucapkan dg munculnya LKD, mudah2an Allah selalu membersami lembaga ini, karena mempertahankan untuk lebih baik memang sangat sulit. persoalan keluarga memang sudah seharusnya menjadi perhatian kita bersama terutama bagi keluarga da'i. Care terhadap persoalan RT harus menjadi arus besar bagi mereka yg telah mengarungi samudra kehidupan bersama anak, istri ataupun suami. problem rumah tangga akan selalu membersamai kita dan ketika kita tidak segera menyadarinya bahwa memang ada masalah, maka bisa jadi situasi RT akan tidak berjalan sebagaimana mestinya. ada beberapa kunci penting dalam mencari solusi RT

    1. ciptakan rumah tangga dai, rumah tangga yg romantis,

    2. niat kita adalah untuk menyelesaikan masalah

    3. mencari sumber rujukan apakah masalah yg terjadi pernah dialami oleh orang2 sholeh seperti 4. nabi, sahabat, tabiin dst

    4. ada komunikasi yg proaktif

    5. tawakkal kepada Allah dan yakin bahwa setiap masalah ada solusi.

  • http://www.pkpu.or.id lukman

    Jadikan rumah tangga sebagai ajang menambah amal shalih, Jangan mengganti status istri kita setelah berumah tangga menjadi "PEMBANTU". Jadikan Istri sebagai rekan seiring dalam da'wah untuk menggapai ridho Allah SWT dan Jannah Firdaus. U/ Mas Imam F komentarnya dalam banget. Sukron!

  • http://www.srisusanti.multiply.com santi

    subhanallah, artikelnya bagus sekali…

  • slamet

    teruskan dan tambah lagi artikel keluarga. oke banget!!!!

  • http://- Ulil Santoso

    Semoga Kita semua diberi hidayah dan senantiasa diberi kejernihan hati oleh Allah SWT, dalam mengarungi ladang-ladang surgaNYA di bumi ini. Amien. Terima kasih n selamat buat DAKWATUNA.

  • http://deleted Abdullah Hadits Born

    Orang-orang besar tidak muncul dari kampus, tetapi dari "rengkuhan seorang ibu yang bijak". Suatu Imam Syafi'i diberi bekal sekedarnya oleh ibunya. "Ini ada bekal sedikit untukmu buat menuntut ilmu. Ingat, rumah ini tidak akan terbuka bagimu sebelum kamu pulang dengan membawa ilmu yang cukup". Maka Syafi'i kecil berangkat mengembara menuntut ilmu bertahun-tahun. Dikisahkan, beliau baru bertemu ibunya setelah menjadi guru dan imam besar di masjidil haram. Beliau selalu dikerumuni oleh para ulama pendatang dari negeri-negeri lain untuk menggali samudera keilmuannya. Itulah contoh hasil didikan seorang ibu bijak.

  • Diana

    Artikel dan komentarnya bagus-bagus. Jujur saja saya mempunyai kekhawatiran terhadap keluarga seperti apa yang ingin saya jalani nantinya.

    Kalau bisa, saya ingin ada pembahasan mengenai bagaimana caranya membimbing (calon) suami. Karena calon suami saya berniat menjadi muallaf. Cara seperti apa yang bisa diterapkan sebelum dan sesudah menikah nantinya.

    Terima kasih

  • Syaugi

    Bisa menjadi bahan masukan bagi kehidupan keluarga nih, bagus banget.

  • Nancy Pangeran

    Bismillah…. Memang penting materi harmonis rumah tangga ini dibahas, dibedah, diamalkan secara ikhlas. Sebab khusus utk keluarga da'i noda kecil di rumah tangganya akan terlihat besar di mata masyarakat. Yg sering terjadi peminat utk hadir dlm acara2 sejenis adalah para istri. Gimana nih kalo yang buat acara bedah buku/kajian tentang rumah tangga ini para bapak…para suami. Ok?

  • firdaus

    bismillah,….bagi saya yang namnya keluarga harmonis, istri dan anak-anaknya tidak terlalu minta macam-macam,yang penting hidup cukup untuk dunia dan akherat,sholat magrib berjamaaah, setelah itu baca Al Quran deh,ABCD gituuu. Alhamdulillah

  • yuli

    kebetulan saya baru 1 tahun menikah jd masih banyak berantemnya. kadang situasi dan kondisi berbeda pada setiap pasangan, saya akan coba terapkan secara terbuka tp bagaimana dengan pasangan kita yang berbeda itu tadi. tp secara teori bagus…

  • fajar

    Penilaian saya.Banyak aktifis mahasiswa yang ketika mereka masih membujang memiliki idealisme yang tinggi dan tak rapuh.Namun mengapa ketika telah menikah mseakan idealisme mereka luntur. Wjar memang ketika masalah internal keluarga telah menjadi prioritas ketika telah mnikah.Tapi bukan berarti "komentar yang paling banyak diantara bacaan Dakwatuna ini adalah masalah pernikahan seakan kita lupa bahwa permasalahan umat masih banyak ketimbang kita meributkan masalah pernikahan/

  • http://yahoo.com Bambang Wedar

    Assalamualaikum Wr. wb.
    Saya secara kebetulan masuk dalam group eramuslim, dan setelah itu saya banyak menerima email dari
    milis era muslim, isi dari milis sedikit berbeda dengan milis yang lain karena banyak mengirim email yang berkaitan motivasi dan psikologi walaupun email ke rohanian tidak tertinggal, menurut saya di dalam Islam sangat banyak Ilmu-Ilmu yang harus dibahas secara Islam, kita ingat Ahli2 Ibnu Sina, Al Jabber, dll tetapi seakan kita lupa membahas Keilmuan selain fiqih, tasawuf dan syariat. Sebetulnya dunia barat telah menerapkan Keilmuan Islam dalam Hal Teknologi walaupun secara Aqidah berbeda, untuk itu mohon keIlmuan Islam didalam Teknologi, Ekonomi, Psikologi, dll disebarluaskan sehingga masyarakat Madani akan terwujud…..amin

  • http://www.google.co.id BoYcuT

    Good Artikel….!
    Setidaknya ada banyak segi positif dari artikel ini yang memberikan inspirasi pada kehidupan pribadi saya dan memberikan pencerahan pikiran serta kedewasaan sikap dan mudah-mudahan selalu bermanfaat bagi saya dan umat islam pada umumnya….Amiiin

    • santi

      ya amien,,,,

  • AAber Denteer

    ‘Jangan melihat kebelakang’ dari 4 hal menjaga keharmonisan RT itu dlm uraian diatas saya lihat rancu. Seharusnya melihatlah kebelakang belajar dari pengalaman mana yang baik dikembangkan atau diteruskan mana yang tidak baik ditinggalkan. Ukuran baik tidak itu berpeganglah kepada syariat agama. belajar dan belajarlah. Kalau tidak mau mengevaluasi yang telah lalu,bisa terjadi,dan sering terjadi berulang terjadinya kesalahan itu. Pasangan itu ‘kan tidak langsung pintar saja setelah melalui hidup berumah tangga. Pasangan yang baru kawin itu pasti berbuat kesalahan, sedang nabi berbuat kesalahan sampai turun wahyu….. Misalnya seseorang yang mata duitan atau salah satu pasangan yang lebih ramah kepada bukan pasangannya bisa menimbulkan masalah keretakan RT yang bisa membawa perkawinan kepada gonta ganti pasangan atau kawin cerai berkali-kali. Kalau tidak percaya silahkan dicoba. Menurut saya seharusnya ‘Melihatlah kebelakang’ untuk belajar agar tidak mengulangi kesalahan.
    Wassalam

  • rusdy

    kebetulan saya baru menikah hampir 2 tahun. Saya suka banget ama artikelnya. Thanks

  • sahid

    artikel bagus, saya setuju pwendapat mas fajar, tapi bagaimana masalah umat bisa diselesaikan la wong masalah keluarga aja gak bisa;. kita bagi waktu kita untuk umat dan keluarga. tanks

  • M. SYAFRUDIEN

    bisa mewujudkan keluarga sakinah mwadah warohmah dengan simbol baiti jannatii (rumahku surgaku)….. pas banget buat oarn yang baru berumah tangga spt saya, thank’s

  • Shanti Martha

    kebetulan saya memiliki suami yg saya rasakan selama ini kurang jiwa pemimpinnya, sehingga saya tyerlihat dominan dalam rumah tangga, walaupun tak ada niat sedikitpun untuk begitu, hanya suami saya masih perlu dibimbing, yah.. selama ini saya bersabar saja semoga Allah memberkahi rumah tangga saya dan menjadikan usaha saya sebagai amal ibadah , amin…

  • Pingback: > MPIQ think’s » Blog Archive » 4 Kunci Rumah Tangga Harmonis()

  • sautparl

    saya sangat setuju sekali melihat semua hal baik yang ada didalam diri pasangan, dan ternyata melihat kebaikan pasangan dapat menambah rasa positif yang berupa cinta. ini sangat luar biasa. dalam konsep saya ini disebut dengan POSITIVE FOCUS. setiap perhatian pikiran akan menghasilkan perasaan. jika perhatian ke arah yang positif tentu akan menghasilkan sebuah emosi positif. artikel di atas sangat luar biasa.

  • HEPY KURNIAWAN

    THX Y,saya coba terapin dl mudah2n dari ini RT saya bISA harmonis

  • http://www.yahoo.com dadang kuswana

    kehidupan harmonis memang salah satu empat langkah diatas yang menyertai keindahan dalam keluarga, akan tetapi alangkah lebih harmonisnya jika kelurga itu dapat menyinari kehidupan tetangganya, serta kehidupan kum muslimin secara bertahap sesuai dengan wilayah dan kemampuan. akan tetapi kita sadar bahwa kehidupan muslim tanpa batas, baik waktu maupun ruang.

  • Oktivian Prima Pramestika

    thx untuk sarannya,saya lebih tahu tentang banyak hal tentang rumah tangga harmonis.

  • http://www.dakwatuna.com ellank_seivoe

    “semoga kita semua dikaruniai keluarga yg sakinah….barokah…saling menyayangi…amien ya robbal alamin…”

  • http://www.dakwatuna.com ellank_seivoe

    kita semua terutama saya pasti mendambakan keluarga yg harmonis…semoga pandangan ini bisa memotivasi kita tuk mewujutkanya…sedikit tambahan sebagai seorang suami yg berperan sbagai pemimpin juga harus mempunyai tekat yg kuat dan keyakinan keberhasilan tuk mewujutkan keluarga yg harmonis itu…jangan gentar dgn sgala cobaan atoupun dgn menghadapi stiap persoalan…thx

  • http://[email protected] Ceci

    Assww…
    Walau agak sdkt melenceng,mhn teman2 dpt membnt saya.
    Sy istri,23thn,br menikah 1thn yg ll.krn bbrp alasan,sy+suami br nikah siri tnp diketahui klrga& km skrg sm2 bekerja&berjauhan(1bln sekli btmu).suami tnyt sangat mdh cmburu&mudah mrh,pdhl sy tdk pnh slgkuh,dll.malah sering berucap demi Allah,msh tdk pcy.
    Sdh 3x dy memukul sy,sy sgt sedih tp sy tdk pnh mengecewakan suami.apa yg hrs sy lakukan.sy sungguh tdk kuat tp sy ingin memperthnkan pnikahan kt.mhn advice yg sebaik2ny

  • Toko Buku Online

    mantap cuuee :))

  • Kiki

    4 tips di atas patut di coba…ada yg sy mau tanyakan bgmn cara membangun rumah tangga yg di landasi dasar agama yang bagus sedangkan suami kita seorang mu’alaf??

  • gurniman

    bagus … syukrn atas ilmunya.. semoga Allah snantiasa beri kiita kekuatab u selalu dijalannNya

  • santi

    semoga dengan adanya artikel ini semua orang dapat hidup rukun,dapat saling memahami semua perbedaan yang terjadi di dalam keluarga yang mereka jalani,,,terimakasih banyak atas pengetahuan yang telah diberikan,,

  • ethy

    Syukran atas artikelnya, semoga dapat bermanfaat bagi saya, keluarga dan semua orang yang membacanya.

  • elisa

    bgmn dgn suami yg alkoholik dn tempramen…?bgm mengatasinya..?trim’s

  • nyunying

    bgs bnget aku jadi trinspirasi ,soalnya aku lgi pengen menjaga keharmonisan rmah tangga ku,yang goyah karena masalah sepele.

  • Rudi hartatok

    alhamduillah atas nasehat antum semoga menjadi cerminan bagi keluarga muslim,shgga akan terlahir masyarakat yg islami dan terbentuklah negara yg islami yg berakhlaqul karimah

  • kahar budi

    BAGUS….BAGUS…………BAGUS………………………………

  • ernayanti

    mhn ijin untuk share,artikelnya bgs.jazakillah.

  • yennie

    pencerahan, terutama bagi para rumah tangga yang mulai menemukan batu sandungan, mhn izin untuk sharing ke yang lain, ya….

  • http://ririnahmad55 Ririnahmad

    Ak sebagai wanita juga pingin-pingin rumah tanggaku aman tentram,bahagia,sakinah mawadah warohmah tp ak tidak bisa melawan hatiku yg selalu cemburuan… Ak pingin menghilangkan sifatku yg satu itu..Tp sulit banget..

    • Ratih

      emang sulit banget…

  • elite_squad18

    tulisan bagus….Izin share ya..:)

  • Hosten

    Keharmonisan bisa dijaga dengan lapang dada menerima kekurangan orang lain, karena kita juga bukan manusia sempurna.
    Keharmonisan bisa dijaga dengan berkompromi, karena rumah tangga terdiri dari dua orang yang mempunyai keinginan yang kadang berbeda.
    Alhamdulillah selama 11 tahun pernikahan kami, canda dan tawa didalam rumah lebih semarak. Pandang pasangan dari kacamata kebaikan. Sampaikan perasaan walo sudah menikah lama, misal kirim sms: Saya sayang kamu :)

  • Hosten

    Keharmonisan bisa dijaga dengan lapang dada menerima kekurangan orang lain, karena kita juga bukan manusia sempurna.
    Keharmonisan bisa dijaga dengan berkompromi, karena rumah tangga terdiri dari dua orang yang mempunyai keinginan yang kadang berbeda.
    Alhamdulillah selama 11 tahun pernikahan kami, canda dan tawa didalam rumah lebih semarak. Pandang pasangan dari kacamata kebaikan. Sampaikan perasaan walo sudah menikah lama, misal kirim sms: Saya sayang kamu :)

  • Tary Nina88

    knpa adanya perselingkihan…?

  • Wage_bangun

    stuju bangeth

  • Aim Subarjat

    Yang paling mudah adalah dengan menjadikan hati penuh dengan ketentraman. Ketentraman itu sendiri dari ibadah. Aura ketentraman biasanya akan menghiasi seisi rumah. Akhirnya, keluarga menjadi harmonis dan bahagia.