Home / Dasar-Dasar Islam / Al-Quran / Tafsir Ayat / Keagungan Bismillah

Keagungan Bismillah

dakwatuna.com – Dalam Hadits Rasulullah saw bersabda, “Setiap pekerjaan yang baik, jika tidak dimulai dengan “Bismillah” (menyebut nama Allah) maka (pekerjaan tersebut) akan terputus (dari keberkahan Allah)”.

Dalam keseharian kita tentunya selalu melakukan kegiatan dan aktivitas, tanpa kegiatan dan aktivitas kehidupan kita akan hampa, hambar dan tidak produktif. Kegiatan tersebut bisa dilakukan dimana saja, di rumah, di kantor, di jalan, di warung, di pasar, di sekolah dan ditempat-tempat lainnya. Dan –bagi orang beriman- kegiatan atau aktivitas adalah sarana menebar kebajikan, baik kata maupun perbuatan selalu memberikan kebaikan pada dirinya dan orang lain. Bukankah Rasulullah saw mengumpamakan jati diri seorang muslim seperti seekor lebah. Makanan yang dimakan adalah baik dan yang dikeluarkan pun baik, lebah hinggap atau tinggal tidak pernah merusak yang lainnya.

Namun kadangkala kebanyakan dari kita tidak sadar memulai segala aktivitas atau kegiatan tanpa mengucapkan membaca kalimat bismillah, padahal diterima atau tidak amal perbuatan seseorang bergantung pada kalimat tersebut.

Ketika bangun tidur sudahkah kita mengucapkan alhamdulillah dan memulai aktivitas hari itu dengan bismillah?

Ketika akan mandi, berpakaian, sarapan pagi sudahkah kita memulainya dengan bismillah?

Ketika akan berangkat ke kantor, keluar dari rumah, naik kendaraan sudahkah kita memulainya dengan bismillah?

Ketika di kantor, sudahkah ketika kita masuk ruangan kantor, menyalakan komputer, membuka berkas atau file, membuka rapat, menulis, membaca memulainya dengan bismillah?

Begitu banyak lagi aktivitas yang kita lakukan dalam keseharian kita, namun sudahkan kita memulainya dengan bismillah??

Kadang kita menganggap hal tersebut adalah sepele, padahal di sisi Allah merupakan kebaikan yang bernilai besar, diberkahi atau tidaknya perbuatan dan aktivitas seseorang tergantung pada saat memulainya.

Sebenarnya apa sih keistimewaan dari bismillah sehingga Allah dan Rasul-Nya mensyariatkan kepada kita untuk memulai segala aktivitas, perbuatan dan kegiatan dengan membaca bismillah?

Sebagian ulama salaf mengatakan bahwa “bismillah merupakan inti kandungan ajaran Islam” karena di situ ada unsur keyakinan terhadap Allah yang telah memberikan kekuatan sehingga seseorang dapat melakukan aktivitas yang diinginkan, pangakuan akan ketidakberdayaan seseorang di hadapan Allah Taala. “La haula wala quwwata illa billah (Tiada daya dan upaya kecuali atas izin Allah). Apalagi kalau bacaannya kita sempurnakan dengan kata bismillahirrahmanirrahim maka kita telah meyakini akan kebesaran Allah yang telah memberikan nikmat dan karunia, kasih sayang dan rahimnya kepada seluruh makhluk-Nya.

Jika kita runut secara bahasa, maka akan kita dapatkan keagungan kalimat bismillahirrahmanirrahim. kata Bismillah misalnya merupakan tiga rangkaian kata yang mengandung arti yang agung yaitu Ba (bi), Ism, dan Allah.

1. Huruf ba yang dibaca bi di sini mengandung dua arti:
Pertama: huruf bi yang diterjemahkan dengan kata “dengan” menyimpan satu kata yang tidak terucapkan tetapi harus terlintas dalam benak ketika mengucapkan basmalah, yaitu memulai. Sehingga bismillah berarti “saya atau kami memulai dengan nama Allah”. Dengan demikian kalimat tersebut menjadi semacam doa atau pernyataan dari pengucap. Atau dapat juga diartikan sebagai perintah dari Allah (walaupun kalimat tersebut tidak berbentuk perintah), “Mulailah dengan nama Allah!”.

Kedua: huruf bi yang diterjemahkan dengan kata “dengan” itu, dikaitkan dalam benak dengan kata “kekuasaan dan pertolongan”. Pengucap basmalah seakan-akan berkata, “dengan kekuasaan Allah dan pertolongan-Nya, pekerjaan yang sedang saya lakukan ini dapat terlaksana”. Pengucapnya seharusnya sadar bahwa tanpa kekuasaan Allah dan pertolongan-Nya, apa yang sedang dikerjakannya itu tidak akan berhasil. Ia menyadari kelemahan dan keterbatasan dirinya tetapi pada saat yang sama –setelah menghayati arti basmalah ini – ia memiliki kekuatan dan rasa percaya diri karena ketika itu dia telah menyandarkan dirinya dan bermohon bantuan Allah Yang Maha Kuasa itu.

2. Kata Ism setelah huruf bi terambil dari kata as-sumuw yang berarti tinggi dan mulia atau dari kata as-simah yang berarti yang berarti tanda. Kata ini biasa diterjemahkan dengan nama. Nama disebut ism, karena ia seharusnya dijunjung tinggi atau karena ia menjadi tanda bagi sesuatu.

Syaikh Al-Maraghi dalam tafsirnya menjelaskan dengan penyebutan nama di sini berarti dirinya memulai pekerjaan dengan nama Allah dan atas perintahnya bukan atas dorongan hawa nafsu belaka.

Penyebutan nama Allah diharapkan pekerjaan itu menjadi kekal disisi Allah. Di sini bukannya Allah yang nama-Nya disebut itu yang kita harapkan menjadi kekal karena Dia justru Maha Kekal. Namun yang kita harapkan adalah agar pekerjaan yang kita lakukan itu serta ganjarannya menjadi kekal sampai hari kemudian. Banyak pekerjaan yang dilakukan seseorang tetapi tidak mempunyai bekas apa-apa terhadap dirinya atau masyarakatnya, apalagi berbekas dan ditemui ganjarannya di hari kemudian. Demikianlah Allah mentamsilkan perbuatan orang-orang yang kafir yang tidak dibarengi dengan keikhlasan kepada Allah, “Dan Kami hadapi hasil-hasil karya mereka (yang baik-baik itu), kemudian Kami jadikan ia (bagaikan) debu yang beterbangan (sia-sia belaka). (QS 25: 23)

3. kata Allah, berakar dari kata walaha yang berarti mengherankan atau menakjubkan. Jadi Tuhan dinamai Allah karena segala perbuatan-Nya menakjubkan dan mengherankan. Karena itu terdapat petunjuk yang menyatakan, “Berfikirlah tentang makhluk-makhluk Allah dan jangan berfikir tentang Dzat-Nya”.

Sementara itu sebagian ulama mengungkapkan bahwa kata Allah terambil dari kata aliha – ya’lahu yang berarti menuju dan bermohon. Tuhan dinamai Allah karena seluruh makhluk menuju serta bermohon kepada-Nya dalam memenuhi kebutuhan mereka, atau juga berarti menyembah dan mengabdi, sehingga lafazh Allah berarti “Zat yang berhak disembah dan kepada-Nya tertuju segala pengabdian”.

Syaikh Mutawalli Sya’rawi, seorang guru besar pada universitas Al-Azhar, ulama kontemporer dan pakar bahasa menyebutkan dalam tafsirnya tentang keistimewaan lafadz Allah ; “Lafadz Allah selalu ada dalam diri manusia, walaupun ia mengingkari wujud-Nya dengan ucapan atau perbuatannya. Kata ini selalu menunjuk kepada Dia yang diharapkan bantuan-Nya itu. Perhaitkanlah kata Allah. Bila huruf pertamanya dihapus, maka ia akan terbaca Lillah yang artinya “demi/karena Allah”. Bila satu huruf berikutnya dihapus, akan terbaca lahu, yang artinya untuk-Nya. Bila huruf berikutnya dihapus, maka ia akan tertulis huruf ha yang dapat dibaca hu (huwa) yang artinya Dia”.

Apabila anda berkata Allah maka akan terlintas atau seyogianya terlintas dalam benak Anda segala sifat kesempurnaan. Dia Mahakuat, mahabijaksana, Mahakaya, Maha Berkreasi, Mahaindah, Mahasuci dan sebagainya. Seseorang yang mempercayai Tuhan, pasti meyakini bahwa Tuhannya Mahasempurna dalam segala hal, serta Mahasuci dari segala kekurangan.

Sifat-sifat Tuhan yang diperkenalkan cukup banyak. Dalam salah satu hadits dikatakan bahwa sifat (nama-nama) Tuhan berjumlah sembilan puluh sembilan nama (sifat).
Demikian banyak sifat (nama) Tuhan, namun yang terpilih dalam basmalah hanya dua sifat, yaitu Ar-Rahman dan Ar-Rahim yang keduanya terambil dari akar kata yang sama. Agaknya sifat ini dipilih, karena sifat itulah yang paling dominan. Dalam hal ini Allah dalam Al-Quran menegaskan “Rahmat-Ku mencakup segala sesuatu”. (QS 7: 156). Sebuah hadits Qudsi menyebutkan bahwa rahmat Allah mengalahkan amarah-Nya.

Kedua kata tersebut, Ar-Rahman dan Ar-Rahim, berakar dari kata Rahm yang juga telah masuk dalam perbendaharaan bahasa Indonesia, yang berarti peranakan atau kandungan. Apabila disebut kata Rahim, maka yang terlintas di dalam benak adalah ibu dan anak, dan ketika dapat terbayang betapa besar kasih sayang yang dicurahkan sang ibu kepada anaknya. Tetapi, jangan disimpulkan bahwa sifat Rahmat Tuhan sepadan dengan sifat rahmat ibu.

Abu Hurairah meriwayatkan sabda Rasulullah saw yang mendekatkan gambaran besarnya rahmat Tuhan: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Allah SWT menjadikan rahmat itu seratus bagian, disimpan di sisi-Nya sembilan puluh sembilan dan diturunkan-Nya ke bumi itu satu bagian. Satu bagian inilah yang dibagi pada seluruh makhluk. (begitu ratanya sampai-sampai satu bagian yang dibagikan itu diperoleh pula oleh) seekor binatang yang mengangkat kakinya karena dorongan kasih saying, khawatir jangan sampai menginjak anaknya”. (HR. Muslim)

Dalam ungkapan lainnya disebutkan bahwa kata Rahman adalah merupakan sifat kasih sayang Allah kepada seluruh makhluk-Nya yang diberikan di dunia, baik manusia beriman atau kafir, binatang dan tumbuh-tumbuhan serta makhluk lainnya. Bukankah kita –dengan kasih sayang-Nya- telah diberikan kehidupan, diberikan kemudahan menghirup udara, kemudahan berjalan, berlari dan melakukan segala aktivitasnya, walaupun sangat sedikit dari kita mau merenungkan apalagi mensyukuri segala nikmat tersebut? Allah senantiasa memberikan kasih sayang-Nya kepada manusia sekalipun mereka ingkar kepada-Nya.

Sementara itu kara Rahim diberikan secara khusus oleh Allah kelak nanti dialam akhirat yaitu hanya bagi mereka yang beriman dan mensyukuri segala kenikmatan yang telah dianugrahkan kepada mereka. Kasih sayang-Nya secara khusus diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang mengabdikan dirinya kepada Allah dan yakin bahwa semua kenikmatan adalah bersumber dari Allah. Bahkan yakin bahwa segala amal ibadahnya, perbuatan baiknya tidak akan menjamin akan dirinya masuk ke surga-Nya kecuali karena Rahmat-Nya.

Suatu kali Rasulullah saw berpesan kepada para sahabatnya, “Bersegeralah kalian berbuat baik dan perkuatlah hubungan kepada Allah. Dan ketahuilah bahwa amal kalian tidak menjamin kalian masuk surga. Sambil terheran para sahabat bertanya, “Termasuk Engkau wahai Rasulullah”? Rasulullah saw menjawab, “Betul, termasuk saya..kecuali jika Allah menganugrahkan rahmat-Nya dan karunia-Nya kepadaku”. Wallahu a’lam.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (73 votes, average: 9,14 out of 10)
Loading...Loading...
Syarifuddin Mustafa, MA
Bapak dari 2 orang putra-putri ini lahir di Jakarta. Pekerjaan sehari-harinya adalah sebagai dosen. Memiliki latar belakang pendidikan dari S1 Universitas Al-Azhar Kuliah Ushuluddin Jurusan Tafsir dan Ulumul Qur'an. Lalu melanjutkan pendidikan ke S2 Universitas Islam OM DURMAN di Sudan, dengan tesis berjudul "Ma'alim Mujtama Islam fii Suratil Ahzab". Aktif di berbagai organisasi, di antaranya adalah pernah diamanahkan sebagai Bendahara di PPMI Mesir Cabang Tanta, sebagai Wakil Ketua PPMI Mesir Cabang Tanta, dan sebagai Sekretaris ICMI Orsat Sudan. Hobinya adalah olahraga bola. Dan moto hidupnya adalah "Hidup yang Berguna Bagi Agama, Nusa, dan Bangsa".

Lihat Juga

Ilustrasi (dakwatuna)

Semangat di Tempat Kerja

  • Herti Harjiman

    ass ww

    iya ini situs yang ditunggu-tunggu walaupun baru disiapkan

    terima kasih

    wassalam

  • http://www.myquran.org Ahmad Nur Dg.SESE

    jazakumullah atas Tausiyahnya…

  • agus salim

    semoga rahmat Allah mengantarkan kita kesurganya. jazakumullah tadzkirahnya

  • indra

    Semoga kita selalu senantiasa mengingat Nya di setiap aktivitas harian kita, amin..
    Syukran jazakumullah ..

  • Aan Sopandi

    Alhamdulillah, walaupun saya sekarang berada di Qatar saya merasa dicharge kembali keimanan saya dengan adanya web site ini, Jazakallahu khairan

  • Reza

    Subhanallah, atas tausiyahnya. walaupun dakwatuna baru siap. Insya Allah tetap eksis dengan dakwahnya. Allahu Akbar.

  • Sigit Parluk

    Pantesan ada cerita kalo iblis/setan yg menggoda seorang muslim menjadi kurus, dekil, bau, dll karena muslim tersebut selalu baca Basmallah dalam segala aktifitasnya…Jazakalloh…

  • http://anaknegri arifin

    assalamualaikum…

    Seluruh isi kitab-kitab Alloh,termuat dalam Alquran,dan seluruh,isi Alquran termuat dalam induknya(Surat Fatihah),seluruh Isi kandungan Fatihah termuat dalam BASMALAH,

  • Mukharom

    Bismillahirrohmaanirrohiim, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah beri kekuatan kepa hambamu ini untuk senantiasa menyebut asmaMu dalam setiap aktiofitas yang aku lakukan

  • http://alberatf.blogspot.com alber

    assalamualaikum.
    terima kasih, saya sedang mencari makna kata2 dalam alquran.semoga allah memberkati kita semua. amin

  • ines

    assalamualaikum wr. wb. ya allah alhamdulillah dapet situs ini. susah banget nyarinya. mudah – mudahan berkah bagi kita semua. amin. wassalamualaikum wr. wb.

  • artik

    ass.bismillah..smga Allah melimpahkan rahmatNya bagi kita yang ingin byk blajar ttg islam(amin), terutama saat ini gimana persiapan yg terbaik menyambut ramadhan.www.

  • aziz

    dengan basmallah semua akan tenang

  • James

    Assalamu'aiakum Warohmatullah Wabarokatuh..
    saya James mau ikut nimbrung soal Kalimat Bismillah.
    Ayat bismillahirrohmanirrohiim adalah inti dari inti yang ada di dalam Al-quranul karim

  • anto

    Jazakumullah khairaan katsiraa buat ilmu nya
    boleh ana minta untuk bahan kultum ya.

  • http://ferrytaryono.wordpress.com ferry

    makasih buat materi-materinya karena membantu saya untuk pembuatan makalah mata kuliah agama…

  • http://helsapemalang.blogspot.com Sabarimanto Pemalang

    oke banget

  • Winar Listiyani

    Subhanallah… dengan tulisan ini makin menguatkan ana untuk lebih memaknai arti bismillah, mudah-mudahan dapat diaplikasikan dalam setiap amal/pekerjaan dengan penuh kesadaran semata-mata hanya karena dan atas nama Allah. Jazakallah.

  • Syafik

    Syukran ustadz atas ilmunya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Mhn keikhlasannya untuk dikutip artikel ustadz, semoga syiar dakwah makin meluas. Syukran.

  • rahmatullah

    Jazakkollah khair.

    artikelnya bagus :)
    semoga kita bisa memulai segala aktifitas kita dengan mengucapkan bismillahirrohmanirrohim :)
    syukron

  • vicko

    bismillah.
    maksh agan atas inpo’a.
    nais inpo gan.

    lailahailawllah jga dunk gan,jabarkan seperti bismillah jga gan.

    truz buku’a sunan gresik(syekh magribi) judul’a apa gan?bli dmana? harga brapa gan?

    salaam.

  • cholid

    untuk materi sudah cukup baik dan mohon jika ada hadist diterangkan tentang rawinya agar tidak membingungkan jika disampaikan lg ke orang lain

  • http://www.facebook.com Ayen Damayanti

    Subhanallah ……

  • sri mulyati

    terima kasih tausiyahnya…….izin copi ya….

  • zakir

    Allahu akbar, maha suci Allah: semakin saya baca tuliasan membuat mata ini berair dan susah membendungnya, semoga Allah melipahkan hidayahNYA sehingga terbit lagi tulisan yg lebih hebat, dan bermanfaat bagi pembaca semua, dan nur Allah menaungi kita semua.

  • Ayzima

    Minta izin copi ya,,

  • sulis KANSAS

    as ww
    ikut”n ya
    “HARGAILAH HIDUP MU,,SEBELUM TIDUR PANJANGMU,,MENGHANTARKANMU,,KE ALAM MIMPI LELEP MU,,”
    trimaksih..,

  • Herumdn

    Abu Hurairah meriwayatkan sabda Rasulullah saw yang mendekatkan gambaran besarnya rahmat Tuhan: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Allah SWT menjadikan rahmat itu seratus bagian, disimpan di sisi-Nya sembilan puluh sembilan dan diturunkan-Nya ke bumi itu satu bagian, apakah yang dimaksud 99 sifat allah yang tersurat dan satu yang turun kebumi itu yang tersuruk dan apa nama sifat allah yang tersuruk itu

    • Pu3_silent

      minta izin copy ya…